Mencari Cinta-Nya

I have face it, life wasted, i am never going back again

Penciptaan Adam (Kritisi terhadap buku Ust. Agus Mustofa, Ternyata Akhirat Tidak Kekal)

Posted by aricloud pada Juni 2, 2007

Menarik sekali membaca buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” Karya Ust. Agus Mustofa

Pun demikian ada beberapa hal yang perlu dikritisi terkait pemikiran beliau

Posting ini saya rekam kembali dari pendapat saya di blog salah seorang al akh kita, bukan bermaksud untuk copy paste, namun merekam pendapat yang menurut saya penting.
PERTAMA.

Menurut saya, Agus Mustofa dalam bukunya “Ternyata akhirat tidak kekal” agak memaksakan tafsir terutama pada Surat Al A’raf :189 :

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami teramasuk orang-orang yang bersyukur”. (Al A’raf :189)

“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu…

Kalau kata ‘kamu’ yang dimaksud pada ayat ini adalah nabi adam as, maka bisa jadi penafsiran bahwa Adam dan Hawa dilahirkan dari rahim yang sama (diri yang satu) adalah benar. (hLmN 24, Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Agus Mustofa)

Namun coba telusuri kembali ayat sebelumnya 188 :

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya Aku mengetahui yang ghaib, tentulah Aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Al A’raf :188)

Jelas sekali bahwa yang diajak berbicara (kata ‘kamu’ pada ayat 189) adalah Nabi Muhammad SAW, bukan nabi Adam as.

Sehingga makana ‘Diri yang satu’ adalah Nabi Adam, bukan rahim makhluk lain seperti digambarkan Ust.Agus Mustofa.

“…dan dari padanya Dia menciptakan istrinya..”

dari padanya ini jelas sekali insya Allah maksudnya “dari nabi adam” Dia menciptakan istrinya. sehingga Siti Hawa memang benar-benar diciptakan dari Nabi Adam as. wallahu ‘alam bagaimana caranya.

KEDUA

Apakah syurga yang dimaksud sebagai tempat tiggal Adam dan Hawa adalah dibumi juga seperti yang digambarkan Ust Agus Mustofa.

Mari kita review kembali QS. Al A’raf 11-25:

11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

16. Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

19. (dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,

22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

23. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang Telah ditentukan”.

25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS. Al A’raf 11-25)

Dialog yang terjadi pada ayat-ayat diatas, sebagaimana dalam kaidah tafsir : apabila tiada penjelasan pada ayat lain yang berbeda, maka kita harus meyakini dialog tersebut terjadi apa adanya seperti dikisahkan Al Qur’an. (Ayat yang mirip pada Al Hijr :26-44).

Artinya telah benar-benar terjadi dialog antara Allah, Malaikat, Iblis dan Adam. Dialog seperti ini hampir mustahil terjadi di bumi atau alam nyata. Dikisahkan dialog tersebut terjadi di Syurga (lihat ayat 13), yang tentunya termasuk alam ghaib (terlepas dari definisi ghaibmu dan ghaibku ala ust. Agus Mustofa).

Lihat ayat 19 – 25

Allah dengan sangat tegas membedakan bahasa Syurga (Jannah) dan bumi (Al Ard)

Ust. Agus Mustofa menafsirkan ayat tidak komprehensif, melainkan sepotong-sepotong.

Seperti pada ayat 25 (QS Al A’raf):

“Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.”

Beliau menafsirkan bahwa kata ‘kamu’ atau Adam as pada ayat tersebut hidup, mati dan dibangkitkan kembali di bumi. sehingga Syurga yang dimaksud sebagai tempat tinggal adam as pertama kali adalah dibumi juga (halaman 12. Ternyata Akhirat Tidak Kekal).

Namun barangkali beliau lupa, bahwa Allah SWT mengatakan demikian pada Adam as setelah Adam diturunkan dari syurga, bukan saat adam masih berada di syurga. (lihat ayat 19 – 25)

KETIGA

Penafsiran Ust. Agus Mustofa terhadap ayat QS Al Baqarah : 30 :

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

(hlmn 16-17, Ternyata Akhirat Tidak Kekal) Agus Mustofa menyatakan sependapat dengan Prof. A. Baiquni bahwa malaikat mengetahui bahwa khalifah itu akan membuat kerusakan karena memang sebelumnya sudah ada yang seperti manusia (hanya mirip).

Barangkali Ust. Agus Mustofa tidak mempertimbangkan bahwa seluruh kejadian alam semesta sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz. Kitab ini tentu saja gaib bagi manusia namun belum tentu segaib malaikat seperti yang dijelaskan Ust. Agus Mustofa sendiri bahwa keghaiban itu relatif.

Jangankan malaikat, Jin saja kadangkala mampu mendapat informasi tentang masa depan.

Lihat QS. Al Jin: 8-9:

“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”

Juga perhatikan Hadits dari Shahih Bukhari :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila Alloh menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata, hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?”Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketika itulah, (syaitan-syaitan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini: sebagian mereka di atas sebagian yang lain -digambarkan Sufyan dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya– maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi kadangkala syaitan penyadap berita itu terkena syihab (panah api) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal melakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)”, sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari Iangit. (HR. Al Bukhori).

Sehingga amat masuk akal bahwa Malaikat yang lebih taat pada Allah 100% mengetahui sebagian berita2 ghaib tentang masa depan dari Allah SWT sendiri. Sehingga pertanyaan Malaikat tentang :

“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,…”

Bukan karena kejadian perusakan dimaksud malaikat pernah terjadi, namun lebih pada Malaikat mengetahui beberapa kejadian tentang manusia di masa yang akan datang. Mengapa Malaikat mengetahui beberapa kejadian di masa yang akan datang?

tentu saja karena tugas2 malaikat terhadap manusia mulai dari mencatat perbuatan hingga meniup sangkakala yang memungkinkan Malaikat sudah mendapat S.O.P nya dari Allah swt.

Terlepas dari itu semua, Ust. Agus Mustofa merupakan ulama dan ilmuan cerdas yang buku-bukunya sangat menarik untuk dibaca, namun juga tidak berarti lepas dari kesalahan.

Wallahu ‘Alam bish showab

ref : Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir

629 Tanggapan to “Penciptaan Adam (Kritisi terhadap buku Ust. Agus Mustofa, Ternyata Akhirat Tidak Kekal)”

  1. echo said

    Trus intinya akhirat tuh kekal gak mas?

    • Anonymous said

      la kita juga ga ada yang tahu..tapi pendapat agus mustofa perlu dikaji bersama-sama sebagai refleksi perkembangan ilmu pengetahuan dunia islam.

      • wahab said

        menurut saya, apa yang telah ditulis pak Agus adalah sebuah karya yang layak di acungi jempol,beliau orang pintar kok,lihat aja pemikiran beliau tetang misteri penciptaan adam dan akhirat,kalo saya bangga dengan beliau,belum ada kok penulis buku secanggih itu,apalagi selama ini jika ada ulama yang menjelaskan ttg dua masalah itu selalu saja tidak tuntas,tp beliau menulis buku itu bisa menembah hasanah pengetahuan kita, semoga apa yang beliau tulis di buku itu benar, atau paling tidak mendekati kebenaran, Wallahu a’lam…

    • buku2 pak agus mustofa menjadi salah satu pembimbing saya dalam mencari rahmat Allah,..
      buku2 pak agus mustofa merubah cara pandang saya terhadap Allah,.. bahwasannya Allah itu LUAR BIASA!!
      tp juga kita jangan terlalu fanatik sama sebuah pendapat satu orang,..
      bagaimana pun kita semua manusia biasa,..

      artikel ini mengingatkan saya pribadi untuk tidak fanatik pada pendapat seseorang,..
      agar saya terus mencari,..

      semoga saya bisa menemukan tanggapan bapak agus mustofa tentang artikel ini,,..

      terima kasih buat bapak agus mustofa
      terima kasih buat yg menulis artikel ini,..
      semoga kita semua terhindar dari sifat merasa paling benar dalam berpendapat,.. amin

    • Anonymous said

      Kekal selamanya

  2. aris said

    Semua terserah pada diri kita masing-masing karena kita telah diberi
    Kelebihan berupa akal pikiran. Kenapa tidak engkau pergunakan untuk memilih dan memilah? Semua manusia boleh berpendapat sesuai dengan kemampuan dan fitrahnya. Semoga sedikit kata-kata ini memampukan kita untuk berpikir jernih, amien…amien…ya rRobbal Allamin

    • asti said

      YANG PASTI AGUS MUSTAFA ADALAH ULAMA YANG AKU KAGUMI…..BANDINGKAN DENGAN USTAD2 YANG KELUAR DI TV …SANGGAT JAUH BERBEDA. BAGAI BUMI DAN LANGIT…..COBA USTAD-USTAD YANG DITIVI DIGANTI…DENGAN USTAD SEKALLIBER AGUS MUSTAFA….PASTI GENERASI ANAK MUDA TERCERAHKAN…..COBA AJA BACA ” MENGUBAH TAKDIR” BERDOA ATAU MENYURUH PADA ALLAH” BUKU-BUKU ITU SANGAT MEMOTIVASI………AKU AJA TERKAGET-KAGET DENGAN MEMBACA BUKU ITU…….DAN AKU TERCERAHKAN……BISMILLAH MAJU TERUS USTAD AGUS MUSTAFA…..AKU PENGGEMAR BUKU2MU……DAN AKAN KU WARISKAN BUAT ANAK CUCUKU SEPRTI ALQUR’AN DAN MUHAMAD. AMIN

      • abduh said

        kalau agus mustofa ceramah di tv dengan pahamnya yang nyeneh seperti itu, maka dia akan menyesatkan generasi dan menggiring mereka ke dalam api neraka jahannam. wal iyadzu billah.

      • Anonymous said

        salu tu pemikiran2 agus mustapa….

  3. aris said

    Semua terserah pada diri kita masing-masing karena kita telah diberi
    Kelebihan berupa akal pikiran. Kenapa tidak engkau pergunakan untuk memilih dan memilah? Semua manusia boleh berpendapat sesuai dengan kemampuan dan fitrahnya. Semoga sedikit kata-kata ini memampukan kita untuk berpikir jernih, amien…amien…ya Robbal Allamin

  4. Husnul Huda said

    Materi qur-an ternyata tidak bisa begitu saja di-ilmiah-kan sesuai dengan (background) jalur pendidikan Agus Mustofa, dan bahkan jika diteruskan kepada khalayak yg belum tahu apa-2 akan memperburuk pemahaman mereka terhadap islam tentunya, bagaimana kalau buku-2 yg diterbitkan harus diseleksi terlebih dulu oleh lembaga yg berwenang, semisal MUI (tentu dengan kualitas agama yg harus bagus) baru kemudian bisa beredar di masyarakat ??? bisa ngga ya … ?

    • Abrah said

      apa yg salah dg buku Agus Mustafa… Kesalahan itu relatif

      • surga neraka said

        @abrah

        kesalahan Bpk agus mustofa adalah dalam menafsirkan ayat yang sudah dijelaskan diartikel diatas. Saya sependapat dengan pendapat mas husnul huda, jika suatu pemahaman yang salah disampaikan kepada masyarakat umum yang belum memahami dengan benar kaidah tafsir akan sangat bahaya. Terlebih yang ditafsirkan masalah yang gaib atau masalah akidah.

      • ndatzz said

        klo mnurut saya wajar2 saja bpk ust agus mustafa menafsirkan malah bagus krena zaman sekarang manusia itu lebuh memilih sesuatu yang masuk akal…dan buku2 bpk agus mustafah membrikan gambaran yg masuk akal tntang akhirat dan tidak melenceng dari syariat islam

      • Anonymous said

        bunuh saja agus mustofa….
        wong edan…

      • aimer said

        orang bijaksana itu yang terpenting menghilangkan ego, bagi saya seorang Agus Mustofa telah memberikan sumbangan pemikiran yang luar biasa, bagi orang tidak sependapat dengan karya karyanya, tidak perlu emosi mengeluarkan kata kata kotor, orang islam itu bukan ditinjau dari ahli tajwidnya, ahli katamnya melainkan implentasinya sabagai konkretnya seperti menjaga hati, menghormati pendapat orang lain, semoga allah menjernihkan pemikiran orang yang tidak sependapat dengannya, bukannya ilmu itu milik allah

      • amala said

        Mohon maaf sebelumnya ya. Kalau kita ingin membantah pendapat seseorang, ya kita harus menggunakan pendekatan yang sama. Kita bisa melihat Tuhan mengutus Nabi Musa dengan kelebihannya dapat mengalahkan para tukang sihir di jaman Fir’aun berkuasa, Nabi Isa dengan ilmu pengobatannya yg mengalahkan para tabib jaman itu, Nabi Muhammad dengan Al-qur’an yg mengalahkan para penyair jaman itu.

        Pak Agus Mustofa memahami agama dengan logika. Jadi kalau ada yang salah dengan pemahaman beliau, ya kita harus bisa menjelaskan dengan logika. Jangan malah bilang agama itu tidak bisa di logika, kata siapa ? Kalo kita memang yakin dengan agama kita, kita pasti yakin dengan kebenaran agama kita dipandang dari sudut manapun.

        Kalo saya setuju bahwa logika agama (Islam) tidak boleh dipisahkan dengan logika ilmiah, krn memang keduanya sejalan. Jangan malah jadi ikut-ikutan agama lain yang malah menjadi sekuler karena agama mereka tidak sesuai dengan logika ilmiah, terus dipisahkan aja antara ajaran agama (keyakinan dan ritual ibadah) dengan masalah kehidupan yang lain. Kalo dalam Islam kan tidak perlu adanya pemisahan seperti itu.

        Begitu jg dengan kekekalan akherat, kita bisa menjelaskan dengan logika kok. Kata siapa tidak bisa di logika ?

        Yang menjadi permasalahan, sumber logika kita itu apa ? Al-qur’an ato selain Al-qur’an. Kalo yang selain qur’an biasanya jadi ga logis lagi.

        Kalau dipahami dengan “selain qur’an”, maka akherat itu saat ini sudah ada di langit yg ketujuh. Padahal Al-qur’an menginformasikan akherat itu ada setelah terjadi hari kehancuran total (yaumu Saah) lalu diberdirikan kembali (yaumu Qiyamah) lalu ada akherat (ada hari pembalasan yaitu surga dan ada neraka) .

        Urutannya seperti itu, bukan akherat sekarang ada lalu ada hari kehancuran. Logikanya kan ga nyambung. Masa’ kita sudah sampe surga ato sudah sampe neraka, tiba2 ada hari kehancuran. Ngapain Tuhan buat surga dan neraka ? Jadi, berpikir logis itu perlu, asal dengan syarat dasar pengambil kesimpulan benar. Kalo dasar pengambilan kesimpulannya ga pas ya hasil akhirnya jauh.

        Jadi, menurut saya, akherat itu kekal. Tidak ada kehancuran setelahnya.

        Mohon maaf bila salah kata. Terima kasih.

      • Ki Ageng Fakir said

        Anonymous gak intelek, ngomongnya gak berbobot pakai nafsu,….caaapeee ddeeechhh,…

    • ariv said

      tidak satupun manusia berhak menyatakan dia/kelompoknya yang paling benar. Karena hanya Allah SWT lah yang memiliki kebenaran paling mutlak

      • MOHAMMAD YUSUF said

        kesalahan itu relatif, tapi ada ukurannya. kebenaran memang milik Allah tapi juga kita dapat menilai suatu ajaran itu benar atau salah berdasarkan petunjuk2 dari Allah juga, seseorang mu’min atau tdk mu’min kan Allah juga yang memberi rambu kepada kita. Buku2 dari siapapun kalau berbeda dg. aqidah yang selama ini kita punya harus diwaspadai, supaya kita tidak terjerumus, sebab kita kan bukan asbak, bukan botol kosong, yang boleh apa saja rokok atau air bisa masuk. Seleksi dulu paling tidak oleh orang-orang yg. kita yakini kompeten, gak musti MUI lah wong MUI juga banyak tugasnya.

      • Objektif said

        @ariv ; “tidak satupun manusia berhak menyatakan dia/kelompoknya yang paling benar. Karena hanya Allah SWT lah yang memiliki kebenaran paling mutlak”=itu khan kata anda, kalo kata ALLOOH SWT tidak spt kata Anda..
        @MOHAMMAD YUSUF berkata;”kesalahan itu relatif,”itu pun khan kata anda,NAMUN kata ALLOOH SWT, kata Nabi,&kata org2 yg paham Al-Qur’an&Hadits(baca;Ulama) bahwa KESALAHAN & KEBENARAN standarnya adalah AL’QUR’AN&HADITS..

      • threewej said

        aku kentut tapi ketika bersuci kenapa aku tidak membasuh duburku?
        kira-kira bagaimana

      • Anonymous said

        Anonymous….bahasa anda menunjukkan betapa rendahnya kadar pengetahuan ilmu islamnya

    • Anonymous said

      Kalo mau tau jawaban dari keritikan tersebut silahkan baca buku agus mustofa yg baru “membela Allah”

      • ma'rifat said

        agus… agus… mikirnya sampe agak gundul sedikit

      • Anonymous said

        saya setuju, islam itu agama yang masuk akal.

      • Anonymous said

        Ya saya setuju..Tapi kalau sesuatu yang tidak masuk akal berarti bukan dari islam. Jadi agama Islam adalah wahyu karena sesuatu yang terdapat dalam al’quran masuk akal atau tidak seharusnya diterima. Saya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW menulis al’quran bukan berdasarkan akalnya, melainkan wahyu dari Allah yang diperintahkan kepada Jibril.

    • Anonymous said

      memang untuk mendekati kebenaran perlu kesalahan… dan diharapkan akan ada yg lebih sempurna dari Bpk.Agus Mustofa.. Wallohu A’lam

      • wahab said

        semua orang boleh berpendapat apa saja tentang sesuatu yang tersembunyi,tapi Allah maha tau atas segala sesuatu, Ustadz Agus mgkn jg benar mgkn jg salah,bgt juga pendapat2 yang lain,menurut saya tidak ada salahnya bila hal itu terjadi,karena yang namanya manusia tentu punya pemikiran yg berbeda,dan itu sah-sah saja, Wallahu a’lam.

    • Lugas said

      orang MUI nya hrs ada yg setara Agus Mustopa, jangan orang MUI status quo. sama aja boong

    • Ki Ageng Fakir said

      Wah,…ada yg pakai nama Makrifat,…tapai hijabnya aja segede gunung gitu,….??? mana ada orang Makrifat kok menghina orang lain ….. ketik aja C spasi D alias Caaapeeek deeehhhhh…….

    • dohe labangka said

      wah seru juga ini…Allahu’akhbar…saya udah baca buku”ternyata akhirat tidak kekal”nya Ust Agus Mustofa..beliau orang cerdas…emang benar kata dia”beragamalah dengan akal sehat”…islam itu rahmatan lil alamin..tidak akan menyesatkan meskipun dengan pendekatan apapun apalagi dengan pendekatan logika…Allah punya sifat 20 yang tidak mungkin ada di semua makhluk ciptaannya termasuk surga dan neraka…dua dari sifat itu adalah “Al-Awwalu…Al-akhiru” Dialah yang awal dan Dialah yang akhir…lalu kalo surga dan neraka kekal, masak sama kekalnya dengan Allah???naudzubillah, semoga saya terhindar dari menyekutukan ALLAH..

      • abduh said

        ini komentar sesat apa lagi ? masa kekalnya akhirat di anggap sama dengan kekalnya ALLOH. lihatlah surat al a’laa. wal akhituw khoiruw wa abqo. kembali kepada pemahaman rosul dan shohabat, karena merekalah generasi yang paham tentang al qur’an. bukan mengikuti pemahaman orang nyelenah zaman sekarang.

    • nagraz said

      surga kebahagiaan hati kita dan neraka kesengsaraan hati kita.
      maju terus agus mustofa

    • nagraz said

      lembaga MUI itu OK tapi anggotanya itu OK tidak?

  5. aricloud said

    Penyeleksian melalui MUI saat ini sangat tidak memungkinkan, mengingat MUI bukan lembaga pemerintahan atau lembaga yang ditunjuk pemerintah yang memiliki kuasa untuk itu.
    Yang bisa dilakukan hanya membuat sebuah tekanan pada pemerintah terhadap buku atau produk tertentu yang dinilai meresahkan masyarakat.
    Namun menurut saya buku2 Ust. Agus Mustopha belum dapat dikategorikan “berbahaya” namun justru bisa menjadi alternatif pencerahan dari cara berfikir yang berbeda, walaupun tidak serta merta kita sepakati pendapatnya
    Allahu’alam.

    • putra said

      assalamualaikum…saya kurang setuju pada penulisan anda sebelumnya ttg malaikat yang punya SOP ttg masa depan…anda kurang setuju dgn pak agus,tapi anda sendiri menggunakan sangat logika pada tulisan itu…maaf hanya Allah Yang Maha Tahu….

  6. eddie_bronx said

    Saya gak ngerti dengan postingan ini, mungkin karena lom baca buku pak agus mustopa,
    Tapi penyeleksian buku-buku menurut saya gak mungkin dilakukan,
    Coba bayangin berapa banyak buku yang diterbitkan?
    lagian majalah2 porno aja susah untuk diberantas dari dulu, apalagi buku?

  7. Assalamualaikum wr wb..

    Bapak / Ibu, sekarang sudah kami sediakan forum bagi pembaca buku-buku dari Agus Mustofa dan Taufik Djafri di website kami http://www.padmapress.com

    Anda bisa langsung masuk ke forumnya :
    http://www.padmapress.com/forum.htm

    disana anda bisa berdiskusi mengenai semua hal yang berhubungan dengan buku-buku Agus Mustofa dan topik lainnya..

    kami tunggu kehadiran anda disana..

    Wassalamualaikum wr wb..

    Oki PADMA press

    • dedi said

      kalau mau dapat duit dari iklan jgn nipu dong….
      masak isi halaman web diatas tidak ada melainkan hanya link iklan semata…

    • silo c said

      Pemikiran Ust Agus Mustofa ada masanya “kembang” dan masanya “kempis”… Maklum orang jualan…kadang laku dan kadang tidak, Tetapi supaya laku, ya… biasanyanya dibuat agak kontrofersi. Maaf karena saya pernah ikut Trainning menulis buku supaya menjadi “best seller” oleh penerbit ini sih… maklum yang nama jualan…. Semoga ALloh SWT selalu memberi dan manjadikan jalan kita lurus tidak belak-belok… Termasuk bagi saya pribadi. Amin..

      • w pjalan kaki said

        klo mslah kontrofersi biar laku apa nggak,saya rasa gk jga,.bsa jdi utk daya tarik pembaca jga,.. klo kita ign mmbaca kan gk hrus beli,kita bsa pinjam kpd yg pny buku ini.jdi ya bli bukux cuma stu aja trus di pinjemin ke pembaca se kabupaten,.,.hehe

      • Dhani Devito said

        Kita tidak bisa menilai karya tulis seseorang melalui Buku yang diterbitkan dianggap sebagai trik jualan”semata”. Karena semua orang menilai dari isi buku tersebut. Bobot tulisan itu akan kelihatan berkualitas kalau mampu membuat orang berfikir dan merenungi isinya. Lihat saja novel best seller karya Andrea Hirata, dimana pilihan kata2 nya saja membuat orang berdecak kagum, ditambah lagi membuat banyak orang merenung akan fakta2 dari tulisan tersebut. Kalo pembaca cerdas ….dia akan mampu membedakan sebuah buku berkualitas dengan yang tidak berkualitas. Sepengetahuan saya, cak Agus itu punya wadah diskusi tasawuf secara rutin, kemudian beliau itu alumni UGM yang dekat dengan cendikiawan ICMI yang tentunya dugaan saya bahwa sebagian pemikiran yang ada di buku beliau adalah tidak murni dari pemikiran seorang Agus Musthofa tapi terilhami dari para cendikiawan tersebut.Karena sesengguhnya tidak mudah bagi seseorang mampu menafsirkan isi kitab al-quran dengan perkembangan teknologi modern kalo hanya melalui perenungan seorang diri. Terimakasih, semoga bermanfaat

  8. irdix said

    saya sempat baca.. cuman ga diterusin.. ga semenarik yang saya duga.. :p

    kesalahan saya.. “menduga-duga” hihihi

  9. agorsiloku said

    Penciptaan Adam memang polemik, namun tidak perlu dilakukan koreksi oleh MUI atau sejenisnya. Di alam keterbukaan maka koreksi berlangsung secara “alamiah” menjadi ajang diskusi dan peningkatan wawasan. Berbeda dengan pada sebuah kondisi tertutup yang membuat sebuah klaim hanya kebenaran sendiri. Terbukanya peluang ini, membuat kita bisa lebih matang. Yang mengkritisi dan dikritisi, pada tingkatan tertentu juga keduanya belum tentu benar. Jadi, kehadiran buku ini, menurut saya sisi positifnya juga tidak sedikit.

    Kalau contoh lain, kita membawa bunga, ruangan menjadi harum. Kalau ada asap yang membuat sesak nafas, maka kita tahu bahwa hutan kita tidak dijaga, jadi ada usaha positif untuk merestorasinya….

    Begitu juga dalam dunia idea….

  10. varel said

    aku adalah pengagum tulisan agus mustofa. banyak hal yang dapat diungkapakan secara ilmiah yang kadang membuat kita bertanya saat mendengar judulnya. “Ternyata akhirat tidak kekal” ada sedikit pertanyaan wah ini mengada-ada. tapi setelah aku baca bukunya ternyata ada benarnya. tapi kita harus juga baca bukunya yang lain yang juga mendukung teori ini.
    Sifat Allah adalah baqa ( Kekal ) dan sifat mahluk adalah rusak. kemudian pengertian mahluk adalah segala yang dicipatakan oleh Allah. dan akhirat(Bisa diartikan surga/neraka) adalah termasuk mahluk karena diciptakan oleh Allah jadi sifatnya tidak kekal. akhirat akan kekal jika Allah tetap mempertahankannya karena Allah lah yang maha kekal.(Hak prerogatif allah) karena dia lah Allah yang maha kekal.

    karena pada saat hari kiamat maka akan binasa semua termasuk malaikat izrail ( Peniup sangkala) yang kemudian dihidupkan oleh Allah kembali. yang menandakan kebesaran Allah dialah rabb yang berhak disembah.

    jadi maksudnya akhirat tidak kekal adalah karena dia termasuk mahluk Allah. dan yang maha kekal hanyalah Allah SWT.

    terimakasih. mungkin kalo ada salah dalam penjelasan silahkan dikritik semoga bermanfaat……..

    • brad said

      Komentar diatas jelas menyatakan bahwa yang berkomentar tidak memahami buku karya KH.Agus Mustofa Belajar lg ya…. ilmu Tassawuf jangan sampai fiqih saja karna banyak sekali yang terkandung dalam islam, satu ayat saja dalam Alquran sampai habis umur manusia tidak akan pernah habis untuk dipelajari apalagi sampai 30 juz.

      • mirdans said

        jika kita tidak berusaha untuk tahu’bagaimana mungkin kita bisa mensyukuri nikmatnya..

      • silo c said

        Ass.Wr.Wb… Jadi mas ini seumur hidup targetya hanya mengkaji 1 ayat ya…. atau mungkin tidak pernah pengkaji sama sekali hanya ikut-ikutan pemikiran orang-2 yang tidak Sami’na wa athokna…. orang yang mengandalkan akal pikiran saja. Karena Alquran adalah firman Allah SWT, dimana tidak sedikit pikiran manusia tidak sampai / sulit mentafsirkan mas…. makanya Imani dan Jalankan. Detail penjelasan Alquran sangat gamblang banyak dijelaskan dengan gambalang banyak di Hadist-2 shoheh…Makanya jika mentafsirkan Alquran itu dg Alquran atau Hadist shoheh atau dg tuntunan Rosul serta sahabat beliau…. BEGITU…. Belajarlah dan mencari Ilmu kepada orang yang BENAR…. yang Benar-2 BERILMU….. B E G I T U….. Jadi jangan Putus ASa Mas…. Jangan mengkaji Satu Ayat untuk Seumur Hidup………. MAAF Mungkin Ust Agus M perlu lagi banyak mengkaji Ilmu AlQuran kali ya… banyak pemahaman yang salah TAFSIR (Mentafsirkan), Betul Ahli Tasawuf, tapi Kebablasan…. Ini perlu saya sampaikan karena merupakan bentuk wujud rasa kecintaan saya kepada sesama kaum muslin yang harus saling mencintai dan mengingatkan. SEMOGA ALLAH SWT MeMBERI PETUNJUK KEPADA KAUM MUSLIM SEMUA Sukron…

  11. agorsiloku said

    Mas Aricloud, wss.wr.wb…
    Maaf sy ikutan komentar di blog Mas untuk topik yang hampir sama ya :”Adam Dilahirkan itu”…
    Saya baca komentar mas perihal 2 kelompok… tapi saya bukan pada kelompok di situ lho dari segi pemikiran. Karena saya lebih memahami Adam diciptakan, bleg begitu saja, dan rujukannya hanya Al Qur’an.

    Jadi saya kelompok satu untuk menyatakan Adam diciptakan (tidak pakai mahluk hidup jenis lain), lalu rujukan juga hanya al Qur’an saja.

    Oh ya… hampir semua postingan sy hanya ke Al Qur’an, kecuali pada pendekatan ahlak dan ibadah formal, baru merujuk ke hadis (tapi ini jarang, karena kesesuaian fokus dari tema blog).

    Jadi, sy kelompok 3 ya…

    Namun, apapun kelompoknya… kita sama… mengagumi dan belajar dari firmanNya. Semoga karenanya, kita masuk golongan kanan……
    Wss.

  12. aricloud said

    Amin..
    Gapapa mas agor..
    Itu adalah bukti keterbatasan saya dalam menyimpulkan :) he..he..

  13. 2nd said

    Yah, asal tidak keluar dari mainstream saja. Toh pemikiran seperti itu mesti dikritisi lebih lanjut dan tidak ber-implikasi terhadp aspek2 lain. Jangan ada perdebatan panjang saja, krena itu cma buang2 waktu. Inget lho, waktu amat mahal–he he, itu mh nenek2 jg tau ya… :P

  14. aricloud said

    Betul, namun mengkritisi pemikiran seseorang juga perlu dimulai dengan keterbukaan hati dan akal yang lapang. bukan didahului oleh sikap antipati terhadap orang maupun kesimpulannya. Walaupun saya lebih bersikap mengkritik, namun saya sedapat mungkin menghindari sikap antipati berlebihan.

  15. husni said

    Maaf mas buku pak Agus memang menarik, coba juga lihat buku terbarunya “ternyata Adam dilahirkan”, cukup menarik cara dia membaca ayat2 quran. Menurut saya pendekatan pak Agus malah memperkuat keimanan saya soal Adam dan segalanya tentang alQuran. Tapi saya tidak bilang dia paling benar, saya hanya melihat uniknyanya dia “membaca” alquran.

  16. Vadka Town said

    Sorry, bisa gak download isi buku Ternyata Akhirat tidak Kekal dari sini

  17. Vadka Town said

    Komen sedikit yach, Opini Ust. Agus M Tentang penciptaan Adam sepertinya bertolak belakang dengan pandangan Harun Yahya, dalam hal ini ust. Agus M nampak masih percaya dengan teori Darwin tentang evolusi. Tolong rechek ulang p. Ust. Agus…., but saya salut dengan pandangan beliau tentang konsep waktu dan dimensi ruang. Thank.

    • w pjalan kaki said

      ijin koment plend,.,.pandangan w tntang p de agus n p de harun cuma satu yaitu mreka bkn satu org mlainkan dua org yg brbeda,.,jdi klo mrka beda pndangan, ya wajar lahhh

    • Dhani Devito said

      Kita tidak bisa menilai karya tulis seseorang melalui Buku yang diterbitkan dianggap sebagai trik jualan”semata”. Karena semua orang menilai dari isi buku tersebut. Bobot tulisan itu akan kelihatan berkualitas kalau mampu membuat orang berfikir dan merenungi isinya. Lihat saja novel best seller karya Andrea Hirata, dimana pilihan kata2 nya saja membuat orang berdecak kagum, ditambah lagi membuat banyak orang merenung akan fakta2 dari tulisan tersebut. Kalo pembaca cerdas ….dia akan mampu membedakan sebuah buku berkualitas dengan yang tidak berkualitas. Sepengetahuan saya, cak Agus itu punya wadah diskusi tasawuf secara rutin, kemudian beliau itu alumni UGM yang dekat dengan cendikiawan ICMI yang tentunya dugaan saya bahwa sebagian pemikiran yang ada di buku beliau adalah tidak murni dari pemikiran seorang Agus Musthofa tapi terilhami dari para cendikiawan tersebut.Karena sesengguhnya tidak mudah bagi seseorang mampu menafsirkan isi kitab al-quran dengan perkembangan teknologi modern kalo hanya melalui perenungan seorang diri. Terimakasih, semoga bermanfaat

  18. aricloud said

    Harun yahya dan Agus Mustopha masing-masing memiliki pendapat dan cara analisis yang berbeda. Harun Yahya cenderung lebih populer dalam analisisnya dengan bukti-bukti yang ada di depan mata, sedangkan Agus Mustopha cenderung sedikit kontroversial namun konstruktif.

  19. ainul said

    Diskusi ini sangat menarik. Buat saya selama kita membaca buku tidak membuat kita menjadi musyrik tidak apa-apa. Bahkan boleh-2 aja kita bandingkan dengan buku lain. Buat saya buku pak Agus Mustofa memberikan gambaran baru tentang kita memahami Kebesaran Allah. Salut buat pak Agus yang dibuku-2nya selalu menulis ilmu kita tidak ada apa-2 nya di bandingkan dengan ilmu Allah. Memang penafsiran orang bisa beda-2. Bagus ada buku yang membuka cakrawala kita, bahwa kita dikasi akal untuk mempelajari kitab suci kita. Bukan hanya percaya kata “orang” yang kita anggap lebih pintar dari kita.
    Wassalam

  20. cantona said

    Assallamm…lepas dari semua kontroversi yg ada…kita jadikan semua sebagai kekuatan dan keyakinan serta Keimanan Islam kita…Wass

  21. sahroji said

    saya akan coba banyak belajar lagi tentang al-quran, saya berpendapat pemikiran ust agus mustopa ini cukup membuka mata kita agar akal kita bisa mengalahkan nafsu,

  22. ainul said

    betul broo, ukhuwah tetap kita jaga, diskusi apapun boleh…..
    Mnrt saya asal kita gak jadi musryik tapi malah semakin pengen dekat dengan Allah, setelah baca buku apapun itu hal yang baik.

    Kita tidak bisa memvonis, salah atau benar kepada pendapat orang lain karena ada pendapat lainnya.
    Kebenaran hanya milik Allah SWT

    Wassalam

  23. Trainee Engineer said

    Ya, udah
    ukhuwah tetap dijaga
    saya cuma kasih komentar
    1. Silahkan kita berpendapat dengan argumen kita, tapi yang salah harus dikoreksi dengan argumane dan dalil yang tepat
    2. Kita bebas berbuat dan berkeyakinan, tapi ingat semua ada konsekuaensinya, yang kafir dineraka dan yang Iman diSyurga
    3. Kalaupun neraka tidak kekal, tapi tetap menyakitkan dan menakutkan. Oke yang percaya akherat tidak kekal silahkan coba masuk neraka, kan gak kekal, hehehehe
    4. Inilah anehnya orang pintar kita, bedah quran bukan untuk membuat umat main maju malah bikin hal yang tak semestinya dibahas, dibahas juga. Kalau memang sarjana nuklir, udah pikirin cara buat reaktor yang aman dan islami, gitu
    5. Kebenaran hanya milik Allah, tapi ingat Allah sudah kasih buku panduan tentang kebenaran dan utusannya, pakai itu

    • sudah sudah, ayo kita belajar bersama.

    • silo c said

      Agus itu Ahli Nuklir to… Terakhir setahu saya koq Ahli Tulis Berita alias Wartawan ya… iya… betul Wartawan bukan Ustat…. Okelah kalo begitu….

      • Anonymous said

        Ketika saya kuliah di Teknik Geologi UGM tahun 1979, tempat kost saya dibelakang Kost Agus Mustofa sekitar 3 rumah, kadang saya berdiskusi dengan dia di Musholla kost-kost-an Agus Mustofa. Memang dia kuliah di Teknik Nuklir angkatan 1982, setelah Lulus pernah kerja di bidang teknik, pernah jadi wartawan Jawa Pos, kemudian Kolumnis, Bapaknya di Singosari memang pimpinan tarekat, kalau tidak salah aliran Shiddiqiyah. Ketika Prof Baiquni Direktur BATAN alumni MIPA UGM memberi ceramah di ugm, saya mesti hadir, apalagi Agus Mustofa yang Teknik Nuklir. Jadi memang sepengetahuan saya dia anak seorang Mursyid, tentunya pengetahuan agamanya cukup bagus dan standard apalagi didukung ilmunya yang membahas nuklir, reaksi fusi di matahari bukankah juga termonuklir. Jadi seandainya Agus Mustofa membahas ayat Mutasyabihat tentang alam semesta, bintang dll menurut saya boleh dan wajar, karena dia ahli dibidang itu. Yang bagi orang awam remang-remang atau malah gelap, bagi Agus Mustofa terang, sedangkan saya saja yang ahli di bidang Geologi, banyak ayat Mutasyabihat tentang bumi bagi Kiai remang-remang, tapi bagi saya terang. Tetapi walaupun demikian sikap kritis terhadap Agus Mustofa sangat bagus, dia juga manusia biasa, tak lepas dari kekurangan, marilah kita bangun sikap berdebat yang ilmiah, yang Qurani, Yang bersandar pada Hadist Shohih, jadi antara akal (dalil Aqly) dan Nash (dalil Naqly) kita gabung sehingga didapatkan kebenaran yang lebih tinggi derajatnya, Salaam….

  24. aricloud said

    Biasanya jika seorang bijak semakin pintar, maka semakin sadar bahwa banyak hal yang sebenarnya tidak diketahuinya, dan semakin ia mencari tahu akan sesuatu, maka akan muncul kembali ketidaktahuan2 baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

    Yang jadi persoalan adalah sejauh mana pembahasan akan sesuatu itu bermanfaat bagi manusia atau umat Islam pada khususnya. Jika hanya mengundang perdebatan yang tidak perlu, ada baiknya dipikirkan kembali maksud pembahasannya itu.

    Artikel ini dibuat dengan maksud agar kita dapat dengan bijak dalam memahami persoalan, tidak terburu-buru menyetujui ataupun antipati terhadap pemikiran orang lain.

  25. Aom boncel said

    Setelah membaca buku-bukunya Ust. Agus Mustofa, saya mendapat banyak pencerahan.
    Namun saya kecewa dengan berbagai komentar yang menghujat dan menyalahkan tulisan di buku ini, bahkan ada yang memvonis penulisnya kelompok kafir (walaupun secara tidak langsung).

    Kalau pihak penghujat merasa lebih benar, cobalah buat buku untuk meluruskan pemahamannya, saya yakin mereka belum tentu bisa.

    Mereka itu ibarat penonton sepak bola, ketika menonton pertandingan sepak bola mereka menghujat pemain tidak becus, loyo, dsb. Tetapi ketika mereka disuruh bermain bola, belum tentu bisa menendang bola.

    • haris said

      setuju…..sy memang penggemar agus mustofa loh …. !! orang lain bisanya mengkritik, tapi belum tentu bisa membuat karya besar seperti agus mustofa. nih orang memang buat pencerahan sientifik agama kita berbeda dengan yang lain. klo dulu dulunya kita hanya bisa medengarkan pendapat hal agama yang itu itu, nah nih agus bisa dan mampu mendekatkan agama dengan ilmu scien yang ada. bagus kan brow ?semoga pengkritik bisa menjadi agus mustofa yang lain

      • btul btul btul,klo dl dl qta hny ngikut doktrin2 “sendiko dawuh” thd guru2 qta,dg bukunya agus Mustofa qta jd terbuka bahwa agama & ilmu pengetahuan ternyata selaras.cm masalahnya qta blm menemukan dlm 1 titik karena ilmu qta tidak pernah melampaui ilmu ALLAH.jd terus belajar dan terus belajarlah qta smua dg AKAL&PIKIRAN qta.
        smg tulisan saya ini tdk jauh dr kesalahan.Amiiiin

      • silo c said

        BElajarlah kepada Ahlinya…. yang betul-betul Berilmu… Menurut saya…banyak pendapat dan penafsiran Alquran dari beliau yang membingungkan…. ya … begitulah tulisan SEORANG WARTAWAN….. Ahli Nuklir yang merangkap Ustat….. Maaf saya sampaikan ini bagian dari rasa cinta saya kepada sesama Muslim yang wajib saling mengingatkan… Maka belajarlah kepada yang benar, sesuai yang dituntnkan Rosululloh. Menafsirkan Alquran dg Alquran ( karena seluruh ayat dalam Alquran saling memperkuat-saling menjelaskan) atau dg Hadist Rosul yang shoheh, atau Tuntunan Rosululloh Muhammad SAW dan Para sahabat beliau. Maka setiap menuntut lebih baik kita berhati-hatilah, dan beroalah semoga kita selalu diberi petunjuk jalan yang benar dan semoga kita tetap Iman dan Islam sampai akhir zaman, serta dipertemukan dengan seluruh keluarga kita dan Rosul diSurga yang Kekal kelak nanti… Amin.

      • Achmad said

        @silo c : Coba antum tunjukan siapa yang menurut antum ahlinya yang betul2 berilmu…? kalau ada penafsiran yg buat antum bingung yah di tanyakan lah..? toh ust agus meninggalkan identitas dengan jelas, memang kenapa kalau seorang wartawan, ahli nuklir merangkap ustad, ada yang salah? toh nabi kita muhammad juga awalnya hanya seorang pedagang biasa, tulisan antum terkesan melecehkan keilmuan seseorang dengan dalil mengingatkan sesama muslim tanpa sadar menyalahkan keilmuan itu dan membenarkan argumen antum sendiri, menurut aa gym teko hanya akan mengeluarkan isi teko itu sendiri, kalau isi-nya kopi pasti akan keluar kopi tidak mungkin keluar susu, kalau antum menganggap ust agus membingungkan dalam menafsirkan AL-Quran, jgn2 orang malah semakin bingung kalau antum sendiri yang menjabarkan AL-Quran.

      • w pjalan kaki said

        @silo c:anda prnah mngatakn klo prnah bljar cara mnjadikn buku best seller di tmpat penerbit buku p.agus,.jgn2 anda iri ya buku p agus jdi best seller.w bkn pngaggum p agus,w hnya suka baca buku pngetahuan aja. .klo anda pny kaca cermin dikmr anda, sring2 lah dilihat agr thu apa kkurangan anda

      • bengky said

        @silo c : gak usah ngiri dong.pak…… wong buku2 nya pak agus itu enak dibaca kok…. kalo bapak bingung membaca buku2 pak agus.. ? ya gak usah di baca… kasih aja tetangga… siapa tau ada manfaat nya.. kita semua khan masih dlm tahap BELAJAR… bapak juga hrs byk2 belajar … ya belajar merendahkan diri sendiri…. terimakasih …

  26. Deni said

    jika kamu merada dalam suatu majelis maka berlapang-lapanglah….
    agama itu untuk mu jadi terima apa yang paling fit in…panduannya sama Al-Qur’an dan Hadist…masing masing kita hanya akan ditanya atas apa yang kita perbuat….apa yang kita bentuk dalam hidup ini yang hasil bentukannya baru terlihat saat akhirat nanti….

    • btul btul btul,tp ALqur’an dan Hadist kan yo perlu di kaji makna apa yg terkandung di dalamnya.bkn hanya skedar dibaca&dihapalkan.lalu mengartikannya hanya dengan bahasa kamus.qur’qn&hadist mengandung makna yg dalam.yg butuh diterjemahkan oleh ulama2 pintar&cerdas sekelas agus mustofa dan komunitasnya.

      • silo c said

        BElajarlah kepada Ahlinya…. yang betul-betul Berilmu… Menurut saya…banyak pendapat dan penafsiran Alquran dari beliau yang membingungkan…. ya … begitulah tulisan SEORANG WARTAWAN….. Ahli Nuklir yang merangkap Ustat….. Maaf saya sampaikan ini bagian dari rasa cinta saya kepada sesama Muslim yang wajib saling mengingatkan… Maka belajarlah kepada yang benar, sesuai yang dituntnkan Rosululloh. Menafsirkan Alquran dg Alquran ( karena seluruh ayat dalam Alquran saling memperkuat-saling menjelaskan) atau dg Hadist Rosul yang shoheh, atau Tuntunan Rosululloh Muhammad SAW dan Para sahabat beliau. Maka setiap menuntut Ilmu Agaman, lebih baik kita berhati-hatilah, dan berdoalah semoga kita selalu diberi petunjuk jalan yang benar dan semoga kita tetap Iman dan Islam sampai akhir zaman, serta dipertemukan dengan seluruh keluarga kita dan Rosul diSurga yang Kekal kelak nanti… Amin.

      • Achmad said

        @silo c : Coba antum tunjukan siapa yang menurut antum ahlinya yang betul2 berilmu…? kalau ada penafsiran yg buat antum bingung yah di tanyakan lah..? toh ust agus meninggalkan identitas dengan jelas, memang kenapa kalau seorang wartawan, ahli nuklir merangkap ustad, ada yang salah? toh nabi kita muhammad juga awalnya hanya seorang pedagang biasa, tulisan antum terkesan melecehkan keilmuan seseorang dengan dalil mengingatkan sesama muslim tanpa sadar menyalahkan keilmuan itu dan membenarkan argumen antum sendiri, menurut aa gym teko hanya akan mengeluarkan isi teko itu sendiri, kalau isi-nya kopi pasti akan keluar kopi tidak mungkin keluar susu, kalau antum menganggap ust agus membingungkan dalam menafsirkan AL-Quran, jgn2 orang malah semakin bingung kalau antum sendiri yang menjabarkan AL-Quran.

  27. cumibakar said

    Subhanallah…dengan membaca buku-buku Bpk agus mustofa…Insyaallah semakin meningkatkan keimanan saya. Saya jadi semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang paling masuk akal…agama yang paling haq…hanya saja kemampuan/ilmu manusia hanya setitik, tidak ada apa-apanya, dan tidak akan pernah bisa menyamai ilmu Allah…
    saya yakin, semakin tinggi ilmu manusia (yang cuma setitik itu)…akan semakin dapat menangkap tanda-tanda kekuasaanNya keagunganNya…tentunya dengan hidayah dariNya…Subhanallah…

    • btul btul btul,……..SHUBHANALLAH.bgitu maha luas & maha tinggi ilmu ALLAH SWT.btapun qta merasa semakin pintar&cerdas,jangan pernah berpikir bahwa qta akan mampu melampaui ilmuNYA.itulah yg membuat qta berpikiran&berpendapat picik bahwa agama tidak selaras dengan ilmu pengetahuan.ijinkan saya berpendapat,bahwa tidaklah mungkin ALLAH menciptakan sesuatu tanpa LOGIKA.mau bukti??? ALLAH menanamkan AKAL&PIKIRAN dlm penciptaan qta.(hoorrreeee ternyata aku bisa menuliiissss)

    • silo c said

      Lebih baik mengagungkan Allah dan Rosuulloh SAW. apa yang telah disampaikan dalam tutunan Rasululloh Muhammada SAW dalam Hadist-2 soheh yag diriwayatkan sahabat-2sahabat beliau, sangat cukup jelas dalam menterjemahkan Alquran. Belajar Ilmu Kalamullah kepada orang yang benar-benar berilmu…. Wah penulis buku ini yang terlalu dibanggakan ini adalah WARTAWAN ahli Nuklir Bro….

      • iwan said

        mang kenapa kalo wartawan…….

      • Kabul said

        Mas Silo hanya mau menerima pemikiran dari ulama atau orang yg mempunyai trek record benar2 dapat dipertanggug jawbkan [dia menulis "Belajar Ilmu Kalamullah kepada orang yang benar-benar berilmu…"] Pak Agus mah cemen ilmunya gak jelas. ada pepatah jangan dilihat siapa yg bicara tapi dengarkanlah isi ucapanya, jangan dilihat apa yg keluar dari dubur itu jelek, gimana kalo itu telur? Pak Agus mengajak kita berdiskusi, semua kembali ke kita. I love you …. All.

      • Achmad said

        @ Silo C:
        1.Lebih baik mengagungkan Allah dan Rosuulloh SAW,
        2.Rasululloh Muhammada SAW.
        3.sahabat-2sahabat.
        Ada 3 kesalahan tulis dari silo C rosulullah di tulis rosuulloh, muhammad di tulis muhammada, dan cara menulis sahabat-2sahabat, perhatikan ada tanda – angka 2 dan di tulis lagi sahabat maksudnya apa…? belajar di mana cara penulisan bahasa indonesia seperti itu, mudah melihat kesalahan orang semudah saya melihat kesalahan ketik yang anda lakukan, tapi coba kalau anda mau intropeksi diri dan bermuhasabah diri anda mengetik aja masih banyak salah masa sudah arogan menjustifikasi tulisan seseorang, yang saya baca dari autobiografi agus mustofa tidak ada kalimat yang membagakan diri, yah sebagaimana autobiografi penulis-penulis lainnya memperkenalkan diri adalah keharusan dalam menulis autobiografi.

  28. my_heart said

    agus mustofa benar2 telah membuka cakrawala berfikir umat islam sehingga tidak jumud / statis dan terbelenggu dalam taqlid buta pada ajaran2 masa lalu….

  29. Bege said

    Saya percaya keimanan bukan dengan cara di’dogma’kan, tapi dengan proses pembuktian bertahap yg membawa kita pada pemahaman akan kebenaran kitap suci yang kita agungkan. Maka semakin banyak bukti kebenaran yang kita lihat, makin dalam pula keimanan kita. Saya percaya Allah memberi kita otak dengan kekuatan yang maha dahsyat, dan bukan untuk di’anggurkan’, tapi harusnya dioptimalkan untuk menjawab ‘tantangan’ Allah ‘iqro’.

    Saya suka tulisannya pak Agus karena semua yang ada (di Quran) dikaitkan dengan ilmu pengetahuan terkini dan terbukti semakin memvalidasi kebenaran semua yang ada di Quran. Btw, kalau teman-teman suka membaca buku yang membahas Al Quran dengan bukti2 dari science, saya sarankan juga baca buku-buku tulisannya Dr. Maurice Boucaille.

  30. ndolob said

    ada satu pertanyaan yang mungkin bisa saya kemukakan disini.
    saat allah memberikan amanah untuk menjadi kalifah, bumi menolak, langit menolak, sedangkan manusia menerimanya.pertanyaannya, kapan amanah itu di berikan?apakah setelah adam di ciptakan?ataukah sebelum adam tercipta dalam bentuk fisik, namun dalam bentuk ruhnya?lalu kapan manusia itu bersaksi dihadapan allah sebelum dimasukkan pada jasadnya(dilahirkan)?bukankah adam juga melalui proses tersebut?kemudian dia diciptakan dan melakukan kekhilafan.kalau memang adam adalah manusia, maka seharusnya beliau juga melalui semua yang kita lalui dalam segala proses, baik saat persaksian, maupun saat penciptaan
    (kelahiran)?

  31. toto said

    apapun komentar tentang tulisan bp. agus mustofa perlu dihargai artinya mereka membaca juga … setiap pendapat adalah sah selama tidak ada unsur pemaksaan thd pendapat tsb … saya suka tulisan dan pencerahan bp. agus … ternyata ilmu tasawuf pun bisa dilogikakan … dan tulisan bp. agus mengajak kita berpikir tentang ke-MAHA BESAR-an ALLAH dan ke-MAHA LUAS-an ILMU ALLAH.

    biarkan ALLAH membimbing pembaca ke jalan-Nya apapun bacaannya. Semoga hidayah dan ridho Allah beserta kita semua. Amin. Pa Agus ditunggu tulisan2nya yang lain …

  32. kin said

    bermanfaat atau tidaknya sebuah informasi atau buku, HATI NURANI kita yang bisa menjawabnya.
    Jangan bunuh hati nurani!

  33. Ojack said

    Assalamualaikum wr. wb

    ck ck ck…… Ya Alloh ampuni segala dosa ku ini….

    Pusing ah ini yang posting ga pada nyimak maksud blognya ah teliti dolo baru komen jgn asal komen, yg jelas mereka ngebantu kita buat ngebadah AL Qura nur Karim dan di amalkan. bedah sendiri kalo kurang jelas tanya pada yang lebih tau…… IQRA… IQRA….IQRA….

    IQRA 2 baru tamat neeh hehehehhehe

    sok weh teruskeun pan engke aya nu silih bacok meureunan…..
    gorengkeun salah sahiji, trus gogoreng nu hiji deui…. tah ceuk setan kitu merenan nyak

    mudah-mudahan ikut posting ini di lindungi dari bisikan setan yang terkutuk…. amin ya roball `alamin

    wassalam

  34. Ojack said

    beuh dasar kokod ada kekurangan ngetik
    Al Qura
    seharusnya
    Al Quran

    sori gw manusia

  35. jamal said

    Klo mnurut saya, ust. Agus Mustofa bermaksud baik. Dg ia mencantumkan “Serial Diskusi Tasawwuf Modern” pada setiap bukunya, berarti ia selalu membuka masukan dari seluruh pihak. Tentu ia juga manusia yang tak terlepas dari kesalahan. Tapi, menurut saya sebaiknya anda membaca seluruh buku2nya, karena pemikiran manusia itu selalu berkembang setiap waktunya. Dan karangan2 ust. Agus Mustofa juga mengalami perkembangan pemikiran2. Saya kira juga banyak kelemahan2 serta informasi2 yang tak hanya ada pada satu atau dua buku saja. Dan alhamdulillah saya sangat terinspirasi oleh pemikiran beliau setelah membaca banyak buku beliau.

    Semoga semangat beliau untuk membuka kembali pikiran dan akal umat Islam serta memajukan Islam teresonansi kepada semua pembaca, terimakasih.

    Oh iya, satu lagi. Pada waktu dekat, ust. Agus Mustofa akan ada tayangan pengajian serial-nya di JTV. Dan kabarnya juga ada audience yang bisa bertanya langsung di studionya. Tetapi harus daftar dulu. Mungkin ini salah satu usaha beliau untuk menanggapi banyak komentar dan pertanyaan dari para pembaca.

    Semoga bermanfaat, sekali lagi terima kasih
    Wass. wr. wb.

  36. jamal said

    Oh iya, saya mau merevisi ketikan saya di baris ke enam. Maksud saya, banyak kelemahan pada buku2 karya beliau yang ternyata sudah di betulkan / di lengkapi informasi2nya, sehingga jika kita membaca setiap buku2nya sampai buku terakhir, kita baru bisa menangakap maksud beliau, bahwa ia ingin mensosialisasikan Islam sebagai agama yang baik, mudah dipahami bagi siapa saja, dan pasti akan cocok dengan kenyataannya.
    Meski ilmu pengetahuan itu terus berkembang, lalu bagaimana kita bisa belajar Quran tanpa pengetahuan? Paling tidak kan harus berpendidikan.

    Dan untuk mempelajari semua itu, kita harus menggunakan akal kita
    Kalau tak menggunakan akal, ya tidur saja, atau pingsan saja, atau bahkan mati saja. Karena ketika kita bangun pun sudah menggunakan akal.

    Maka dari itu, jangan beranggapan beragama tak boleh menggunakan akal. Dan Agus Mustofa mengambil sudut pandang dari ilmu pengeteahuan. Beliau mengambil sudut pandang tersebut agar semua kalangan bisa memahami, serta Islam sendiri agar terpacu dalam hal ilmu pengetahuannya. Karena menurut saya Islam sampai sekarang masih mundur karena salah satunya ilmu pengetahuannya tak berkembang.

    Sekian, sekali lagi terima kasih

    Wass. wr. wb.

  37. Kini telah lahir manusia yang berani menjadi saingan Harun Yahya…. No comment soal Agus Mustofa, saya sangat menghargai pendapat beliau…. Apabila anda membaca Al Quran, maknanya akan jelas dihadapan anda. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi, Anda akan menemukan pula makna2 lain yang berbeda dengan makna sebelumnya. Demikian seterusnya, sampai2 anda dapat menemukan kata atau kalimat yang mempunyai arti bermacam-macam, yang semuanya benar atau mungkin benar. Ayat2 Al Quran bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut2 lainnya. Dan tidak mustahil, bila anda mempersilahkan orang lain memandangnya, ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat…

  38. eddie said

    @hari nugroho
    Yup..hal itu juga yang membuat AL Qur’an itu senantiasa cocok di sepanjang zaman.
    Oleh karena itu jarang sekali Al Quran berbicara secara eksplisit tentang IPTEK.
    Namun hanya kisi-kisi yang tidak terlalu jelas, namun terus sesuai dengan perkembangan zaman.
    Misalnya, zaman dahulu, orang menganggap bumi itu datar, Al Qur’an menjelaskan secara implisit bahwa bumi itu bulat, namun karena hanya implisit, maka waktu itu orang yang berpendapat bumi itu datar tidak terlalu risau dengan pernyataan-pernyataan Al Quran.
    wassalam

  39. rachman said

    Menurut hemat saya dalam mempelajari sesuatu dari buku kita harus Open Mind dulu jangan saling salah menyalahkan,yang pasti kebenaran hanya milik Allah.wassallam

    • Anonymous said

      Inilah pendapat yang paling masuk akal , karena aku merasakan semua pendapat kebanyakan memandang pendapatnya yang paling benar dan memandang pendapat orang lain semuanya salah. Jadinya diskusi ini tidak untuk mencari kebenaran tetapi arena untuk mempertahankan pendapatnya sendiri. Padahal semua pasti tahu bahwa Allah lah yang paling tahu siapa yang benar. Apa sebenarnya yang menjamin KAU dan KAU yang paling benar dalam memahami Al Qur’an sehingga engkau mati-matian mempertahankan pendapat sendiri tanpa mau mengkaji lebih dalam pendapat orang lain.

  40. arif said

    klo menurut saya,ada tiga tujuan dalam membaca buku :
    1. mencari jawaban atas pertanyaan kita
    2. menambah pengetahuan kita
    2. memberikan inspirasi bagi kita
    dan itu semua saya dapatkan dengan membaca buku2 karangan pak agus

  41. Anonymous said

    terlepas dari kekurangan yang memang milik semua manusia, karya agus mustofa dapat dijadikan referensi bagi kita merenungi hidup. oke………….!!!!

  42. Dhani said

    Pembaca yang budiman dan dirakhmati Allah..
    Iqra’ itulah pertama kali Rasulullah mendapat perintah,, artinya sangat luas..
    Dengan iqra kita mencoba mencari kebenaran, sementara mencari kebenaran sifatnya dibenarkan dan mendapat pahala..
    Dengan Iqra orang barat maju, kaum yahudi dan cina saat ini menguasai dunia.. ya kan
    Sementara yang punya “Iqra” masih berkutat seputar itu-itu saja, nah loe…
    Pak Agus hanya menawarkan sebuah pemahaman yang Insya Allah tujuannya mulia, ingin menselaraskan agama dengan ilmu melalui logika.. bukan untuk anda percayai atau tidak percayai, tapi lihatlah konteksnya..
    “Islam” kata Karen Armstrong adalah agama yang realistis, tidak mengajarkan hal-hal yang bersifat mistis.. kerealistisan hadir dari sesuatu yang rasional..
    Saya jadi tergerak untuk mencoba memahami… pada kenyataan semua yang diciptakan Allah sangat teratur dan penuh logika,,
    Allah melalui nabi kita tidak pernah mengajarkan kalau mau makan hanya cukup dengan do’a, makanan lalu datang dari langit dengan begitu saja.. kalau mau pergi ke Mekah cukup dengan baca-bacaan lalu sudah tiba di Mekah.. ternyata tidak… apa pekerjaan petani, sopir, pilot…. wah mereka perlu juga hidup,, untuk bertahan hidup orang harus makan, untuk bisa makan orang harus bekerja.. nah untuk bisa bekerja kita perlu punya pengetahuan yang baik ……… selanjutnya anda pasti paham
    Jadi jangan pernah berhenti membaca, buku apa dan siapapun….
    bukunya Pak Agus yang jelas bukan kitab yang harus anda jadikan pedoman… Alqur’an dan hadis’ adalah pegangan kita, selama tidak bertentangan kenapa tidak?
    Baca, baca dan bacalah semoga menjadi budaya agar bangsa ini maju..
    Sya teringat pendapat Prof. Jefry Lang, seorang muslim Amerika.. Islam itu agama yang yang Universal, dia tidak terikat ruang dan waktu… lalu kenapa orang-orangnya tidak maju?
    ada dua faktor, Orang islam cenderung :
    1. Selalu berorientasi kepada masa lalu (dulu zaman sahabat dll, tidak begini dan tidak begitu, sementara kita hidup diabad yang serba teknologi)
    2. Terikat dengan kebudayaan arab (untuk dapat dikatakan sebagai muslim harus pakai surban baju koko, gamis dll), padahal pakai batik dan jJas juga kan islami.
    Demikian, terima kasih.

    • abian.. said

      setuju lah…
      kita berorientasi pada masa sahabat dalam memahami masalah manhaj yang satu.supaya syariatnya sama sampai sekarang.
      tapi dalam masalah keduniaan/iptex islam tidak membatasi malah menganjurkan supaya maju.
      dan ttg tata cara hidup masa lalu dan sekarang ketika islam ada dan berinteraksi dengan masyarakat hendaklah kita menilai dgn antara mana yang termasuk budaya dan syariat, tentulah melaui kitab2 para ulama.

    • surga neraka said

      Maaf tapi sepertinya anda keluar konteks pembicaraan. Pembahasan yang dibahas adalah pembahasan tentang islam, terlebih lagi tentang perkara yang gaib, seperti surga, neraka, akhirat dsb jadi sudah sehrusnya mengacu kepada pemahaman Nabi Muhammad SAW atau para sahabatnya yang lebih memahami. Namun jika mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi kita tidak mengacu kepada sahabat Nabi Muhammad SAW. Jadi menurut saya pernyataan anda bahwa umat islam tidak maju karena selalu mengacu kepada pemahaman sahabat sangat salah, karena halus dilihat dalam konteks apa dulu.

    • surga neraka said

      @dhani

      Menurut saya salah satu hal yang membuat umat islam mengalami keterbelakangan seseorang yang tidak berkerja dalam bidangnya. Seperti sarjana teknik nuklir membahas ayat-ayat musyabihat alquran sesuai logikanya.

      • VIk said

        Bagitu ya mas :) jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan mas.

      • silo c said

        Saya tambahin mas…. Beliau itu tidak hanya ahli nuklir, tetapi ahli menulis alias WARTAWAN…. maka biasanya itu …. mengamati, berpikir, merenung, dan membuat TULISAN supaya Best Saller… Berhati-hatilah dalam mentafsirkan Alquran, jika tidak mengerti dan tidak tahu lebih baik diam….Maaf bro…

      • VIk said

        @Silo C
        Dimana larangan seorang ahli nuklir dan wartawan nggak boleh belajar AlQuran? kapan majunya kita mas? orang kayak gini ini yang membuat Islam jadi terbelakang.

      • M.a hidayat said

        apakah untuk melarang orang mencuri dan mengajari orang mermbaca al fatiha kita harus jadi ustadz dulu….???

  43. Manusia itu lemah dan bodoh sehingga terjadilah permusuhan peperangan saling menumpahkan darah diatas muka bumi sebagaimana yang di kuatirkan malaikat,dan semua rahasia / tabir akan terungkap sehinnga manusia akan sadar dan mengerti hakikat yang sesungguhnya yaitu pada waktu sakratul maut yaitu apabila tabir telah tersingkap.

  44. nandar said

    assalamu `alaikum
    pak mustofa
    coba belajar agama secara benar
    jangan sok pintar
    ok

    • putra said

      Assalamualaikum mas nandar….posting inikan bukan bertujuan untuk menggurui atau apalah…so…lebih baik commentnya dengan ilmu pengetahuan dong supaya qt jg tau mengapa anda setuju atau mengapa tidak setuju..ilmu itukan harus diamalkan ….tapi yang pasti Islam itu agama yang mendukung ilmu pengetahuan….apapun itu.wassalam

    • VIk said

      Mas Nandar? bahasanya koq begitu?
      Jangan terlalu emosional mas dan gampang menyalahkan orang lain.

    • M.a hidayat said

      yakin udah lebih pandai dr agus mustofa ??…ingat,bukunya serial diskusi tasawwuf modern..! ngajak diskusi kok..!!

    • bang nandar jangan menghakimi seseorang karena anda paham, klo memang anda merasa benar. Berarti anda tidak mengimani sifat Allah swt yang MAHA BENAR !

    • Kabul said

      Mas Nandar balasan diatas kontra dg anda..! kalo anda benar, penyampainya kurang simpati, orang jadi g suka.
      Pak Agus mengajak semua untuk berdiskusi. pemikiran lawan dg pemikiran, data dg data, dalil dg dalil jgn menghujat… ok.
      Maaf….

  45. RichHeart said

    Assalamu’alaykum

    Bismillah, semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua.

    Saya sangat kagum dengan analisa yang dikemukaan Agus Mustofa dalam buku-bukunya, WALAUPUN tidak semua pendapatnya saya AMINi. Mohon maaf kepada semua temen2 jika posting ini menggugah kembali pemikiran anda semua tentang ADAM.
    Saya setuju dengan logika penciptaan Isa = penciptaan Adam. TAPI pendapat bahwa Adam dilahirkan dari rahim makhluk lain (yang serupa manusia) itu kelihatannya perlu kita kaji ulang. Kalau memang mau pake logika A=B –> B=A seperti yang dilakukan Agus Mustofa, mengapa kita ngga’ berlogika juga bahwa ADAM juga dilahirkan dari rahim seorang “IBU”, seperti MARYAM ibundanya ISA. Konsekuensinya, pemikiran bahwa ADAM adalah manusia pertama haruslah kita koreksi juga. (O ya, kalo ada temen2 yang punya dasar bahwa ADAM adalah manusia pertama tolong disampaikan, Please ya!!). Kita akan bahas ini kalo dah ada komentar dari temen2 lain. OK???

    Wassalamu ‘alaykum

    • silo c said

      Adam : Manusia Pertama atau Khalifah Pertama bag 1
      Saya Copy dari tulsan Bloq Al-Fatiah…

      ADAM MAnusia Pertama…

      Banyak kontroversi seputar topik apakah Adam as adalah manusia pertama atau khalifah pertama ataukah keduanya.Tulisan ini termasuk bagian dari kontroversi tema seputar Adam as.Dan kami kira perbedaan pendapat adalah celah bagi ilmu untuk dipahami.

      Bismillahirrohmanirrohim..
      “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi….” (QS 2;30)

      Kata khalifah memiliki dua makna yaitu sebagai wakil dan sebagai pengganti.Namun untuk ayat ini kami cenderung menyandarkan khalifah sebagai wakil Allah di muka bumi.Menurut kami wakil adalah lebih tepat karena fungsi khalifah adalah mengelola sumber daya bumi dan menegakkan hukum Allah di bumi.
      Karena apabila khalifah dimaknai pengganti berarti ada khalifah sebelum Adam as yang harus diganti akan tetapi kami tidak menemukan dalil dalam Al Quran dan Al Hadits yang menunjukkan adanya khalifah sebelum Nabi Adam as.
      “Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka)di muka bumi sesudah mereka,supaya Kami memperhatikan kamu berbuat”.(QS Yunus 14)

      Sebagian orang mengartikan bahwa ada khalifah sebelum Adam as dengan mendasarkan pada Surat Yunus diatas.Namun kami,dengan keterbatasan kami, berkesimpulan bahwa Al Baqoroh diatas menyiratkan bahwa Allah akan menjadikan khalifah di muka bumi berarti Allah menciptakan dan memilih khalifah dari semua makhluk yang ada pada saat itu.Kami bersandar pada pengertian

      “Kami mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda) seluruhnya…..”

      Yang berarti Adam as tidak akan belajar dari khalifah sebelum dia (jika ada) dan nama-nama yang diajarkan Allah padanya adalah termasuk fungsi dan manfaat masing-masing benda.

      • iwan said

        kayak elo tau aja… yg sebenernya….. silo …. silo ………. sama aje loe juga…….

      • Kabul said

        Mas Silo belum baca bukunya dg detail… mungkin.

      • Achmad said

        Songong kirain penjabarannya lebih bagus dari Pak agus, ternyata malah copy paste juga, jadi ini yang si silo bilang mengaji dengan yang ahli-nya…. cape deh….

      • anto said

        Pendapat Silo menurut saya benar secara konsep. namun coba kita telaah lebih dalam, lebih kritis, karena saya pikir istilah “khalifah di bumi” ini sarat akan kandungan ilmu pengetahuan. Sayang rasanya apabila kita memahaminya hanya sebatas tataran konsep (sebatas mengimani dan mengamini). Peryataan Allah ini, harus kita ambil hikmahnya; artinya harus kita pelajari agar kita mendapatkan pelajaran (hikmah) daripadanya. Salah satu contoh: jika kita kritis; sang pengemban amanat Allah ini (khalifah) pasti harus sudah memenuhi kualifikasi tertentu, memiliki standar tertentu, baik dari sisi kemampuan berpikirnya, kecerdasannya, kemampuan fisiknya, kondisi kejiwaannya dsb. Dan kita pun sudah dibuktikan oleh pengetahuan modern bahwa spesies ‘manusia’ sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Kita jangan menutup mata akan fakta ini. Fakta tsb adalah salah satu petunjuk, demikian juga dengan firman Allah. Harus dianalisa terlebih dahulu kedua fakta ini. Bagaimana kita melihat keterkaitannya (benang merah kejadian ini). Dan di buku pak Agus inilah semua dijelaskan. Oleh karena itu, bacalah terlebih dahulu secara keseluruhan. Setelah itu barulah kita dapat menarik kesimpulannya. Sehingga diskusi ini bobotnya akan seimbang karena didasari oleh pengetahuan yg sama. TQ

  46. mansarmo said

    saya adalah salah satu penggemar buku karangan agus mustofa, sesungguhnya di negara kita masih langka orang alim sekaligus ilmuwan seperti ust. Agus Mustofa ini, saya menyadari ilmu saya dalam soal agama sangat rendah namun saya berusaha memahami ayat-ayat suci Qur’an dengan membaca tafsirnya maupun asbabun nuzulnya, hasilnya tidak seperti membaca bukua Ust.Agus Mustofa dapat mengurai ayat-ayat secara ilmiah meski masih ada keterbatasan dan kesalahan wajar bagi seorang manusia, setelah membaca bukunya hati saya selalu bergetar mengagumi kebesaran Allah sebagai sang pencipta dan semakin menambah tebal keimanan saya, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kejernihan pikiran untuk dapat memberikan lebih banyak lagi kepada kita informasi-informasi yang terkandung dalam Qur’an. salam untuk Ust. Agus Mustofa, amiiin…

    • surga neraka said

      @mansarmo

      Tentu saja pemahaman anda dalam memahami ayat alquran akan berbeda dengan pemahaman Bpk agus mustofa jika anda memahaminya dengan asbabun nuzul alquran. Karena Bpk agus mustofa hanya memahaminya dengan akalnya, sedangkan yang tepat adalah memahami alquran dengan asbabun nuzul serta hadits nabi yang sahih dan akal yang tidak menyimpang dari penjelasan Nabi.

      • silo c said

        Setuju mas / Mbak “Surga Neraka”…
        BElajarlah kepada Ahlinya…. yang betul-betul Berilmu… Menurut saya…banyak pendapat dan penafsiran Alquran dari beliau (Bp Agus Mustofa), yang membingungkan…. ya … begitulah tulisan SEORANG WARTAWAN….. Ahli Nuklir yang merangkap Ustat….. Maaf saya sampaikan ini bagian dari rasa cinta saya kepada sesama Muslim yang wajib saling mengingatkan… Maka belajarlah kepada yang benar, sesuai yang dituntnkan Rosululloh. Menafsirkan Alquran dg Alquran ( karena seluruh ayat dalam Alquran saling memperkuat-saling menjelaskan) atau dg Hadist Rosul yang shoheh, atau Tuntunan Rosululloh Muhammad SAW dan Para sahabat beliau. Maka setiap menuntut Ilmu Agaman, lebih baik kita berhati-hatilah, dan berdoalah semoga kita selalu diberi petunjuk jalan yang benar dan semoga kita tetap Iman dan Islam sampai akhir zaman, serta dipertemukan dengan seluruh keluarga kita dan Rosul diSurga yang Kekal kelak nanti… Amin.

      • iwan said

        sejak kapan anda jadi auditor amal orang…… ampuuuun ……

      • anto said

        Kualitas seseorang bisa dilihat dari kemampuan dia menganalisa suatu masalah kemudian menarik kesimpulan/pelajaran/hikmah daripadanya. Sayang, umat islam sekarang, hanya sedikit yang mampu memahami kandungan Al Quran. Hanya ramai berdiskusi sebatas konsep. Boro-boro mendalami substansi/kandungan Alquran,kita malah sibuk menjustifikasi orang (person). Itu tidak penting. Saya pikir ini buang waktu. dan ini terjadi pada umat islam selama ratusan tahun pasca Rasulullah Wafat. Lihat Umat lain, mereka sibuk berdiskusi bagaimana membuat kemaslahatan di bumi ini. Akhirnya apa? semua bidang ( science, teknologi, dll) mereka kuasai. KIta ngapain dong? Kita kebagian apa dong? peran umat Islam apa dong? jadi penonton? Saya ingin katakan bahwa kandungan AlQuran ini malah dikembangkan oleh umat lain. Umat Islam kemana? ya, sibuk berdebat masalah konsep tadi…..

  47. Assalammualaikum wr. wb.

    Saya sudah membaca 11 buku Pak Agus Mustofa, sungguh, saya mengagumi cara analisisnya, dan menginspirasi saya untuk mengeksplor kitab Al Quran. Yg selama ini saya baca arabnya saja dan tak mengerti. Sambil membaca buku pak Agus, saya coba klarifikasi dengan membuka tarjamah dan tafsirnya. Lepas dari cocok, sesuai benar atau tidak. Saya menjadi terinspirasi untuk ikutan menganalisis Al Quran yg penuh hikmah. Dan sungguh, saya merasakan kedekatan dengan Al Quran, dan merasakan bahwa ternyata Al Quran adalah petunjuk yang sangat-sangat luar bisa. Sehingga saya menjadi terus ingin mengetahui makna-makna dibalik ayat2 Al Quran. Tanpa disadari saya seperti berdialog dengan Allah. (Merasa berbincang -bincang). Disini saya hanya ingin mengatakan bahwa tulisan pak Agus, sesungguhnya sangat positif untuk merangsang umat, agar membangunkan kesadaran logikanya untuk dapat menggali pesan-pesan, makna-makna yg luar biasa banyaknya di dalam Alquran dan mengembangkannya agar sebagai muslim kita dapat menjadi umat yang unggul dan menjadi peran utama dalam menata dunia sesuai dengan kehendak Allah.
    Cerdaslah wahai saudaraku yg mengkritisi pak Agus dengan emosional gak jelas.

    • silo c said

      Subhanalloh…Maaf baru baca 11 buku sudah merasa seakan-akan dapat bertemu dg Allah SWT…. hanya satu referensi pengarang lagi.., positif dalam kaca mata siapa pak…. Luar biasa memang bisa seakan akan berbincang-bincang dg Allah… BAGAI MANA CARANYA… Setahu saya Rosulluloh saja bertemu Allah prosesnya sangat-sangat sulit. Menerima wahyu pertama dan bertemu dengan Jibril, Rosulloh badannya menggigil, padahal Rosululloh adalah hamba Allah yang Maksum atau terpelihara. Sedangkan kita manusia biasa yang sangat jauh dari perbedaan kita degan Rolululloh. Subhanalloh, maaf setahu saya… alangkah bijak jika Alquran bukan di ANALISIS, tapi di”kaji” dengan penafsira yang benar melalui ayat-2 Alquran itu sendiri, atau dg menggunakan hadist-2 Rosululloh yang shoheh, atau yang diamalkan oleh para sahabat-sahabat Rosululloh. Pada hal-hal tertentu tertentu akal manusia tidak akan sampai, maka kewajiban kita untuk Sami’na wa athokna. Kita wajib mengimani dan mengerjakan sesuai tuntunan dlm AlQuran dan Sunnah Rosul. Sehingga memahami Alquran selalu akan tetap murni, tidak terlalu banyak dicampuri oleh Akal Pikiran Manusia yang sangat banyak keterbatasan. Sehingga seyogyanya kita tidak perlu direpotkan meengANALISIS … ADAM itu ternyata dilahirkan, AKhirat ternyata tdk kekal dsb.. Kok repot2 mengANALISIS seperti itu. Masih banyak kewajiban kita yang masih banyak belum tahu terkait IBADAH dan Muamalah kita, yang sesuai syariat Islam yang benar. Semoga kita semua dijadikan olah Allah SWT umat Islam yang selalu terjaga dalam Iman dan Islamnya sampai akhir zaman. dan dimasukkan dalam Surga Allah sesuai janji-janji Nya yang banyak dijabarkan dalam AlQuran dan dijelaskan dlam Hadist Rosul. Amin…

      • VIk said

        @Silo C
        Jangan menghina orang mas. Kedekatan seseorang dengan Allah SWT sangat personal. Jadi jangan sok tau mas. Hebat sekali anda, PERASAAN seseorang aja ada bisa nilai itu salah :)

      • baherman said

        Ass.ww setahu saya mas hidayah itu bs turun kpd siapa saja yang DIA kehendaki(siapapun)sehingga untuk memilih seorang nabipun Allah tidak memilih satu kategori.sy sangat berharap klw mas benar2 punya niat ikhlas demi Islam krn Allah SWT.marilah disini kt bahas bukunya bukan pribadi/ststus pengrngnya.satu lg sy minta tolong mas munculkan tokoh2 yg mas rasa benar2 berilmu tadi.maaf ya mas tdk brmksd apa2,kecuali ingin mencari kebenaran.trmksh mas wlkmslm ww

      • Anonymous said

        biarkan anjing menggongong khafilah tetap berlalu…. semakin banyak orang yg ngeritik,semangkin tinggi derajat orang yg dikritik..dan semakin nampak kwalitas orang yg ngeritik,apalagi kl dgn bahasa yg tdk santun…nabi jg dl pernah disebut orang gila,krn apa yg di sampaikan nabi berbedahttp://aricloud.wordpress.com/2007/06/02/penciptaan-adam-kritisi-terhadap-buku-ust-agus-mustofa-ternyata-akhirat-tidak-kekal/#comment-form-wordpress dgn kebanyakan orang… gitu aja kok repot !

      • Kabul said

        Tanpa disadari saya seperti berdialog dengan Allah. (Merasa berbincang -bincang) ini adalah ungkapan presonal pak ageng dan tidak bisa diklarifikasi dg yg di ajak dialog yaitu Allah, Ok!
        seperti disini artinya seolah olah, dan ada anjuran kalau sholat itu mengadap Allah, apakah itu artinya berdialog dg Allah saya jawab ya, apakah aku salah.. mas silo? ini adalah personal, kalo tak percaya konfirmasi sama Allah, tanyakan “apakah kabul telah berdialog dg Allah”
        Maaf….

      • Dante said

        Silo.. Mau kamu pungkiri atau tidak kenyataanya banyak orang menyukai karya Agus Mustofa dan memperoleh manfaat. Saya senang sekali melihat Pak Ageng karena saya juga mengalami dan merasakan hal yang sama. Kok saya melihat sepertinya Kamu penuh kebencian sekali ya? Padahal ada saudaranya yang jadi lebih mencintai Tuhan dan agamanya karena buku Agus Mustofa. Semoga Allah melembutkan hati kamu Silo..

    • Achmad said

      Mas kabul ga perlu minta maaf sama siloh, kalau orang sudah merasa dirinya benar maka ke ilmuan orang lain jadi di anggapnya salah, dari seluruh koment siloh dia selalu mengatakan belajarlah kepada ahlinya, tapi tidak pernah ngasih tau siapa yang di maksud dengan ahlinya, yah kalau kata pribahasa sih tong kosong nyaring bunyinya…

  48. hfa bjm said

    Menurut saya Agus Mustafa sangat luar biasa pemikirannya, para komentator juga sangat baik kritiknya, alhamdulillah ternyata muslim Indonesia masih banyak yang menggunakan akalnya. Jangan lupa selalu gunakan akal kita, jangan taklid buta.

  49. haikal said

    boleh beda pendapat tapi ga boleh anarkis ya

  50. haniifa said

    Assalammu’alaikum, mas Ari
    Orang sekaliber mas Agus Mustofa, kalau menelurkan buku tentang Al Qur’an dengan Teori Fisika-Nuclear….
    Bahagia rasanya saya membacanya :D

  51. HAMBA ALLAH said

    WAHAI SAUDARAKU, HIDUP INI SEMUANYA HANYALAH ” PERMAINAN ALLAH..” ALLAH SEDANG BERMAIN & MENGUJI SETIAP UMATNYA UNTUK IKUT SERTA DALAM PERMAINAN-NYA…!
    ” TIDAK AKAN KUCIPTAKAN JIN & MANUSIA HANYA UNTUK BERSUJUD KEPADAKU.. ”

    WASSALAM….

    • Agus Salim said

      Ass. Punten Bos, kayaknya menurut ane kalimat “permainan” kurang etis banget dinisbatkan ke Yang Kuasa, Allah swt. kata permainan identik dengan makhluk. menurut ane, idealnya buakan kata permainan melainkan “Ujian”. Hatur nuhun.

      • silo c said

        Iya ini mas Hamba Allah kayak orang baru bisa tulis aja …. PERMAiNAN…… Kayak Agus Mustofa aja memPERMAINKAN akal pikirannya untuk mentafsirkan Alquran…. Payah….

  52. aricloud said

    @haniifa
    wa’alaikum salam wr. wb.
    benar mas, bukan berarti beliau tidak boleh menulis hal-hal lain, namun akan lebih kredibel kalau beliau menulis sesuatu yang memang terkait langsung dengan bidangnya..
    pun demikian buku-bukunya asik untuk dibaca, melihat cara pandang yang berbeda dari umumnya.

  53. wahyudin.Hb said

    Salam
    Setuju atau tidak
    ternyata masih ada ilmuwan islam yg mampu menafsirkan alquran dari sisi lain
    (baca: sains)
    saya setuju, selama ini menjadi kajian ilmiah
    untuk menjadi keyakinan, silahkan dikembalikan ke individu masing2
    tetapi … penafsiran asl quran memang “Subhanallah” sangat memperkaya pemikiran para pemikir islam
    apapun hasilnya .. ukhuwah tetap dijaga

    wasalam

    wahyu

  54. 1. dhomir “ha” pada kalimat “wa kholaqo minha zaujaha” bukan berarti adam punya ibu, akan tetapi dalam ilmu nahwu kata ganti untuk kata “nafsun” memanglah “ha”.
    2. adam diturunkan dari surga, artinya ketika itu bumi dan surga saat itu sama-sama sudah ada. sekarang kita hidup di dunia atau tepatnya di bumi, saat ini juga surga dan neraka sudah ada. tidak ada keterangan bumi atau dunia nantinya akan berubah menjadi surga dan neraka.

  55. Abdullah said

    “nandar Berkata:
    April 20, 2008 pada 3:02 am

    assalamu `alaikum
    pak mustofa
    coba belajar agama secara benar
    jangan sok pintar
    ok”

    Saya ingin menanggapi komentar ini
    Jadi menurut anda, anda sudah pintar?
    Anda bisa mengerti, “Maksud Allah itu seperti yang saya maksudkan”, begitu?

    Apa nggak terlalu jauh tah mas?
    Kalau saya nggak mau seperti itu, takut musyrik
    Merasa dirinya pasti benar seperti Allah, dan yang lainnya salah
    Anda nggak bisa begitu, sama sekali nggak “ok”

    Agus Mustofa ingin mengajak umat berpikir
    Tidak saling menyalahkan. Karena Nabi pun gak mengajarkan saling menyalahkan, tetapi dengan kebersamaan untuk membangun Islam, menggunakan akal yg telah diberikan Allah

    “Afalaa ta’qiluun”, apa kamu tidak berakal?
    Hahaha, dikira kalo merasa benar seperti itu, serta suka menyalahkan orang lain tanpa alasan jelas, bakal masuk surga

    Makanya, jangan ngomong se’enaknya

    • SABAR said

      ya Betul.. betul.. betul.. itulah orang sombong…. nandar itu sebenarnya pintar tapi dia merasa lebih pintar dari orang lain…
      Buku-buku P.Agus Mustofa itu hasil dari beliau membaca Al-Qur’an.. ( Berdialog dengan Allah )
      IQRA Maka Allah sendiri yang akan membuka semua pelajaran hidup kepadamu…
      Saya bukanlah terpengaruh oleh pemikiran pak Agus.. Tapi karena yang dibaca pak Agus itu sama dengan Apa yang saya baca.. Maka Guru kita sama yaitu Allah.. Dialah yang telah mengajarkan IlmuNya kepada siapa yang mau membaca… dengan syarat Niat kita membaca untuk mendapat apa??? Niatkanlah membaca Al-Qur’an untuk mendapat petunjukNya!!! Bukan yang lain…

      • surga neraka said

        @abdullah, sabar

        Bagaimana kita mengetahui atau memahami maksud Allah tentang ayat alquran? tentu saja jawabannya adalah sesuai pemahaman Nabi Muhammad SAW, bukan sesuai akal kita. Karena orang yang paling mengenal Allah adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi kalo pemahaman bpk agus atau siapapun itu berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang sahih, ya sah-sah saja. Namun jika bertentangan dengan hadits Nabi ya tidak sah.Kecuali jika anda beranggapan anda lebih mengenal dan memahami maksud Allh dari pada Nabi Muhammad SAW.

      • VIk said

        @ Surga Neraka
        “Bagaimana kita mengetahui atau memahami maksud Allah tentang ayat alquran? tentu saja jawabannya adalah sesuai pemahaman Nabi Muhammad SAW, bukan sesuai akal kita.”

        Menurut pemahaman saya, tidak semua ayat Al-Quran diterangkan oleh Hadis. Khususnya ayat2 yang terkait dengan ilmu pengetahuan, hanya waktu dan ilmu pengetahuanlah yang akan membuktikannya dan itu tugas kita semua

  56. FE Herk's Bird said

    Ass Wr. Wb
    Yang pasti dengan adanya karya dari bapak agus mostofa ini, semakin membuka mata kita untuk beribadah di hadapan Allah SWT dengan tulus dan ikhlas tanpa pamrih karena hanya Allah lah yang patut kita sembah.
    Wass Wr. Wb

  57. igent said

    Salaam,

    Apapun kritikan terhadap pendapat Bpk. Agus M., penjelasan ilmiahnya telah menjawab keingintahuan saya tentang penciptaan manusia pertama (yang selama ini setiap saya bertanya kepada “yang lebih pintar” selalu dimentahkan dengan jawaban: “harus percaya saja adam itu dari tanah”, “hati2 jadi musyrik!”).
    Penjelasan beliau tentang betapa alam semesta ini (terutama bumi) memang sudah dirancang Allah juga begitu luar biasa untuk di tempati makhluk hidup, Subhanallah…. Akan sungguh luar biasa jika umat islam terus menggali tafsir dan mensuportnya dengan ilmu pengetahuan.

    menanggapi komentar no. 44 : mungkin anda hanya orang lewat yang ikut2an posting, bahkan mungkin belum baca bukunya, hihihi.

    Wassalaam

  58. bnings said

    sesungguhnya Al quran itu wahyukan kepada Nabi saw untuk kita pelajari, namun kadang karena kemampuan kita seakan2 apa yang diwahyukan itu tidak masuk akal.. untuk ternyata akhirat tidak kekal itu kembali saja lihat firma Allah dimaksud … bila anda tidak yakin yach sudah jangan dipelajari firman Allah dimaksud

  59. bnings said

    Apa yang ada di dalam Al qur’an tidak bisa dikaji secara ilmiah sesuai dengan pendidikan cobalah menerima bahwa itu firman Allah Sang Pencipta anda tidak setuju Al qur’an yang katanya ayat tidak lengkap … anda sendiri tidak akan pernah bisa membuat kalimat seindah firman Allah dimaksud .. cepat bertobat aja yach

  60. Dyah said

    Saya termasuk penggemar buku2nya Agus Mustofa. Saya suka dengan pemaparan Agus Mustofa, bukankah manusia diperintahkan Allah untuk memaksimalkan hati dan akalnya? Menurut saya sebelum kita membaca buku2 tasawuf modern sebaiknya dimantabkan dulu agama kita agar kita bisa mencerna buku2 tasawuf dan apapun secara bijak. Memang setiap karya pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang perlu kita perhatikan adalah kebenaran yang mutlak/hakiki itu hanya milik Allah, sedangkan kebenaran dari manusia bersifat absolut.

    • surga neraka said

      @dyah

      Betul kebenaran itu datangnya dari Allah dan Allah telah memberikan patokan kebenaran melalui Nabi-Nya. Jadi tentang benar dan salah sudah diberitahu Allah melalui Nabinya. Oleh karena itu tidak bisa setiap orang seenaknya berpendapat tentang islam dengan berdalih kebenaran itu datangnya hanya dari Allah. Jika pendapat tentang islam datangnya dari Nabi maka ambil, namun jika pendapatnya bertentangan dengan pendapat nabi maka buang, simpel kan? Makanya untuk menafsir alquran perlu belajar hadits.

      • VIk said

        Iya sih simple. Tapi kadang para ulama sendiri juga ada yang berbeda2 pendapatnya tentang hadis nabi. Bagaimana kita tahu bahwa hadis ini sahih atau bukan? menurut saya rujukan harus alquran. AlQuran DIJAMIN keberannya dan akan dipelihara oleh Allah, sedangkan Hadis nggak ada jaminannya?

  61. Bakin said

    saya baru memyelesaikan membaca bukunya Agus mustofa “Akhirat Tidak Kekal”

    saya masih kurang mengerti tentang isinya yang menyebutkan akhirat itu tetap didunia, langit 1;2;3 dst hanya berpindah dimensi, dan pada waktu Muhammad SAW Isra Miraj hanya ruhnya saja yang berpindah dimensi.

    tidak diterangkan apa fungsi burok sebagaimana telah mengantar Muhammad SAW Isra Miraj dengan kecepatan cahaya menuju ke langit ke 7 dan Muhammad SAW menyalami Nabi-nabi terdahulu serta kejadian yang belum pernah dialami didunia yang lainya seprti melihat neraka dll!!!!

    Saya hanya baru membaca karyanya “Akhirat Tidak Kekal”, apakah karya Agus mustofa yang lain menjelaskan tentang hal tersebut?

    Di tempat saya sulit cari bukunya. sambil mencarinya, tolong yang sudah baca karya-karya Agus Mustofa jelaskan dong!!!

    • Shangdyah said

      membaca perbeadaan pendapat tentang buku-buku karya ustad agus mustofa, saya ingin berpendapatbahwa alam semesta ini sangat luas, tidak mungkin bisa difahami dengan hanya melihat satu sisi. Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada ustad agus mustofa, karena telah memberikan alternatif pemahaman. manusia itu hanya mata rantai.. sumber dari semua ilmu hanyalah ALLAH SWT.

  62. timur lenk said

    bapak agus mustofa telah memberikan kontribusi bagi pengembangan pikiran. karyanya memiliki substansi dari pencerahan pikiran dan hati. Islam itu tidaksempurna jika kita talah mandeg dalam tafakur, tahanuts dan taqarub. saya mengingatkan bahwa kita bukanlah panitia persiapan hari kiamat. atau penjaga loket surga dan neraka maka apa yang menjadi hak Allah jangan berani kau ambil. Ruang dan waktu yang jujur menjawab kebenaran karena kebenaran itu tunggal prespektif yang mendalam dan kaffah (holistik/komprehensif) yang bisa mendekati kebenaran. salam dari kami komunitas muslim tionghoa.

  63. wong eling said

    epistemologi irfani yang dipakai bapak agus mustofa mampu untuk dikontekskan dengan era kekinian.
    bersabarlah bahwa tantangan untuk mencerdaskan kehidupan umat yang terberat adalah bagaimana melakukan transformasi paradigma terhadap pola pikir umat yang cenderung statis dan jumud.
    sebagai muslim keturunan tionghoa kami sangat senang dengan karya pusaran energi ka’bah.
    yang terpenting ilmu itu amaliah dan amal itu ilmiah.

  64. dodo said

    Saya sudah baca buku Pak Agus Mustofa yang judulnya BERSATU DENGAN ALLAH, isinya cukup berbobot dan bagus untuk memecah batu ketaklidan dalam memahami agama. Cukup berani dan tulisan model begini yang seharusnya dibaca umat islam, jangan buku-buku yang menakut-nakuti pembaca dengan masuk ke neraka dan iming-iming kenikmatan surga, hidup di dunia dipagari dengan berbagai aturan haram,halal,makruh,mubah dll. Cukup belajar ilmu syariat itu sampai usia remaja saja, setelah dewasa sudah harus berani mendalami agama secara hakikat.Saya takjub dengan pandangan beliau yaitu ” agama apapun dulu, sekarang, nanti pada hakikatnya adalah pemeluk agama tersebut haruslah mampu berserah diri (islam) ” jadi anda beragama islam tetapi belum secara real / nyata berserah diri di depan cahaya Tuhan, berarti anda belum islam, sebaliknya anda seorang hindu sudah mampu menghadapkan dirinya secara nyata di depan cahaya Tuhan (sang Hyang Widhi) berarti anda sudah islam ! kunci agama itu yaitu, la illaha illallah = mengakui tiada realitas sejati selain Tuhan! merasakan selain wajah Tuhan semua akan binasa dan mampu kemanapun kita menghadap disitulah wajah Tuhan.

    Kritik saya terhadap pak AM adalah pada waktu mengexplorasi ayat mutasabihat Alquran yang menceritakan pesona langit dan bumi janganlah terlalu dikorelasikan langit dan bumi di alam dunia tetapi menusuklah terus ke batin paling batinnya manusia. karena Alquran itu dibalik cerita langit, bumi, binatang, surga, neraka, malaikat, rasul, dll sebenarnya menceritakan jiwa manusia.

    Bagaimanapun saya berharap di Indonesia ini tumbuh generasi-generasi muda yang bermental Guru Tauhid seperti pak AM. Walaupun buku-bukunya banyak pro konta, abaikan saja ! yang pro berarti sadar akan kekurangan ilmunya, yang kontra berarti masih fanatik dengan keyakinan sehariannya.

    salam,

    • abian.. said

      mungkinkah mahluk/manusia bersatu dgn pencipta?
      mungkinkah agama2 lain mau disebut islam ketika berhadapan dengan cahaya Tuhan. seperti apakah cahaya tuhan itu?

    • surga neraka said

      @dodo

      Kesalahan yang fatal dari pemikiran tasawuf adalah memahami islam dalam hal ini memahami alquran sesuai pikiran/bisikan hati/akal serta membuang pemahaman yang diberikan Nabi Muhammad SAW. Seperti mengingkari bahwa manusia yang paling mengenal Allah adalah Nabi Muhammad SAW.

  65. Mahmud said

    Babe, Enya yang terhormat

    Apa sih yang ente-ente udah lakukan untuk kemajuan umat Islam?
    Naik motor, mobil, kapal, kapal terbang dll.. buatan orang “yang sering kita ada kategorikan kafir, musrik dll”
    Nah…….. termasuk mengisi blog ini….
    Payah dah kalo begini terus, pasif dan biarkan umat islam bodoh, lapar dan tukang minta2…

  66. Nasruddin said

    hayooo teruslah berdebat, itu artinya Saudaraku masih mempelajari agama ini, biarlah aq jadi pembacanya saja supaya mengambil manfaat dari keduanya atau ketiganya hehehehehe

    • Werkudoro Amin said

      Pak Nasrudin….aku seneng pendapat pean…he he he…orang itu emang paling pinter kalo hanya sekedar ngomentarin..makanya…aku ngga ikut2an ah ngomentar miring ato ngomentar lurus.. biarlah orang lain mendebat sana sini…aku jadi penonton wae….yang pro…yang kontra dengan bukunya Pak Agus Mustofa…hayoo…silahkan berdebat…kalian emang pada pinter2 jadi jangan pake dengkul(pake nafsu,red) ya sampe marah2an(Emosi,red)… kalo aku???…aku meneng bae(diam aja) dan brusaha bae ngambil hikmahnyo OK?? trims untuk semuanya….semoga kita dirahmati Allah swt dengan kesehatan jasmani rohani yang baik…rezki berlimpah yang halal dan barokah…amin3x yarobbal alamin….

  67. Nasruddin said

    btw, udah pada baca lom bukunya…..
    baca dulu, trus serahkan padaNya, ilmu itukan ada sumbernya, biarkan hidayah itu datang dengan sendirinya yang akan mendorong kita untuk membenarkan, meragukan atau bahkan mengoreksi penjelasan mas Agus. Nah yang meragukan, silahkan baca berulang kali, sampai ngerti betul….trus yang patut dikritisi….disinilah tempatnya heheheh

    • surga neraka said

      @nasrudin

      Bagaimana bisa mendapat hidayah tanpa ilmu? ilmu disini adalah ilmu tentang islam. Sumber ilmu islam adalah alquran dan hadits, bagaimana bisa memahami islam dengan benar jika hanya menggunakan akal atau bisikan hati atau kira-kira tanpa menggunakan hadits yang sahih. Sungguh aneh, mengaku umat Nabi muhammad SAW, namun dalam berlajar islam tidak merujuk kepada hadits nabi SAW, sungguh terlalu.

      • Werkudoro Amin said

        Pak Nasrudin….aku seneng pendapat pean…he he he…orang itu emang paling pinter kalo hanya sekedar ngomentarin..makanya…aku ngga ikut2an ah ngomentar miring ato ngomentar lurus.. biarlah orang lain mendebat sana sini…aku jadi penonton wae….yang pro…yang kontra dengan bukunya Pak Agus Mustofa…hayoo…silahkan berdebat…kalian emang pada pinter2 jadi jangan pake dengkul(pake nafsu,red) ya sampe marah2an(Emosi,red)… kalo aku???…aku meneng bae(diam aja) dan brusaha bae ngambil hikmahnyo OK?? trims untuk semuanya….semoga kita dirahmati Allah swt dengan kesehatan jasmani rohani yang baik…rezki berlimpah yang halal dan barokah…amin3x yarobbal alamin….

  68. agus ahong said

    berdebat boleh tolong jangan menggunakan masa,
    berkat tulisan p.agus KEPERCAYAAN, KEYAKINAN dan BAGAIMANA CARA UNTUK MEYAKININYA dalam hati saya menjadi lebih kuat. terima kasih,,
    terima kasih, terima kasih amalanmu tdk akan pernah habis

  69. Rahmat said

    Kita Tidak Perlu Mempermasalahkan Tentang Pemahaman Pak Agus Mustofa dalam Memahami Ayat-ayat Al Qur’an Kalau Kita Memang Sepakat Dengan Pemahaman Beliau Mari Kita Ikuti Tapi Kalau Kita Tidak Sepakat Dengan Pemahaman Beliau Tidak Perlu Kita Ikuti kan Tidak Sulit, Yang Perlu Kita Syukuri adalah Ternyata Kita masih Diberi Kesempatan Oleh ALLAH. SWT Untuk Melihat dan Mempelajari Kebesaran-kebesaran Ilmunya

  70. jenggirat said

    sesungguhnya kembali ke dasar (al quran) adalah lebih baek…

    • surga neraka said

      @jenggirat

      Emang ngerti alquran mas? ngerti bahasa arab? atau cuma ngerti alquran dari terjemahan aja? hehe bagaimana bisa mengerti alquran dengan benar tanpa menggunakan hadits nabi, tanpa memahami bahasa arab, tanpa memahami budaya tempat diturunkannya Alquran.

  71. wilujeng said

    alhamdulillah saya senang P agus mustofa berbagi ilmu kepada kita smua dan dapat menambah wawasan dari sains

  72. indra said

    lbh baik org yang selalu mengkaji makna dlm al’quran drpd org yang menelan mentah2 ajaran agama tanpa tahu tujuannya apa dia lakukan smua. smua org punya pnafsiran sendiri N kesalahan adalah sifat dasar manusia…..
    Pak Agus Mustofa tdk pernah memaksa org tuk mengikuti jalan pikiran dia, malahan dia bilang smua org bebas tuk berpendapat.
    kita jgn terlalu cpt menghakimi org bahwa penafsiran itu salah N atas dasar apa org yg menghakimi itu merasa dialah yg PALING benar.
    smua tanda2 kebesaran ALLAH SWT hanya dapat dihayati N diresapi bagi org2 yg berakal N berpikir……wasalam

    • surga neraka said

      @indra

      Kalo semua orang bisa menafsirkan alquran sesuka hatinya rusak agama ini mas.

      “..atas dasar apa org yg menghakimi itu merasa dialah yg PALING benar.”

      ya dasarnya keterangan Nabi muhammad SAW lah mas, orang yang paling mengerti alquran. wong alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

  73. TKI said

    mas, mba… saya pernah dengar menafsirkan al-qur’an ada beberapa tingkat :

    1. dengan al-qur’an itu sendiri
    2. dengan hadist rasulullah salallahu alaihi wasalam yg SHAHIH
    3. dengan atsar (pendapat sahabat)
    4. dengan ijma nya para ulama

    jadi kalo menurut saya, kita ini hanyalah murid, hamba yg banyak dosa dan maksiat yang tidak akan selamat dunia akhirat kalo bukan karna ALLOH yg berkehendak kita selamat.
    al-qur’an & hadist shahih jaminan selamat dunia akhirat.

  74. aricloud said

    @TKI
    benar mas/mbak
    oleh karena itu saya sangat menyayangkan mengapa ust Agus Mustofa amat jarang atau hampir tidak pernah memberikan hasil kajian dari hadits shahih pada ayat-ayat alquran yang mutasyabihat.

    • surga neraka said

      @aricloud

      Memang seperti itu umumnya orang-orang yang berfikiran tasawuf mas. Lebih cenderung percaya bisikan hati/perasaan. Nah karena Bpk agus mustofa ini bilangnya tasawuf MODERN jadi bukan bisikan hati lagi, tapi sains. Intinya tidak menggunakan hadits, atau pemahaman sahabat Nabi SAW.

  75. housewife said

    Saya kagum dengan Pak AGus Mustofa yang telah sangat berani menyampaikan ide ilmiahnya yang memberi pencerahan pada umat, khususnya mereka yang terbiasa menelan mentah-mentah ajaran agama dan terkondisi untuk memeluk agama karena tradisi atau keturunan.
    Mengenai penafsiran ayat-ayat Al Qur’an yang terkesan agak dipaksakan, semua itu tak lepas dari fitrah manusia yang tak luput dari kesalahan. NAmun. insyaallah, saya yakin pak AM bukan termasuk orang-orang yang sengaja menulis sebuah kesalahan dalam bentuk buku untuk merusak akidah orang-orang yang beriman. Hanya Allah lah yang berhak menjadi hakim, membuat hukum tentang yang benar dan yang salah. Manusia tidak punya hak menghakimi, kita sekedar berusaha untuk senantiasa mencari demi menemuikan hakikat ketauhidan Allah SWT. Wallahualam bissawab.

  76. [...] pakem pemahaman keagamaan yang selama ini mungkin telah kita terima (taken for granted). Misalnya: Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Ternyata Adam Dilahirkan, Tidak ada Azab Kubur?, dan [...]

  77. adan said

    Subhanallah……………………….!
    Dialah yang telah memberikan kepada umat-Nya potensi pikir yang masa demi masa, generasi ke generasi dan zaman ke zaman semakin optimal.
    Buku terbitan Mas Agus sangat menggugah bagi mereka yang berpikir namun sangat merugikan dan menakutkan bagi mereka yang malas mengoptimalkan pemikirannya.
    Karya Mas Agus adalah “KLIMAKS” berfikir dia dalam memahami ayat Al Qur’an. Mari simak Klimak berfikirnya disetiap tulisannya.
    Saya mengajak semua penyimak karya Mas Agus agar lebih santai dalam menyimak karyanya.
    PERBEDAAN ITU ANUGRAH
    KARNA DIBALIK PERBEDAAN TERSIMPAN BANYAK KEINDAHAN.
    Saya sangat menghargai pemikiran Mas Agus. Olehnya itu:

    Wahai semua saudaraku………….!
    Kebenaran itu relatif
    karna yang Mutlak hanya milik Allah SWT.

    yang bermanfaat diambil…… Ok?
    yang tidak jangan…….!

    Billahi Taufik Walhidayah
    Warridha wal’inayah
    Wasssalam…………

  78. heldi said

    Assalamualaikum.
    Saya memandang tulisan tulisan dari saudara Agus Mustopa sebagai suatu terobosan dalam hal kritisisasi pemikiran.
    Bahwa kita harus kritis dalam menyikapai suatu keadaan yang tentunya dilandasi oleh ajaran-ajaran Islam. Dengan begitu akal kita menjadi terlatih dan tidak langsung percaya dengan pendapat-pendapat dari manusia selain dari Rasulullah SAW. Sehingga umat Islam menjadi cerdas dan tidak asal ikut-ikutan. Yang mana mudah untuk diadu domba antar sesama umat Islam sendiri. Okeh, Wassalam

  79. Dhar said

    ASW.

    AH APA BENAR MANUSIA KEKAL. APA BENAR SURGA DAN NERAKA KEKAL. SIAPA YANG TAU PASTI?? JAWABANYA YA QOR`AN. YANG JELAS QUR`AN TIDAK PERNAH SECARA EKPLISIT MENGATAKAN “AKHERAT KEKAL” TETAPI MENGATAKAN “YANG DI DALAMNYA KEKAL” SELAMA ADA LANGIT DAN BUMI. SEKARANG BEGINI SAUDARA-SAUDARA.

    LEBIH BUTUH MANA BAGI ANDA, AIR ATAU ALLAH?
    PASTI JAWABNYA ALLAH.
    LEBIH MAU MANA SURGA ATAU ALLAH?
    PASTI ANDA JUGA JAWABNYA ALLAH.
    LEBIH TAKUT MANA NERAKA DARIPADA TAKUT ALLAH?
    INI PUN DEMIKIAN SAMA, YA ALLAH.
    SEKARANG LEBIH MAU KEHILANGAN MANA KELUARGA ATAU ALLAH?
    WAH, MULAI BIMBANG YA/RAGU.???HEHEHE.
    SEKARANG SELAMA INI ANDA BERIBADAH UNTUK APA?
    KALAU JAWABAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN PAHALA, ATAU SURGA ATAU KETENANGAN. WAH WAH BERARTI ANDA TIDAK KOMITMEN TUH. DI AWAL ANDA MILIH ALLAH, TERUS ALLAH, TERUS ALLAH LAGI, TERUS BIMBANG ANTARA KELUARGA ATAU ALLAH, EH YANG TERAKHIR NGACO JAUH, MALAH UNTUK DAPATKAN SURGA. BERARTI ALLAH ANDA JADIKAN FASILITATOR DONG?????????????????. ISTIGFAR! JADI UNTUK APA MEMPERTAHANKAN PENDAPAT AKHERAT KEKAL ATAU TIDAK. BAGI SAYA TIDAK ADA MASALAHNYA SAMA SEKALI, WONG SAMPEAN KAN MEMILIH ALLAH, JADI AKHERAT KEKAL ATAU TIDAK YA NO PROBLEM. YANG JELAS YAKIN BAHWA AKHERAT ITU ADA. JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG SAYA DI : http://scientificfasting.blogspot.com

  80. SyamsiTabriz said

    Sedikit melebar dari tema, saya menyimak dalam forum ini ada yang memberi masukan bahwa : untuk mengkaji kitab Al-Qurannul Hakim tidak cukup dengan pemahaman nalar semata, melainkan juga harus merujuk kepada hadist SHAHIH…,

    Disini saya mau bertanya mengenai hadist :

    1. MENGAPA KITAB HADIST TIDAK DITULIS SENDIRI OLEH NABI MUHAMMAD? Bukankah apabila ditulis langsung oleh Nabi Muhammad dan dibukukan atas nama Nabi Muhammad sendiri, bukankah itu akan sangat amat Shahih isinya, sehingga tidak khawatir dengan pendusta-pendusta yang berkata atas nama Nabi, yang membuat-buat hadist dhaif !

    2. Atau apakah Nabi pernah meminta para sahabatnya untuk membantu menyusun kitab hadist sebagai kitab yang memberikan penjelasan tentang isi KITAB AL-QURANUL QARIM ?? Jadi nantinya disisi nabi ada 2 kitab, yang pertama adalah wahyu ALLAH, AL-QURANUL QARIM, dan yang kedua adalah Kitab hadist, yaitu bimbingan Allah kepada umat Muhammad untuk dapat memahami wahyu-Nya. Dan kedua kitab tersebut dipelihara dari zaman-ke zaman dengan metode yang disiplin dan teratur.

    3. Mengapa Allah dalam Kitab Al-Quranul Qarim tidak pernah memerintahkan Nabi Muhammad bersama para pengikutnya kala itu untuk menulis penjelasan tentang makna-makna Wahyunya dalam sebuah kitab lain disisi kitabNYA?….(seperti yang dilakukan para perawi hadist yang sebenarnta beritikad baik merekam kata-kata Nabi dalam menjelaskan agama ALLAH ini).

    Kehadiran catatan-catatan hadist Nabi Muhammad rasulullah, sebagai usaha para sahabat & pengikut nabi kala itu untuk membantu pemahaman tentang wahyu Allah (kitab Alquranul Qarim) kepada umat muslim, adalah sangat membantu & bermanfaat.

    Namun perlu diketahui, bahwa kitab Al-Quran adalah inti dari petunjuk Allah untuk Nabi Muhammad dan umat manusia. Bahkan dalam memahami hadist-pun disiplinnya harus kembali merujuk kepada KitabNYA.

    Seperti cara mengamalkan shalat, terjadi keanekaragaman bacaan yang disunnahkan ketika ruku dan sujud..

    tetapi kembali lagi ke intisarinya, Kitab AlQuranul Karim menjelaskan bahwa : Shalat itu “mencegah perbuatan keji dan mungkar”…

    jadi se-khusyu-khusyu apapun, seteratur apapun seseorang melaksanakan shalatnya, orang tersebut tetap dikatakan “celaka dalam shalatnya karena lalai dalam shalatnya” ketika orang tersebut tidak berhasil mencegah perbuatan nahi mungkar dengan shalatnya…badannya ruku dan sujud, lidahnya bertasbih bertahmid, tetapi Qalbunya mati..

    kembali ke masalah buku Agus Mustofa yang bahasannya cukup menggemparkan dan para kritikus yang juga bersandar pada dalil-dalil dan argumen yang kuat…, ini adalah ujian untuk kita memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti salah satu dari kedua pihak yang tidak se-visi dalam memahami iman dan islam…karena nantinya kembali lagi, setiap jiwa akan bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing…

    sekian.

    • surga neraka said

      @SyamsiTabriz

      jawaban 1.

      Apakah anda lupa kalo alquran itu juga tidak dibukukan oleh Nabi Muhammad SAW ? Alquran mulai dibukan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW setelah Nabi Muhammad SAW meninggal. Jadi jika anda tidak mau menggunakan hadits karena alesan tidak dibukukan oleh Nabi, maka anda harus konsisten juga tidak menggunakan alquran, karena alquran juga tidak dibukukan oleh Nabi.

      jawaban 2.

      Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyuruh sahabatnya membuat kitab hadits, sama seperti beliau tidak pernah menyuruh sahabatnya membuat kitab alquran. Jadi alasan anda tidak mau menggunakan hadits karena tidak disuruh untuk dibukukan oleh Nabi Muhammad SAW tidak konsisten jika anda menggunakan alquran.

      Saya bingung dengan orang yang tidak mau menggunakan hadits, bagaimana dia bisa sholat padahal keterangan cara sholat itu dari hadits. Apa orang-orang itu tidak sholat? atau sholatnya berbeda?

      Bagaimana sholat anda bisa khusyuk kalo sholatnya caranya tidak sesuai tuntunan Nabi,dan pastinya harus lewat hadits.
      Dan memang benar orang yang tata cara sholatnya benar belum tentu diterima sholatnya, tapi sholat yang teratur sesuai sholat Nabi merupakan salah satu syarat agar sholat diterima, ngertikan hubungan logikanya?

      • surga neraka said

        jawaban 3
        dalil tentang mengikuti rasulullah SAW dan para sahabatnya.

        Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahan-nam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An-Nisaa' : 115]

        pada saat ayat ini diturunkan orang-orang mukmin hanya para sahabat. Dan para sahabat inilah yang meriwayatkan hadits-hadits.

      • VIk said

        1.
        AlQuran, memang nggak dibukukan oleh Nabi, tapi disuruh oleh nabi untuk ditulis. Kalau hadist, emang nabi menyuruh untuk menulis?

      • VIk said

        Anda terlalu emosional mas. Bukan tidak mau menggunakan hadis mas? siapa yang nggak mau?. Kalo ngomong hadis semua orang ngerasa pintar mas? banyak pendapat ini sahih ini nggak. Padahal mereka lupa, jawabannya gampang, tinggal merujuk aja ke AlQuran

      • M.a hidayat said

        setahu saya(maaf jika salah)hadist mulai ditulis 120 tahun setelah nabi wafat…jd para sahabat sudah pada meninggal…!!

  81. m.agustian said

    udah gak usah mikirin akherat itu kekal apa enggak.. yakin aja akan ada kehidupan setelah mati. dan kita akan bertemu dengan NYA. kerjakan saja yang sederhana; rukun islam. jangan berharap pamrih dari setiap ibadah yang kita kerjakan. TUHAN MAHA TAHU KOK, MAKANYA JANGAN SOK TAHU…

  82. Dono. said

    Ass.wr.wb,pak Ari,
    Saya ada kesimpulan sedikit mengenai daya pikir pak agus mustafa mengenai ketidak kekalannya akhirat.
    Jikalau kita kembali mengingat kejadian penciptaan isa almasih pada saat berkembangnya ilmu technologi bangsa romawi yaitu bangsa yg tidak beragama yang sangat maju pada saat itu yang menggunakan akal pikiran mereka , sehingga bangsa pilihan Allah yaitu bangsa israel malah kacau balau tak karuan sehingga mereka dijadikan budak di negeri mereka sendiri.Bangsa israel ini kagum atas kepinteran bangsa romawi dalam segi pembangunan, kekuasaan dll.
    Pada saat merosotnya kepercayaan bangsa israel kepada Allah yaitu Tuhan nenek moyang mereka yang mengangkat mereka sederajat dari bangsa-bangsa lain di muka bumi inilah turunnya keajaiban yg lebih besar dari akal pikiran manusia pada saat itu, yaitu lahirnya isa almasih tanpa ayah,isa almasih berbicara dalam buaian, menghidupkan orang mati, memelekkan orang buta, menurunkan hidangan dari langit dan naik ke langit. Kejadian ini semua adalah diluar dari akal pikiran manusia.
    Jadi menurut hemat saya,ALLAH S.W.T , TUHAN kita adalah kekal DAN AKHIRAT ITU ADALAH KEKAL,
    KARENA JANJI ALLAH ADALAH KEKAL UNTUK SELAMA-LAMANYA.

    Wassalam,Dono.

  83. KUNJUNGI BLOG KU DI http://scientificfasting.blogspot.com

  84. aricloud said

    @SyamsiTabriz
    1. Al Quran juga tidak ditulis sendiri oleh Rasulullah saw, melainkan didengarkan dan dihapalkan oleh para sahabat, sebagian menuliskannya pada kertas, kulit, daun atau batu. Al Quran dan kitab2 hadits baru dibukukan pada masa Kekhalifahan Utsman bin Affan. Silahkan Anda telusuri lagi sejarahnya.

    2. Rasulullah saw tidak pernah meminta untuk membukukan baik itu Al Quran maupun Hadits. Lagipula para sahabat adalah para penghapal yang baik. Namun, Pembukuan Al Quran dan Al Hadits adalah inisiatif para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, dan diimplementasikan pada masa khalifah Utsman ibn Affan. Silahkan Anda telusuri lagi sejarahnya. Menjelang wafat, rasulullah berwasiat kepada kaum muslimin untuk berpegang teguh pada 2 perkara, yaitu Al Quran dan Al Hadits.

    3. Rasulullah saw adalah sebaik-baiknya penafsir Al Quran, oleh karena itu penafsiran melalui Hadits Rasulullah SAW yang shahih, apalagi mutawattir, harus kita dahulukan dibandingkan penafsiran anda sendiri atau saya sendiri atau agus mustofa atau ulama lain yang tidak ada sumbernya.

    “Barangsiapa yang menta’ati Rasul sesungguhnya ia mentaati Allah.” (QS. An-Nisa: 80)

    “Apa yang dibawa Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)

    “Sesungguhnya ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)

    “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya.” (QS. An-Nisa: 59)

    @Dono
    Subhanallah, benar mas, saya juga sependapat bahwa Akhirat itu kekal

    Semoga bermanfaat
    Wallahu’alam bish showab

  85. andy said

    Setelah saya membaca beberapa buku pak agus, saya cukup apresiasi dg karya2nya sangat berguna bagi orang yang ingin keluar dari belenggu ketaklidan. cuma menurut saya buku-buku tersebut terkesan masih dalam koridor fikih tasawuf belum berani menyentuh kepada hal-hal yang bersifat bathin. seperti dalam pembahasan ayat mutasyabihatnya masih menggunakan nalar manusia, mungkin hal ini dikarenakan background beliau dari insinyur teknik. ketika saya membaca buku karya pak abu sangkan pembahasan ayat mutasyabihatnya sudah mulai berani menyentuh hal kebathinan, ketika saya membaca buku karya achmad chodjim dan amiruddin syah, buku-buku beliau sudah benar-benar bicara secara terbuka tentang kebathinan sehingga tabir ayat-ayat mutasyabihat itu sedikit demi sedikit terkuak. Hal ini penting diketahui karena akan benar-benar menjadikan Alquran sebagai petunjuk untuk menemukan kebenaran dan bertemu dengan Tuhan. Saya senang dengan munculnya karya-karya inovatif dan inspiratif dari pak agus mustofa, pak abu sangkan, pak achmad chodjim dan pak amiruddin syah. saya menyarankan kepada para pembaca yang sedang fakir kepada Tuhan untuk membaca karya penulis putra indonesia asli tersebut jangan terlalu silau dengan karya para penulis timur tengah dan asing, karena tutur bahasa buku karya pribumi sesuai dengan telinga orang indonesia. Dan saya yakin bila kita membaca buku dari berbagai versi maka akan saling melengkapi dan mengisi.Semoga dikemudian hari akan semakin banyak putra putri indonesia yang menulis buku-buku tasawuf yang amat bermanfaat bagi kemurnian dan keteguhan tauhid dan akan bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan bangsa yang damai dan sejahtera.

    • surga neraka said

      @andy

      Sebaiknya jika anda ingin mengenal Allah maka ikutilah cara Nabi Muhammad SAW dalam mengenal Allah. Karena Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling mengenal Allah. Jangan ikuti kata batin atau bisikan hati, karena bisa saja yang membisikan itu setan.

  86. cink said

    asalamualaikum wr wb
    yang bisa menyentuh alquran 100% yaitu orang yang disucikan (Qs 56:79). siapa orang yang disucikan?
    saya kira ayat yang samar akan jadi jelas
    wasalam..

  87. cink said

    asalamualaikum wr wb
    yang bisa menyentuh alquran 100% yaitu orang yang disucikan (Qs 56:79). siapa orang yang disucikan?
    saya kira itu saja dulu sblum menafsirkan ayat mutasabih yang lain.
    ayat yang samar pun Akan jadi jelas
    wasalam..

  88. Wahyu said

    Kini buku seri ke-20 telah terbit kunjungi blog saya. terima kasih

  89. Anonymous said

    INI MERUPAKAN KESESATAN,,,kita jangan melihat pak mustofa tersebut ustd..apabla dia salah hrus diluruskan kembali

  90. Farid M said

    Gua pernah baca buku pak Agus Mustofa yang lain, judulnya Terpesona di Sidratul Muntaha, BBEUH,,, MUANTEP PISAN. Peristiwa yang bernilai Mu’jizat dianalisis dengan teknologi. Gw belom pernah nemuin sebelumnya buku sedahsyat ini.
    gw jadipenasaran baca buku Ternyata Akhirat Tidak Kekal. Sebagai penambah wawasan plus pembuka pikiran, gw rasa buku-buku Pak Agus M. punya mutu yang tinggi. towh semua karyanya adalah hasil dari pemikirannya (dalam bahasa agama mungkin bisa disebut hasil Ijtihadnya), mau diterima ya gak papa, gak diterima, jangan pake anarki ya! kewajiban kita tunjukkan kalo Isalam agama damai, sesuai namanya, Islam agama Keselamatan! Towh berbeda pendapat bukan hal yang dilarang. yang penting Keep Peace Men,
    Wallahu a’lam bisshowab!

    • surga neraka said

      @ Farid M

      berpendapat memang boleh, tapi hati-hati menyesatkan umat.

      • fatwa said

        mungkin pendapat beliau sudah dipertimbangkan dengan hati-hati. Sekarang tinggal umatnya yang musti belajar juga dan menjadi lebih kritis, apakah mau setuju, atau tidak setuju, atau tidak mengambil keputusan.

  91. Farid M said

    Oya, yang pernah beli, tolongkasih tau gua berapa harga bukunya yaw!
    Thanks!

  92. Soulmate said

    Salam semuanya,

    Allah menciptakan manusia berbeda dengan semua makhluk lainnya, pembeda itu adalah akal budi. Jika kita hanya melihat bentuk fisik, tiada beda dengan batu, kayu, bumi, air dan benda-benda ciptaan Allah lain sejenisnya. Jika kita hanya mengandalkan insting dan nafsu, tiada beda dengan hewan. Jadi akal kita adalah berkat Allah yang harus diberdayakan jika kita ingin lebih mulia daripada makhluk ciptaan lainnya, seperti sudah ditakdirkan oleh Allah sendiri.
    Jadi apapun perbedaan kita, tetaplah berfikir dengan akal sehat dan hindarkan kekerasan sebagaimana karakter hewani.
    Pemilik kebenaran mutlak adalah pencipta ilmu itu sendiri, yaitu Allah. Namun sifat dan tugas manusia adalah senantiasa progressif dan berkembang menuju kesempurnaan, sehingga secara bertahap dari generasi ke generasi akan sempurnalah jua misi Allah itu sendiri.

    Oya, kembali ke dalam diskuri. Atas pertanyaan dan komentar no 61 tentang pindah dimensi dan kecepatan cahaya, saya ada sedikit share, mudah-mudahan menambah wacana. Saya pernah membaca tentang penemuan Fisika Quantum, yang di kalangan ilmuwan pun sangat menghebohkan, bahkan membuat terpenrangah Einstein sendiri sebagai pencetus teori relativitas. Bahwa dari hasil experimen didapat saat partikel-partikel cahaya disemburkan, unsur-unsur atomnya bergerak secara teratus dan saling mengisi satu sama lain tanpa ada benturan. Di antara atom-atom tersebut ada komunikasi tak terlihat, yang secara teori komunikasi hanya bisa dilakukan dengan gelombang elektromagnet yang kecepatan maksimalnya pun sama dengan kecepatan cahaya. Sudah menjadi kesepakatan dasar ilmiah bahwa kecepatan tertinggi adalah cahaya (spt malaikat?). Namun komunikasi antar atom dalam semburat cahaya lebih dulu sampai daripada perjalanan atom cahaya itu sendiri. Jika memang ada gelombang elektromagnet yang melebihi kecepatan cahaya, maka akan mematahkan teori relatifitas. Karena pada pada kecepatan sama dengan cahaya saja, waktu yang berlaku adalah nol. Jadi kecepatan diatas itu adalah tak mungkin (secara ilmiah). Tapi bagaimana para atom tersebut bisa saling berkoordinasi? Bahkan jika diatur oleh Allah sendiri-pun, perintahNya sampai dalam kecepatan cahaya.

    Namun disinilah kuncinya….
    Para ilmuwan menyimpulkan karena komunikasi dan gerak adalah sama-sama dlam kecepatan cahaya, berarti unsur waktu tidak berlaku lagi bagi mereka (para atom itu), dan ini sesuai dengan hitungan relativitas Einstein juga.
    Gerak partikel, komunikasi bolak-balik antar partikel (bahkan perintah Tuhan jika mau dilibatkan) adalah dalam nol detik alias semuanya adalah satu kesatuan kehendak….
    Jadi jika fenomena nabi Muhammad melakukan Isra’ Mi’raj, apakah ruhnya melakukan akselerasi menuju kecepatan Cahaya supaya bisa menyatu (bertemu) dengan Allah?
    Apakah seseorang yang khusuk total dalam sholatnya bisa bertemu Allah atau nabi-nabi lainnya di dimensi berbeda?
    Apakah kesesatan dalam ilmu hitam Voo Doo adalah dengan memanfaatkan teori ini, dengan mencoba menyamakan kecepatan partikel benda (paku, beling, dsb) sehingga benda tersebut bisa pindah tempat dalam sekejab?
    Wallahu Allam…
    Rahasia ilmu Allah sungguh luas….
    Sungguh beruntung manusia yang mau memanfaatkan karunia akal sebagai fitrah utama dibanding makhluk lainnya, terutama untuk kemajuan umat dan amal kebaikan.

    Alangkah indah dan nikmatnya jika dalam satu tarikan napas….
    dalam saat-saat sholat kita….
    jiwa kita melakukan lompatan quantum…
    menyatu dengan semua unsur galaksi…
    menuju Allah…

    Wassalam

  93. Troy said

    Bismillah, ya rahaman, ya rahim
    Hanya kepadaMu aku memohon dan hanya kepadaMu aku berlindung.
    Ampuni hambamu yang dhaif dan hina ini. Jangan tinggalkan aku Ya…Allah, berikan pemahaman yang tepat kepada kami untuk mencapai ridhoMu, hanya ridhoMu. Amin

    Pada saat mau menulis, Pak Agus Mustofa pasti sudah memohon ampun apabila yang ditulis salah, tapi itulah yang dia pahami. Atas dasar ilmu yang dia pelajari dia menulis. Ilmu yang dia dapat juga dari Allah semata.

    Pasti ada maksudnya kenapa Pak Agus Mustofa menulis buku yang tidak sedikit menuai kritik. Maksud tersebut juga pasti bukan karena keinginan atau kesadaran Pak Agus Mustofa semata, melainkan karena ada dorongan yang sangat hebat pada dirinya untuk menulis. Semoga dorongan untuk menulis juga sudah mealalui proses panjang dalam diri Pak Agus Mustofa, setidaknya sudah mealalui mohon ampun.

    Selama Allah masih tetap bersama kita, maka selamatlah. Wallahualam bisawab

  94. wirdayanti said

    Gua penggemar buku2 karya Pak Agus Mustofa,gua baca bukunya mulai dari serial 1-10..Insya Alla setelah membacany gua mendapatkan pencerahan dan menambah kekaguman gua kepada segala makhluk ciptaan Allah..Insya Allah menambah ilmu gua untuk mendekatkan diri kepadaNya..tuk pak AM teruslah menulis…

  95. Anonymous said

    Buku tentang akhirat tidak kekal adalah buku yang sangat dibutuhkan oleh umat saat ini dan masa yang akan datang, saya salut dengan beliau yang telah banyak memaparkan intelektual Islam dalam buku tersebut. Saya ingin mengatakan bahwa orang2 yang mengaku Islam itu tidak cukup hanya mengatakan ALLAH itu ada, sebagaimana kita sering mengatakan syurga & neraka itu ada, kita sepakat bahwa informasi tentang ALLAH – syurga – neraka itu sudah jelas dalam Al-Qur’an, tapi ALLAH – syurga – neraka itu sendiri tidak ada didalam Al-Qur’an……….wassalam….

  96. Bahtiar said

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Alhamdulillah, dari berbagai komentar dan pendapat yang berkembang di blog ini untuk mendiskusikan tulisan2 Ust.Agus Mustofa khususnya “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” yang merupakan rangkaian Serial Diskusi Tassawuf Modern yang telah terbit mulai dari seri I Pusaran Energi Ka’bah hingga serial ke 20 “Beragama Dengan Akal Sehat” dan insya Allah setiap 3 bulan sekali Pak Agus Mustofa menerbitkan serial bukunya yang terbaru pada dasarnya bagi Pak Agus Mustofa sendiri sebagai penulis maupun kita semua sebagai pembaca dan termasuk karya penulis-penulis lainnya adalah merupakan proses “IQRA” sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada seluruh manusia. Tujuannya sangat jelas, yaitu :
    * Agar manusia mengenal siapa dirinya, mengerti akan tujuan keberadaan dirinya untuk apa dia diciptakan, dan pada akhirnya manusia mengenal ALLAH swebagai Tuhannya.
    *Untuk itu Allah menurunkan petunjuk-Nya untuk menjelaskan kepada manusia melalui ayat Al-Qur’an dan ayat-ayat Nya yang dihamparkan diseluruh alam semesta, menjelaskan segala sesuatu agar manusia pada akhirnya mengenal ALLAH. Dengan petunjuknya Allah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya(…Al Alaq).

    MAKA YANG TERPENTING BAGI KITA SEMUA ADALAH BAHWA PADA SAAT KITA MENGIKUTI PERINTAHNYA UNTUK IQRA’ (MEMBACA, MENGKAJI, MENGAMATI, MEMPERGUNAKAN AKAL, MENGAMBIL PELAJARAN, MENAMBAH ILMU DAN KEPAHAMAN,…DLL) HENDAKNYA SEMUA SARANA, UPAYA, DAN AMAL YANG KITA LAKUKAN TERMASUK MEMBACA BUKU-BUKU YANG ISINYA MENGKAJI AL QUR’AN HARUSLAH DITUJUKAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI KITA KEPADA ALLAH (MENGENAL ALLAH) MAKA ITULAH MAKNA DARI IQRA BAGI ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL PELAJARAN DAN MENGIKUTI PETUNJUK.

    SUDAHKAH KITA MEMPEROLEH HIKMAH DARI IQRA YANG KITA LAKUKAN YAITU SEMAKIN MENINGKATKAN KETAQWAAN DAN KEIMANAN KITA DARI SEBAB MEMBACA BUKU PAK AGUS MUSTOFA…? MISALNYA…???

    DAN TIDAK SEHARUSNYA KITA JUSTRU TERJEBAK PADA PERBEDAAN PENDAPAT ATAU PERDEBATAN YANG TIDAK MENGANTARKAN KITA PADA TERCAINYA TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH HIKMAH DARI IQRA YANG KITA LAKUKAN.

    PERBEDAAN ADALAH RAHMAT…., KARENA ANDAIKAN SELURUH MANUSIA DIKUMPULKAN PENDAPATNYA(ILMUNYA) MAKA TIDAKLAH ADA ARTINYA DIBANDINGKAN DENGAN ILMU ALLAH. MAKA DIKATAKAN RAHMAT JUSTRU APABILA SELURUH PENDAPAT MANUSIA YANG BERBEDA JIKA DIKUMPULKAN AKAN LEBIH BAIK BAGI KITA KARENA AKAN MENAMBAH WAWASAN DAN KEPAHAMAN KITA TENTANG SESUATU (ILMU) DARI SUDUT PANDANG MANUSIA YANG BANYAK YANG TIDAK MUNGKIN DAPAT KITA PAHAMI SECARA LENGKAP DAN UTUH HANYA DARI SUDUT PANDANG KITA SENDIRI.

    SUBHANALLAH…, ALHAMDULILLAH…., ALLAHU AKBAR

    • surga neraka said

      @bahtiar

      Kata siapa perbedaan adalah rahmat?

      ‘Dan sesungguhnya ini(alqur’an)adalah jalanKu yg lurus maka ikutilah dan janganlah kalian mengikuti beberapa jalan,akibatnya jalan-jalan itu akan membuat kalian terpecah belah dr jalan Allah,dmikian wasiat Allah kepada kalian agar kalian menjadi orang yg takwa.(al-an’am 153)

      Jelas-jelas ayat diatas menerangkan jalan yang benar cuma satu. Kalo ada orang yang berpendapat menyimpang dari alquran dan hadits harus diluruskan, jangan dibiarkan, nanti malah menyesatkan umat.

      • langit said

        surga neraka..
        Dan sesungguhnya ini(alqur’an)adalah jalanKu yg lurus maka ikutilah

        Jelas-jelas ayat diatas menerangkan jalan yang benar cuma satu

        ko jadi nambah hadits?jasi ada 2 dong hehehe,
        piss ya om,

  97. Kaka said

    Ass.
    Selama ini di dalam pikiran kita terdapat doktrin yg sungguh mendalam hingga mengakar pada diri kita. Sangatlah sulit untuk keluar dari doktrin tersebut sehinggal kita takut untuk berpikir lebih luas dengan alasan “TAKUT AKAN KESESATAN, TAKUT AKAN DOSA dsb”. Timbul sebuah pertanyaan dari diri saya : “Apakah doktrin yg saya terima itu sudah benar? sehingga tidak boleh keluar dari jalur doktrin tersebut?”
    Sama seperti anak kecil yang bertanya kepada orang tuanya. Apa ini ayah? Apa itu ayah? sampai kita sendiri bingung untuk menjawab ketika anak2 kita bertanya dan kita tidak mampu untuk menjawabnya.
    Apakah itu sama, apabila kita sendiri bingung dan bertanya mengenai masalah agama dan keyakinan? apakah kita akan berdosa apabila kita sendiri goyah pada apa yang pernah diajarkan oleh orang tua kita terdahulu?
    Disini Agus Mustofa memberikan pandangan yang berbeda sama sekali dengan apa yang diberikan oleh orang2 tua kita terdahulu. Mengenai proses penciptaan Adam, mengenai pemahaman tentang akhirat, mengenai bagaimana perjalanan nabi kita Muhammad SAW dan banyak materi yang ia sampaikan melalui bukunya.
    Menurut saya itu bukanlah sebuah KESESATAN selama kita masih berpegang teguh pada Al-Quran. Karena Al-Quran dari dulu samapai saat ini tidaklah berubah. Agus Mustofa menafsirkan Al-Quran berbeda dengan para ulama pada umumnya, dan suka atau tidak suka apa yang ada dalam pikiran Agus Mustofa sama dengan pikiran saya. Mengenai Proses penciptaan nabi Adam AS, di dalam benak saya sebagai orang yg belum mempunyai agama MISALNYA, apa mungkin kita manusia pada saat ini terdiri dari berbagai macam ras dan suku bangsa memiliki satu nenek moyang? yaitu ADAM AS. Saya masih bingung apa mungkin, Nabi kita Adam AS yg merupakan suku bangsa Arab (Timur Tengah) bisa menghasilkan banyak ras? seperti Cina, Negro, Mongolia, Melayu, latin dsb?
    Satu lagi pertanyaan yg ada dalam benak saya, masalah hadist.
    Sampai saat ini saya belum yakin dengan kebenaran dari HADIST, sebab terlalu jauh waktu antara nabi Muhammad SAW dengan BUKHORI yaitu sekitar 250 th. Apakah mungkin bisa pertanggung jawabkan isi dari hadist tersebut? Yg saya khawatirkan banyak terjadi missing link antara interfal waktu tersebut. Berbeda dengan Al-Quran yang langsung dibukukan oleh para sahabat nabi.
    kalau pun hadist itu dirundingkan oleh para ulama pada saat ini, ya sama saja dengan perjanjian yg ada pada umat lainnya.
    Biarkan perbedaan itu sebagai anugrah kita sebagai manusia. jalankan apa yang ada di hati kita, sepertinya kita sendiri pun sudah tau batas2 kesesatan yg ada sekarang. Tinggal kita saja kembali pada ajaran Al-Quran seutuhnya.

    wass.

    • surga neraka said

      @kaka

      Hadits itu bukan kitab karangan bukhari. Beliau hanya memeriksa sanadnya dan membukukannya yang teridiri dari hadits sahih menurut beliau.

      berikut syarat hadis shahih :

      1
      Rawinya bersifat adil, artinya seorang rawi selalu memelihara ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat, menjauhi dosa-dosa kecil, tidak melakukan perkara mubah yang dapat menggugurkan iman, dan tidak mengikuti pendapat salah satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara’

      2
      Sempurna ingatan (dhabith), artinya ingatan seorang rawi harus lebih banyak daripada lupanya dan kebenarannya harus lebih banyak daripada kesalahannya, menguasai apa yang diriwayatkan, memahami maksudnya dan maknanya.

      3
      Sanadnya tiada putus (bersambung-sambung) artinya sanad yang selamat dari keguguran atau dengan kata lain; tiap-tiap rawi dapat saling bertemu dan menerima langsung dari yang memberi hadits.

      4
      Hadits itu tidak ber’illat (penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshahihan suatu hadits)

      5
      Tidak janggal, artinya tidak ada pertentangan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul dengan hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lebih rajin daripadanya.

      Dengan syarat diatas jelaslah hadits shahih dapat dijadikan rujukan pemahaman islam, karena memiliki metode dalam memeriksa keasliannya. Klo anda lebih mempelajari tentang hadits insya Allah anda akan mengerti kedudukan hadits.

      ~~bagaimana anda sholat kalo gk percaya hadits dari kitab bukhari?

  98. agustinov hamzahinovic said

    Embuh lah surga kekal atau tidak,sing penting duite akeh…..

  99. PENDEKAR BAYANGAN said

    ASSALAM WR. WB

    ALLAH MAHA SUCI DGN SGALA FIRMANYA.
    YANG NAMANYA MANUSIA PASTI DA SALAH DAN TELEDOR,
    JADI SALING MENGIMGATKAN LAAAAH. . .!!!!!! DIBICARAKAN BAIK”.
    YANG PENTING NIAT BANG AGUS BAIK UNTUK MENCARI PEMBENARAN TUHAN
    DAN MEMBUKA MATA HATI PEMBACA UNTUK LEBIH MENGENAL TUHANYA.
    JE’ TOKARAN, OKEEEEEEEE !!!!!!

  100. haniifa said

    Assalamu’alaikum, @Mas Aricloud.
    Horeee… boleh poligami ?! :D

    Smoga mas baik-baik aja, Amin.

    Wassalam, Haniifa.

  101. Anonymous said

    Saya ikuti serial buku Agus Mustofa dari yang pertama, dan saya termasuk orang yang setuju dengan pemikiran beliau, masalah pro dan kontra itu biasa yang penting dari sebuah buku atau ilmu yang disampaikan adalah hasil akhirnya pada yang membaca, saya pribadi insyaAllah menambah kuat keyakinan saya akan Islam yang memang sangat Realistis, semakin kita memahami maksud dan tujuan hidup seperti yang Allah inginkan semakin kuat ketulusan dan keikhlasan kita untuk menjalankannya.

    • surga neraka said

      @anonymous

      dengan mengaku islam saja tidak membuat anda terbebas dari siksa Allah.

      ‘Dan sesungguhnya ini(alqur’an)adalah jalanKu yg lurus maka ikutilah dan janganlah kalian mengikuti beberapa jalan,akibatnya jalan-jalan itu akan membuat kalian terpecah belah dr jalan Allah,dmikian wasiat Allah kepada kalian agar kalian menjadi orang yg takwa.(al-an’am 153)

      dalam islam juga terdapat banyak jalan pemahaman yang berbeda-beda, dan hanya satu yang lurus. Jadi sudah seharusnya belajar islam dengan benar dari sumber islam.

  102. orang bandung said

    setelah membaca beberapa buku pak agus mustofa, saya mengkhawatirkan dengan membuat pemahaman yang berbeda dengan pemahaman yang beredar luas, alias dikenal secara umum, dapat menimbulkan kontradiksi dengan ilmu-ilmu islam yang lain.

    dan kita sebagai pembaca juga sebaiknya tidak menelan mentah-mentah suatu pemahaman yang baru apalagi jika berbeda dengan pemahaman yang sudah ada. alangkah bijaksana apabila kita membaca pendapat serta pemahaman dari ulama-ulama lainnya.

    menurut saya pribadi, masalah tasawuf ini terlalu “rentan” untuk dibicarakan oleh orang awam. padahal mungkin ia belum memiliki landasan ilmu apa-apa untuk bisa sampai ke sana. hal ini dapat menyebabkan suatu keyakinan ataupun tindakan yang salah bagi pembaca yang masih awam.

    manusia adalah tempat salah dan lupa. hanya allah yang memiliki kebenaran yang hakiki. semoga allah menjaga kita semua dari kesalahan dan dosa. amin..

  103. haniifa said

    Kang @Orang Bandung
    Horeee…. satuju sakali… !?

    Ceuk si cepot mah, ilmu tasauf teh siga ilmu ka “awewe” : KANDARAAN ATAS RANJANG… heuhuehue… :D

  104. BujangRasta@yahoo.com said

    bagus!!! benar-benar bagus!!! orang-orang Islam di Indonesia udah mulai pintar dan ngerti konsep beragama, semoga menjadi kesatuan teori dan praktek.
    Silahkan… MUI bilang rokok haram silahkan, mau bilang aborsi hilang silahkan…Pak Agus Mustofa bilang akhirat tidak kekal silahkan…siapa berpendapat apa silahkan, munculkan pendapat kemukakan alasan, jangan sekedar “taqlid” ga tahu ujungpangkal. Saya pribadi lebih suka dengan orang-orang Islam seperti itu, daripada mereka yang RAMAI-RAMAI NGAJAK MASUK SURGA LEWAT PARTAI.

  105. haniifa said

    Kang @BujangRasta@Yahoo.com
    Sok atuh rame-rame nu-bujangan heula buktikeun atuh…
    Daripada jadi Bujang lapuk… :D

  106. M. Syairi said

    bagi saya surga kekal atau tibdak yang masuk surga dulu. ya enga’ boy

  107. haniifa said

    @M. Syairi
    Bagi sayah… bekalnya dikumpulin dari sekarang hingga maut menjeput,biar masuk Syurga yang Kekal bisa full pasiliti dari Allah subhanahu wa ta’ala, AMIN.

  108. tyhrt said

    tyhrtyh

  109. 212 said

    adakah saya mencari NYA,,

  110. haniifa said

    Refresh “My Dashboards”… :D

  111. 212 said

    agus mustofa siiiiiiippppp ,,,

  112. haniifa said

    Rubi si rubah kece lebih Seep… :D

  113. sugabe said

    marilah dari kita masing masing membuka hati
    jangan lah jadi orang yang selalu merasa benar

    • surga neraka said

      @sugabe

      Agama islam ini sudah sempurna pemahamannya. Jika ada yang menyimpang wajib diluruskan.

      • langit said

        pemahaman siapa yang pasti benar mas?
        saya ikut dong,,,tapi kalo tenrnyata di akherat disalahin karena saya ikut2an, saya minta tanggungjawabnya bisa ga?
        hehehehe, piss ya om

      • Achmad said

        Terus yang benar mas surga neraka, agus mustofa menyimpang geto…? jadi perlu di luruskan, kalau buku mas surga neraka sudah keluar menjelaskan tentang penyimpangannya agus mustofa tolong kabarin saya yah, insya allah saya beli, tolong kabari saja via email modzar21@gmail.com.

        Tks,
        Achmad.

  114. haniifa said

    Wahh… betul tuh… jangan selalu merasa benar, tapi harus pasti benar munurut Al Qur’an sebagai landasan pokok…
    (Buat nyang laen agama yac… kitabnya sendiri dunk :D )

  115. dedi sutrisna said

    swdara-swdara sy Habis baca buku agus mustopa “Ternyata akhirat Tidak kekal” Insya Allah kembali kepada jalan yang diridhoi ALLAH SWT…

    terima kasih…

  116. haniifa said

    swama swama swaya jwugwa habis mwakan “ternyata perut selalu lapar”. heheheh

    kasihku kembali lah :D

  117. haniifa said

    Assalammu’alaikum, @mas Aricloud
    Orang sekaliber mas Agus Mustofa, kalau menelurkan buku tentang Al Qur’an dengan Teori Fisika-Nuclear….
    Bahagia rasanya saya membacanya :D

    Wassalam, Haniifa.

  118. Anonymous said

    ALLAH ,DIALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR,, YANG AKAN HIDUP SELAMA LAMANYA ,,,,,, YANG LAIN DARI ALLAH ADALAH MAHLUK,YANG SIFAT MAHLUK ADALAH FANA,TERMASUK AKHIRAT,DUNIA,,,,

  119. haniifa said

    ALLAH ,DIALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR,, YANG AKAN HIDUP SELAMA LAMANYA ,,,,,, YANG LAIN DARI ALLAH ADALAH MAHLUK,YANG SIFAT MAHLUK ADALAH FANA,TERMASUK AKHIRAT,DUNIA,,,,

    SETELAH DUNIA INI KIAMAT… MAKA SELURUH MAHLUK CIPTAAN ALLAH SWT AKAN HIDUP ABADI : ADA YANG DI JANNAH (baca:syurga) ADA YANG DI NERAKA
    _________________________________________________
    YAA ALLAH… RABBIL ‘ALAMIN.
    SEJAHTERKANLAH “KAMI” DIDUNIA,
    JADIKANLAH “KAMI” PEWARIS SYURGAMU,
    DAN JAUHKANLAH “KAMI” DARI SIKSA API NERAKA, AMIN.

    _________________________________________________

    Subhanallah…
    Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat, do’a-do’a hamba-hambaNYA

    Wassalam, Haniifa.

  120. haniifa said

    Tambahan:

    Al Qur’an surah Al Ikhlas (QS 112:1)
    1. Qulhu wa Allahu Ahad
    (Katakanlah: ALLAH itu ESA)
    2. Allahush shamad
    (Segala sesuatu bergantung kepada Allah)

    Kesimpulan :
    Siapa masuk syurga dan siapa masuk neraka… Semua tergantung ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.

    To be continue…

    Wassalam, Haniifa.

  121. Anonymous said

    HAAA…3x sujudkah kita jika gak ada surga&neraka

    • surga neraka said

      @anonymous

      HAAA…3x bisa berfikirkah anda jika tidak punya otak?

      ~~intinya anda memikirkan sesuatu yang tidak mungkin.

  122. mu'ad syhuri said

    saya sependapat dengan karya agus mustofa, karena beliau lebih mengedepankan sains yang dapat diterima oleh akal kita.

    • surga neraka said

      @mu’ad

      semoga anda tidak sholat subuh sebanyak 100 rakaat, karena mungkin saja sains atau akal anda mengatakan sholat subuh 100 rakaat lebih baik dari 2 rakaat.

      ~~intinya tidak semua bisa diterima dengan akal.

      • langit said

        shalat 100 rakaat tidak bisa diterima akal,,
        jadi ga saya lakukan,,
        hehehe, piss ya om, jangan marah2
        alhamdulillah

  123. mu'ad syhuri said

    saya sependapat dengan karya agus mustofa, karena beliau lebih mengedepankan sains yang dapat diterima oleh akal kita.

  124. mu'ad syhuri said

    saya sependapat dengan karya agus mustofa, karena beliau lebih mengedepankan sains yang dapat diterima oleh akal kita.

  125. dinar kusumaningsih said

    sampai detik ini, buku Agus Mustofa yg paling bisa sy pahami dibanding buku2 Islam lainnya. Krn menarik n konstruktif cara pandangnya. Apalagi beliau bisa membuat benang merah antara Quran n sains. Good!. Terus terang, sama sekali g menganggu keimanan sy, malah membuat sy makin cinta pd Allah. Tq Pak Agus, terus berkarya!

  126. 212 said

    ya pa hanifa kok gak dijawab?
    HAAA…3x sujudkah kita jika gak ada surga&neraka.KOK IYA IYANYA SURGA MAU MENYAINGI ALLAH YANG KEKAL,,, HANYA ADA SATU YANG KEKAL
    .ALLAH,,,,,,,,,,,,,,,,,

  127. ariyanto djafar said

    asslmkm wr.wb.
    subhanallah..komemtar anda bagus2 tuch, yang se7 n yg enggak, karna bagi yg se7 akan sangat bermanfaat bahkan multi manfaat. bagi kwn2 yang merasa TERSENGAT dgn bk2x ust. agus.. ada baikx dibaca lagi dengan hati yang bening dan pemikiran jernih n cerdas. karna ust. agus menyuguhkan tulisnx lwt diskusi, tasawuf modrn n bentukx serial..jadi kalo toch dkm slh 1 bukux banyak yang mnrut qt aneh,brsebrangan, atw apalah istilahx,,,ada baikx qt bersabar n tunggu penjabaranx dbuku yg lain. dan yg lebih pnting qt sama2 kembali pd alQuran..naaahh disini masalahx, kadang, jujur aza… qt juga kurang mmbacax apalagi mempelajarix.

    so…pdhl berulangX ust. agus mengingatkn agar qt semua tidak membaca ayat2 Allah Ta’ala secara sepotong2..krn ayat2x merupakn 1 ksatuan…oh yach apa kwn2 yg suka “kritisi” udah bc bukux ‘MEMAHAMI ALQUR’AN DGN METODE PUZZLE”…?

    Dsisi lain..apa kwn2 yg sk kritik jg sdh s4 baca, atw dengar kajian dr ust. FAHMI BASYA?…cb aza bandingkan kajianx dgn ust. agus pasti kesanx bahwa utk orang2 or ilmuan or ulama /ti mereka membc,mmhami,mgkaji AlQur’an dgn cara YG TDK BIASA…

    ok…insya Allah Qt semua dlm bimbinganNya….

  128. ariyanto djafar said

    bismillah…asslmkm wr.wb.

    sebenarx…polemik ttg kekekalan surga & neraka udah terjadi pada pemikiran ulama2 terdahulu, demikian juga tentang status “kemunculan” adam a.s apakah adalah memang manusia pertama atau ‘pnerus’..(cobalah ikuti kajianya dlm tabloid ALKISAH bbrapa edisi yang lalu) atw anda prnah mmbc tafsirx Al Maraghi ttg Q.s Al baqarah :30 dst, ttg “kehebohan kmunculan adam”? jadi..qt semua klo blh jgn trlalu cepat narik ksimpulan, karna kebenaran mutlak ada pada Allah yang tertuang dlm kitabNya.. n pada rosulNya juga Sedangkn yang telah qt pahami (dgn sudut pandang yang berbeda) adalah kebenaran yg sifatnya “relatif”, beruntung klo benar, tambah benar, semakin benar dan akhirnya akan terus menuju kepada Dia Yg Maha Benar… kalo sebalikx…????

    apa yang qt komentari ttg isi bk TERNYATA AKHIRAT TDK KEKAL, arifnya qt sinambungkan dengan penjelasan dibuku2 yang lainx..agar qt bisa memahami apa sebenarx ‘jalan pikiran’ ust. agus…

    sekarang buku ust. agus ttg tasawuf udah yg k-21 ” MEMBONGKAR 3 RAHASIA “, sdgkan yg berhubungan dengan basicnya udah ada INDONESIA BUTUH NUKLIR & NUKLIR DI INDONESIA.

  129. jerrynindra said

    asslm alkm wr.wb
    hai pak ustasd masih ada waktu untuk bertobat pada ALLAH janganlah menulis buku yang membuat kontroversi apalagi sifatnya bisa menjurumuskan ummat.
    kami masih yakin dan percaya sepenuhnya pada ajaran beliau RASULULLAH S.A.W ketimbang mendengar atau membaca seluruh tulisanmu,mendengar judulnya saja hati saya bergetar kok ada ustasd yang bisa saja sesat karena ilmunya padahal ilmunya itu sendiri pemberian dari ALLLH S.W.T , SEBENARNYA APA YANG KAMU CARI PAK USTASD , kalau kepingin nulis buku yamg benar sajalah niscaya cepat laku juga asalkan menarik ,

    • M.a hidayat said

      cobalah baca baru kritik…saya mbaca tapi saya ngak terjerumus dalam apapun selain semakin menguatkan keimanan saya kepada Allah,akhirat,Nabi,Al Quran dan Qadar…

  130. Nono Sutisno said

    Penapsiran itu tidak ada yang pasti, bukan penapsiran namanya kalau harus pasti. Toh orang lain yang bukunya/pendapatnya kita anggap benar juga hasil penapsiran. Di level Mazhab juga masih terjadi perbedaan pendapat. Apa perlu kita meyuruh tobat kepada mereka yang beda pendapat. Hanya Allah yang pasti.

    tidak perlu saling menyalahkan, tapi perbedaan yang ada bisa slaing melengkapi.

    • surga neraka said

      @nono sutisno

      maslaahnya penafsiran Bpk agus mustofa berdasarkan akalnya, sedangkan penafsiran ulama-ulama yang mashyur berdasarkan hadits nabi dan riwayat sahabat, jelas beda lah bobot kebenarannya. Kecuali anda menganggap Bpk agus mustofa ini lebih mengenal islam dari pada Nabi dan sahabatnya.

  131. Wirasno DW said

    Askum. Menulis itu tidak mudah. Marilah kita beradu argumen dengan saling menulis, baik buku atau di media umum. Biar masyarakat yang menilai. Bukankah menulis yang baik-baik sama juga dengan membagi ilmu dan pengalaman, tentunya dengan persepsi masing-masing penulis. Mungkinkah itu juga suatu sadaqah. :-))

  132. Abu Musa As Salafy Al Makassary said

    mustofa HATI_HATI DALAM MENAFSIR AL QUR’AN

    LIHAT SURAH AL A’LAA AYAT 17

    DIMANA ALLAH BERFIRMAN “SEDANG KEHIDUPAN AKHIRAT ITU LEBIH BAIK DAN LEBIH KEKAL”

    MASIKAH KITA MENDUSTAKAN DAN MENAKWILKAN AYAT ALLAH

    SUBHANALLAH
    BERTAUBATLAH AGUS MUSTOFA

    INGAT BERFATWALAH DENGAN ILMU
    BUKAN DENGAN AKAL YANG SESAT!

    DAN ILMU ITU DARI AL QUR’AN DAN AS SUNNAH

    • SALAF EDAN said

      JANGAN SEMBARANGAN MENUDUH ORANG SESAT !!!!!
      BIASANYA MALING ITU TERIAK MALING….
      AGUS MUSTOFA SAJA NGGA PERNAH MENGATAKAN SESAT WALAUPUN TIDAK SEPAHAM….
      AKU SUDAH HAFAL ORANG YANG SUKA NGECAP YANG BEDA PAHAM YA ITU ORANG2 SALAF … WAHABI…

      SUBHANALLAH….
      MAAFKAN AKU YANG KEBAWA EMOSI… KARNA AKU MANUSIA BIASA.. TAPI AKU NGGA PERNAH MENGATAKAN ORANG YANG TIDAK SEJALAN/SEPAHAM ITU SESAT…

      • surga neraka said

        @salaf edan

        Abu Musa As Salafy Al Makassary mengatakan Bpk agus mustofa sesat karena dalil alquran surat al a’laa ayat 17

        kalo anda beragumen dalilnya apa?

      • surga neraka said

        @salaf edan

        Abu Musa As Salafy Al Makassary mengatakan Bpk agus mustofa sesat karena dalil alquran surat al a’laa ayat 17

        kalo anda beragumen dalilnya apa? bisikan setan? marah-marah kan bisikan setan ya? piss

      • VIk said

        @ Abu Musa
        “SEDANG KEHIDUPAN AKHIRAT ITU LEBIH BAIK DAN LEBIH KEKAL”. Lebih kekal kan mas? BUKAN KEKAL!!.

  133. Anonymous said

    intinya agus mustofa itu orang ga waras…. kasihan deh pengikutnya weeee… 100X

  134. Agus Mustogog said

    siap-siap masuk neraka Oke…! ga ada cara lain bikin sensasi guss?

  135. TOMBAK MOHABBATEIN said

    SAYA YAKIN BAHWA DIDUNIA INI MASIH AKAN ADA PARA WALI ALLAH, YANG SENANTIASA MENJABARKAN APA SEBENARNYA HAKIKAT HIDUP INI…

  136. haniifa said

    Saya sudah ketemu wali Allah, waktu nikah dulu… mertua laki-laki :D

  137. ata said

    Assalamu alaikum wr. wb
    Saya sependapat dengan pemikiran-pemikiran agus mustafa
    karena tulisannya saya semakin percaya dengan kebenaran alquran
    sungguh suatu karya maha agung yang tidak seorangpun bisa membuatnya selain Allah SWT.
    Tidak usah saling menyalahkan pemikiran orang lain
    yang terpenting adalah apakah secara pribadi kita telah mengenal Allah ataukah belum….
    Jika kita telah mengenal Allah, maka jelaslah kesemuanya
    Tanpa tanya dan ragu
    sehingga kita masih mau membanding-bandingkan pemikiran kita dengan orang lain. itu tandanya kita masih ragu dengan keyakinan kita….

    • surga neraka said

      @ata

      jika ada yang benar katakan benar, jika ada yang salah luruskan. Jangan kesesatan dibiarkan. Patokan kebenaran cuma satu, alquran dan hadits sahih.

      • VIk said

        “Patokan kebenaran cuma satu, alquran dan hadits sahih.” Satu apa dua mas? :). Setuju mas AlQuran dan Hadits Sahih. Tapi apakah hadits yang anda gunakan sahih????

  138. Amir said

    Hamba ALLAH yang mulia, pro & kontra dalam setiap masalah adalah wajar. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan, saya sangat tertarik membaca buku2 pak Agus M. Buku buku beliau adalah salah satu yang mampu menunjukkan bahwa Islam itu bukan hanya agama ritual belaka. Kalau kita sepakat bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Aalamiin, berarti al-Qur’an itu sangat ilmiah dan harus dikaji dikaji dan dikaji. termasuk keberadaan akhirat, kalau dihubungkan dengan film Harun Yahya tentang planet dapat kita simpulkan bahwa ternyata semua planet yang diciptakan ALLAH hanya ada 1 planet yang bisa di huni oleh mahkluk hidup. yaitu “Bumi”

    pak Ust. teruslah berkarya untuk hamba2 ALLAH yang lain.

  139. haniifa said

    @Mas Amir
    Yang saya bingung, apa Pak Agus Mustofa yang bingung… ?!

    Kata beliau Akherat tidak kekal, tapi beliau sebagai fisikawan pasti percaya dengan hukum ke-KEKAL-an ENERGI :D

  140. ariari said

    saya kira membaca karya agus mustofa lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya
    hati manusia sangatlah lemah dan godaan setan sangatlah kuat
    apakah Allah menurunkan ayat-ayatnya untuk kita kritisi?
    apa gunanya kita berdzikir Allahu Akbar bila kita masih belum merendahkan diri kita di hadapanNya?
    pemahaman yang salah menjadi amalan yang salah, amalan yang salah akan tertolak dan menjurus pada kesesatan, kesesatan akan berbuah siksa neraka… masih mau coba-coba karena neraka “tidak kekal”?

  141. Anonymous said

    manusia > hidup
    lalat > hidup
    gajah > hidup
    dunia > hidup
    malaikat > hidup
    ALLAH > maha hidup

    manusia > nyata
    lalat > nyata
    gajah > nyata
    dunia > nyata
    malaikat > nyata
    ALLAH > maha nyata

    ihya ulumuddin > imam algazali

  142. haniifa said

    Energi juga Nyata dunk… :D
    Energi KEKAL dari Allah subhanahu wa ta’ala kelak Akherat tentu SANGAT NYATA

  143. tarmudi said

    Asslamkum.wr wb untuk mengetahui mana yg kekal coba buka alquran surat almu,minun 13-15 pencitaan manusia jasad yg tidak kekal kemudian di tiupkanyan rohku ini yg kekal terus di lanjutkan dgn hadist yg berbunyi Man arofanafsahu faqod arofa hobbahu ( barang siapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya )trikasih semoga semakin kita kritisi semakin kita tidak fanatik wasalam

  144. tarmudi said

    anak adam semuanya coba hayati sifat 20 kenapa hanya 20 sifat Alloh itu maha jd sebetulnya untuk sipa ?pokoknya saya dukung usdt agus mustopfa

  145. haniifa said

    Lalu kalau bayi yang prematur… apa nggak punya roh ?!
    Apakah @Mas Tarmudi yakin bayi prematur yang wafat kenal dirinya ?! :D

  146. Amir said

    Mas Tarmudi, saya sepakat dengan anda – sepertinya sahabat ini memahami kajian spritual tingkatan hakikat…….dst…?

    Haniifa,
    Saya tertarik dengan bayi yang wafat prematur, kita sepakat bahwa ALLAH SWT meniupkan ruh-NYA terhadap janin yang sudah berumur 4 bulan 10 hari ketika masih dalam kandungan. Sejak itu maka sang bayi tersebut sudah mengenal dirinya…..

    Kita tidak perlu mengatakan siapa yang bingung dalam kajian ini…, kalau kita cermati buku2 beliau diantaranya “TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL; BERSATU DENGAN ALLAH” dst tidaklah cukup dengan mengandalkan kemampuan intelektual semata, tapi lebih dari itu adalah kemampuan spritual juga dibutuhkan untuk memahami buku2 tersebut…………

    dan yang saya cermati dalam diskusi ini adalah kita hanya terfokus pada judul bukunya saja padahal isi buku itu banyak sekali mengungkapkan intelektual Islam. Misalnya kenapa bumi harus mirin 23.5 derajat, kenapa bumi itu harus berputar pada dirinya sendiri, kenapa harus ada atmosfer….. dst. bagaimana seandainya jarak matahari dan bumi itu berubah menjauh atau mendekat… dibandingkan dengan kajian akhir2 yang kebanyakan berupa doktrin tentang neraka, mengkafirkan orang lain, menyesatkan orang lain hanya karena kelompok kajian kita berbeda….

  147. haniifa said

    @Mas Amir
    Saya tertarik dengan bayi yang wafat prematur, kita sepakat bahwa ALLAH SWT meniupkan ruh-NYA terhadap janin yang sudah berumur 4 bulan 10 hari ketika masih dalam kandungan. Sejak itu maka sang bayi tersebut sudah mengenal dirinya…..

    Mohon dijelaskan jika tidak keberatan bagaimana konsep “mengenal dirinya sendiri” pada bayi, maaf kalau tidak salah rukun iman dan islam berlaku pada saat orang menjadi aqli baligh, bukan ?!

    Soal Pak Agus Mustofa mohon maaf sepertinya beliau terlampau gegabah mengkorelasikan ayat-ayat Al Qur’an, silahkan @mas Amir pelajari artikel berikut ini:

    http://haidarrillah.wordpress.com/2008/03/28/lho-kok-nabi-adam-dilahirkan-dari-mahluk-hidup-lain/

    Wassalam, Haniifa.

  148. Hamba Allah said

    kekalan Surga itu Firman Allah, tapi Allah yang memberi kekekalan kepada surga karena Allah Maha kekal dan tidak ada lagi mahkluk ciptaan Allah yang kekal tanpa kehendak dan ridho Allah

  149. Subhanallah
    kekalan surga adalah firman Allah,
    Allah yang memberikan kekelan pada surga
    karena Allah maha kekal
    tidak ada makhluk yang lebih kekal dari Allah
    Allah pencipta alam semesta termasuk surga

  150. wandy said

    Subhanallah…setelah saya membaca buku2 nya Agus Mustofa, banyak pemahaman Islam yang lurus….

  151. haniifa said

    ….setelah saya membaca buku2 nya Agus Mustofa, banyak pemahaman Islam yang lurus….
    PEMAHAMAN ISLAM LURUS KE KIRI !? :D

    Kalau saya setelah membuang fikiran kotornya Agus Mustofa, pemahaman ISLAMnya jadi lebih LURUS ke KANAN… Insya Allah saja termasuk GOLONGAN KANAN.

    Wassalam, Haniifa.

  152. Amir said

    Sahabat Haniifa,

    Mengenal diri sendiri pada bayi tidaklah berbeda pada orang dewasa, hanya saja bayi itu tidak punya hijab dengan ALLAH karena qalbunya masih bersih dari segala kemaksiatan. Saya bukan pintar dalam hal gajian Islam — Hemat saya bahwa konsep untuk mengenal diri sendiri berawal dari pemahaman syahadat secara benar — bukan menterjemahkan syahadat. Unfortunately, tidak cukup waktu untuk membahasnya melalui media ini. Pada intinya janganlah cari kebenaran itu diluar diri anda karena dia berada di dalam diri anda….?

    terkait Ust. Agus Mustofa, mohon janganlah menanggapi beliau dengan negative… kalau beliau salah dalam mengkaji dosanya buat dia dan kalaupun dia benar, maka kebaikannya juga buat dia……

  153. haniifa said

    @Mas Amir
    Terimakasih atas peringatannya, jujur saja saya hanya mengimbangi, soal negative atau positive thinking saya kira tergantung perspektif orang yang membacanya, dan silahkan @Mas Amir review lagi komentar saya dengan pemilik blog ini.

    Assalammu’alaikum, mas Ari
    haniifa berkata
    Mei 25, 2008 pada 10:36 am

    Assalammu’alaikum, mas Ari
    Orang sekaliber mas Agus Mustofa, kalau menelurkan buku tentang Al Qur’an dengan Teori Fisika-Nuclear….
    Bahagia rasanya saya membacanya :D
    _________________________________

    RESPON @MAS ARI
    _________________________________
    aricloud berkata
    Mei 26, 2008 pada 8:25 am

    @haniifa
    wa’alaikum salam wr. wb.
    benar mas, bukan berarti beliau tidak boleh menulis hal-hal lain, namun akan lebih kredibel kalau beliau menulis sesuatu yang memang terkait langsung dengan bidangnya..
    pun demikian buku-bukunya asik untuk dibaca, melihat cara pandang yang berbeda dari umumnya.

    Wassalam, Haniifa.

  154. cahya said

    Assalammu’alaikum,
    wa’alaikum salam wr. wb.

  155. haniifa said

    @Mas Ari
    Sekedar refresh dashboard… :D

    http://haniifa.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-alquran-dibalik-huruf-hijaiyah/

    Syukron, Haniifa.

  156. agus widodo said

    yang belum baca baca dulu nggihy jangan asal komentasr ok!

  157. Anonymous said

    seperti kata agus mustofa, saya tidak setuju kalau sesuatu yang ilmiah itu tidak agamis.saya yakin koq sesuatu yang agamis itu pasti ilmiah dan sesuatu yang ilmiah itu agamis.apapun bentuk adam dahulu itu hanyalah gambaran masa lalu yang hanya perlu untuk dipetik makna dari cerita itu.tau sendiri kan kalau quran itu penuh arti makna dan kiasan?apapun tafsir dari orang yang mengartikannya itu semua hanya demi untuk dipetik pelajaran dan makna dari dalamnya.semua jadi ga berguna kalau syariat-syariat agama dimanipulasi hanya untuk nafsu duniawi aja.apapun agamanya semua kembali pada hati nurani.tanpa hati nurani apapun yang diperintahkan agama hanya akan jadi alat pemuas nafsu duniawi manusia

  158. haniifa said

    Al Qur’an, Insya Allah dijamin ilmiah selama jelas mengkorelasikannya.
    Injil sekarang sudah tidak ilmiah lagi, silaken klik dibawah ini:

    http://haniifa.wordpress.com/2009/05/18/injil-ku-sudah-tidak-asli-lagi/

  159. haniifa said

    Buat penggemar Agus Mustofa, niih tak terbantahkan secara matematis… :D

    http://haniifa.wordpress.com/2008/03/15/al-quran-mengenalkan-operator-logical-baru/

  160. Akal atau intelektual manusia berkembang sangatcepat dan luar biasa, tetapi tidak diikuti dengan perkembangan emosionalnya, spiritual , sosial dan fisiknya. Mari kita kritisi tulisan pak agus tersebut tidak hanya dengan kecerdasan akal atau intelektual saja, tetapi dengan kecerdasan yang lain yang kita miliki.

    Wassalam

  161. haniifa said

    @Sesama hamba
    Penggemar Agus Mustofa yang kebingungan :
    1. Akherat tidak kekal… :D tapi percaya kekekalan ENERGI
    2. Tidak ada siksa kubur… :D tapi percaya ada siksa non fisik, atau mental di alam kubur.

    Hua.ha.ha.

  162. Henvel said

    saya setuju dan sependapat dengan agus mustofa tentang adam bukan manusia pertama tapi dengan analisa yang berbeda. mari kita analisa dengan fikiran yang jernih. pada surat 7/189-190 DIA-lah yang menciptakan kamu dari satu diri, dan menjadikan dari padanya zaujaha untuk tinggal padanya. Ketika dia menutupinya maka hamillah dia dengan kandungan ringan, berlalulah dia dengan itu. ketika telah memberat, keduanya bermohon pada TUHAN mereka: Jika ENGKAU beri kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang bersyukur.” Setelah DIA memberi anak yang saleh keduanya menjadikan sekutu bagi-NYA pada apa yang telah dianugerahkan ALLAH kepada mereka itu. Maka maha tinggi ALLAH dari apa yang mereka sekutukan.
    Pada keterangan diatas ALLAH menciptakan kita manusia ini dari satu diri atau dari satu orang. inilah manusia pertama diciptakan, kemudian menjadikan pasangannya,kemudian hamillah istrinya, dan mereka bermohon pada ALLAH minta anak yang saleh, tapi apa yang terjadi, setelah diberi anak yg saleh mereka menjadikan sekutu bagi ALLAH. dan silahkan dibuka surat 4/48. bahwa ALLAH tidak akan mengampuni dosa yg telah mempersekutukannya. disinilah fikiran kita buka apakah dia Adam? tentu tidak mungkin, karena tidak mungkin Adam mempersekutukan ALLAH. Pada QS 3/59 Bahwa permisalan (kejadian) Isa disisi ALLAH seperti Adam DIA menciptakan dari sari tanah, kemudian DIA katakan “Adalah” maka adalah dia.

    jelas sekali pada ayat ini bahwa kelahiran Adam dan Isa itu sama, ilmu kedokteran menyebutnya parthenogenese yaitu kehamilan perempuan tanpa persetubuhan, sama seperti kambing kacang yang menggesek-gesekkan badannya bisa membuat hamil. Jadi Turab adalah saripati yang terdapat dalam tanah (waduh kalau diterangkan panjang sekali) jadi jelas pada ayat 3/59 kelahiran Isa dan Adam sama-sama dari saripati tanah dan sama-sama dilahirkan oleh seorang ibu. sayang terjemahan umum Pada ayat ini khalaqahuu min turabin menambahkan kata Adam sehingga mengaburkan arti yang sebenarnya. kalau Firman ALLAH menyebutkan poses kelahiran Adam dan Isa sama kemudian kita belokkan, karena pemahaman selama ini yang tertera di Al-Kitab pada surat kejadian pasal 2 ayat 8-25, anehnya berita ini mirip dengan hadis tetapi bertentangan dengan Al-Quran. ini haruslah kita renungkan, karena tidak mungkin Hadis bertentangan dengan Al-Quran. kalau terjadi pertentangan berarti Hadisnya palsu, masak hadis lebih cocock dengan Al-Kitab aneh nggak. Jadi siapakah manusia pertama menurut Al-Quran? anda pahami dulu QS. 114-115 bacalah berulang-ulang nanti kita sambung lagi setelah anda pahami oke choy, jangan tegang menganalisa Al-Quran santai aja lagi, ndak usah ngoto-ngototan merasa lebih benar sendiri, Al-Quran itu untuk difikirkan bukan diperdebatkan,bukalah hati dan fikiran wahai saudaraku bahwa suatu Agama selain berwawasan normatif atau ideologis harus juga berwawasan kognitif atau intelek,agar agama itu terhindar dari proses pembusukkan. Itulah yang akan membuatnya mampu bertahan dan merespon setiap tantangan perubahan sosial dalam skala apapun secara masuk akal, untuk ini mari kita buktikan bahwa agama Islam itu logis dan rasional….oke my bro, nanti ane sambung lagi.

    • Anonymous said

      Adam artinya dari Tidk ada menjadi ada = Adam, dialquran di katakan bahwa proses penciptaan Adam sama dengan Nabi Isa, artinya sama2 keluar dari Rahim Ibu, walaupun tanpa Ayah. jadi Adam ssunguhnya dilahirkan, melalui rahim ibu, nggak mungkin dari tanah lalau kun fayakun jadi, mestinya dengan suatu proses.

  163. haniifa said

    Saya setuju Nabi Adam a.s bukan manusia pertama tapi Khalifah pertama… :D

    Oh ya… hebatnya Agus Mustofa adalah nyomot ayat se-enak udel :P

    @Henvel, baca dulu gih ini:

    http://agorsiloku.wordpress.com/2007/06/03/lho-kok-nabi-adam-dilahirkan-dari-mahluk-hidup-lain/#comment-22894

  164. [...] dan cukup menjadi perdebatan yang sengit tapi mengasikan. Berikut ini saya ulas penafsiran yang kurang  komprehensif baik @Mas Aricloud maupun @Mas Agus Mustofa pada Surah Al ‘Araaf ayat 189 هُوَ الَّذِى [...]

  165. Henvel said

    sori mybro pada no 162 ane suruh renungi Qs 114-115, ini baru ayatnya suratnya yg ke enam tepatnya Qs 6/114-115. sebelum anda baca ini baca dulu yg ane minta. oke… mari kita lanjut.buat mas Hanifa ndak baik lho kita mencak-mencak, kalau ndak ada Agus Mustofa begitu wah ndak rame kita nich, dengan adanya buku beliau kita akan kembali membuka pola fikir baru, dan semangat kembali membuka firman ALLAH iya nggak? mengenai manusia pertama mari kita analisa surat 4/1;
    disinilah kunci sebenarnya yang harus kita pahami. coba simak kata min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minhaa zaujaha. arti dari zauja adalah pasangan juga sama dengan zaujii dan zaujuu apa bila dia bersandarkan pada HA berarti pasangan perempuan dan kalau dia bersandarkan pada HU berarti pasangan lelaki. jadi zaujaha itu artinya pasangan perempuan yaitu suaminya, disambut kata sebelumnya wahidah bukan wahidin kemudian ditambahkan lagi dengan kata minha bukan minhu. wahidah perempuan wahidin laki-laki, minha darinya perempuan, minhu darinya lelaki. Dimana didapat arti sebenarnya adalah suaminya, yakni Al-Quran sendiri QS 58/1 seorang perempuan yang membantah suaminya (Zaujihaa). jadi apabila kita terjemahka pada bahasa Indonesia arti dari QS 4/1 adalah; Wahai manusia Taqwalah pada TUHAN-mu yang menciptyakan kamu dari satu diri dan menciptakan dari padanya suaminya, dan membiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak. Taqwalah pada ALLAH yang kamu sama meminta pada-NYA dan kasih sayang. Bahwa ALLAH adalah penjaga atasmu.
    oke jelas mybro, Al-Quran memang menggelitik fikiran bukan? jadi jelaslah manusia pertama itu perempuan bukan lah lelaki dan dalam penelitian ilmuwan juga sperti itu sama dengan Al-Quran tidak sama dengan Alkitab bahwa manusia pertama itu lelaki yaitu Adam dan memang aneh kok sama dengan hadits, yang jelas manusia pertama itu dan suaminya menyekutukan ALLAH pada QS 7/189-190 ini fakta dari Al-Quran. tapi sebagai manusia pertama di Bumi memang Adam sekaligus sebagai khalifah pertama. oke saudaraku nanti ane sambung lagi kita telusururi dari mana manusia pertama itu dan Adam tidaklah dari sorga seperti yang kita pahami selama ini, eit tunggu ane ada tamu.

  166. haniifa said

    @Mas Henvel
    Jangan lupa bro…
    SATU SUHUF (‘ain/hamzah) := dari ayat 189 sampai dengan 206

    Wassalam, Haniifa.

  167. haniifa said

    @Mas Henvel
    Al Qur’an QS 7:189
    Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.

    Al Qur’an QS 7:199
    Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    Al Qur’an QS 7:190
    Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
    __________________________
    1. Mereka (QS 7:190) := min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minhaa zaujaha
    jadi mereka BUKAN ADAM dan HAWA… Oke. :P

    2. Telepas dari kontek zaujii dan zaujuu apa bila dia bersandarkan pada HA berarti pasangan perempuan dan kalau dia bersandarkan pada HU berarti pasangan lelaki.@Mas Henvel
    Maaf @mas bahas sedikit-sedikit aja, sebelum ngawur kemana-mana ok ?!
    Kembali pada tulisan @mas sendiri:
    saya setuju dan sependapat dengan agus mustofa tentang adam bukan manusia pertama tapi dengan analisa yang berbeda. mari kita analisa dengan fikiran yang jernih. pada surat 7/189-190 DIA-lah yang menciptakan kamu dari satu diri, dan menjadikan dari padanya zaujaha untuk tinggal padanya.
    _______________
    Catatan :
    QS 7:189, satu ‘ain-nya adalah ayat 206
    _____________________
    Al Qur’an QS 7:189
    Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.

    Al Qur’an QS 7:199
    Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    Al Qur’an QS 7:190
    Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
    __________________________
    1. Mereka (QS 7:190) := min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minhaa zaujaha

    2. Telepas dari kontek zaujii dan zaujuu apa bila dia bersandarkan pada HA berarti pasangan perempuan dan kalau dia bersandarkan pada HU berarti pasangan lelaki.

    3. Baca mengenai “Wahidatan” disini baru kita ngobrol lagi, saya sendiri nyantai aja kok….. syukur kalau @mas bisa panggil beliau sekalian. :D

    http://haniifa.wordpress.com/2009/04/24/super-miracle-19-qs-al-faatihah/

    Atau…

    http://haniifa.wordpress.com/2009/04/29/alasan-mengapa-jumlah-istri-hanya-4/

    _________________________________
    Sekalai lagi jangan lupa bro…
    SATU SUHUF (‘ain/hamzah) := dari ayat 189 sampai dengan 206

    Wassalam, Haniifa.

  168. haniifa said

    @Mas Henvel
    Bagaimana @mas, sudah baca ?!
    Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat ( QS 42:8 )

    Ja’alahum := menjadikan mereka
    umatan wahidatan := umat satu kaum/golongan

    so….( QS 7 : 189 )
    khalaqakum := menjadikan kamu
    min nafsiw wahidatiw = dari kaum wanita
    khalaqa minhaa zaujaha = dijadikan pasanganmu

    Suami bisa PERPASANGAN dengan 2, 3, atau 4 atau hanya seorang dari “KAUM WANITA”.

    Esensinya bukan “SEORANG WANITA” tapi “KAUM WANITA”, jadi sangat keliru jika @mas berpendapat manusia pertama adalah wanita.

    Wassalam, Haniifa.

  169. [...] rasa komentar rekan ini, tidak menyadari kekeliruan penafsiran yang diperoleh dari rujukan beliau [...]

  170. Henvel said

    Mas Hanifa disinilah masing-masing pemahaman yang berbeda, bagi saya di QS 4/1 jelas ALLAH berfirman pada seluruh manusia bahwa kita ini berasal dari seorang wanita, kalau dari lelaki pastilah ayat itu akan berbunyi min nafsiw wahidim minhu zaujuhu, bagi saya Adam itu bukanlah manusia pertama dg dasar QS 3/59. bagi saya seluruh planet ini bermanusia yg berasal dari satu diri tadi. kalau Mas Hanifa beranggapan Adam adalah manusia pertama alangkah sia-sianya ALLAH menciptakan planet yang jauh lebih besar dari pada Bumi, apakah Mas Hanifa pingin bukti dari firman ALLAH bahwa seluruh plamet ini bermanusia? Al-Quran itu memang pengetahuan didalamnya sangat luar biasa, kita tidak bisa mengatakan pendapat kita yg paling benar, karena Alquran itu akan dibuka pengetahuannya sesuai zamannya. siapa mereka yaitu para ulul albab. jadi kalau ada saudarakita yang berpendapat lain dari kita jangan dihujat, mari kita kritisi sesuai ilmu yang kita dapat, bukankah begitu mybro?

  171. haniifa said

    @Mas Henvel

    Pertama:
    kalau Mas Hanifa beranggapan Adam adalah manusia pertama alangkah sia-sianya ALLAH menciptakan planet yang jauh lebih besar dari pada Bumi

    Apakah @mas Henvel tidak membaca postingan saya ?!
    Nabi Adam a.s bukanlah manusia pertama “dimuka bumi ini”.
    ________________________
    Kedua:
    kalau dari lelaki pastilah ayat itu akan berbunyi min nafsiw wahidim minhu zaujuhu
    Kata “Wahidatan” banyak tersebar pada Al Qur’an dan Hadits, salah satunya ayat berikut :

    Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang dzalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong. (QS 42:8)

    Surah Al Faatihah disebut juga “Wahidah Sab’atun” atau ada juga penulisan dengan “Sab’un Wahidun”.

    Apakah “Wahidah” bentuk singular ?!

    Katakanlah Allah itu Ahad := Allah itu singular dan tiada duanya.
    so…
    Allah wahdah (QS 40:12)
    billahi wahdah (QS 40:84)
    Rabbaka fil Qur’ani wahdah (QS 17:46)… Al Qur’an singular dan tiada duanya.

    Kembali ke (QS 42:8) =
    Ja’alaHUM artinya dijadikan MEREKA
    umatan “wahidatan” artinya “satu umat”, “satu kaum”, “satu keselarasan”, “satu golongan”… JAMAK BUKAN ?!

    Wassalam, haniifa.

  172. Henvel said

    kalau di Bumi ini jelas Adam manusia pertama, tolong jelaskan disurat dan ayat berapa yang mengatakan Adam bukan manusia pertama atau ada ayat lain yang mengatakan seperti itu, sudah jelas Adam diturunkan dengan istrinya ke Bumi ini sesuai skenario ALLAH pada QS 2/30 yang hendak menjadikan Adam sebagai khalifah dimuka Bumi. marik kita beragumentasi dengan Firman yang telah ALLAH turunkan untuk kita analisa. sebetulnya tulisan Agus Mustofa bukanlah hal yg baru, karna jauh sebelum beliau sudah ada yang berpendapat demikian contohnya Su’ud Muliadi bukunya Makhlik angkasa luar& Alquran terbitan tahun 1993 juga buku Adam bukan manusia pertama mitos atau realitas tulisan ulama mesir dan yang lainnya. Kalau Mas Hanifa berpendapat sama dengan Agus Mustofa Adam bukan manusia pertama dibumi tolong saya ayat dan suratnya, jadi kita tidak mengada-ada begitu Mas

    wassalam

  173. haniifa said

    @Mas Henvel
    Kalau Mas Hanifa berpendapat sama dengan Agus Mustofa Adam bukan manusia pertama dibumi tolong saya ayat dan suratnya, jadi kita tidak mengada-ada begitu Mas
    Insya Allah, akan saya ulas…
    Agar diskusi kita tidak ngalor-ngidul termasuk soal buku-buku referensi, mohon samakan dulu presepsi kita bahwa :

    Seluruh manusia “lengkap” (mis:mempunyai mata, hidung telinga) sempat tidak turun kebumi kecuali dengan idzin Allah.

    Bagaimana ?!

    Wassalam, Haniifa.

  174. ifthitah said

    ass..

    dua orang saudaraku Hanf and hnvl…terimakasih banyak..jadi penasaran, maka saya jadi ga sabar untuk terus mengikuti pendapat panjenengan berdua, saya yang awam masih menunggu diskusi ini yang tentunya harus memiliki akhir dan kesimpulan..panjenengan berdua sudah cukup mumpuni didalam menafsifkan ( setidaknya menurut saya )..semoga makin mengerucut..bravo islam, jangan lupa , masih ada sebagian ummat kita yang belum bisa mengumandangkan panggilan sholat secara bebas di salah satu bagian timur negeri ini..

  175. haniifa said

    Wa’alaikum Salam @Ifthitah
    Tidak usah merendah…. di Islam kita semua sama, rukuk, sujud dan kiblatnya jadi jangan ragu untuk menegur, mengkritisi, bahkan kalau perlu menggunakan kata-kata vulgarpun tidak menjadi masalah selama diniati dengan ikhlas untuk meruncingkan alam fikiran kita pada pemahaman ayat.
    Sambil menanti @mas Henvel ada baiknya baca postingan ini:

    http://haniifa.wordpress.com/2009/05/26/nabi-adam-a-s-bukan-manusia-pertama-3/

    Jangan lupa koreksi saya jika salah… :D

    Wassalam, Haniifa.

  176. Henvel said

    Ass untuk semua pembaca, sori nich, buat mas Hanifa mana keterangannya tentang Adam bukan manusia pertama? ohya saya baca keterangan Mas di situsnya tentang QS 7/!89-190. dasar ayat ini adalah Qs 4/1. saya rasa jlas sekali Firman ALLAH pada ayat tersebut. klu kita sambung dg 7/191. ini jelas berbeda. klu Mas berpendapat ayat itu untuk bapaknya Nabi Ibrahim itu tidak relevan sama sekali. sdah jelas ALLAH memberi tahu tentang manusia pertama, apakah ini tidak pemaksaan namanya Mas?. jadi apa bedanya kita berbeda dengan Agus Mustofa wajarkan? saya bisa juga berbeda dengan Mas Hanifa dan dengan yang lainnya. contoh; semua terjemahan yang ada saat ini menyatakan arti dari sama’ pada QS 2/22 dengan langit. tapi saya tidak sependapat, mengapa? karena dari sama’ itu turun hujan. berati sama’ disitu artinya atmosfer, karena kita ketahui diluar atmosfer tidak ada hujan, ini argumentasi saya secara spesifik artinya sama’ pada ayat tsb. kalu kita artikan langit, apakah defenisi langit? kan gitu Mas. karena hujan itu pasti turun dari atmosfer. ini salah satu contoh. ohya Mas mana argumentasinya tentang manusia pertama? dari mana dia berasal? saya tunggu My bro.

    Wassalam

  177. haniifa said

    @Mas Henvel
    Pendapat kita berbeda tidak masalah @mas, justru ada perbedaan permukaan antara pisau dengan batu asahan membuat mata pisau semakin tajam… :D

    Sayangnya @mas tidak memjawab pertanyaan saya, jadi mohon maaf saya tidak bersedia menjawab semua pertanyaan @mas Hevel… bukan maksud merendahkan namun @mas rasanya tidak mampu menalar apa yang tersirat dan tersurat didalam Al Qur’an.

    Contohnya soal: terjamahaan SAMA’ adalah LANGIT.
    Menurut @mas:
    semua terjemahan yang ada saat ini menyatakan arti dari sama’ pada QS 2/22 dengan langit. tapi saya tidak sependapat, mengapa? karena dari sama’ itu turun hujan. berati sama’ disitu artinya atmosfer, karena kita ketahui diluar atmosfer tidak ada hujan

    Menurut saya tepatnya SAMA’ adalah LANGIT, karena “diluar atmosfir” turun HUJAN METEOR ribuan bahkan milyaran yang jatuh kebumi setiap saat.

    Wassalam, Haniifa.

  178. HENVEL said

    Mas hanifa
    Hujan meteor tidak sama dengan hujan air, karena QS 2/22 bercerita tentang hujan yang turun dari atmosfer. begitu juga 2/59, 2/144,5/112,6/35,99,125,7/96,11/44, dan banyak ayat lainnya. Sama’ berarti tatasurya yang terdiri dari satu bintang yang dikitari oleh planet-planet, termaktub pada QS 2/29,16/79,25/25,29/22,32/5,41/11,12,51/7,52/9,55/37,69/16,70/8,73/18 dan 82/1. Sama’ berarti benda amnkasa yang datang menimpa termaktub pada QS 6/6, 11/52 dan 71/11. Sama berarti semestaraya sebagai ‘Arsy, termaktub pada ayat3/5,10/61, 21/104,22/70,25/61.37/6.38/27,41/12,44/10, 50/6,67/5,16 dan ayat lainnya. jadi jelaslah tidaklah tepat jika semua istilah sama’ diartikan dengan langit. kalau kita memahami astronomi akan mengetahui apa yang dimaksudkan dalam firman tersebut.Begitu Mas Hanifa, kita berbeda bukan dalam melihat apa maksud firman ALLAH, tapi betul kata Mas banyak saya yg kurang nalar makanya saya banyak belajar. termasuk dari Mas dan yang lainnya. Alquran tidak akan pernah kering ALLAH akan membukasecara bertahap sesuai pengetahuan yang didapati, mengenai Adam adalah salah satu yang sangat menarik untuk dikupas, karena dia bukanlah berasal dari sorga, Insya ALLAH akan kita kupas nanti tentunya hanya dari Firman ALLAH agar tidal melenceng. saran untuk saudara-saudaraku yang seiman, apa bila kita memakai kata untuk sang pencipta hendaklah memekai huruf besar semua, contoh ALLAH bakan Allah, NYA bukan Nya dan DIA. ini saran saja toh sifat saran boleh diterima boleh tidak. Untuk ayat diatas kalau ada yang bertanya Insya ALLAH akan saya jawab. sori mybro mau gawe dulu, betul kata Mas Hanifa semakin digosok akan semakin tajam.

    Wasalam

  179. HENVEL said

    Saya sependapat dengan Mas Hanifa tentang manusia di 173

  180. AGUS MUSTOFA | PENDAPAT TENTANG AGUS MUSTOFA MENURUT KU

  181. haniifa said

    @Mas Henvel
    Subhanallah…
    Saya lengkapi buat yang lain, point-pointnya saja:
    Sari pati tanah -> tumbuhan, hewan -> manusia
    Ayah -> air yang hina (sperma) + ibu -> (ovarium)
    Ibu mengandung -> bayi 9 bulan lengkap -> lahir turun kebumi
    Lahir selamat -> Tentunya Idzin dari ALLAH.

    Mengenai “hujan meteor” saya kira terjadi proses gesekan dengan atmosfir terurai menjadi gas, selanjutnya bukan tidak mustahil terjadi kondensasi dengan awan cikal bakal air hujan ?!

    Selamat bekerja @mas Henvel semoga sukses.

    Salam hangat, Haniifa.

  182. ngomaya said

    Allah memberi kita akal dan pikiran, gunakanlah untuk memahami dan mengerti maksud yang ada dalam buku2nya pak agus mustafa……insyaALLAH keimanan dan ketaqwaan kita pada ALLAH SWT semakin dalam

  183. haniifa said

    @Ngomaya
    Allah memberi kita akal dan pikiran
    Ya gunakan aja AQAL dan PIKIRAN kita untuk meng-kaji AL QUR’AN secara LANGSUNG…. nggak usah pake pikiran agus mustofa dunk !!

    kayak saya hehehe :

    http://haniifa.wordpress.com/daftar-isi/

  184. HENVEL said

    Ass,

    Selama ini banyak dipahami bahwa Adam itu diturunkan ALLAH ke Bumi dari sorga padahal bukan, Jannah yg kita pahami selama ini artinya sorga adalah Kebun tempat tinggal manusia ramai contoh Jannah pada kaum Tsamud,12/147; pada kaum ‘Aad 26/134; pada zaman Firaun,26/57,44/25; pada kaum Saba’ 34/15 dan pada daratan Bumi teecantun dalam Ayat 2/265, 6/141, 13/418/35, 23/19,36/34.50/9 dan 78/16. jzdi Jannah yang untuk para Muttaqiin nanti baru itu sorga adanya setelah hari hisab. Maka dari itu kita haruslah memperhatikan kontek Ayat.masak Adam digoda setan dalam Sorga, padahal sorga itu dikhususkan bagi para Muttaqiin, siapa setan? dia adalah yang terdiri dari manusia itu sendiri, yang menggoda Adam bukan makhluk abstrak melainkan bertubuh konkrit. Istil;ah SYAJARATU bukanlah berarti pohon tetapi PERTUMBUHAN tercantum dalam Alquran pada ayat 2/35,7/19,7/22,14/24,17/60,20/120,23/20,24/35,28/30,31/27,37/62.64.146 dean 56/72 Yang berarti POHON ialah SYAJARU seperti yang tercantum pada ayat 16/10.68, 27/60.36/80,55/6 dan 56/52. Sementara itu istilah SYAJARA berarti bertumbuh tercantum pada Ayat 4/65. Dalam hal ini hendaklah kita memperhatikan maksud Ayat-ayat dalam Alquran serta memahami perbedaan-perbedaan istilah. Jangan-jangan kita membaca pertumbuhan penduduk dibilang manusia pohon lagi.. Jadi jelaslah ALLAH melarang Adam mendekati pertumbuhan pada surat 7/19 “Hai Adam, tinggal engkau dan istrimu dikebun itu, makanlah yang mana kamu kehendaki, dan janganlah dekati pertumbuhan (syajarah) ini, maka kamu akan termasuk orang-orang zalim.” Redaksi ayat ini hampir sama dg 2/35. Tapi setan berhasil menggoda Adam 20/120. Lalu setan mewaswaskan kepadanya,dia katakan: ” Hai Adam, apakah akan aku terangkan padamu tentang pertumbuhan kekaldan kerajaan yang tidak mengandung ujian?” 20/121 Maka keduanya dari padanya lalu nyatalah bagi keduanya tubuh mereka dan segera menutupkan daun-daun kebun, dan Adam telah menyanggah pada TUHAN-nya lalu kelirulah dia. ulang kembali pada 7/20 Maka setan mewaswaskan keduanya agarnyata bagi keduanya (aurat0 yang tertutup dari tubuh keduanya. Dia katakan: “Tidaklah TUHAN-mu mencegahmu tentang pertumbuhan itu kecuali kamu akan jadi dua orang yang kekal.”
    7/21 Dan dia (setan) bersumpah pada keduanya’bahwa aku pemberi nasihat padamu.”
    7/22. Dia menerangkan pada keduanya dengan fatamorgana, maka ketika keduanya merasakn pertumbuhan (bersetubuh) itu,nyatalah bagi keduanya tubuh mereka lalu segera menutupi diri dengan daun-daun kebun, dan TUHAN mereka menyeru meraka:”Tidakkah AKU mencegah kamu tentang pertumbuhan itu? Dan telah AKU katakan padamu bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
    7/23. Adm meminta ampun tentang apa yang telah dilakukan.20/12. Adam diberi ampun. tapi dengan hukuman Adam dan istrinya diturunkan ke Bumipada ayat 2/36, 7/24.25 sesuai dengan skenario TUHAN pada ayat 2/30 yang memang adalah untuk berkembang biaknya manusia dipermukaan Bumi.tapi turun dari manakah Adam? sabar mybro Insya ALLAH kita lanjutkan. Bukankah begitu Mas Hanifa?

  185. haniifa said

    Wa’alaikum Salam, @Mas Henvel
    Mengenai pengertian Jannah saya sependapat dengan @mas, hanya mohon maaf soal argumentasi kita berbeda, memang Nabi Adam a.s dan Syaitan berdiam dijannah… keduanya terusir setelah mereka melanggar ketetapan Allah.
    (QS 7:20) Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.

    Kata “keduanya” atau “mereka” adalah bukti bahwa Nabi Adam a.s adalah seorang Khalifah bagi istrinya… :D

    Komentar @Mas Hevel, No 172
    Kalau Mas Hanifa berpendapat sama dengan Agus Mustofa Adam bukan manusia pertama dibumi tolong saya ayat dan suratnya, jadi kita tidak mengada-ada begitu Mas

    TOLONG JANGAN KEHILANGAN FOKUS ?!
    fokus saya adalah pernyataam @mas Henvel sendiri :

    oke jelas mybro, Al-Quran memang menggelitik fikiran bukan? jadi jelaslah manusia pertama itu perempuan bukan lah lelaki :D dan dalam penelitian ilmuwan juga sperti itu sama dengan Al-Quran

    lihat kembali Komen No:165. atau klik ini.

    Sambil merenungi ada baiknya @mas Henvel pelajari pola fikir saya di sini:

    http://haniifa.wordpress.com/2009/05/29/mengenal-tipu-daya-kafirun/

    Wassalam, Haniifa.

  186. rusdin said

    saya setuju dengan aris comentator nomor dua diatas.
    karena dialam semesta ini selain yg bersumber dari allah dan rasulnya, tidak semuanya benar dan tidak semua nya salah, jd marilah kita pintar2 memilih dan memilah dengan menggunakan akal pikiran kita yang jernih. asalkan kita tidak pernah menggunakan akal kita untuk memikirkan tanda2 kebesaran Allah s.w.t yg menyebabkan kita terjerumus kedalam neraka, naujubillah.

  187. Denmas_bedjo said

    Setuju, ini baru cara mendebat yang baik dan benar. Kehadiran Pak Agus telah membaca hal baru dalam dunia Islam. Saya menunggu lagi ilmuwan-ilmuwan semacam Pak Agus supaya kita menjadi semakin pandai memilih. Asal jangan ilmuwan JIL aja, salah-salah kita disuruh gak usah shalat lagi.

  188. haniifa said

    @Mas Rusdin dan @Mas Denmas_bedjo
    Saya cukup lama berdiskusi mengenai kekeliruan pemahaman Agus ini, dan selalu berujung pada manusia pertama adalah WANITA, HEMAPRODIT atau bahkan ada yang menyimpulkan anak-anak Nabi Adam a.s INCEST… Astaghfirullah….
    Ingat @mas Al Qu’ran diturunkan bukan hanya berpedoman pada satu disiplin ilmu belaka (baca: biologi/ kedokteran)

    Wassalam, Haniifa.

  189. kalu said

    saya prnh bc buku”karya bpk agus mustofa diantaranya trnyt adam di lahirkan’.luar biasa;pikir saya;krn beliau mampu meyakinkan saya sbg orang awam yg selama ini hanya prcya pada dogma yg brkmbang di masy khususnya dilingk keluarga saya’yg mengatakan bhw adam diciptakan dgn cara di bntuk spt boneka sembari diucapkan kun fayakun ‘maka jadilah adam manusia hidup seketika itu jg’dan yg menarik adl BELIAU mmp memberikan contoh/permisalan yg sederhana dan masuk akal shg memudahkan saya untuk memahami isi buku tsb,dan ALKHAMDULILLAH lingk kelurga saya;khususnya istri saya yg skrg Muallaf; skrg mulai berbondong-bondong mempelajari AL-QUR’AN dgn lebh serius…semoga ALLAH SWT merahmati Beliau.SHALAWAT DAN SALAM SEMOGA TERCURAH KPD JUNJUJUNGAN KITA NABI BESAR MUHAMMAD SAW.AMIN

  190. haniifa said

    @Kalu
    khususnya istri saya yg skrg Muallaf; skrg mulai berbondong-bondong mempelajari AL-QUR’AN dgn lebh serius
    _______________________________
    Alhamdulillah….
    Mudah-mudahan sampean bisa lebih taqwa lagi, silahkan mampir kita berbagi ilmu.
    * Nabi Adam a.s bukan manusia pertama 3
    * Nabi Adam a.s bukan manusia pertama 2
    * Nabi Adam a.s bukan manusia pertama

    Wassalam, Haniifa.

  191. kalu said

    buat mas Haniifa dan mas Henvel yg puinter,saya pny pendapat sendiri soal mns pertama,jujur saya yg masih awam ini ga`sependapat jika ada yg mengatakan bahwa mns pertama adl laki-laki/perempuan,saya jg tidak sependapat jikalau ada yg mengatakan bahwa manusia pertama adl ADAM,menurut saya ;sebelum ADAM sudah ada sejenis spesies yg fisiknya menyerupai mns yg ada pd saat ini , dimana spesies ini msh blm mempunyai tingkat kecerdasan seperti mns pd umumnya saat ini atau disebut jg mns PURBA yg kemudian melahirkan ADAM dan HAWA,memang ADAM dan HAWA dilahirkan oleh spesies ini ttp bukan berarti ADAM dan HAWA adl mns purba,didalam rahim ADAM dan HAWA ini disempurnakan oleh ALLAH baik dari segi fisik maupun kecerdasannya shg muncullah jenis spesies baru yg lebih unik dari sebelumnya atau disebut jg MANUSIA MODERN,soal siapa mns pertama,saya pikir ga’ada yg pertama,menurut saya mereka ini muncul secara bersamaan di tmpt yg berbeda-beda krn itulah ada perbedaan fisik,bahasa dan warna kulit di beberapa wilayah di bumi ini,demikian jg soal kelahiran ADAM dan HAWA,saya kira ADAM dan HAWA ini di lahirkan bersamaan ttp tmpnya yg berbeda yg kemudian di pertemukan oleh ALLAH di suatu tmp di bumi ini…KALAU MISALNYA ADAM dan HAWA adl MANUSIA PERTAMA ,bgm kita menjelaskan soal adanya perbedaan FISIK , BAHASA DAN WARNA KULIT yg ada di dunia ini,,,krn seperti yg kita ketahui bahwasannya ;bahasa;selalu di turunkan kpd generasi selanjutnya untuk berkomunikasi,seperti halnya seorang anak yg di besarkan di lingk keluarga yg berbahasa jawa misalnya,dia akan mahir berbasa jawa dgn sendirinya demikian jg dg warna kulitnya…SAYA AMBIL CONTOH MUDAH;kita tahu bhwsannya warga keturunan TIONGHOA sdh ada di INDONESIA sejak INDONESIA masih berupa kerajaan,mereka tinggal di indonesia dg iklim indonesia dg makanan indonesia dg bahasa indonesia pula, tapi lihatlah FAKTANYA,,, sampai skrg baik bahasa,fisik apalagi warna kulit,mereka tetap seperti warga TIONGHOA pd umumnya ta’ada perbedaan yg berarti,ini mengindikasikan bhw ADAM Dan HAWA BUKANLAH MNS PERTAMA,sedangkan soal mns pertama adl laki-laki/perempuan saya tidak berani berkomentar lebih jauh krn blm ada penemuan yg mendukung hal tsb,hanya saja kalau menurut saya,bisa jadi mereka ini muncul secara bersamaan di berbagai tmp yg berlainan….seperti yg di ungkapkan oleh bapak Agus bhw seluruh alam ini berasal dari benih… dan bisa jadi benih-benih manusia-manusia ini oleh ALLAH diciptakan suatu kondisi yg kondusif di lapisan tanah di bumi ini agar benih-benih manusia ini bisa tumbuh,seperti yg telah diketahui,bhwsannya bumi ini terdiri dari beberapa tingkat lapisan yg berbeda-beda unsur di tiap lapisannya demikian jg dg suhunya,dan tentu saja suhu lapisan bumi saat ini tidaklah sama dg suhu pd saat manusia muncul untuk pertama kalinya,dan mungkin juga suhu saat itu sangat hangat menyerupai hangatnya suhu yg ada di dlm rahim,shg memungkinkan benih manusia ini untuk tumbuh,kemudian media pengganti rahim itu sendiri bisa jadi berasal dari timbunan humus yg memadat atau di dalam salah satu lapisan tanah yg paling hangat…wallohalam bissahab

    • surga neraka said

      @kalu

      Jika alasan anda tidak mempercayai Adama manusia pertama dikarenakan anda berfikir tidak mungkin muncul perbedayaan ras dari diri yang satu, menurut saya anda keliru. Menurut saya mungkin saja muncul sifat lain yang tidak terlihat dalam sifat induknya. Dari yang saya pahami pelajaran biologi tingkat SMA, mungkin saja individu menyimpan suatu sifat, namun tidak terlihat dalam individu tersebut karena sifat tersebut tidak dominan. Nah setelah beberapa keturunan bisa saja sifat yang tidak dominan itu muncul menjadi sifat yang dominan.

      Sudah sepatutnya jika kita menerjemahkan ayat Alquran haruslah dengan mengacu kepada alquran itu sendiri kemudian kepada Hadits Nabi yang sahih kemudian riwayat para sahabat. Jika kita menerjemahkan ayat alquran sebatas logika kita, maka akan munculah pemahaman-pemahaman yang berbeda-beda tergantung logika masing-masing. Maka hal ini adalah keliru.

  192. haniifa said

    @Mas Kalu
    Kalau definisi manusia “PURBA” itu seperti gambaran saudara, maka bagaimana munking anaknya (baca: Nabi Adam dan Hawa) tidak menyerupai manusia purba, yang nota bene ayah dan ibu kandung… :D

    Jangan jauh-jauhk, saya dan istri adalah orang Indonesia asli… anak-anak saya kayak orang indonesia bukan kayak orang bule… :D

  193. haniifa said

    @Mas Kalu
    Bahkan sesama orang Indonesia juga kadang tidak sama, misalnya orang jawa dengan orang irian.

    Salam hangat, Haniifa.

  194. kalu said

    @Mas Haniifa Sdh sy jelaskan disana bhw ketika didlm rahim ADAM dan HAWA di sempurnakan kejadiannya oleh ALLAH baik dari segi fisik maupun kecerdasannya shg ADAM dan HAWA lahir sbg spesies yg berbeda dgn spesies sblmnya,keturunan ADAM yg tingkat kecerdasannya lebih tinggi kemudian melakukan perubahan-perubahan untuk beradaptasi dg alam sekitarnya sedangkan MNS PURBA itu sendiri lambat laun musnah krn kurangnya pengetahuan mereka,bahkan kebudayaan mns purba itu sendiri sampai skrg masih ada, ini terbukti dgn masih adanya SUKU NOMADEN di belahan AMERIKA dimana suku ini suka berpindah-pindah dlm mencari sumber makanan mereka,sedangkan mns modern (galur keturunan ADAM) lebih mengenal bercocok tanam,bahkan sejauh yg saya tahu,MNS PURBA dan MNS MODERN mempunyai kesamaan dari segi fisik,hanya mungkin krn kondisi alam pada waktu itu menyebabkan fisik mns purba agak berbeda dgn fisik manusia saat ini. Apakah anda malu mengakui bhw kita ini MIRIP dgn MNS PURBA walaupun tidak sama persis memang, atau anda ingin mengatakan bhw kita ini adl KETURUNAN KERA seperti yg diungkapkan oleh DARWIN??? Tentu beda mas karena BENIHNYA memang tidak sama…

  195. indriani said

    @Mas Kalu Wah komentar yg bagus nih mas,aku jd pingin nimbrung nih.

  196. bogel said

    pusiiiiiiiiiiiiiiiing mo boobok ah

  197. haniifa said

    @Mas Kalu
    Apakah anda malu mengakui bhw kita ini MIRIP dgn MNS PURBA walaupun tidak sama persis memang
    _________________
    Bukan malu @mas sampean salah sangka, tetapi memang kondisi pisik/psikisnya berbeda… cukup @mas sadari saja tatanan masyarakat Nabi Nuh a.s berusia rata-rata diatas 1000 tahun, tentu ini sangat jauh dengan dunia kita sekarang.
    Permasalahannya justru saya berpendapat sebaliknya melihat kenyaatan tersebut yang secara tersirat dan tersurat didalam Al Kitab Samawi.
    Coba sampean bandingkan usia OTAK jaman Nabi Nuh a.s saja dengan yang katanya kita masyarakat MODERN… :D
    (menurut saya lebih modern tatanan masyarakat jaman Nabi Nuh a.s, apalagi jaman Nabi Adam a.s)

    Wassalam, haniifa.

  198. haniifa said

    @Mas Kalu
    Ingat @mas, dimulai jaman mesir kuno hingga sekarang… untuk tatanan masyarakat Nabi Nuh a.s hanya membutuhkan 6-7 generasi, sementara kita ratusan bahkan ribuan generasi bukan ?!

    Jadi siapa yang lebih modern/ purba ?!

    Wassalam, Haniifa.

  199. Amir said

    Saya sependapat dengan Mas Kalu.

    Mas Haniifa. ALLAH telah menegasakan dalam al-Qur’an bahwa “Kejadian Adam sama dengan kejadian ‘Isa” artinya kalau Nabi Isa dilahirkan, maka Adam juga pasti dilahirkan dari makhluk yang berjenis kelamin betina yang memiliki rahim alias maybe “mns purba” – kalaupun Adam disebut2 sebagai manusia pertama artinya karena memang beliau lahir bukan dari jenis makhluk “manusia modern” seperti saat ini. Yang jelas dari ayat diatas menegaskan kepada kita bahwa kehadiran Adam di muka bumi bukan tanpa dilahirkan.

  200. HENVEL said

    Apa alasan SIDRATUL MUNTAHA sebagai planet terpinggir pada TATASURYA kita sekaligus sebagai tempat manusia pertama diciptakan. Sebelum kita lanjutkan masalah ini hendaklah kita memahami dulu apa itu TATASURYA.
    Tatasurya adalah: satu MATAHARI yang dikitari oleh planet-planet, sedangkan planet-planet tersebut dikitari oleh bulan-bulan. Menurut para ahli ASTRONOMI, hanya planet Bumi saja cocok untuk tinggal makhluk hidup dengan alasan sinar Matahari hanya sesuai untuk kehidupan di Bumi. Kalau planet dibawah Bumi yaitu Mercury bersuhu sekira 900o sampai 1000o F yang cukup panas untuk melebur timah hitam dan Venus dengan suhu sangat tinggi dipermukaannya, temperatur sekitar 4300 C atau 8000 F cukup panas untuk mencairkan logam seperti timah,almunium dan seng. Lain dengan planet yang diatas Bumi akan kedingin dan beku.
    Para ilmuwan Islam-pun terperangkap dengan pendapat demikian dan setuju bahwa kehidupan yang cocok hanyalah planet Bumi. Dengan keyakinan yang mereka dapati dari HADIST dan sangat sesuai dengan ALKITAB yang dipakai umat Kristiani bahwa ALLAH menciptakan manusia pertama bernama Adam didalam sorga dan menciptakan istrinya dari tulang rusuk Adam ( baca Alkitab surat kejadian pasal 2 ayat 6 sampai 25 dan pasal 3 ayat 1 sampai 24 ) Karena Adam dan Hawa memakan buah terlarang bernama khuldi setelah dibujuk setan akhirnya dibuang ke Bumi. Tetapi kisah ini sangat bertentangan dengan Alquran. Inilah salah satu pembenaran yang dipaksa menjadi kebenaran. Padahal suatu hadits haruslah sejalan dengan Al-Quran, apabila terdapat pertentangan berarti haditsnya palsu. Karena itu tidak mungkin menurut QS 69/44-46 Nabi akan dipotong urat jantungnya apabila menambah atau mengurangi apa yang telah ditentukan ALLAH.
    Untuk WAY OUT dalam masalah ini tentu kita akan analiasa Firman ALLAH, karna sesuai QS 6/114-115 bahwa Alquran itu terperinci dan sempurna, mari kita bahas.
    Selama ini para mufasirin mengartikan kalimat SAMAWAT dengan langit, kalau kita cari defenisi langit, langit adalah batas pandangan, dan batas pandangan adalah satu titik selesai sudah, apakah memang arti dari kata tersebut demikian, se-akan – akan tanpa makna. Lain lagi dengan Agus Mustofa yang membuat dimensi-dimensi khusus tentang samawat tetapi artinya tetap langit ( Baca TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA ) Dalam buku ini sepertinya saudara kita Agus Mustofa agak memaksakan kehendak tanpa memahami dari makna kata tersebut. Tetapi kita salut dengannya yang sudah menjabarkan tingkat-tingkatan samawat. Walau beliau sebenarnya kurang memahami arti kata tersebut. Usaha beliau untuk memecahkan misteri 7 samawat akhirnya berobah menjadi pemaksaan. Tetapi secara pribadi saya senang dengan beliau dengan berani mendobrak pemahaman yang cendrung statis tanpa makna, sepertinya Alquran itu terdapat kata-kata yang hanya lambang –lambang saja. Salut untuk Mas Agus Mustofa, walau kritik begitu hebatnya beliau terus berkarya, biarlah masyarakat itu sendiri yang menentukan, tapi tak ada salahnya kita mengkritisi pemahaman yang telah dia ungkap. Jadi apa itu SAMAWAT ?
    Samawat adalah suatu benda konkrit bukan barang abstrak yang diterjemahkan dengan langit, dan jangan pula dicampur adukkan dengan kata SAMA’. Untuk meng-analisa kata dari samawat, kuncinya terletak pada surat QS;

    42/29. Dan diantara tanda-tanda (kekuasaan) NYA menciptakan langit ( samawat ) dan Bumi serta apa-apa yang Dia tebarkan pada keduanya dari makhluk-makhluk malata ( daabbah ). Dan Dia Maha kuasa menghimpun mereka bila Dia kehendaki.

    Ada tiga istilah dari terjemahan diatas harus kita analisa samawat, batstsa dan daabbah. Pada ayat diatas dengan pasti dinyatakan bahwa ALLAH menebarkan di Samawat dan di Bumi dengan makhluk melata (daabbah), berarti jelaslah bahwa samawat itu benda konkrit, kenapa demikian? Karena ada makhluk berjalan dengan melata yang ditebarkan ALLAH tidak hanya di Bumi melainkan juga di samawat (pada keduanya samawat dan Bumi), karena yang namanya melata pasti punya landasan konkrit untuk tempat makhluk itu melata.
    Setelah kita memastikan samawat sebagai benda konkrit kita lanjutkan dengan kata daabbah, apakah arti dari kata tersebut memang melata !!! Kita analisa surat;

    24/45. Dan Allah menjadikan semua makhluk melata ( DAABBAH ) dari air, maka diantaranya ada yang berjalan atas perutnya, dan ada yang berjalan atas dua kakinya dan diantaranya ada yang berjalan atas empat kaki. Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Dari keterangan ayat ini, jelas sekali bahwa Daabbah tidak bisa diartikan hanya sebagai makhluk melata saja, itu baru sebahagian bahkan apa yang tertulis pada ayat berkaki dua dan empat itu juga dikatakan baru sebagian dari Daabbah. Tentunya ada yang lain seperti yang kaki enam atau yang kaki delapan atau banyak kaki. Dari sini kita tarik kesimpulan bahwa yang disebut Daabbah itu adalah makhluk yang mempunyai jiwa dan mempunyai nyawa. Jadi arti Daabbah sesungguhnya adalah Makhluk berjiwa. Dan benarkah makhluk berjiwa atau Daabbah ini di tebarkan ( batstsa ) ALLAH di samawat dan di Bumi? Sebagaimana terjemahan yang ada saat ini Jelas tidak. Kenapa? Karena makhluk berjiwa itu adanya dengan berkembang biak, bukan ditebarkan.
    Jadi jelaslah kini bahwa disamawat itu ALLAH juga mengembang biakkan makhluk berjiwa sama dengan di Bumi, berarti samawat itu juga terdapat oksigen yang bercampur karbon untuk membentuk karbon dioksida untuk menghasilkan energi, lain dengan tetumbuhan yang memakai karbon dioksida yang diransang oleh sinar matahari untuk mengembangkan karbohidrates. Dan inilah akan menjadi makanan pokok dari makhluk berjiwa tadi, keduanya membutuhkan air dalam bentuk cair atau pun uap dan jelas disamawat terdapat semua itu karena pembiakan membutuhkan suhu yang sederhana atau yang sesuai, tentu tersedia juga oksigen. Karbon dioksida dan air.
    Samawat, tentunya semakin asyik untuk dianalisa bukan !!!!!!!! untuk selanjutnya kita teruskan pada surat ;

    67/3. Yang menciptakan tujuh samawat berlapis-lapis tidakkah engkau melihat pada ciptaan Arrahmaan sesuatu yang tidak seimbang, maka ulangilah melihatnya. Apakah engkau melihat cacat?

    Jelas sekali di ayat ini ALLAH menyuruh kita untuk melihat samawat berulang-ulang, tentunya ini sangat penting, mengapa? Karena benda yang bernama samawat itu tidak cacat dan yang pasti benda itu adalah konkrit. Karena tidak mungkin ALLAH menyuruh kita melihat sesuatu yang abstrak. Selanjutnya kita jungtokan ke surat Ath-Thalaaq ayat 12 (terjemahan umum)

    65/12. Allah-lah yang telah menciptakan tujuh samawat dan Bumi seperti itu pula (wa minal ardhi mitslahunna). Perintah Allah berlaku padanya supaya kamu ketahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

    Ayat diatas agak membingungkan kalau diartikan seperti itu dan ini banyak membuat para ilmuwan Islam agak grogi untuk menganalisanya , singkat kata sebetulnya tidaklah sulit untuk memahaminya mari kita artikan secara lurus saja WA artinya dan, MINAL artinya dari, ARDHI artinya Bumi dan MITSLAHUNNA artinya persamaannya, apa bila kita sambung DAN DARI BUMI PERSAMAANNYA. Sangat fantastis dan jelas sehingga tidak membingungkan, jadi samawat itu sama dengan Bumi bentuknya, bukan lagi sesuatu yang tidak teranalisa. Tapi tunggu dulu !!!! Menurut ALLAH ada tujuh samawat. Dimana itu? mari kita cermati ayat berikut ini.
    23/17. Dan sesungguhnya KAMI telah menciptakan diatas kamu tujuh jalan, dan sekali-kali KAMI tidak lengah terhadap ciptaan.

    71/15-16. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana ALLAH menciptakan tujuh Samawat bertingkat-tingkat. Dan DIA menjadikan Bulan bercahaya padanya (samawat) dan DIA menjadikan Matahari sebagai pelita.

    Dari ketiga ayat ini dapat kita tarik suatu kesimpulan pasti, bahwa ada tujuh jalan diatas kita yang tentunya jalan itu akan kita lalui suatu saat nanti dengan mempergunakan shultan atau kekuatan ilmu pengetahuan. Selanjutnya kembali ALLAH menyuruh kita untuk memperhatikan samawat yang dibuat bertingkat-tingkat, pada setiap samawat ada bulannya terus Matahari sebagai pelita, wow jelas sudah berarti ayat ini menerangkan tentang susunan dari Tatasurya. Ternyata apa yang di QS 65/12 tentang persamaaannya dengan Bumi adalah planet-planet. Memang hanya planetlah yang sama dengan Bumi, Bumi berputar disumbunya sambil mengitari Matahari dan sama dengan planet-planet, pada setiap planet tersebut ada Bulan-nya sebagai satelit dari masing-masing planet, berarti disetiap planet ada Daabbah atau makhluk berjiwa. Jelas sudah Firman ALLAH arti dari samawat adalah planet-planet. Coba anda artikan seluruh kata samawat dengan planet-planet, anda akan mendapatkan suatu yang sangat fantastis. Jadi tujuh jalan diatas kita yang akan ditempuh nanti adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Nibiru (yang menggantikan Pluto, karena Pluto tidak diakui lagi sebagai planet) yang terakhir dinamakan dengan SEDNA atau DEWI KUTUB. Jadi jelaslah diatas kita ada tujuh planet dan ALLAH tidak menjadikan semua itu sia-sia, apalagi planet-planet tersebut ada yang ratusan kali Bumi besarnya, mungkin itu kosong, selama ini kita terperangkap oleh ilmuwan Barat yang mengatakan hanya Bumi yang sesuai dengan kehidupan makhluk berjiwa dan diperkuat oleh hadits dan ayat-ayat Bible (alkitab) tentang penciptaan Adam sebagai manusia pertama dimana kita telah melecehkan kebesaran ALLAH Yang memiliki miliyaran TATASURYA, Planet Bumi tak obahnya hanya sebesar debu yang bertebaran disemestaraya. Bagi mereka yang berilmu akan menangis dan bersujud apabila ALLAH menganalisakan ayat-ayatnya bagi mereka yang berfikir dan apa yang mereka ucapkan? Mari kita telusuri firman ALLAH selanjutnya:

    3/190-191. Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertantangan malam dan siang adalah pertanda-pertanda bagi para penyelidik. Orang-orang yang mengingat ALLAH sewaktu berdiri dan duduk dan sewaktu berbaring. Dan mereka memikirkan penciptaan planet-planet dan Bumi (mengatakan) “ TUHAN kami, tidaklah ENGKAU ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci ENGKAU, maka saelamatkan kami dari siksaan neraka.

    13/2. ALLAH yang mengangkat planet-planet tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, kemudian DIA berada atas semesta. Dan mengedarkan Matahari dan Bulan, masing-masingnya bergerak untuk waktu tertentu. DIA perikutkan urusan itu. DIA jelaskan pertanda-pertanda itu semoga kamu merasa pasti menemui TUHAN-mu.

    31/10. DIA ciptakan planet-planet tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan DIA tempatkan batang magnet di Bumi agar menguatkan kamu, dan membiakkan disana (planet-planet) dari setiap makhluk berjiwa. Kami turunkan air dari angkasa lalu kami tumbuhkan padanya dari setiap pasangan mulia.

    39/5. DIA menciptakan planet-planet dan Bumi secara logis. DIA putarkan malam atas siang, dan DIA putarkan siang atas malam, dan DIA edarkan Matahari dan Bulan-Bulan. Setiapnya bergerak untuk ajal tertentu. Bukankah DIA mulia pengampun?

    42/29. Dan dari pertan-pertanda-NYA ialah penciptaan planet-planet dan Bumi serta apa-apa yang DIA kembangbiakkan pada keduanya dari makhluk berjiwa dan DIA menentukan atas pengumpulan mereka ketika DIA kehendaki.

    65/12 ALLAH yang menciptakan tujuh planet (diatas orbit Bumi0 dan dari Bumi persamaannya. Akan simpang siur urusan diantara semuanya agar kamu ketahui bahwa ALLAH menentukan atas tiap sesuatu, dan bahwa ALLAH sungguh menguasai ilmu tiap sesuatu.

    71/15-16. Apakah tidak kamu perhatikan betapa ALLAH menciptakan tujuh planet (diatas orbit Bumi)bertingkat-tingkat. Dan DIA jadikan Bulan-Bulan padanya (planet-planet) ada sinar, dan menjadikan Matahari sebagai pelita.

    35/41. Bahwa ALLAH menahan planet-planet dan Bumi ini luput (dari garis orbitnya). Dan jika keduanya luput, adakah sesuatu yang akan menahannya selain DIA? Bahwa DIA penyantun penyayang.

    Wow alangkah luar biasanya bukan Firman ALLAH, semuanya logis dan jelas semakin dianalisa semakin menggelitik pikiran bukan ?
    Jadi jelaslah disetiap planet ini ada kehidupan yang sama dengan Bumi, Cuma ilmu pengetahuanlah yang belum sampai kearah sana karena selama ini kita terperangkap dengan pendapat-pendapat yang dari luar Alquran, tentang sinar, apa yang kita ketahui tentang sinar tersebut, apa sinar menurut Einstein yang diyakini kebenarannya sampai sekarang termasuk oleh para ilmuwan Islam tanpa mereka menganalisa apa yang telah difirmankan ALLAH, kitab yang tidak ada keraguan, petunjuk bagi seluruh manusia. Dan apa sinar menurut Alquran, mari kita analisa tapi tiada salah sebelumnya kita menarik kembali garis kebelakang menganalisa apa yang telah di cetuskan oleh Albert Einstein tentang sinar. Karena pendapat Einstein inilah yang menjadi pokok pangkal bahwa Plenet-planet lain tidak berpenghuni.
    Dia berpendapat bahwa sinar yang datang dari Matahari atau Surya terdiri dari partikel atom. Bahwa sinar itu merupakan elektron yang mempunyai wujud konkrit dengan memiliki berat dan masa tertentu, dikatakan lebih kurang 1/1000 berat atom hidrogen, electron berputar di sumbunya seperti proton yang jadi inti atom, dengan pemikiran seperti itu Einstein beranggapan bahwa Matahari beratnya akan berkurang terus sepanjang masa dan akhirnya habis atau di istilahkan sebagai bintang mati.
    Tapi ada suatu keanehan yang sulit dianalisa dalam teori ini, kalaulah benar Matahari itu membuang partikel atomnya dan juga sinar itu terdiri dari unsur yang mengandung masa, berat dan ukuran dan Matahari akan mengecil, kemudian menghilang dari penglihatan, kita tidak dapat membayangkan suatu kejadian yang melanda Tatasurya ini, satu-satu planet ini akan terpelanting entah kemana, akan rusaklah keseimbangan jagad raya ini, dan tentunya kasus ini juga sama dengan Tatasurya lainnya. Dan seharusnya planet yang lebih dekat dengan Matahari tentunya bermassa lebih besar, tetapi kenyataannya berlaku lain, planet Mercury yang paling dekat denga Matahari itu ternyata suatu planet kecil saja.
    Pendapat lainnya dari Einstein bahwa Sinar itu juga bergerak melengkung sewaktu melintasi benda angkasa, hal ini disebabkan sinar itu terdiri dari partikel yang memiliki daya jatuh, dikerenakan demikianlah pandangan mata seseorang akan bergerak melengkung pada pandangan jauh. Dari gerakan sinar yang melengkung demikian Einstein berpandapat bahwa semestaraya berstatus statik yaitu memiliki daerah orbit tetap atau tidak meluas dimana setiap bintang bergerak melengkung ke segala penjuru dari pusat ledakannya semula. Teori ini memang telah membuka cakrawala baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga menggiatkan para ilmuwan dengan melakukan percobaan-percobaan yang akhirnya meningkatkan ilmu pengetahuan dengan pesat, tetapi teori itu sendiri tidaklah merupakan dasar dari pengetahuan selanjutnya, hanya merupakan suatu lapangan pemikiran baru atau suntikan hormon untuk memberikan semangat baru untuk orang selalu berpacu dengan melakukan penelitian-penelitian.
    Sinar dari Matahari yang dikatakan Einstein terdiri dari partikel atom dan di amini oleh para sarjana Barat menetapkan kecepatannya 300.000 km/detik, bagaimana tentang kejadian ledakan bom di Nagasaki dan Hiroshima Jepang yang dijatuhkan tentara Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945? Tentunya partikel atom yang bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik akan tercampak oleh ledakan bom itu dan radiasi atau partikel dari bom itu sendiri akan melingkupi permukaan Bumi pada detik itu juga, karena kecepatan dari sinar itu satu detiknya bisa mengitari Bumi tujuh kali keliling, dan juga pada saat itu binasalah semua makhluk Bumi. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, ledakan itu hanya merusak daerah beberapa kilometer saja dari titik pusat ledakan dan tercatat mereka yang tewas lebih kurang 140.000 jiwa disebabkan olen pancaran radiasi atom. Pada waktu kejadian, penduduk-penduduk yang ada di pulau-pulau lain tetap selamat, tidak pernah terjamah oleh partikel atom atau oleh pancaran radiasi ledakan dari bom atom tersebut. Dari bukti ledakan bom atom itu jelaslah kecepatan partikel atom tidak akan melampaui kecepatan peluru yang sampai 1000 meter per detik, walaupun dicampakan dengan alat apapun, detik per detik akan berkurang kecepatannya, akhirnya partikel itu akan kehilangan daya lentingnya dan kembali jatuh tersebab tarikan gravitasi, begitupun yang terjadi pada permukaan Matahari, semburan partikelnya akan di tarik kembali, jadi jelaslah sinar Matahari yang sampai ke Bumi bukanlah partikel atom. Alangkah banyaknya Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan ke pada penganut teori Einstein salah satunya seperti di bawah ini:
    1. Kalaulah benar sinar itu terdiri dari partikel atom yang bergerak cepat, kenapa kecepatan geraknya itu bersamaan saja antara yang melalui kehampaan dan yang melalui halangan yang terdiri dari kaca?
    2. Bukankah menurut mestinya, sinar yang terdiri dari partikel atom itu akan semakin lambat geraknya sewaktu menembus kaca yang lebih tebal atau menghentikan geraknya sama sekali? Padahal kaca juga terdiri dari atom berbentuk molekul yang tentunya menghalangi setiap partikel lain menembus dirinya. Tetapi kenyatannya sinar tetap juga melalaui kaca tebal itu dengan kecepatan yang sama.
    3. Diketahui gerak sinar dalam sedetik sekitar 186.282 mil atau 300.000 km, maka bagaimana partikel atom yang begitu kecil terpelanting dari pembakaran akan sempat bergerak secepat itu? Padahal peluru yang sengaja ditembakkan dari senjata api paling cepat bergerak 1.000 meter per detik atau maksimal hanya tiga kali kecepatan suara.
    4. Jika benarlah sinar itu terdiri dari partikel atom yang memiliki massa dan berat, maka tentunya daerah angkasa luas dipenuhi oleh partikel yang melayang cepat terpelanting dari Matahari dan dari jutaan bintang lain. Apakah pendapat begitu tidak bertantangan dengan ketentuan yang menyatakan angkasa luas itu daerah hampa mutlak?
    5. Apabila benarlah sinar Matahari terdiri dari partikel atom, kenapa percobaan yang dilakukan tidak membuktikan kebenarannya bahwa kaca tipis yang ditempatkan di atmosfir terbuka dalam beberapa tahun tidak menjadi semakin tebal? Padahal sinar yang sampai ke Bumi bukan saja datang dari Matahari tetapi juga dari jutaan bintang gemerlapan di angkasa luas.
    Memang semua pertanyaan di atas ini tak mungkin dijawab oleh penganut teori Einstein, padahal semua pertanyaan itu wajar saja. Namun teori itulah yang menimbulkan anggapan bahwa planet-planet yang lebih dekat pada Matahari bersuhu panas sedangkan yang jauh dari Matahari bersuhu lebih dingin, pada keduanya tak mungkin berlaku kehidupan garis normal sebagai di Bumi.
    Garis-garis sinar spektrum yang disangkakan orang berupa partikel atom datang dari Matahari dan bintang-bintang lain sebagai terlihat pada lensa peneropongan, sebenarnya adalah garis-garis molekul yang mengambang dalam daerah atmosfir Bumi sendiri. Sewaktu orang mendapatkan sinar spektrum dari Matahari, mereka melihat garis-garis jarang sebagai yang mereka katakan partikel sinar dari Matahari. Padahal, sewaktu mereka meneropong Matahari tentulah pada siang hari udara atmosfir renggang mengambang, sementara ketika meneropongi bintang-bintang tentunya pada malam hari molekul-molekul udara merapat dan agak berdesak.
    Untuk mendapatkan gambaran sempurna dari suatu bintang tanpa ganguan atmosfir, hendaklah orang ke luar dari daerah atmosfir yang melingkupi Bumi ini. Jadi keterangan para sarjana Barat selama ini mengenai sinar spektrum dari bintang-bintang dan Matahari adalah data-data yang sangat diragukan, karena alat peneropongan yang mereka pakai senantiasa dihalangi oleh berbagai molekul di atmosfir serta pembiasan oleh lapisan-lapian ionosfir Bumi, keduanya tidak bersamaan keadaannya antara waktu malam dan siang hari.
    Tentang wujud sinar yang kita bicarakan ini, benarlah sinyalemen Alquran pada Ayat

    24/35. Kepunyaan ALLAH Nuur planet-planet dan Bumi ini. Perumpamaan Nuur-NYA itu seperti ruang (semasta hampa) yang di dalamnya ada pelita (bintang berapi). Pelita itu dalam kaca, sedangkan kaca itu seolah-olah planet yang diperiringkan dinyatakan dari pertumbuhan yang di berkati (yaitu dari rawasia) beratmosfir tidak saja di timur dan tidak pula di barat (malah seputarnya). Hampir saja atmosfirnya (yang mengkilap itu) menyala walaupun dia tidak disintuh api. Tatasurya diatas tatasurya (bersusun di semesta raya). ALLAH menunjukki orang-orang yang DIA kehendaki bagi Tatasurya-NYA, dan DIA contohkan permisalan-permisalan itu untuk manusia dan ALLAH mengetahui tiap sesuatu.
    Bahwa ionosfir planet hampir saja terbakar walaupun tidak disentuh api Matahari. Maksudnya ialah bahwa ionosfir planet-planet senantiasa kelihatan bersinar terang bagaikan terbakar sebagaimana keadaan Jupiter dan Venus tanpak dari Bumi, begitu pula yang lain-lainnya, namun ionosfir planet-planet itu tidak pernah dijamah partikel yang datang dari Matahari. Dengan demikian jelaslah sinar bukan partikel atom.
    Setiap atom memiliki inti yang dinamakan dengan Rawasia atau batang magnet yang berputar di sumbunya dari barat ke arah timur. Rawasia ini, walaupun sama diketahui umum, namun para sarjana Barat menamakannya dengan Proton. Jadi setiap atom itu berputar di sumbunya sebagaimana Bumi ini atau sebagai orang Tawaf keliling Ka’bah di Makkah, bersamaan pula dengan lilitan tetumbuhan merambat yang tidak pernah melawan arah. Dengan magnetnya Bumi, dan dia diliputi oleh Mar’a pada jarak tertentu dan kerenanya atom memiliki ukuran massa.
    Sebaliknya Mar’a yang oleh sarjana Barat disebut dengan Meson atau Neutrino tanpa batang magnet, hanya berputar ikut bersama putaran Proton sendiri, karenanya dia tidak mengandung ukuran berat sama sekali lalu dapat dinamakan dengan nonpartikel. Sementara itu Mar’a yang meliputi kutub-kutub Proton mendapat induksi magnet negatif lalu dinamakan dengan elektron, dan induksi positif yang kemudian dinamakan positron. pada waktu atom mengalami fisi atau fusi maka bagian Mar’a tadi ada yang terlepas dari Proton lalu dia mengapung ke angkasa bebas dalam keadaan tanpa magnet, karenanya Neutrino ini tak mungkin ditangkap atau ditahan lagi. Waktu itu dia kita namakan antipartikel atau antiatom yang oleh Dr. Faiberg seorang ahli astronomi USA dinamakan dengan Tachion, namun Mar’a demikian masih termasuk wujud konkrit.
    Walaupun Mar’a meliputi Proton, tetapi dia tidak memiliki unit tertentu, karena seluruh bagiannya mengapung bebas, namun masih ada yang meliputi seluruh permukaan Proton, kecuali tebalnya yang berubah lalu menyebabkan atom itu tidak stabil sampai pada proses pertumbuhan yang ditentukan ALLAH hingga atom itu stabil kembali. Pertumbuhan di sini bersamaan dengan lapisan ionosfir Bumi yang semakin tebal sepanjang zaman.
    Sementara itu sinar adalah juga wujud nonpartikel tanpa ukuran berat, tanpa bilangan unit. Sinar tidak dipengaruhi oleh magnet dan bukan antipartikel, tetapi bergelombang cepat yang kini tercatat sekira 300.000 km per detik. Maka sinar adalah wujud yang memenuhi seluruh lapangan dan ruangan, dapat bergelombang ke seluruh arah dari titik pusat cetusan dengan kecepata yang sama dengan gelombang yang semakin kecil. Gelombang sinar ini bergerak lurus, dan pembelokan hanya berlaku bila ada suatu penghalang yang memantulkannya.
    Semua bintang diangkasa, begitupun Matahari kita, memiliki atom yang sangat aktif. Atom-atomnya berputar cepat sekali, semuanya sangat aktif disebkan oleh sirkulasi magnet antara planet-planet dan Matahari sendiri. Putaran atom demikian memaksa Mar’a yang melingkupinya ikut berputar cepat bersamanya. Aktivitas ini menyebabkan lapangan sinar yang disentuhnya jadi aktif pula lalu menggelombang ke segala arah. Gelombang sinar itulah yang sampai kepada Bumi sangat kecil, hingga tidak menimbulkan panas apa-apa.
    Maka gelombang sinar Matahari yang sampai pada Mar’a yang melingkupi atom sesuatu benda di Bumi ini, menyebabkan Mar’a benda ini jadi aktif pula dan otomatis memaksa Protonnnya ikut berputar lebih aktif. Akibatnya timbullah panas. Selanjutnya atom ini menimbulkan aktivitas berantai dengan akibat yang sama pada atom lain yang Mar’a-nya menerima pantulan gelombang sinar. Akhirnya hal demikian menjadi proses atom dengan segala kegiatannya, dan itulah yang kemudiannya jadi pembakaran. Sejalan dengan itu, jangan pula lupa bahwa panas dapat juga ditimbulkan oleh friction, proses kimia, dan hal-hal lainnya, yang pada pokoknya mengaktifkan Proton, Mar’a yang melingkupinya, dan kemudian menimbulkan gelombang sinar.
    Pada dasarnya gelombang sinar itulah yang memperlihatkan benda-benda dengan berbagai warna pada pandangan kita, dilengkapi oleh tingkat reaksi dari Mar’a benda yang memantulkan gelombang tersebut. Sebaliknya gelombang sinar yang tidak dihalangi geraknya oleh Mar’a, tidaklah dapat dilihat mata walaupun dia bergelombang besar sekali. Hal ini dapat dibuktikan pada benda-benda yang ada di ruang angkasa bebas, umpamanya berposisi dalam daerah umbra Bumi atau pada angkasa malam, maka benda itu takkan kelihatan karena tidak dijamah oleh gelombang sinar dari Matahari begitu pula angkasa luas yang hampa benda dimana tiada satupun akan kelihatan walaupun gelombang sinar dari Matahari melaluinya hebat dan besar sekali. Hal ini menjadi bukti pula bahwa sinar itu sendiri bukanlah partikel atom.
    Jadi, jika orang melihat suatu benda, maka yang dilihatnya itu bukanlah sinar tetapi Mar’a dari atom benda tersebut yang telah menjadi aktif tersebab ditimpa oleh gelombang sinar dari tempat lain. Memanglah sinar itu wujud non Partikel yang tidak memilki ukuran massa dan berat, tak mungkin diketahui adanya tanpa pantulan Mar’a atom sesuau benda. Sebaliknya sesuatu benda takkan dapat dilihat walaupun oleh mata kucing bilaman benda itu sendiri tidak mendapat gelombang sinar sedikit juga. Demikianlah Alquran memberikan keterangan tentang sinar, bahwa Bulan tidak akan kelihatan jika tidak dijamah oleh gelombang sinar dari Matahari, terkandung pada Ayat

    71/16. Dia jadikan bulan-bulan pada mereka ada sinar, dan menjadikan Matahari itu selaku pelita

    Gelombang sinar Matahari menimpa ionosfir Bumi waktu siang hari, lalu menimbulkan panas di permukaan Bumi kawasan itu karena gelombang sinar tersebut pantul memantul pada semua benda, juga pada molekul udara yang menjadi media penghubung panas, tetapi bukanlah sinar yang datang dari Matahari berbentuk partikel atom seperti dinyatakan oleh Einstein.
    Angkasa bebas antara Matahari dan planet-planet adalah daerah hampa mutlak kecuali dari meteorites yang masih berlayangan, karenanya panas yang diterima planet-planet dari Matahari adalah yang ditimbulkan gelombang sinar, bukan partikel atom. Maka planet yang dekat posisinya dari Matahari tidaklah terbakar kepanasan, sebaliknya planet yang jauh bukanlah kedinginan. ALLah menentukan komposisi atmosfir setiapnya sesuai dengan besar gelombang sinar Matahari yang diterima planet itu untuk berlakunya kehidupan secara praktis, demikian tersimpul pada Ayat 42/29. (terjemahannya sdh ada)
    ALLAH sengaja menciptakan Rawasia atau batang magnet setiap planet menurut ketentuan-NYA hingga masing-masing memilki nilai tarik berbeda sebagai dinyatakan pada Ayat

    41/10 Dan Dia jadikan padanya dari atasnya Rawasia, dan memberkati padanya (dengan ionosfir) dan menentukan padanya (rotasinya) dalam empat hari (4000 tahun). Bersamaan bagi hasil orang-orang yang meminta (menyelidiki).

    54/49. Bahwa tiap sesuatunya KAMI ciptakan dia denga satu ketentuan.

    Semuanya diciptakan untuk memiliki magnet bersistem Reguler agar tetap bergolak untuk selamanya. Bulan-bulan memiliki sistem Spot tanpa rotasi agar senantiasa mengorbit keliling planet untuk menimbulkan pergantian pasang, dan planet-planet memiliki sistem Simple yang nilai tariknya berbeda dengan rotasi di sumbunya sembari mengorbit keliling Matahari agar cocok untuk tempat kehidupan.
    Catatan-catatan memberikan data bahwa panas api listrik sampai setinggi 3.500°C, dan permukaan Matahari diperkirakan orang sampai 6.000°C sedangkan pada pusatnya mencapai 40.000.000°C. Maka dengan panas begitu tinggi, kita cenderung untuk menyatakan bahwa pembakaran yang berlaku di permukaan Matahari bukanlah sama yang berlaku di permukaan Bumi di mana ada zat-zat, karena mengalami proses tertentu, telah berubah berbentuk api. Sampai kini manusia Bumi belum sempat membuktikan sesuatu tentang apa yang sesungguhnya berlaku di permukaan Matahari, begitupun macam zat yang ada padanya, maka atas hal demikian, kita lebih cendrung untuk beranggapan bahwa api yang tampak di permukaan Matahari adalah pancaran listrik di mana tiada satupun zat yang sempat menghilang dan yang bergelombang dari Matahari untuk menimbulkan panas di Bumi ialah gelombang sinar listrik yang berkelanjutan tanpa akhir untuk selamanya. Cukup jelas bukan !!!!!!
    Teori Einstein sedikitnya telah memperlambat pengetahuan manusia dibidang astronomi tentang iklim planet-planet, hingga para ilmuwan berkesimpulan planet yang diatas dan dibawah Bumi tidak sesuai untuk berlakunya suatu kehidupan seperti di Bumi dan diamini oleh ilmuwan Islam tanpa koreksi, Oke my bro setelah kini kita ketahui seluruh planet ada kehidupan yang sama dengan Bumi, masihkah anda percaya Adam sebagai manusia pertama? Untuk persoalan ini sebaiknya perlu kita buka pola berfikir yang selama ini telah banyak dipengaruhi ajaran yang tidak sesuai dengan Alquran.
    Mengenai langit sudah dipahami bahwa arti samawat adalah planet-planet, dan ada tujuh diatas Bumi, semuanya teranalisa dengan jelas, analisa yang berlainan dengan saudara kita Agus Mustofa bahwa langit ketujuh itu berdimensi 9, dan dilangit yang ketujuh itu tempat Sorga dan Neraka juga tempat berkumpulnya para malaikat, entah dari mana saudara kita ini mendapatkan hal yang tidak logis, inilah yang kita maksud bahwa Mas Agus belum paham apa yang dimaksud denangan SAMAWAT. jadi bagaimana dengan Mi’raj Nabi? Nanti kita analisa lagi, satu-satu harus kita bahas agar tidak lari dari pokok permasalahan.
    Planet terpingir itu ALLAH menamakannya dengan Sridatul Muntaha (Teratai Pemberhentian) manusia menamakannya dengan Sedna (Dewi kutub) Kenapa ALLAH menamakannya Sridatul Muntaha? Oke my bro nanti kita sambung wassalam.

  201. HENVEL said

    Ralat my bro sidratul muntaha

  202. haniifa said

    @Mas Henvel
    Mohon maaf perlu saya perjari lebih lanjut… thx

    @Mas Amir
    “Kejadian Adam sama dengan kejadian ‘Isa” artinya kalau Nabi Isa dilahirkan
    1. Jelas dilahirkan dari rahim ibu
    2. Jelas tidak berayah biologis
    3. Jelas manusia tidak pernah mengalami evolusi
    4. Jelas Maryam wanita yang dimuliakan didunia dan diakherat.
    5. Jelas Ibunda Nabi Adam a.s setidaknya secara implisit seorang ibu yang mulia dunia dan akhirat.

    Wassalam, Haniifa.

  203. Khoirul Umam said

    Saya sudah membaca buku tersebut,berkenaan dengan judul besarnya “ternyata Akhirat Tidak kekal” memang bisa ditarik kesimpulan demikian karena sangat logis.. bahwa Alam semesta yang tidak terukur dan terhingga luasnya tersebut adalah ciptaan Allah, dan semua ciptaan Allah tidaklah kekal,dan begitu juga surga dan neraka yang merupakan akhirat apakah tidak bagian dari alam semesta??

    Wallahu a’lam

  204. Ishari Syahreza said

    Mas Hanifa dan Mas Henvel,
    Menurut buku ‘Ternyata Akhirat Tidak Kekal’ apakah benar yang menjadikan kiamat adalah batu komet?
    Apakah komet ada diterangkan dalam Al-Qur’an?
    Mohon dijawab…

  205. haniifa said

    @Ishari Syahreza
    Saya tidak tahu pastinya.
    Penjelasan Al Qur’an ciri-ciri kiamat:
    1. Bulah terbelah…. bisa belahan bulan yang menabrak bumi.
    2. Bintang-bintang berjatuhan… bisa komet, bintang yang mirip matahari dengan diameter yang kecil.
    3. Bisa juga lapisan atmosfir… kacau balau.

    Insya Allah, dilain kesempatan kita diskusikan bersama.

    Wassalam, Haniifa.

  206. yus said

    jaman turunnya taurot nabi musa bersandal keras,memakai pakaian jubah besar,membawa tongkat panjang skitar 2meteran untuk membantu berjalan dan mengambil makananbagi hewan peliharaannya, jaman zabur nabi daud berpakaian sedikit lebih maju dr nabi musa, jaman injil nabi isa memakai pakaian spt digambarkan di agama kristen dan bersandal seperti umumnya zaman romawi waktu itu, dan ketika Rosullullah menerima al quran beliau memakai surban spt pakaian org gurun jaman itu, serta sudah memakai sepatu . maka sangat boleh jd klo tidak ada penutupan zaman kenabian maka nabi jaman kini pasti juga stylish mengikuti jaman baru modern

  207. Akhirat, Surga, Neraka,dan jg Ruh adalah sebagian dari makhluk ciptaan Yang Ahad Yang Maha Kekal. Jd sifat mereka adalah makhluk, sehingga wajar tdk kekal, karena yg kekal cuma satullah SWT. Tapi, sifat makhluk seperti Akhirat, Surga, Neraka, dan Ruh, itu menjadi kekal manakala dikekalkan oleh Yang Maha Kekal Allah SWT..

  208. haniifa said

    Akherat awalnya diciptakan dan telah di kekalkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
    Sementara lain Oom Agus Mustofa mengatakan akherat tidak kekal, jadi aneh ajibun… :mrgreen:

  209. Dede aripin said

    membaca perbeadaan pendapat tentang buku-buku karya ustad agus mustofa, saya ingin berpendapatbahwa alam semesta ini sangat luas, tidak mungkin bisa difahami dengan hanya melihat satu sisi. Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada ustad agus mustofa, karena telah memberikan alternatif pemahaman.

  210. khyash said

    Mlekuuum… nimbrung nee,q ne termasuk yang netral en setuju kalau kebenaran mutlak tuh milik Allah swt,jadi apapun hasil riset manusia hanyalah penafsiran,tetapi itu sangat diperlukan terlepas min plusnya,asalkan bukan untuk doktrin alias cuci otak sehingga banyak merampas kemerdekaan berpikir,kalau sampai demikian berarti telah mendeklarasikan kesombongan “ana khoiru minhum” terlepas siapapun dia, tul gak?btw,ada parameter ilmiah yang belum tergali benar tentang kemampuan mata memandang,katakanlah “cahaya mata” dari terpejam hingga membentur obyek terjauh butuh berapa waktu?terlepas memakai alat apapun,ana yakin kecepatan cahaya terkalahkan oleh kecepatan mata,nah kalau kecepatan mata ini bisa ditemukan secara ilmiah ana yakin akan bisa merubah teori waktu dan tentang kun fayakun,dan kita lebih bisa paham siapa Tuhan,siapa kita siapa alam semesta,salut buat ust Agus Mustofa,semoga karya-karyanya mendapat ridlo Alloh swt

  211. Ishari Syahreza said

    Ass…
    tanya lagi nih buat Mas Haniifa dan Mas Henvel.
    Apa benar arti dari Arsy adalah Singgasana Tuhan?
    Koq Mas Henvel nggak jawab pertanyaan saya?

  212. Ass…

    Wahai saudara seiman dan se islam janganlah menghujat dan menghakimi bahwa buku buku karya pak agus adalah sesat….syirik….dsbnya…kenapa anda menghujat?….apakah cara ber-agama anda sudah benar?….apakah ilmu yang anda dapat dari orang tua kita terdahulu semua sudah benar?…marilah berfikir dan merenung….islam bukan agama …islam bukannya tdk boleh disejajarkan dgn kondisi moderen sekarang….sadarlah bagi yg menghujat….

    wassallam

  213. Rudy Asnawi said

    Pokoknya mau keyakinan kalian seperti apapun,mau ilmu kalian setinggi apapun,tapi konsep hidup yang sebenarnya kalian tidak tahu yach “PERCUMA”,intinya keyakinan apapun itu dan ia bisa mengantarkan kalian kpd konsep hidup yg sebenarnya,dan membawa kalian mengenal diri kalian yg sebenarnya serta mengetahui Bagaimana,mengapa,untuk apa,dan siapa sich tuhan itu.Maka itu lah “ujungnya perjalanan”.Sudahkah sampai detik ini kalian sadari itu semua…..

  214. HY said

    Dari awal saya membaca, dari biografinya saja saya sudah merasa agus mustafa seseorang yang liberal atau orientalis githu deh.. (to ARICLOUD)- menurutku buku-buku karya agus mustofa itu bisa dikategorikan “berbahaya”,.. karena dapat merusak pemahaman orang2 awam tentang Islam, khususnya masalah AQIDAH.contohnya bpk-ku udh banyak beli buku-buku agus mustofa, ditelannya aja tuh mentah2..dan lagi beliau juga ajarkan “ilmu” nya agus mustofa sama orang lain. tuh.. bahaya kan..!!
    Kalo mau menafsirkan Al-Qur’an dan Hadits mesti paham ilmunya dulu donk..jangan asal tafsir gitu.. ditambah lagi harus paham bahasa arab..ya gak..?? JANGAN MAIN-MAIN DALAM URUSAN AQIDAH..!!!BISA-BISA DHOLALAH…!!!

  215. Rudy Asnawi said

    Gmana sich manusia ini…dari zaman batu ampe gini,msh aja pola pikirnya kaga berubahnya.disuruh cari sapi betina aja….selalu pengen tau kenapa hrs betina,disuruh cari sapi yg warnanya coklat,eh…pengen tau juga kenapa harus warnanya coklat.Mending pengen taunya itu emang dari Bodoh trus pengen jadi Pintar,ini malah mencari CELAH kesalahan orang dalam berpendapat.Ingat…!!!Ilmu Allah itu bener2 nga ada ujungnya bro.walau anda diberi umur 1 Milliar Tahun,nga ada HABIS2-nya.nah….sekarang umur & ilmu yg kita udah punya udah cukup banyak kah….? apa lagi itu cuman tau dari orang,baca dibuku,Demi Allah yg Ahad,sesungguhnya bukan banyaknya Ilmu yg dicari tapi “KESEMPURNAANNYA” yg kita harapkan.

    Menurut saya,Manusia seperti Bpk Agus Mustofa,Bpk Abu Sangkan,Bpk Harun Yahya,pola pemikirannya atau rasa ingin taunya begitu dlm,mungkin dulunya Belia2 ini merasa “Bodoh Banget”,Tapi Rasa rindunya kpd Tuhannya,Rasa Ingin Tahunya kpd Tuhannya,Rasa Kemauan kerasnya kpd Tuhannya,makanya Beliau2 ini diberi sedikit pencapaian pemahaman yg terungkap dari perbendaharaan/Khasanah yg tersimpan untuk bisa kita olah di OTAK & PERASAAN kita masing2.Dan seandainya-pun,OTAK kita belum mampu mengolah pendapat2 Beliau/nga cocok dgn keyakinan kita Mbo yach DIAM aja.karena kalau kita mengomentarinya,apa lagi KONTRA…!!!!,itu sama saja,kita mempromosikan bahwa kita bener2 sedang BODOH/Emang sangat2 Bodoh.

    Di dlm Al-Quran Padahal Allah Sudah mengingatkan akan perumpamaan,Hikmah kejadian,Hukum Sebab-Akibat & masih Banyak lagi.Allah hanya berkata Apakah….Kau tidak memikirkannya.Ini Boro-boro mau memikirkannya, Malah Doyan Menghujjah…

    Come On Man…Intinya HIDUP ini “DIA” cuman ingin dikenali dgn Perkenalan yg sebenarnya.Makanya “DIA” adakan kamu semua yg mana dulunya TIDAK ADA Dan Kalau kita sudah saling kenal-mengenal,Maka Jadilah kamu Pribadi Muhammad.Pribadi yg benar2 tunduk Setunduk2nya entah itu dgn Manusia,Hewan,Tumbuhan,apa lagi dgn Rabb-nya.Kita Tau kan PRIBADI MUHAMMAD itu seperti apa.dan ILMU yg benar itu menggiring kita menjadi Pribadi MUHAMMAD,dan ini yg harus di tanamkan..!! JANGAN MAIN-MAIN DALAM URUSAN AQIDAH…???BISA -BISA MERUGI…??? (THINK-FAST).

  216. ula said

    sebaiknya bapak agus .M ngaji lagi…kan dia sendiri yang bilang kalo dia g pnya basic agama…aneh,ustad mriksa orang sakit,,dokter mbangun jembatan,,alumni teknik nuklir bicra agama…ya kacau semuanya…

  217. ula said

    tambah dikit,,ana skrang kok malah tertarik untuk nulis bantahan buku-bukunya pak agus itu…doain y, mdah2n ada wktu

  218. Mana semua kyakinan anda-anda ini, terhadap Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan yang maha meliputi segala sesuatunya….mana…!!!Mengapa sebagian dari anda takut akan bahaya yg menyesatkan dari penyampaian segelintir orang. “Apakah Engkau yg memberikan Hidayah kpd mereka, Padahal AKU menyesatkan siapa yg AKU kehendaki,& tidak ada yg bisa memberikan Hidayah kepadanya,(Al-Quran).

    jadi…bagi saya..sesuatu yg bersifat baik,dan memotifasi orang untuk belajar dan banyak ingin mencari tahu..nga ada salahnya…lebih baik & bagus buat tanya-jawab aja,kalo kaga ngarti akan sesuatu itu.

    Kudu banyak merenung, tafakur sejenak….biar sejuk hatinya kalo mau menanggapi permasalahan yg ada.ato mungkin kebanyakan yg KONTRA dlm artikel ini hanya pake OTAK-nya tidak pake PERASAAN-nya yg paling dalam.

    Maaf yach..kalo menangkapi permasalah pake OTAK dlam hal ini..Otak punya keterbatasan,Sbb otak hanya bisa membaca hukum sebab-akibat,Tapi COBA pake Perasaan/Hati…pasti lebih HALUS & LUAS.

    Sekali lagi Mohon Maaf….Cuman Allah yg Maha Benar,yg Meliputi segala sesuatu termuasuk Meliputi Ketidak tahuan & Kebodohan kita.Selamat Menunaikan Ibadah suci PUASA…semoga bisa menjadi kupu-kupu yg indah,setelah mengempomponginya selama 1 bulan penuh.

  219. Yacub said

    Assalamualaiku, wr,wb,
    Dengan begitu banyak komentar yang ada, Alhamdulillah menurut sy,mudah-mudahan umat Islam khusnya di Indonesia menjadi umat yg berkualitas bukan Islam KTP sj dan tidaklah sia-sia Pk. Agus.M, menuangkan begitu banyak pengetahuannya sebagai pencerahan untuk kita semua, terimakasih Bp teruskan cita-citamu semoga Allah swt,senatiasa memberikan Hidahnya

  220. Ghanny said

    Saya mempunyai semua buku karangan Mas Agus Mustofa, kecuali 3 yang terakhir karena belum saya temukan di kota saya. Walau tidak semuanya menarik, tapi saya suka mengkoleksi buku sehingga tetap saya beli dan saya baca.
    Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa Mas Agus begitu piawai dalam mengarahkan pembacanya agar menuruti keinginannya menafsirkan Al Qur’an. Sehingga saya sering merasa apa yang dikatakan Mas Agus itu tafsir baru yang lebih benar dari yang pernah saya dengar sebelumnya. Wallahu a’lam.

  221. barangkali ust Agus Mustofa terpengaruh back ground perjalanan spiritual di alam hakikatnya, kalau di alam hakikat penafsiran ayat-ayat al-quran berbeda dengan kajian syar’i

  222. arriii said

    Saya termasuk yg percaya bahwa Tuhan dalam menciptakan sesuatu bukan kayak sulapan, termasuk proses penciptaan adam, hanya dengan tanah kemudian “diemplek-emplek” dibentuk sepertimanusia kemudian dihembuskan nyawa ke ‘emplek-emplek tanah itu. Tuhan itu maha ilmiah, dan uraian Agus Mustofa mengenai penciptaan adam adalah yang paling ilmiah yang pernah dikemukakan oleh orang2 yg pinter ataupun merasa pinter tentang islam.
    Saya juga yaqin, semua yg ada didalam alquran itu sangat dan sangat sangat ilmiah…. cuma ilmu pengetahua/science saja yg belum mampu mengungkapnya, bisa jadi sampai kiamatpun ilmu pengetahuan/science ngga akan mampu….. ibarat jari kita celupkan kesamudera, science itu ibarat air yg menempel dijari………

    • Dhani Devito said

      Saya sependapat bahwa Allah SWT menciptakan semua makhluk itu melalui proses dan tidak serta merta “menjadi”. Kalo Adam langsung di ciptakan Allah SWT langsung dewasa maka akan terjadi ” disorder” pada kejiwaan seorang Adam yang dalam hal ini tidak pernah mengalami masa kanak-kanak dan masa -masa pubertas. Saya juga masih bertanya-tanya bagaimana bisa manusia saat ini ada yang berkulit hitam legam,kriting, berhidung pesek sedangkan disatu sisi ada manusia yang berkulit putih,rambut lurus dan berhidung mancung kemudian ada juga manusia yang bermata sipit dan berkulit kuning. Apakah mungkin berasal dari satu keturunan yang sama ?

  223. jamalito said

    sangat menarik apa yang di uraikan oleh pak HENVEL,tentang adam& hawa dan arti dari syajarah,saya adalah orang berpendapat sama dengan anda..

    untuk saudara haniifa,anda terlalu emosional dalam menanggapi,harusnya anda itu membuka diri dan mau mempelajari alqu’an lebih serius lagi..alqu’an adalah kitab yang berbicara untuk manusia dari sejak di turunkan sampai ke akhir zaman,dan kebenarannya akan terus terungkap/di ungkap..

    para mufassir,menafsirkan alqur’an sesuai dengan ilmu dan zaman dimana mereka berada..contoh:mustahil bahwa ibnu katsir akan membahas mengenai atom dan proton di dalam tafsirnya,karena ilmu pengetahuan saat itu belum sampai kesana…

  224. Rudy Asnawi said

    Begitulah hidup ini… dari semua peistiwa kejadian dlm bentuk apapun,ada yg menerima & menolak,meski sudah jelas bahwa semua ini untuk ” KEBAIKAN “saya nga heran sich sebenarnya,karena seorang pribadi Rasullullah saja yg pribadinya indah,msh banyak yg tidak suka & tidak percaya dgn beliau saat itu.apa lagi seorang pak Agus Mustofa,dgn segala pendapat2nya.

    Walaupun ” sebenarnya ” bagi siapapun kalian yg menuntut jalan menuju Tauhid termasuk meyakini uraian/pemahaman Pak Agus Mustofa ini masih ” Jauh ” untuk sampai ke ” tujuan “.Jadikanlah semua ini sarana untuk mencapai tujuan.dan semoga sebelum kita ” mati ” kita dapat mengenal & saling kenal mengenal siapa sich yg “Laisya Kamislihi Syaiun” itu.

    Karena dalam “ILMU” barang siapa yg tidak mengenal siapa sich Allah itu,maka dia pun tidak mau mengenal orang itu sampai di Akhirat,saat semua Makhluk ingin banget bertemu dengan Tuhan-nya.

    SEMOGA KITA SUDAH TERMASUK ORANG-ORANG YG SUDAH DIJALAN-KAN MENUJUNYA KEMBALI,BUKAN-NYA MERASA BERJALAN PADAHAL HANYA BERJALAN DITEMPAT SAJA.

    Oh Come On Baby….KAJI ULANG TUCH KEYAKINAN…Betapa kuatnya Doktrin yg melekat di dada kita selama ini,hingga menutup jalan “Pulang”.

  225. Mohon maaf lahir bathin @Kang Aricloud.

    Salam hangat selalu, @Haniifa.

  226. Dono. said

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mas Aricloud,
    Sebelum menganalisa soal keterangan dari cerita diatas,perlu kita ketahui makna dari adam diturunkan dari surga terlebih dahulu.
    Menurut sepengetahuan saya adam diturunkan dari surga tidak bermakna turun ke bumi, sebenarnya derajat beliau dari manusia yg sempurna atas kejadiannya telah turun dari sisi Allah karena Allah mendapatkan dia seorang yang tidak mempunyai kemauan yg kuat yg yang bermakna bahwa hawa nafsunya lebih besar daripada imannya tetapi ini tidak ada hubungannya pada kelemahannya dalam kekhalifahan (dia bukan orang kafir seperti perbuatan iblis terhadap Allah),tetapi menurut malaikat(jibril dan malaikat yg lainnya) begitu halnya,seperti yg tertera di atas bahwa adam dan keturunannya sebagai khalifah di dimuka bumi ini akan banyak menumpahkan darah padahal bukankah Allah maha mengetahui?
    Turunnya derajat adam bukan karena dia bodoh dan kafir tetapi lemah atas hasutan iblis padanya.
    Perkataan kekhalifahan sebenarnya ada dua makna :
    Kekhalifahan menurut hawa nafsunya dan kekhalifahan menurut perintah-perintah Allah.
    Cobalah lihat lagi firman Allah diatas yaitu pada surah al-baqarah ayat 36 yg berbunyi:lalu keduanya digelincirkan dari syurga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan kami berfirman turunlah kamu,sebahagian dari kamu menjadi musuh sebagaian yang lain dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yg ditentukan.
    Menurut hakikat saya firman Allah ini insyaAllah bermakna :turunlah kamu berdua pada awal kejadianmu yaitu ciptaan pertama kalinya dari tanah dan kembali ke tanah yang sebelumnya mereka hidup dengan kemulian bersama Allah jadi keturunan adam dan siti hawa akan menjadi musuh satu sama yg lain.
    Jadi mengenai syurga adalah hidup bersama Allah dengan kenikmatan di bumi ini juga.
    Saya tidak pernah mendapatkan firman Allah mengenai bumi akan dihancurkan diakhir zaman tetapi bumi akan diratakan dan semua manusia akan dibangkitkan di akhir zaman.

    Kitab Alquran adalah ilmiah tetapi kita tetap realistis mengahadapinya.

    Semoga bermanfaat,
    Saya mengucapkan selamat idul fitri untuk mas ari beserta keluarga.
    Wassalamualaium warahmatullahi wabarakatuh,
    Dono.

  227. Syam Jr said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Mas Ari, mohon maaf kalau boleh mau nanya neh. Jadi Nabi Adam as diciptakan di syurga yang non materi namun “hidup” di bumi (materi, ruang dan waktu )dan oleh karena itu lantas mati. Kemudian dibangkitkan dari bumi maka Adam kembali menjadi non materi. Apa betul pemahaman saya ini, mohon pencerahan.

    Selamat Ied el fitri 1 Syawal 1430 H, maaf lahir bathin.
    Wasalam, Terima kasih.

  228. Syam Jr said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Mas Ari, mohon maaf kalau boleh mau nanya neh. Jadi Nabi Adam as diciptakan di syurga yang non materi namun “hidup” di bumi (materi, ruang dan waktu )dan oleh karena itu lantas mati. Kemudian dibangkitkan dari bumi maka Adam kembali menjadi non materi. Apa betul pemahaman saya ini, mohon pencerahan.

    Selamat Ied el fitri 1 Syawal 1430 H, maaf lahir bathin.
    Wasalam, Terima kasih.

  229. Minal Aidzin Wal Fa’idzin @Mas Ari, Teriring salam hangat selalu.

  230. kalu said

    @Mas Hanafi
    yg saya bandingkan bukanlah ADAM,NUH AS dg kita mas,tp antara mns purba dgn ADAM AS dan mns sesudahnya ,,,kalau NABI ADAM dan mns sesudahnya sayapun sependapat kalau kita ini sama-sama mns modern atau barangkali kita ini juga lebih purba dibandingkan dg beliau-beliau(baca;ADAM,NUH AS)dan soal usia otak saya kira tidaklah dapat dijadikan patokan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang walaupun harus kita akui bahwa kita ini sebenarnya tidaklah lebih cerdas dibandingkan dgn generasi sebelumnya karena apa yg kita lakukan skrg ini tidak lain hanyalah mengembangkan apa yg sudah ditemukan oleh generasi sebelumnya,…
    OKElah katakan saya sependapat dg anda;lalu bagaimana anda menjelaskan soal adanya perbedaan bahasa,warna kulit dan fisik yg ada di berbagai belahan di bumi ini???jgn bilang kebetulan lho mas,soalnya terlalu banyak kebetulan kayaknya!!lalu bagaimana pula dgn adanya suku Nomaden dan suku Kanibal serta kebudayaan” kuno lainnya??saya kira ini bukanlah diturunkan oleh Nabi ADAM dan keturunannya….ta’tunggu jawabannya ya!!eh kalo ada yg mo kasih penjelasan boleh juga tuh,itung-itung bagi-bagi pengetahuan…

    salam hangat tu’ semua end MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN;Mohon maaf lahir dan batin
    Wassalam

  231. kalu said

    @Mas Hanafi
    yg saya bandingkan bukanlah ADAM,NUH AS dg kita mas,tp antara mns purba dgn ADAM AS dan mns sesudahnya ,,,kalau NABI ADAM dan mns sesudahnya sayapun sependapat kalau kita ini sama-sama mns modern atau barangkali kita ini juga lebih purba dibandingkan dg beliau-beliau(baca;ADAM,NUH AS)dan soal usia otak saya kira tidaklah dapat dijadikan patokan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang walaupun harus kita akui bahwa kita ini sebenarnya tidaklah lebih cerdas dibandingkan dgn generasi sebelumnya karena apa yg kita lakukan skrg ini tidak lain hanyalah mengembangkan apa yg sudah ditemukan oleh generasi sebelumnya,…
    OKElah katakan saya sependapat dg anda;lalu bagaimana anda menjelaskan soal adanya perbedaan bahasa,warna kulit dan fisik yg ada di berbagai belahan di bumi ini???jgn bilang kebetulan lho mas,soalnya terlalu banyak kebetulan kayaknya!!lalu bagaimana pula dgn adanya suku Nomaden dan suku Kanibal serta kebudayaan” kuno lainnya??saya kira ini bukanlah diturunkan oleh Nabi ADAM dan keturunannya….ta’tunggu jawabannya ya!!eh kalo ada yg mo kasih penjelasan boleh juga tuh,itung-itung bagi-bagi pengetahuan……

    salam hangat tu’ semua end MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN;Mohon maaf lahir dan batin
    Wassalam

  232. 212 said

    ilmu ekonomi adl mempljari kebutuhn mansia yag tak terbatas dengan alat pmenuhannya yang terbatas.
    alat pemnuhan terbatas VS kebutuhan yang tak terbtas.
    saya kira persoaaln ne terpecahkan bisa jawab wacana di atas
    ekonomi pun bertauhid padanya,,,

  233. Al said

    Dear All,

    Selamat Idul Fitri 1430H,
    Menurut saya Yang Benar hanya Allah semata, sementara kita manusia mencari untuk mendekati kebenaran, jadi tidak akan pernah 100%.
    Jika tidak akan pernah 100% benar akan ada terus pro kontra untuk menyatakan pembenaran masing2…

    Saya punya pendapat bahwa sebenarnya hanya ada 1 ilmu saja baik didunia/akhirat, jadi saya berpendapat bahwa ustad/guru juga bisa menjadi dokter bagi orang yang sakit tergantung level keimanannya di mata Allah.

    Salam

  234. kalu said

    BRAVO!!!
    Saya pun sependapat 100% bahwa kebenaran mutlak hanyalah di sisi ALLAH SWT,tp jgn lupa bahwasannya mns di tuntut untuk menuntut ilmu setinggi”nya dlm rangka untuk mendekatkan diri KEPADANYA,
    Semakin dalam kita mengenal ciptaannya,Semakin yakin pula kita bahwasannya DIA benar-benar MAHA SEGALANYA,..
    Adapun adanya perbedaan pendapat dalam memahami ciptaannya jgnlah hal itu menjadikan kita saling bermusuh”an,tp jadikan sbg perbendaharaan ilmu kita yg sangat terbatas ini.
    Semakin dangkal ilmu yg kita miliki semakin berpotensi pula kita untuk di sesatkan+akan membuat kita ragu akan apa yg kita yakini.

    HEMAT saya”Apapun jenis ILMU yg kita dapat selama tidak melemahkan AQIDAH yg kita miliki saya rasa baik kiranya untuk dikaji.

    Salam hangat

  235. Nasrudin said

    menurut saya!!!masalah nabi adam dilahirakn dan surga itu tidak kekal itu sangat menyimpang dari agama islam.Sebenarnya waktu membaca buku beliau sependapat dengan beliau tapi setelah membaca penjelasan diatas saya mengerti yang sebenarnya. Smoga ALLAH memberi hidayah pada saya dan smua!!!amiiiiiiiiiin!!!

  236. [...] Qur’an ; surat AN NUUR  (QS;24/35.) ditulis oleh HENVEL sebagai bagian tanggapannya di blognya Aricloud Pendapat bloger ini menyanggah teori Albert Einstein tentang apa itu [...]

  237. Mas Hanafi & Henvel, top banget dah sbg manusia Indonesia.., saya senang membaca tulisan dan analisa seseorang, tapi maaf saya tidak akan semudah itu me amini..,(tapi saya terus baca loh..), saya yakin selama manusia (umat Islam) terus mencari kebenaran dan membedah AL QUARAN dengan Iman dan takwa dengan tujuan kebenaran atas atas maksud dari Firman ALLAH SWT, yakinlah ALLAH tidak akan membiarkan hambaNYA terjerumus dalam analisa yang menyesatkan…sebagai penambah wawasan dan menambah keimanan dan ketakwaan saya, saya tetap akan terus membaca setiap tulisan yang menurut saya ingin saya baca, termasuk komentar-komentar anda yang brilian…

    Wassalam

    Hamba ALLAH SWT yang ingin terus mencari dan mengetahui dari rahasia AL-QURAN sampai akhir hayatnya…(tapi ibadah wajib terus dijalankan dong, nanti sibuk mencari-cari ga punya bekel di akhirat terlepas akhirat itu kekal atau tidak, saya belum bisa menyimpulkan)

  238. Yovi Iskadar said

    1. “hal penciptaan Adam adalah seperti penciptaan Isa”, dalam Al-Qur’an yang pernah saya baca kurang lebih pengertiannya seperti itu.Tolong bandingkan lagi dengan pendapat saudara.
    2. SAtu pernyataan dalam Al-Qur’an mengandung banyak pengertian yang mungkin tak terhingga, Al-Qur;an adalah kebenaran yang absolut, sementara pengertian sebagai dampak dari pernyataan Al-Qur’an tersebut bersifat relatif, sikap bijaksana adalah lebih baik. Pengertian atau penafsiran mungkin berbeda, tapi jangan sampai satu penafsiran dari Al-qur’an diabsolutkan, sedangkan masih banyak penafsiran yang lain. wallaahualam….

  239. ivan said

    Kalau kita ibaratkan Al Quran itu adalah Surat Pribadi Allah swt kepada kita yang diantarkan kepada kita lewat petugasNya, Nabi Muhammad saw, apa mungkin Dia memberi kita sebuah surat yang tidak jelas arahannya, sehingga bisa timbul penafsiran yang saling bertolak belakang ?…

  240. Anonymous said

    Ariclaud: Judul buku mana yg dimaksud????? Ternyata Akhirat Tidak Kekal, atau Ternyata Adam Dilahirkam. Bahwa masih memaknai maksud pemikiran Agus Mustofa, saudaraku Ariclaud masih salah!!!!! Apalagi mengkaji Al Qur’an…… Subhanallah. Agus Mustofa memberi pengertian bahwa diri yg satu adalah “Stem Sell” bukan Nabi Adam A.S., itulah ciri khas Agus Mustofa dgn keilmupengetahuanNya.

  241. agus hartono said

    agus menanggapi:
    Assalamu alaikum wr wb
    saya penggemar buku2 pak Agus Mustafa dan saya suka penafsirannya yang menggunakan akal.memang ada yang kurang setuju terhadap beberapa penafsirannya, tapi saya yakin pula bahwa yang tidak setuju tersebut karena kurang bisa memahami seluruh isi dari buku tersebut. dan saya yakin kok orang2 yang menggunakan akal akan menganggukkan kepala dengan buku2 pak Agus tersebut.Jika kita mampu menggunakan akal untuk memahami isi buku2 tersebut saya yakin pula akan berakibat pada pemahaman terhadap isi al qur`an. dan pemahaman itu akan berakibat pada tambahnya ketebalan iman. saya sangat berterima kasih sekali pada pak agus mustafa karena dengan membaca bukunya sampai saat ini saya jadi lebih takut untuk meninggalkan shalat dan saya jadi lebih rajin membaca Qur`an dengan terjemahannya dan tafsirnya juga asbabuun nuzulnya. jadinya Alhamdulillah saya jadi lebih banyak hafal ayat2 dlm Al qur`an. dan Alhamdulillah pula sampai saat ini saya selalu berusaha untuk membaca dan menghafalkan dan mengerti isinya. puncaknya saat ini saya sudah selesai mengumpulkan ayat2 yang berkaitan dengan setiap permasalahan. tentunya dengan versi saya sendiri. dan dengan buku yang saya buat tersebut saya jadi lebih mudah untuk memahami isi al qur`an. buku tersebut saya jilid jadi 6 buku terima kasih pak Agus Mustafa.
    wassalamu alaikum wr, wb.

  242. tri pramudya said

    assalamualikum wrwb.
    semua buku bapak agus mustofa unik dan sangat menarik, tergantung bagaimana kita bisa memahami pemikiran beliau yang dapat membuka cakrawala pemikiran yang baru dari dogma-dogma para ulama yang otodidak, karena pemikiran kita terus berkembang terhadap penafsiran 2x alqur,an oleh sebab itu sah-sah aja beliau menulis buku yang unik dan menarik itu

  243. abdul said

    berikan bukunya supaya saya bisa baca dan berpartisipasi mas….tq.

    dimana sy bisa download bukunya???

  244. djoko sriwahyu indratmodjo said

    Alhamdulillah kalau kita mau mencari dan mencari Insya Allah bakal ketemu maksud saya Buku 2 yang telah diungkapkan oleh bapak agus mustofa adalah buku yang sangat berarti bagi saya khususnya untuk bisa mendalami Ke Maha Kuasanya , Ke Maha Hebatnya , Ke Maha Besarnya dan Ke Maha Segalannya Allah swt.
    Saya sangat menikmati dan sangat sayang kalau sampai ketinggalan untuk mendapatkan buku tersebut.
    Sungguh luar biasa cara menyampaiknnya agar kita dengan mudah bisa mencerna.
    Demikian semoga Allah swt selalu merahmati kita semua …Amin

  245. rijalul said

    alhamdulillah… saya rasa buku apa aja kita baca kalu di ambil kbenaran (positifnya) yg masuk dlm logika. itu sangat brguna dan ada keuntungannya.. karena kita bisa paham dan mengerti secara logika (masuk akal). jdi menurut saya pembahasan masalah buku ust. agus mostafa, secara ilmiah sangat baik aku suka, karena bukan hanya ilmiah yg beliau paparkan tpi ada jga pndekatan dengan al Quran. sebagai mana dlm buku yg berjudul “TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL” kbanyakan logika yg dpata kita ambil dri buku trsebut:
    ” knapa bgitu ? klu kita berpikir suatu waktu & sampai pada waktunya kita telah berpulang (meniggal dunia) saya dsini sebagai orang tidak tahu soal Agama. maka saya bertanya: setelah kita meninggal kita di kuburkan ke dlm tanah.. secara syriat kita mngetahui sperti itu. tpi apakah jasad kita kekal dlm tanah? atau sudah di makan cacing..? trus yg ada hanyalah tulang yg terkubur? nah satu lagi, roh kita yg sudah di cabut akan berada di alam mna lagi?

  246. rijalul said

    kalau ada yg minat mentuntaskan diskusi diskusi tentang “ternyata akhirat tidak kekal” dengan ust Agus mostafa.. harus punya dasar ilmiah.. yg kuat untuk pembahasan atmosfir, 7lapisan langit, perputaran bumi, matahari.. !! jangan hanya pehaman yg terbatas!

  247. goldy said

    Trus berkarya pak agus…
    selama ini kita terlalu banyak meributkan hal2 yg gak penting dan memusingkan. jika niat kita baik dan berbagi ilmu, Allah SWT yang akan melindungi dan membimbing kita. jng berpikir penjahat sudah pasti masuk neraka dan ulama masuk surga, semuanya kembali kepada kewenangan Allah SWT sebagai pemilik segalanya.

  248. ati said

    Yang haq hanya milik Allah. karena hanya Dia yang mengetahui proses kejadian manusia.jgn samakan dong dgn pemikirannya manusia yuang bersifat terbatas.SADAR oooooiy………

  249. m.asyhari said

    umat islam selalu ketinggalan informasi. sudah sejak lama sidi gazalba menyinggung ttg sunnatullah. tetapi sampai sekarang banyak “cendekiawan muslim” yg masih tidak paham. hal itu sdh diteliti oleh prof.dr. azwar arsyad. ttg kasus adam juga sdh lama deikupas dalam tafsir al-maraghi yang terbit tahun 70 an.juga sdh di kupas di berbagai diskusi, ttp sebagian baru sekerang mrk terkejut. pada dasarnya mereka disebabkan malas membaca dan akibatnya makin jauh tertinggal

  250. m.asyhari said

    diperlukan banyak agus mustafa yang lain yang berani membongkar kebekuan berfikir dan fatalisme yang berkarat.meski ayat yang turun pertama berupa perimtah membaca dan menulis, ternyata umat islam amat malas membaca apa lagi menulis. yang ditekuni ialah kegiatan tradisional spt tahlilan, yasinan, doa panajang lebar meski yang berdoa dan yg mengamininya tak paham oisi dan maksudnya.al-quran sdh berabad-abad hanya dibaca tanpa digali maknanya.eronisnya malah maurice bucaille yang dokter kandungan bangsa perancis yaqng tampil menggali keserasian ayat2 al-quran dengan sains modern.umat islam tdk sadar sekedar menjadi konsumen berbagai produk elektronika yang dibelinya dengan bangga. padahal banyak ayat2 kauniayh yang diperintahkan Tuuhan untuk menggalinya, dan nyatanya malah org2 bukan islam yang tekun menggalinya sehingga mrk mampu memperoleh manfaat yang amat banyak. aneh bukan

  251. m.asyhari said

    yang aneh juga ternyata yang membuat indeks hadis/sunnah yang mencakup 9 buku-kutubus tis’ah malah orang belanda wensink dan mensink. kita tingal memakai.kalau kita buka internet justru banyak para muallaf yang tertarik dengan isi kandungan al-quran. sementara umat islam sendiri sdh puas dan dininabobokkan dengan banyaknya pahala sekedar membacanya.pada hal menurut qurash shihab kadar keimanan ditakar dengan ketekunannya menggali bukti2 yang memperkuat apa yang diimaninya.kadar iman yang paling rendah ialah yang tidak mau menggali bukti2 yang diimaninya. sy sangat salut dengan pendapat paul davis yang menyatakan bahwa pada dasarnya para ilmuwanlah yang mampu dan berhasil menggali dan membuktikan keagungan dan keuasan Allah. maka tepatlah firman Tuuhan: hanyalah para cendekiawan yang benar2 takut kepada Allah-innama ykhsyallah min ‘ibadihil ‘ulama’

  252. Ugi said

    Assalamualaikum…

    Aku pikir semua orang boleh menafsirkan ayat Alquran asalkan tidak membuat keyakiyan kita (“haqul yaqin”) kepada Allah menjadi sirna, menurut aku tidak masalah.. sah-sah aja…kalo aku sudah lama mendapat info itu dari pemahaman orang jawa…kaget dan salut.. ternyata ada orang yang berani menuliskannya… perbedaan pemahaman orang-orang pada tataran ” lafal makno ngurat roso” memang wajar. karena manusia memiliki angen2, nalar, pikir yang berbeda…( itulah kebesaran dan rahasia Allah) kenapa Allah membuat sesuatu selalu berpasang-pasang???baik buruk, salah bener, dll…oleh karena itu menurut kau harus dibahas dalam forum yang pas…jangan masih SD bahas yang sudah SMA dst… gak bakal nyambung… Tujuan utama segala pembahasan yang terkait dengan keyakinan terhadap Sang Pencipta adalah menambah keyakinan kita kepada Allah yang akhirnya akan mempengaruhi akhlak kita menuju yang lebih baik…
    Catatan:
    1. “JANGAN PERNAH MERASA DIRI PALING BENAR”
    2. “BERKEYAKINAN” ITU JANGAN DIPERDEBATKAN
    (BAIK BURUK, SALAH BENAR DALAM KEKUASAAN ALLAH)
    3. SIFAT MANUSIA: TIDAK SEPEMIKIRAN DAN SEPAHAM AKAN MENOLAK
    DEMIKIAN SEBALIKNYA…
    4. SEGALA SESUATU HARUS DI NGAJI,UJI, KAJI DAN NGEJI”
    5. BERPROSES MENUJU SUATU TEMPAT TERTENTU AKAN MENJALANI DAN
    MENEMUI SALAH DAN BENAR, ENAK GAK ENAK DST… TIDAK AKAN ADA
    BENAR KALO TIDAK ADA SALAH”

    YANG PALING FATAL ADALAH: “””TIDAK PERNAH MENGAJI, MENGUJI, MENGKAJI DAM MELAKSANAKAN”””” JANGAN SAMPAI ANUT GRUBYUK ORA NGERTI REMBUK”

    OLEH KARENA ITU TULISAN KI AGUS MUSTAFA ADALAH BAGIAN DARI PROSES KEHIDUPAN…JALANKAN YANG BENAR, TINGGALKAN YANG SALAH
    Nuwun
    Wassalam

  253. maz rozie said

    sepertinya saya tidak jadi beli bukunya..tks

    • Abrah said

      gak ada salahnya mas bli bkux… selama ada uang yg cukup untuk mendptknya… setidakx anda mengambil yg menurut anda benar dan anda meninggalkannya yg menurut anda salah… jangan terpengaruh komentar2 diatas coz banyak skali orang sok tau suka muter2kann masalah

      Akhirat mamang gak kekal karena Hanya Allahlah yg kekal

  254. Abrah said

    Akhirat mamang gak kekal… karena hanya Allah yg kekal.. klo anda mengatakan bahwa akhirat kekal itu jg benar. kbenaran hanya Milik Allah..

    gak usah saling merasa benar n sok tau…. gak ada manfaatx…

    Hanya saya yg benar…kwkwkwkkw

  255. andriashfahani said

    memang akhirat merupakan ciptaan ALLAH, tp dia dikekalkan oleh ALLAH (diberi sifat kekal),jd akherat ya kekal

  256. doel sumbang said

    ada buku baru tentang pak Agus Mustofa yaitu Menelaah Pemikiran Agus Mustofa; Koreksi Terhadap Serial Buku Diskusi Tasawuf Modern. Penerbit: Pustaka Sidogiri.

    silakan lihat bukunya di:

    http://toko-buku-albarokah.blogspot.com/2009/12/menelaah-pemikiran-agus-mustofa.html

  257. @Mas Aricloud
    Selamat tahun baru 2010, mari kita awali dengan niat dan kemauan yang kuat semoga Allah melancarkan dan memudahkan semua usaha kita, Amin.

    Salam hangat selalu,

    #Haniifa.

  258. [...] buta membuat statement bahwa sebagian umat Islam tolol… Duh kawan, rupanya sampean lupa akan konsep demokrasi Islam yaitu Umatan wahidatan. Joesatch yang legendaris [...]

    • Yusuf Abdullah said

      Trus apa yang membuat saudara merasa lebih baik dari Pak Agus Mustofa , menurut saya setidaknya beliau telah berusaha menyampaikan ayat Allah yang beliau pelajari lewat ayat Kauniyah(Nuclear). Bukankah jika air 7 samudera di jadikan tinta ditambah lagi sejumlah itu tidak akan cukup untuk menuliskan ilmu Allah ?. Itu artinya Walaupun Anda Setiap hari Katam Baca Al Qur’an dan sudah hafal ribuan Hadist ilmu ada hanya sebutir pasir di luasnya samudera di dunia ini. Al Qur’an dan seluruh kitab Hadits menurut Anda habis tinta berapa ? ( Maaf saya tidak bermaksud mendangkalkan Al Qur’an dan Hadits ) Saya hanya menegaskan bahwa dengan cara itu hanya cukup memahami Al Qur’an kurang lebih sekitar 250 Ayat saja ( ayat yang mengatur ibadah ) , karena ayat Al Qur’an selebihnya berbicara tentang penciptaan langit dan bumi ( Alam Semesta) Coba Perhatikan Pernyataan Allah dalam QS Ali ‘Imran 190-191. Yang intinya menginformasikan :
      1. Bahwa Penciptaan langit dan bumi adalah ayat Allah bagi ulil Albab.
      2. Sedangkan Ulil Albab adalah
      – Orang yang selalu mengingat Allah dalam Kondisi apapun
      – Selalu memikirkan ( baca : mempelajari ) penciptaan langit dan bumi
      sampai dapat memperoleh kesimpulan bahwa semua penciptaan itu
      tidak sia-sia ( ada manfaatnya) bagi hambanya yang paling sempurna
      yaitu manusia . Tolong cari di Al Qur’an tentang ciri-ciri ulil Albab yg lain.

      Contoh :
      Anda pasti kesulitan menafsirkan sepotong ayat Al Qur’an dalam An Naml berikut ini dengan hanya ayat kauliyah aja

      ” Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. …… ”

      Bagaimana ? Saggup menafsirkan dengan Hadits yang ada ?

      Yakinlah bagi orang yang percaya adanya Allah dan mempelajari Geologi sampai pakar pasti jatuh tersungkur dan mengucap Allahu Akbar sepenuh hatinya karena ilmu Geologi yang menjelaskan Ayat tersebut diatas baru ditemukan abad 20 , bagaimaa mungkin Qur’an yang diturunkan pada abad 7 mengimformasikan hal tersebut kalau bukan benar-benar dari ALLAH. Maka tidaklah sama rasanya orang yang pernah berada disisi Ka’bah dengan orang yang hanya tahu Ka’bah dari cerita orang yang pernah kesana.

      Kesimpulan :
      1. Pelajari Semua ayat Kauliyah ( termasuk Hadits) maupun Kauniyah
      2. Jangan pernah memandang remeh pakar ayat kauniyah (ilmu umum) yang mengimani Allah dan rasulNya karena mereka adalah termasuk ulil albab.
      3. Ayat Al Qur’an lebih dari 6.000 ayat berisi tentang alam semesta yang pemahamannya hanya bisa diperoleh dengan ayat kauniyah.
      4. Hanya Ulil Albab yang dapat memahami pengajaran dari Allah ( Cari sendiri ayatnya di Al Qur’an)
      5. Jangan Apriori terhadap temuan temuan baru dalam memahami Agama karena dengan cara beragama yang selama ini kita fahami udah beratus ratus tahun Umat Islam belum menjadi Umat yang utama,

      • @Mas Yusuf Abdullah
        Mohon maaf, sayah sudah lama tidak nge blog… jadi

        komentar sampean pada backlink baru sayah baca sekarang

        :D

        Okeh, sayah tanggapi ocehan sampean……
        ======
        bla…bla…bla….
        Contoh :
        Anda pasti kesulitan menafsirkan sepotong ayat Al Qur’an

        dalam An Naml berikut ini dengan hanya ayat kauliyah aja

        ” Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia

        tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya

        awan. …… ”

        Bagaimana ? Saggup menafsirkan dengan Hadits yang ada ?


        _____________________________________

        Sampean ingat peristiwa Tsunami dari jaman doeloe hingga

        sekarang dan terjadi di berbagai dibelahan bumi.
        Tahukah sampean kalau Bumi ini diberi rizki oleh Allah,

        hingga terus menerus mengembang (maksudnya: bertambah

        besar).
        1. Dari hujan meteor, baik berupa partikel-partikel

        maupun bongkahan batu bintang.
        2. Dari serapan air laut, akitab gempa tektonik didasar

        laut atau gempa vulkanik “badan gunung” yang dibawah

        permukaan air laut (mis. Krakatau).
        Ingat…
        Jutaan bahkan milyaran meter kubik air laut meresap

        kedalam bumi dan membentuk cairan yang lebih kental dan

        ini dipercaya atau tidak akan mendorong kerak bumi

        membesar yang suatu ketika bisa terjadi lagi gempa baru.

        Kembali ke ayat diatas.!!!
        ” Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia

        tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya

        awan. …… ”
        ______________________________
        Bisakah sampean bayangken dibumi ini tidak ada air

        laut ?? :D

        Mari kita soal bicaraken penafsiran soal hadits yang

        relevan !!!

        Hadist lain tentang hal ini mengatakan, Rasululullah

        s.a.w bersabda, “Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum

        sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan

        Gunung Emas yang mendorong

        manusia berperang. 99 dari 100 orang akan

        tewas (didalam pertempuran), dan setiap dari mereka

        berkata: “Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup

        . “ (Bukhari-Muslim)

        Bus on the way….
        Apa perlu sayah jelastken… :D

        Wassalam, Haniifa.

  259. yang tidak dimengerti adalah penanguhan Allah kepada Iblis, untuk selalu menggoda anak cucu adam, karena yang digoda nafsunya sedangkan nafsu hanya ada didunia, kalau begitu iblis goda manusia terus deh… kapan kekalnya akhirat kalau begitu

  260. salman said

    Buku agus mustafa mengajak kita berfikir…

    Di singapura aja, penulis seperti agus amat jarang ditemui..

    namun, pak agus juga manusia biasa, mungkin kita boleh memberi pendapat agar pendapat itu menjadi kritikan yang membangun bukan menjatuhkan.

    Terus terang, saya sudah membeli banyak buku nya…

    setiap kali saya ke indonesia, saya pasti membeli bukunya…

    amat menarik isi kandungannya…

  261. adanya siang dan malam dan penciptaan alam semesta merupakan petunjuk bagi orang yang berakal, hal ini menunjukkan bahwa banyak yang belum kita pahami dari al-quran, ayolah kita bersatu dalam memahami Al-Quran, kalau perlu adakan research Al-Quran dan sains di Indonesia, jika setuju kirim email ke hldindonesia@gmail.com
    pengarang buku “Allah dimata Logika, the second bigbang” (insya Allah hampir terbit)

  262. Anonymous said

    KETIKA AGUS BERKATA, ITU HANYALAH KATA-KATA SEORANG MANUSIA YANG JAUH DARI SEMPURNA, KARENA MEMANG MANUSIA TIDAK ADA YANG SEMPURNA.

    AGUS HANYALAH MANUSIA YANG TERBATAS AKAN ILMUNYA WALAUPUN MERASA SUDAH CUKUP BAIK UNTUK MENULARKANNYA KEPADA ORANG LAIN

  263. Anonymous said

    wallahu a’lam……!!!! tasawwuf jangan dijadikan alat untuk mencari sjati tuhan melalui akal pikiran maupun ilmu pengetahuan.hablu minalloh(hubungan manusia dg alloh)selama manusia hidup di dunia adalah sebatas kontak batin melaui amal ibadah.dan terkadang smakin kritis serta smakin pandai manusia cenderung tertipu daya.menjerumus pada kmusrikan dikarenakan telah lupa akan sjati manusia.timbul bid’ah,hasut dan fitnah….!!! astagfirulloh haladzim….!!!

  264. Anonymous said

    gak salah untuk memiliki buku al agus mustofa bin al ghazali.hahaha…….!!! buku itu sbg pertimbangan pemiikiran kita yg juga punya penafsiran lain tentang akhirat.jadi bila penafsiran kita lbh masuk akal dan sesuai dengan fadhilah isi kandungan alqur’an,berarti kita lebih pintar,pandai,dan lebih sukses dari pada imam mustofa.

  265. ariv said

    benar atau tidaknya pemikiran agus mustofa, Allah lah pemilik kebenaran satu-satunya.
    tapi saya sangat setuju jika pengajaran agama harus logis dan saintifik untuk menjawab tantangan zaman. Juga untuk mencegah kebodohan sains dan memberantas dogma kaku, mitos, keajaiban nonlogis di kalangan generasi muda muslim kita yang notabene pemilik masa depan kelak.

    • dedi said

      maaf ya kalau boleh nyumbang pendapat, Jgnlah perdebatan membuat kita saling lalai, biarlah Allah yang mengetahui kebenaran dibalik perkara2 yang rumit untuk dipecahkan, tugas kita hanyalah beribadah sebaik-baiknya sesuai dgn apa yg telah dituntunkan Al-Quran dan Sunnah. Toh pola kehidupan yg sudah dicontohkan Rasulullah saja belum tentu kita bisa mencontohnya dengan baik dan sempurna. Jadi jgnlah kita disibukkan oleh hal2 baru yang amat rumit dan diluar bts kemampuan kita apalagi kalau harus mengada-ada dlm urusan agama dan menyebabkan perpecahan.

      • cassava said

        Manusia mahkluk yg paling sempurna diberikan akal dan fikiran dan satu2nya mahkluk yg dapat mengetahui rahasia alam semesta apa lo ga tau??(baca Mi’raj Rasulullah), gimana lo mo beribadah bila yang disembah saja tidak tahu siapa yng sebenarnya?? belajar ilmu tasawwuf man…

  266. Syeikh Khatib Muda said

    Setelah saya merenungi dan memahami secara mendalam tentang buku yang ditulis ustad Agus Mustafa tentang ketidak kekal akhirat maka saya amat sependapat dengan beliau. Sebab yang kekal itu hanya Dzat Al Haq tuhan seru sekalian alam. Sedang yang namanya makluk adalah fana yang sifatnya sementara. Menurut hemat saya problemanya adalah sampai dimana kekal akhirat itu ??? sebab Allah swt mengatakan dalam firman-firman bahasa kekal adalah untuk menunjukan batas waktu yang tak berhingga atau dengan kata lain tidak terjangkau rasional dan nalar manusia. Pahami kekal itu adalah Haq Dzat semata-mata.

  267. rifan isyrofi said

    assalamu’alaikum wrwb
    menurut saya apa yang dilakukan pak agus mustofa adalah mengajak kita agar memahami islam secara lebih kreatif tanpa harus meninggalkan rel. Pemikiran pak agus dianggap melukai sebagian orang yang memang senantiasa berada pada posisi nyaman dan mapan sehingga reaksi yang timbul hanya mendahulukan emosi daripada ketenangan hati untuk merenung,mencerna dan memberikan tanggapan yang benar-benar jernih tanpa dihinggapi nafsu untuk menyalahkan orang lain.Teruslah berkarya pak Agus! Kutunggu agus mustofa-agus mustofa yang lain. Yang maha benar hanyalah Allah, bukan yang lain.

  268. WAHYU said

    AGUS MUSTOFA dan KATALOG BUKU AGUS MUSTOFA

  269. [...] AGUS MUSTOFA – http://aricloud.wordpress.com [...]

  270. Dhar said

    KALAU MAU LIHAT KATALOGNYA DI SINI KATALOG BUKU AGUS MUSTOFA

  271. MOHAMMAD YUSUF said

    KRITIK BUKU AGUS MUSTOFA
    Saya sudah memiliki 11 buku2 terbitan Agus Mustofa dan CD nya, Supaya anda juga seimbang coba miliki juga buku “MENELAAH PEMIKIRAN AGUS MUSTOFA’ koreksi terhadap serial Buku Diskusi Tsawuf Modern” beli di tk buku online, semoga manfaat. (sorri bukan ngiklanin tapi supaya anda seimbang)

  272. Mochammad Soleh said

    Kita wajib menjunjung tinggi perbedaan, akan tetapi janganlah perbedaan menjadikan kita saling membenci, mencela atau menghujat satu sama lain. Jadikan perbedaan sebagai wacana penghias cakrawala wawasan pikir kita. Lebih-lebih pada saudara kita yang seiman dan seagama . . .
    Kita coba memahami perbedaan tsb. dengan niat/nawaitu mencari kebenaran bukan karena niat yang lain, krn sesungguhnya kebenaran itu dari Alloh SWT.
    Sy teringat pesan menantu Rosululloh SAW dan sekaligus sahabat beliau, Ali bin Abi Tholib berkata : Janganlah engkau membenarkan sesuatu karena orangnya, akan tetapi karena kebenarannya, pasti engkau akan tahu orangnya. (maaf ini cuma urun rembug, biar ukhuwah kita lebih solid lsgi . . . )

  273. henry said

    gak usah berdebat,belajar dulu pd diri msing-masing

  274. anshari said

    kita hanya perlu pemikir pemikr baru untuk kemajuan islam. karna islam sudah terpuruk di mata dunia. semoga kita bisa memajukan islam di mata dunia dan dihadapan Allah. insaAllah

  275. Roy Rey said

    Wah…lagi2 yang comment disini pada pinter2..

    Numpang comment yah..

    Bagi saya tulisan Ust. Agus Mustofa tentang akhirat tidak kekal ibarat “Abu Nawas” lagi mendongeng (kenal dong Abu Nawas). Kalo Abu nawas udah cerita biasanya yang denger ga bisa ngebantah sekalipun sang raja Harun Alrasyid…

    Ust. Agus Mustofa saya anggap Abu Nawasnya Indonesia…

    Ada yang inget ga ceritanya Abu Nawas yang dia bilang dia lebih kaya dari AllAH..? Nah seperti itulah menurut saya pola pikirnya Ust. Agus.

    Kalo seandainya dia besok cerita ALLAH tidak kekal(naudzubillah minzalik), saya gak bakal heran.

    Saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada ALLAH S.W.T, juga para yang lainnya termasuk Ust.Agus(karena saya yakin jauh lebih pintar dari saya).

    • WONG diajak mikir kok….

    • dens said

      Kenapa vonisnya begitu sadis..
      Apakah kita akan selalu dlahom mendengar cerita-cerita kiai kampung
      tanpa punya ilmu dunia

      • dedi said

        ada baiknya perdebatan ini jgn membuat kita lalai, apalagi sampai menjelekkan orang lain (termasuk para ulama), toh beribadah dan beramal sesuai tuntuan Al-Quran dan Rasulullah aja mungkin belum bs kita lakukan dgn baik. Apa sebenarnya yg sdh kita sumbangkan demi agama ini shingga sdh bisa menuduh para ulama2 terdahulu yg sebenarnya sdh banyak kita saksikan kontribusi mereka pada agama ini.

    • putra said

      balasnya pake alasan n ilmu pengetahuan dong..jgn mnjelek-jelekan orang.karena beliau membuat buku itu pasti melalui pemikiran yang matang,,dan pasti beliau tau bahwa buku2 beliau akan menuai kritik seprti kriti anda.jadi kalo posting pake ilmu aj.supaya qt ini jg dapat ilmu juga…intinya ilmu itu datangnya dari Allah…

  276. saladin said

    hu’uh

  277. Mohammad Sulthon said

    tolong mas penulis di atas melihat kembali ayat selanjutnya pada surat Al’araaf;190-191. bagaimana kedua dari diri yang satu tersebut menyembah berhala2. masa kita mau mengatakan bahwa nabi adam menyembah berhala dan klo pun itu nabi muhammad.apakah mungkin nabi muhammad lantas menyembah berhala.Naudzubillahmindalik……….klo saya berpendapat…baik akhirat kekal atau tidak yang jelas jangan sampai kita mempertahankan sesuatu selain Allah salah satunya karena takut akherat tidak kekal.mari kita serahkan semuanya kepada Allah.toh kita ini siapa yang berani menghukumi akherat itu kekal atau tidak.itu semuanya terserah kehendak Allah.yang paling terpenting sekarang jangan sampai kita melupakan tujuan kita yang hakiki.menyembah kepada Allah semata.
    yang jelas mari kita pupuk diskusi keberagamaan kita agar kita bisa menjadi muslim yang rohmatanlilalamin.

  278. Taufik Mario Tholi said

    Taumartho berpendapat

    13 Mei 2010

    Mau mengerti tentang tentang hakekat sesuatu (apa saja)atau singkat kata mengerti tentang Tuhan, Alam dan Manusia,? maka pelajarilah secara mendalam tentang ilmu, filsafat dan agama. Karena tanpa mengenal itu semua mustahil akan mengenal atau menafsirkan Qur’an dengan benar. Manfaat yang dapat diambil dari menguasai ketiga pengetahuan itu, maka kita akan mengenal pula omongan yang benar (berdalil)dan yang dusta,(ngawur)atau sesat. Wallahu ‘alam.

  279. m. jihad said

    ya…..

  280. KALAU KAMU MERASA BENAR MINTALAH MATI………

  281. Arif said

    Akhirat itu tidak kekal tetapi “dikekalkan”…

  282. heru said

    hmmm….ass saudaraku skalian…menanggapi tentang komentar saudaraku ttg karya agus mustofa dengan statement “malaikat mengetahui SOP yang terjadi pada manusia” saya kurang setuju…karena di dalam Al-quran jelas mengatakan bahwa Allah maha mengetahui dan tentu saja lebih mengetahui dariapada malaikat dan jin…Dan sayapun kurang setuju jikalau saudaraku seiman menyimpulkan bahwa malaikat telah mengetahui hidup manusia sampai hari akhir…sesungguhnya yang maha mengetahui itu hanya Allah dan tiada makhluk yang lain mengetahui apa yang akan terjadi di bumi ini….ya,hanya Allah SWT yang maha mengetahui, bukan malaikat, jin apalagi tukang ramal….wass

  283. susila said

    Saya sangat merasa sedih atas pemikiran-2 Bp Agus Mustofa yang terkesan sangat enak dibaca, enak dimengerti tetapi sebenarnya sangat membingungkan dan sangat menyesatkan. Kita diajak untuk berpikir dan memahami pada hal-hal yang tidak sangat perlu kita bincangkan. Kita diajak untuk berpikir diluar batas kemampuan manusia. Dan yang paling berbahaya lagi jika pemahaman yang dilakukan dengan tidak diiringi pengkaji secara benar kandungan yang ada di dalam Alquran secara murni. Setahu saya dan yang telah juga dilakukan oleh para Imam / Ulama yang telah menjadi panutan para umat Islam, menafsirkan Al Quran itu juga dengan Al Quran, atau dengan Tuntunan Rosululloh (melalui Hadist-2 SoqehNya) atau berdassarkan apa yang dilakukan Sahabat-2 Rasululloh pada jaman itu. Ini juga dijelaskan dalam Hadist soqeh Rosululloh. Demikian juga, bahwa Akherat itu kekal, Bahwa siksa kubur itu ada, Bahwa Adam tdk dilahirkan, Bahwa menafsirkan AL Quran tidak dengan metode Puzzel, dll Penjelasan itu semua ada sangat jelas dituntunkan di dalam Alquran. Semoga Alah SWT memberi jalan yang benar bagi seluruh Umat Islam di seluruh dunia, jalan yang diridloi dan sesuai tuntunan Al Quran dan Sunnah Rosul. AMIiiin.

    • haris said

      maaf brow…? lalu apa gunanya akal kita brow ? masak punya akal gak dijalanin ?betul kita harus berpegang pada rasulullah dan sahabat serta para ulama terdahulu, tapi ingat brow ya ….. kita hidup di zaman 2010…. tentunya akal kita bukan berada di zaman th 1400. maksudnya rasulullha dan para ulama terdahulu itu dijadikan pijakan, tapi kita juga melihat konteks saat ini. itulah mengapa allah menjadikan islam itu agama yang simple, gak ribet, dan mudah diterima oleh siapa saja dan kapan saja. begitu kan ?

      • cassava said

        ya betul tu, yang menjelaskan hadist dan alquran tu pada udah mati semua..bro kita yang mendengar dari ulama sekarang perlua akal dan fikiran untuk menelahnya..

  284. Bois said

    Hi!
    Assalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)

    Sekedar menambahkan…

    Bicara kekal atau tidak kekal itu sangat relatif, tergantung bagaimana kita memposisikannya. Betul apa yang dikatakan pada komentar-komentar sebelumnya kalau yang kekal itu hanyalah Allah SWT, dan selain itu pada hakikatnya memanglah tidak kekal. Namun, jika Allah menciptakan akhirat dan membiarkannya tetap (tidak berubah, tidak bergeser, dsb) selama-lamanya; abadi; lestari maka akhirat adalah kekal, namun dengan izin Allah.

    Wassalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)
    bye… and Peace V ^_^

  285. iskandar p said

    Kita bisa berpendapat apa saja terhadap segala hal, bisa pro atau kontra. Itulah manusia, dan disitulah letak fitrah kita dianugrahkan allah swt. Namun yg penting adalah jangan sampai kita merasa yg paling benar shngga menegasikan org lain. Jangan berfikir kita kendarai taksi yg menuju surga, namun tanpa kita sadari itu adalah kereta yg melesat menuju neraka.
    Ingat, Manusia hanya makhluk tg nisbi, yg kebenaran yg dipahaminya pun sangat relatif, tergantung gurunyalah, lingkungannyalah, budaya dll. Jadi jangan sok paten pada bedebat gt..

  286. benny _japanan said

    ALLAH….menciptakan kita untuk berpikir,dan berpendapat….dan ALLAH….melarang keras kita untuk saling berhujat…jadi kita nikmati perjalan kisah dan ilmu dari ust AGUS mustofa …tidak ada salahnya kita berpikir beda …itu menunjukkan bahwa kita memang manusia…..

  287. sofyan said

    pendapat ust. Agus Mustofa jadi kontropersi..ada baiknya di ambil hikmahnya aja..kalau menurut saya..mungkin memang benar malaikat mengetahui sesuatu dari kitab Lauhul Mahfudz..namun timbul pertanyaan..kenapa pada ayat berikutnya setelah adam mencertikan nama-nama benda,,para malaikat mengatakan bahwa mereka hanya mengetahui sesuatu yang ALLAH telah beri tahukan kepada mereka..kalau begitu malaikat juga tidak mengetahui apa yang tertulis pada kitab Lauhul Mahfudz itu..dan mereka hanya mengetahui sesuatu yang telah diberi tahukan kepada mereka..timbul pertanyaan lagi kalau mereka bisa mengetahui sesuatu di kitab Lauhul Mahfudz berarti malaikat bisa dong mengetahui nama-nama benda yang di ajarkan ALLAH kepada adam..bukankah nama-nama benda itu sudah ada tertulis di kitab Lauhul Mahfudz..?????????

  288. Ibnu Abi Irfan said

    Agus Mustofa tidak kompeten untuk membahas apa yang ditulisnya.

    Nabi bersabda: “Jika urusan diserahkan pada selain ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR. Bukhori)

    apakah agus mustofa itu ahli tafsir? ataukah ahli hadits? atau ahli fiqh? atau ahli lughoh? jelas sekali dia bukan apa-apa di bidang ini. kenapa masih ada orang-orang bodoh yang ta’ashub yang menganggap apa yang dibicarakannya adalah pembicaraan ilmiah, padahal dia tidak punya ilmu?

    • haris said

      memang anda orang yang berkompeten ya brow ? kok nyalahin orang seenaknya tanpa memberikan sedikit saja sifat menghargai orang lain ? naudzubillah

    • beir said

      ass 4all…,khusus bg ibnu abi irfan.
      saya setuju dan smua kita pasti setuju buanget kl untuk menjadi seorang mufassir harus memiliki beberapa disiplin ilmu agama.namanya mufassir tentu dari awal surah alquran sampai akhir surah alquran akan menjadi objeknya, makanya penting disiplin ilmu tadi. nah terkait dengan ust agus mustofa, apakah dia seorang mufassir?jawabannya tidak. karena beliau sendiri mengakui bukan pakar ilmu agama, lantas salahkah dia ketika memiliki disiplin ilmu di luar ilmu agama yang kita maksud, mencoba memahami ayat2 ALLAH dengan pendekatan ilmu yang dimilikinya.sementara setelah beliau mampu mensinkronkannya dia duduk lemah,tersungkur menangis, mengagumi kebesaran ALLAH.keimanannya semakin kokoh, tentu sangat beda lho iman atas dasar ilmu dan pencarian ketimbang iman yang cuma mangguk2,macam ayam ngantuk.”ah wilayah iman g perlu dibahas”.padahal semua yang dibawa rasulullah tidak ada yang tidak wilayah iman,malah rasul itu sendiri buat kita jg wilayah iman, kan kt g pernah bertemu dgnnya, tp kt percaya.
      seandainya anda memiliki disiplin ilmu agama semuanya dan lulus jadi mufassir, anda akn bisa dipastikan lebih sesat ketika menafsirkan ayat2 kauniyah. karena anda hanya fokus pada ilmu nahu,sorop, balagoh, mantiq, bayan, ushul, dll. sebagai contoh ketika ALLAH memberikan informasi di salah satu ayat alquran “bahwa sebenarnya langit dan bumi ini dulunya adalah bersatu,kemudian ALLAH pisahkan keduanya…”,bagaimana anda menafsirkannya dengan ilmu tadi, kecuali anda juga memiliki disiplin ilmu diluar itu.
      agus mustofa bukan mufassir tp beliau mencoba mentadabburi ayat2 ALLAH, dengan ilmu yang dimikinya, dan itu tdk perlu harus memiliki disiplin ilmu seperti yang anda wajibkan.tp jika ayat terkait dengan hukum maka disiplin ilmu agama yang anda maksud lebih berguna ketimbang disiplin ilmu yang dimiliki ust agus mustofa…salam ukhwah

    • anto said

      Wah kebetulan nih ada hadist yang cocok dengan apa yg ingin gue sampein buat nenggepin karyanye Bang Agus M. pokoknye, gue sih apa kata hadist dan quran aja deh, juga apa kate ustad neh, kata habib (sekarang lagi ngetren), dan kate orang-orang tua dulu. gue ngikut aja deh. cape gue pake mikir-mikir segale. idup udah susah, otak udah pas-pasan, pake mikir segale. Soalnye gue seneng tuh pake kacamata kuda. he he, yang penting rajin ke mesjid, kemane-mane pake baju koko, pake sarung, pokoknye mirip orang bertaqwa deh. yah,inilah kehidupan gue di jaman modern ini. Jangan salah, gue rajin solat di mesjid, itu ritual gue tiap hari. emang sih kagak ada perobahan di diri gue, gitu-gitu mulu dari dulu. biasa aje.sekedar menjalankan kewajiban, nyang penting kagak tawuran. kira-kira lu pade mau kagak, rela kagak kalo penerus generasi islami kayak gue, he he he

  289. Yang lebih menggelikan adalah perkataan Agus Mustofa bicara tentang Allah tanpa ilmu maka ini adalah sangat berbahaya terhadap klerusakan akidah umat. dan Dia jelas bukan kapasitasnya bicara hal tersebut lagi2 tentang Allah ini termasuk daerah2 yang sangat rawan bagi kerusakan akidah umat maka MUI harus peduli dan menarik buku2 tersebut dari peredaran yang mempunyai wewenangan serta tanggung jawab di di=unia dan akhirat sebagai tolong buku tersebut dibaca dan segera dingatkan dan diminta pertanggung jawaban atas penyimpangannya serta disuruh segera bertaubat.

    • haris said

      beginilah klo belum membaca semua buku buku agus mustofa. saya saranin agar anda mentelaah lagi buku bukunya. OK ? he he he krn sy pengagum beliau brow

      • cassava said

        tul tu bro para penentang agus mustofa adalah orang2 yang gelisah bahwa dirinya selama ini “jangan2 salah jalan”….

  290. Pemikiran pak agus dianggap melukai sebagian orang yang memang senantiasa berada pada posisi nyaman dan mapan sehingga reaksi yang timbul hanya mendahulukan emosi daripada ketenangan hati untuk merenung,mencerna dan memberikan tanggapan yang benar-benar jernih tanpa dihinggapi nafsu untuk menyalahkan orang lain

  291. Krt_raharja said

    Aduh … Agus …. Agus …..
    Ya memang Hanya Allah yang kekal …. selain Allah, Anasir dan bentuk apapun sebutannya tidaklah kekal …
    Al-Qur’an memang banyak versi tafsirnya …..

  292. kharisma premaswara said

    assalamu alaikum wr,wb

    apa yang sedang kita alami sekarang ini tidak lepas dari campur tangan Allah SWT,kita berdebat,berbeda pendapat seperti ini jangan di jadikan permusuhan,justru di jadikan masukan untuk menambah pengetahuan,perbedaan pendapat sudah biasa dalam islam,..

    kita hanya sedang di uji oleh Allah SWT ,mampukah kita mengatasinya dengan hati tenang dan positif,mampukah kita menyikapinya dengan kedewasaan,jangan saling menyalahkan sesama sudara muslim…,

    Nabi muhammad SAW ,tidak pernah mengajarkan untuk saling mengina dan bermusuhan dengan sesama muslim..,

    saya harap ini dapat menjaadi bahan diskusi kita bersama ,dan tidak menjadi perpercahan dalam agama,terima kasih.

    wassalamu alaikum WR,WB

  293. Manusia said

    SESUNGGUHNYA HANYA ILMU PENGETAHUAN YANG BISA MENJAWAB SEMUA HAL, SEMUA ILMU YANG DIDAPAT MANUSIA ADALAH ILMU DARI ALLAH, ALLAH TELAH MEMBERI AL-QURAN SEBAGAI PETUNJUK, DAN MANUSIA HARUS BISA MENJAWABNYA DENGAN ILMU PENGETAHUAN YANG DIMILIKI, MANUSIA HIDUP UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH, MENJALANKAN PERINTAHNYA, SALAH SATU PERINTAHNYA UNTUK MENUNTUT ILMU YANG DALAM AGAR BISA MENJAWAB “TEKA-TEKI” KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT.

  294. auliarobby said

    Asskum….
    Sebenarnya buku2 ustad Agus Mustofa dapat memberikan wawasan kepada kita, bagaimana proses kejadian alam dikaitkan dengan pembuktian kebenaran alquran, jadi tidak ada masalah dgn buku itu, tinggal bagaimana kita menyikapinya, kemudian kita cerna dengan akal fikiran kita, bukankah ada hadits yg mengatakan ” addzina wal aqlu ”
    wasskum….

  295. Harson Towalu said

    Assalam, Yang terpenting bagi kita adalah bukannya kekal atau tidaknya akhirat (sorga maupun neraka) tetapi yang terpenting adalah sejauh mana istiqamah ibadah kita akan kekekalan Allah SWT. Allah SWT adalah paling kekal dari yang kekal. Mudah-mudahan perbedaan pendapat akan memberikan pemahaman yang lebih luas bagi kita semua.Amin…

  296. haris said

    terpenting, baca semua karangan agus mustofa, insy anda akan semakin yakin bahwa ilmu allah itu luas, bahwa islam itu agama yang mudah diterima secara akal, bukan sebuah agama yang memakai dogma.

  297. Memet said

    - Siapa yang memandang dirinya dalam ibadahnya, berarti tidak bisa bersih dari ujub!
    – Siapa yang mermandang makhluk, ia tak akan bersih dari riya’!
    – Siapa yang memandang taatnya, tak akan bersih dari tipudaya!
    – Siapa yang memandang pahala tak akan pernah bersih dari hijab!
    – Siapa yang memandang Rabb Ta’ala, maka itulah berada dalam posisi yang benar di sisi Tuhan Diraja Yang Kuasa.”

  298. Anonymous said

    Otsar Mink : Buku2 ust.Agus memang mudah diserap dan dipahami oleh karena menggunakan pendekatan yg logis dan bahasa yg komunikatif, kebenaran mutlak milik ALLAH,tetapi buku beliau yg mungkin bisa dianggap menyesatkan oleh sebagian orang justru membuat terutama saya pribadi merasa mendapatkan pencerahan dan perlu berpikir ulang terhadap ajaran 2 yg bersifat dogma padahal tidak dogmatis bila kita memaksimalkan penggunaan akal sehat, terus saja menulis pa Agus, pro kontra memang biasa saja terjadi terhadap hal2 yg dianggap baru, apalagi bertentangan dgn keyakinan yg sudah dipegang secara turun temurun, yg abadi adalah perubahan,

    • aricloud said

      Tidak selamanya hal-hal yang baru adalah benar.
      Al Quran tidak akan pernah berubah. Yang berubah adalah bagaimana cara manusia memahaminya yang dipengaruhi oleh situasi, nafsu, kebiasaan, dan serapan budaya eksternal.

  299. Lugas said

    1).di surga (yg sbnrnya) tdk akan ada Iblis, semua makanan halal ga ada 1 buah pun dilarang dan masuknya hrs punya amal, Adam blm beramal (tafsir Al Maragi) 2).manusia tujuan diciptakannya scr antropologis untuk bkerja di tanah (bumi) (2:30) nanti dibangkitkan tentu dg jasadnya yg terbuat dari tanah ini, padang mahsyar itu pun bumi dan surga seluas langit dan bumi (isalnya 3:133) surga tentu blm diciptakan kalo berpndapat surga sudah ada berarti ada dua ruang yg luasnya sama skrang ini dan bukan akhirat lagi, akhirat itu kan akhir. Oleh krn itu mengapa manusia ditahan di alam barzah? krn akhiratnya blm ada, blm diciptakan. Tentang malaikat mengapa tahu bahwa manusia sbg perusak saya agak sependapat, tapi saya memahaminya begini, malaikat itu terbuat dari cahaya sedangkan cahaya tdk terikat kpd ruang dan waktu baik yg awal maupun yg akhir bagi cahaya sama saja, cahaya diatas cahaya tentunya ‘nur-Ilahi” oleh krn itu Allah ada diberbagai dimensi (57:3). Dimensi malaikat ada dibawah Allah, tetapi cukup kalo hanya melihat masa lalu dan masa yg akan datang dibentangan sejarah dunia. Saya sangat puas membaca tulisan Agus Mustopa Wallahu’alam

    • surga neraka said

      @Lugas,

      Tolong berikan alasan anda yang meyakini malaikat bisa melihat masa yang akan datang berdasarkan sifatnya yang diciptakan dari cahaya. Saya kira tidak ada hubungannya antara sesuatu yang diciptakan dari cahaya dengan memiliki kemampuan bisa melihat masa yang akan datang.

      • ma'rifat said

        dukun aja bisa

      • VIk said

        Surga Neraka, itulah bedanya anda dengan orang2 yang berfikir. Anda udah sangat yakin (tanpa bukti ilmiah) dan mengira2 tidak ada hubungan antara yang diciptakan dengan cahaya dengan kemampuan melihat masa depan. Kalau orang yang berfikir, tidak begitu boss. Jangan terlalu cepat menyimpulkan, ilmu pengetahuan berkembang terus. Disitulah hebatnya AlQuran, apa yang menurut kita tidak mungkin, tapi AlQuran dapat menjelaskan.

        Anda percaya nggak ilmu pengetahuan bisa membuktikan bahwa orang bisa lahir tanpa bapak? seperti nabi Isa.

  300. dhani said

    Islam tu logis bro..kita orang Islam harus benar2 yakin dan mengerti apa yg kita yakini..Pak Agus tu ingin mengajak kita umat Islam untuk maju,pinter,dan yakin…Allah sesungguhnya menebarkan ilmu yg sangat buuuanyak di Alam semesta ini,kita sesungguh nya harus mempelajari itu untuk menambah keimanan kita.Iman yg tidak dilandasi dngan ilmu pengetahuan seperti “Cinta buta”, justru itu menyesatkan…bahkan bisa menimbulkan kekakuan yg tanpa alasan…dan bisa dicemooh agama lain…..

    to Pak Agus..nulis trus pak,sy tunggu buku baru nya….

    • aricloud said

      Benar, kepintaran manusia sangat bersifat relatif. bahkan tidak jarang dalam ilmu pengetahuan, suatu teori dibantah oleh teori lain yang lebih baru.
      Islam mendukung peningkatan dan pendalaman ilmu pengetahuan.
      namun dalam kaitan akidah, sangat prematur mengkait-kaitkannya dengan ilmu pengetahuan yang bersifat relatif untuk mendobrak pemahaman akidah sebelumnya yang sudah baku.

    • surga neraka said

      @Dhani, anda yakin islam itu semuanya bisa dibenarkan dengan logika manusia?

      Coba anda terangkan kepada saya secara logis mengapa sholat subuh harus 2 rakaat?

      • VIk said

        Nggak perlu marah bos. Saya juga tidak mengerti kenapa harus 2 rakaat. Tapi saya yakin suatu saat akan dapat dijelaskan kenapa harus 2. Karena itulah hebatnya Islam.

  301. Anonymous said

    Sebenarnya ulama-ulama (ilmuan-ilmuan islam) jaman dulu mengkaji dan mentafsir al-quran dan al-hadis, bukanlah sembarangan tapi sudah memiliki metode yang ilmiah dan hati-hati (plus mengerti sepenuhnya bahasa arab), mempelajari al-quran dengan metode puzzle menurut saya kurang tepat. Pertama misal kita ingin mempelajari tentang angkasa, tentunya kata kunci yang dimasukkan ke software terjemahan adalah kata “angkasa” kemudian software tersebut mencari dan menampilkan seluruh ayat tentang angkasa, yang akhirnya diinterpretasi sendiri oleh masing-masing pengkaji puzzle (hasilnya belum tentu sama), parahnya kata “angkasa” dari hasil terjemahan kemungkinan besar berasal dari kata arab yang berbeda yang sebetulnya maksud penggunaannya juga berbeda. Kedua al-quran didesain turun sesuai dengan keadaan yang oleh para ulama dulu disebut sebagai asbabun nuzul, jadi setiap ayat merepresentasikan keadaan yang berbeda namun anehnya sesuai belaka sebagai kitab referensi (inilah mukjizat terbesar Nabi AS). Dalam beberapa tulisannya Ust. Agus Mustofa berusaha menjelaskan gejala-gejala ghaib seperti isra’ mi’raj menurut ilmu fisika modern (sesuai dengan disiplin ilmu beliau, yaitu teknik nuklir), namun yang perlu dikritisi di sini adalah fisika modern belumlah mampu menjelaskan seluruh kejadian alam, bahkan Einstein sendiri tidak mampu, terbukti adanya gejala relativitas, dualisme cahaya, dan lain-lain, bahkan Ust. Agus ketika menjelaskan masalah perpindahan dimensi gagal mencari rujukan fisika modern sehingga beralih ke metode seperti film kartun.
    Intinya bagi saya tulisan-tulisan Ust. Agus Mustofa memang menarik sebagai wacana baru, dimana sebagian sudah sesuai dengan keilmuan ilmiah (untuk saat ini), namun hal-hal prinsipil sepertinya belum sesuai baik dibanding dengan kajian ilmuan islam terdahulu maupun dikaji sesuai dengan fisika modern.

    • Anonymous said

      setahu saya yg naif ini, untuk memperoleh predikat tulisan ilmiah setidaknya harus disampaikan dg metoda penulisan ilmiah. lagian nggak ada tuh tanggapan dari ilmuan islam yg branded.
      hanya semacam pikiran liar (baca: spekulatif) yg belum teruji

  302. surga neraka said

    assalammualaikum, bismillah,
    Saya mau menyampaikan sedikit pendapat.

    pertama mengenai cara memahami ayat alquran, Saya yakin kita semua disini memahami dan meyakini bahwa yang paling memahami tentang arti dari ayat alquran adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi sudah seharusnya ketika kita ingin memahami arti dari suatu ayat alquran rujukan kita adalah perkataan Nabi Muhammad SAW. Bagaimana cara kita mendapatkan perkataan Nabi Muhammad SAW? jawabannya tentu saja adalah dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu orang yang paling memahami dan kenal dengan beliau SAW.

    Berikut ini adalah dalil tentang keutamaan sahabat Nabi Muhammad SAW:

    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At Taubah: 100)

    “Sebaik-baik manusia adalah yang ada pada zamanku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka”HR. Bukhari no.3651, Muslim no.2533

    Hadits diatas menunjukan siapa manusia yang terbaik, tentunya arti dari terbaik disini juga baik dalam memahami ayat alquran, karena memahami alquran merupakan kebaikan. Menurut hadits diatas sebaik-baiknya manusia ada dalam tiga generasi awal islam. Generasi pertama adalah Nabi Muhammad SAW, maka akhir dari generasi ketiga adalah sekitar 200-300 H (menurut saya, tolong dikoreksi jika salah)

    “Bani Israil akan berpecah menjadi 74 golongan, dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di nereka, kecuali satu golongan”Para sahabat bertanya: “Siapakah yang satu golongan itu, ya Rasulullah?”
    “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku”HR. Tirmidzi no. 2641

    Dari dalil-dalil diatas sudah jelas siapa yang seharusnya kita ikuti dalam memahami islam ini, termasuk dalam memahami ayat-ayat alquran, yaitu Nabi Muhammad SAW, kemudian para sahabat beliau SAW, karena Nabi muhammad SAW telah memberikan jaminannya.

    Kedua adalah mengenai memahami alquran dengan menggunakan akal. Saya setuju bahwa memahami ayat alquran harus menggunakan akal, bagaimana bisa memahami tanpa akal sedangkan membaca saja memerlukan akal. Namun dengan akal disini adalah yang seakal dengan akal para sahabat Nabi Muhammad SAW. Jika semua orang berpendapat bahwa dirinya benar menurut akal masing-masing bisa rusak agama ini, atau dengan kata lain agama ini tidak lebih dari main-main saja, karena setiap orang bisa memberikan pemahaman sekehendak akalnya. Jadi diperlukan patokan yang baku dalam menggunakan akal untuk memahami islam ini, termasuk memahami alquran.

    ketiga saya ingin menyampaikan :

    “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Diantara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Quran dan yang lain ayat-ayat mutasyaabihaat. Adapun orang orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta`wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta`wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (daripadanya) kecuali orang-orang yang berakal”

    Ayat mutasyabihat disini termasuk mengenai perkara gaib seperti surga, neraka, akhirat dsb. jadi saya hanya ingin mengingatkan agar berhati-hati dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat. Kita tentu saja harus meyakini perkara gaib, namun bagaimana tentang perkara gaib ini sudah sepantasnya dicari rujukan yang sahih yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, atau para sahabat beliau SAW yang tentu saja lebih mengenal beliau dari pada umat generasi sekarang ini.

    Sekian pendapat saya mengenai bagaimana cara memahami islam ini, termasuk memahami ayat-ayat alquran. Jadi jika terdapat perbedaan dalam memahami ayat alquran, kembalikan saja semuanya kepada keterangan Nabi Muhammad SAW kemudian para sahabat beliau SAW.

    Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  303. surga neraka said

    Jadi menurut saya jika ada yang memberikan pendapat tentang islam yang bertentangan dengan pemahaman sahabat Nabi Muhammad SAW, tinggalkan saja pendapat orang tersebut, karena tidak ada jaminan bahwa pendapatnya benar. Jika ada yang memberikan pemahaman tentang islam sesuai dengan pemahaman sahabat Nabi Muhammad SAW, boleh diambil karena Nabi SAW telah memberikan jaminannya. Jika ada yang berpendapat bahwa sahabat Nabi Muhammad SAW juga bisa salah, tentu saja hal ini benar, namun yang juga harus memahami bahwa orang yang dijamin menjadi sebaik-baiknya manusia oleh Nabi Muhammad SAW bisa salah apalagi manusia generasi sekarang yang tidak dijamin. :-)

    • aricloud said

      Benar
      Tidak selamanya hal-hal yang baru adalah benar.
      Al Quran tidak akan pernah berubah. Yang berubah adalah bagaimana cara manusia memahaminya yang dipengaruhi oleh situasi, nafsu, kebiasaan, dan serapan budaya eksternal.
      Kepintaran manusia sangat bersifat relatif. bahkan tidak jarang dalam ilmu pengetahuan, suatu teori dibantah oleh teori lain yang lebih baru.
      Islam mendukung peningkatan dan pendalaman ilmu pengetahuan.
      namun dalam kaitan akidah, sangat prematur mengkait-kaitkannya dengan ilmu pengetahuan yang bersifat relatif untuk mendobrak pemahaman akidah sebelumnya yang sudah baku.

  304. Salim Maula Djuha said

    semua komen yg ada bagus2, dan membuka mata saya bahwa negara ini banyak sosok orang2 yg memiliki pemikiran yg sangat dhasyat.. kalu mau ditarik benang merah dari ini semua, saya yakin bahwa semua orang ingin mencari kebenaran yg hakiki dlm hidup ini walaupun dengan caranya masing2,yang akhirnya hanya akan bermuara kepada laillaahailallaah. dan kalau memang kita ketahui dan sepakati bersama bahwa muara hidup ini hanya satu, alangkah lebih baiknya kita berangkat dari tempat yg sama agar semua lika-liku yg kita hadapi nantipun dapat kita tanggulangi bersama2 demi syiar islam di bumi Allah dan mencapai tatanan masyarakat madani yg di contohkan Rasulullah SAW yang pastinya kita semua sama2 meyakininya..

  305. Anonymous said

    menurut saya,perkataan seoang tokoh penting seperti bapa AGUSMUSTHOFAH ada benarnx yang mengatakan kebenran yang pling falit adalah milik tuhan saja jadi, tdk menutup kemungkinan bahwa setiap yg bernyawa merupakan kebenaran relatif karna banxk mmempunyai kekurangan dan kelebuihan tersendiri.seharusx qt merasa bersukur atas buku yang di publikasikan tersebut telah mengajarkan dan mendobrak pemikiran serta mengajak bagaimana qita merefyu kembali proses penciptaan makluk yg telah di ciptkanx atau asal usul kehidupan.dan masalah sekarang,dari mana malaikat bisa mengetahui bahwa manusia kelak sebagai pembuat kerusakan dimuka bumi.

  306. Mintono Tri Waluyo said

    Allah menciptakan manusia secara sempurna dan Allah menciptakan segala sesuatu dengan tidak sia-sia atau sesuai dengan fungsinya. manusia diciptakan Allah dengan anatomi yang komplit, mulai kepala tangan sampai ujung kaki yang semua mempunyai fungsi sesuai qodratnya, Allah tidak pula lupa menciptakan pusar sebagai keterkaitan antara ibu dengan anak, semua manusia baik itu dari ras Aria, Mongolia, Negroid, dll. semua mempunyai anatomi yang dinamakan pusar. setitik pusar yang tidak pernah kita perhatikan sebenarnya mempunyai makna yang mendalam yakni sebuah titik dimana darah dari seorang ibu mengalir pada diri kita sehingga kita jadi seorang manusia.
    Ungkapan orang jawa apabila ada anak yang kenakalannya kelewat batas mereka bilang “bocah ora duwe Udel” (anak yang tidak punya pusar)alias anak tersebut tidak ada yang melahirkan. tetapi jarang sekali orang memperhatikan anatomi yang satu ini karena dianggap tidak ada fungsinya, mereka lebih memperhatikan wajah, rambut, postur tubuh, cara berjalan dll. tetapi ada juga yang merawat pusar tetapi untuk pamer aurat dengan berjalan lenggak lenggok pamer perut, mereka tidak sadar disitu ada tanda sakral hubungan antara seorang anak dengan sang ibu.
    Berawal dari pusar proses kehidupan dimulai, semua manusia mempunyai pusar, nenek moyang kita tentunya juga mempunyai pusar sebagai bukti bahwa nenek moyang kita juga mempunyai nenek moyang, sehingga sampailah nenek moyang tersebut anak dari nenek siti hawa dan kakek adam. kalau keterunuan nabi Adam AS mempunyai pusar tentunya nabi adam AS dan siti hawa juga mempunyai pusar berarti beliau dilahirkan. apabila beliau tidak mempunyai pusar berarti kurang sempurna sebagai manusia, apabila beliau mempunyai pusar sangat tidak mungkin Allah menciptakan tanpa fungsi, yakni sebagai keterkaitan antara anak dengan ibu.

  307. Eko Doso DU said

    Segala ajaran Baik dalam Islam ataupun Kepercayaan atau agama lainnya,pada prinsipnya mengajarkan Dari mana kita berasal dan hendak kemana kita berasal tafsir atau beda pendapat tentang ajaran adalah hanya Olah akal budi pikiran yang setiap saat bergerak mengolah dan merumus-rumuskan tentang sesuatu,Adalah yang diperlukan dalam kehidupan ini Bagaimana menjalankan Semua secara Total bukan mengambil hanya yang mudah tanpa pernah melakukan apa itu Kebaikan,keikhlasan serta kecintaan terhadap sesama..

  308. ma'rifat said

    siapa yang tahu Nabi Adam punya Puser atau enggak

  309. ma'rifat said

    jangan dengarkan pendaoat agus mustofa, yang penting pedoman kita AlQur’an dan
    hadist Nabi Muhammad, saw, bukan si Agus mustofa itu.

    • Mas Klw Ga’ setuju dengan pendapat orang, ga’ usah komentar yg kasar2

      • Anonymous said

        Ndak usah sakit hati Mas Khoirul , itu wajar . Coba perhatikan Teko , kalo teko itu berisi air yang keluar juga air , jika berisi kopi yang keluar juga kopi dan jika berisi teh yang keluar pasti juga teh , begitu juga komentar yang keluar di forum ini . Semoga mas Khoirul dan Ikhwan muslim semua faham maksud saya. Aaamiin.

  310. mirdans said

    iman dan ilmu

    • mintono tri waluyo said

      Sangatlah benar mempelajari agama dengan iman dan ilmu. segala sesuatu yang ada didunia ini adalah ciptaan Allah SWT, suatu misal terciptanya sebuah mobil, televisi, satelit dll kalau iman kita kurang kuat tentu kita akan berfikir itu ciptaan manusia, akan tetapi bila dirunut siapa yang penciptaan sebuah ide tehnologi adalah Allah yang memunculkan ide, karena sekecil apapun didunia ini tidak pernah lepas dari campur tangan Allah.
      Allah menciptakan segala sesuatu ada runutannya, misal pohon kelapa tumbuh ditepi pantai tidak langsung jatuh dari langit kemudian tumbuh menjadi pohon kelapa, tetapi melalui proses yakni kelapa dari salah satu pulau dibawa ombak terdampar dan tumbuh menjadi pohon yang subur. bila kita berdoa memohon rizki, tidak pernah ada uang jatuh dari langit walaupun kita berdoa sampai kaki bengkak. datangnya rizki pasti melalui proses.
      Manusia diciptakan dari tanah adalah sangat benar ! itupun ada prosesnya yakni makanan yang dimakan orang tua kita berasal dari saripati tanah yang diserap oleh tanaman dimakan ayah ibu kita, diserap tubuh sebagian ada yang diproses menjadi sperma dan sel telur jadilah manusia, hingga menjadi dewasa dan sampai tua tubuh manusia tersusun dari saripati tanah, akhirnya manusia mati, manusia kembali menjadi tanah yang menghadap sang kholik adalah Ruh jasad tetap tertinggal dibumi.
      Dalam penciptaan nabi Adam AS dan siti Hawa apa tidak mungkin waktu masih berada di surga adalah berupa Ruh kemudian diturunkan kebumi dalam tubuh manusia yang sudah disiapkan Allah melalui proses kelahiran manusia sebelumnya, akan tetapi setelah turunnya nabi Adam dan Siti Hawa jadilah ia sebagai manusia yang sempurna dengsn nur Illahi dalam dirinya. hanya Allahlah yang tahu, semua demi menambah ketebalan iman kita. Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! tiada sesuatu yang kebesarannya melebihi kebesaran Allah ! dan kebenaran hanya milik Allah SWT.

  311. yunus said

    Saya setuju dengan pendapat diatas daripada tulisan didalam buku “Ternyata Adam dilahirkan” (Agus Mustafa).
    Saya coba tlusuri ayat-ayat yang berkait dengan Nabi Adam as. itu yang nyambung pada Surat Al Baqarah dan Al A’raaf.
    Tapi kalau Nabi Adam as dilahirkan nggak nemu yaa, tapi dibuku itu dianalogikan dengan Maryam Ibu Nabi Isa as, nampaknya nggak pas-yaa.
    Maklum saya orang awam.

  312. Saya jarang solat. . tp setelah membaca buku Ustd Agus Mustofa saya jadi kepingin rajin sholat..
    maaf.. jika ada yang bilang bukunya ustd Agus banyak yang sesat,
    ada apa dengan keinginan rajin sholat saya..?
    AlQur’an kitab yang sempurna.. dan tidak ada cacatnya..
    makhluk ALLAH yang beriman juga berfikir, akan berusaha menjabarkan kebenaran AlQur’an dalam kitab-kitab bikinanya.. termasuk ustd Agus Mustofa..
    Dari itu kita sudah tau bahwa: dari yang sempura yaitu Alqur’an yang di wahyukan oleh ALLAH, diterjemahkan dan di dijabarkan oleh manusia yang jauh dari sempurna.. ya jelas hasilnya tidak mungkin sempurna..
    makanya.. di Situ diadakan DISKUSI untuk mendekati kebenaran sejati .. ingat.. mendekati bukan menjadi..!
    ” la terus apa manfaatnya..???
    manfaatnya seperti yang saya rasakan kepingin menjadi rajin sholat karena dalam buku itu tersirat tentang kebesaran allah.. dan berusaha memahami AlQur’an
    kita harus ingat akan ketidak sempurnaanya… “karena buku-buku itu karya manusia..”
    tapi ketidak sempurnaan dengan banyak manfaatnya apa lebih baik disempurnakan dengan diskusi tadi..? apa harus dianggap sesat..???

  313. priandi said

    setela membaca buku akhira tidak kekal baru saya tauh
    hal yang asing buat saya

  314. Abdillah said

    Saya pernah menanyakan kpd Ustad sy bahwa Yg pertama diciptakan adalah cahaya Ketuhanan yaitu Nur Muhamad,dari sifat jamal-Nya (keindahan-Nya)kemudian Allah menciptakan Qalam (pena) kemudian ‘Aql/Akal.Allah menciptakan alam semesta karena akan menciptakan Muhamad SAW.Dalam fenomena semestanya memiliki sejumlah nama dan symbol, seperti Akal Pertama, Al-Qolam yang luhur, An-Nuur, Jiwa yang Tunggal dan Lauhul Mahfudz.

    Sulthonul Aulia Syeikh Abdul Qadir al-Jilany mengutip sebuah hadits qudsy, ketika Allah menciptakan Ruh Muhammad dari Cahaya Kemahaindahan-Nya, “Aku jadikan Muhammad dari Cahaya WajahKu.”

    Sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw, “Awal ciptaan Allah adalah ruhku. Awal yang dicipta oleh Allah adalah cahayaku, dan awal yang dicipta Allah adalah Al-Qolam, dan awal yang dicipta Allah adalah Akal.” (Hr. Abu Dawud).

    Yang dimaksud dari keseluruhan (ruh, cahaya, qolam dan akal) adalah Hakikah Muhammadiyah. Disebut “cahaya” karena awal ciptaan itu bersih dari kegelapan Jalaliyah, sebagaimana firmanNya: “Telah datang padamu Nur dan Kitab dari Allah.” (Al-Maidah 15)
    Lalu disebut sebagai “akal” karena posisinya mengenal semesta global. Dan sebut sebagai al-Qolam (pena), karena sebagai faktor transmitor pengetahuan, seperti pena yang memindahkan pengetahuan dari huruf-huruf.

    Ruh Muhammadi adalah adalah simpul dari semesta ciptaan-Nya, sedangkan awal dan asal semesta ini, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Aku ini dari Allah dan semua orang beriman dari diriku.”
    Dari rasulullah saw, itulah semua ruh diciptakan di alam Lahut dalam bentuk hakikat paling sempurna. Dan Alam Lahut itu disebut dengan Al-Qathanul Ashly (Negeri primordial). Setelah berlangsung selama 4000 tahun, Allah swt menciptakan Arasy dari Cahaya Mata Muhammad saw, dan seluruh semesta ini berasal darinya. Kemudian dari Alam Lahut tadi diturunkan secara bertahap hingga di alam paling rendah yakni alam jasad, seperti dalam firmanNya, “Kemudian Kami turunkan secara bertahap sampai alam paling bawah. “ (At-Tiin: 5)

    Pertama kali diturunkan dari Alam Lahut ke Alam Jabarut, dan Allah memberi pakaian dengan Nur Jabarut dengan pakaian dari dua tempat mulia yang disebut dengan Ar-Ruh as-Sulthany.
    Dengan pakaian tersebut Allah menurunkan lagi ke Alam Malakut, lalu diberi pakaian dengan Cahaya Malakut yang dinamakan Ar-Ruh ar-Ruwany.
    Kemudian Allah menurunkan ke Alam Mulki dan diberi pakaian dengan Cahaya Al-Mulki, yang disebut dengan Ar-Ruh al-Jismany (ruh jasad), baru kemudian Allah menciptakan berbagai jasad, sebagaimana firmanNya : “Darinya Kami ciptakan….” (Thaha 55), lalu Allah swt, memerintahkan ruh-ruh tersebut masuk dalam jasad, maka masuklah ruh itu denganperintah Allah Ta’ala, seperti difirmankan, “Dan Aku meniup di dalamknya dari RuhKu…”.

    Mengenai Surga & Neraka,Mungkin maksudnya adalah proses penciptaan awal,yaitu bersatunya bumi dan langit sebelum diciptakannya manusia,seperti dlm Quran
    “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu kemudian Kami pisahkan antara keduanya dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup
    maka mengapakah mereka tiada juga beriman”?
    (21:30)

    Mengenai mahluk yg diciptakan sebelum Nabi Adam kemungkinan adalah dari bangsa Jin yg gemar melakukan kerusakan, yg materinya berasal dari api,tetapi tidak menutup kemungkinan mahluk seperti manusia yang berdarah,daging.Wallahu Alam.

  315. henpo said

    klau klian gerti p agus cuman jual sampul aja…..tpi klau kta baca bukunya sma aja yng lain…coba klau gapercaya,,,

  316. Annajma said

    Nyari duit di Nuklir udah kagak bisa, lalu jadi Wartawan jga gak bisa, ujungnya jadi penulis buku Agama, gak tanggung yg dibahas yg sebenarnya gak perlu dibahas, tetap cukup diimani, jalankan dan selesai. Agus M. Itu saya nilai cuma mau cari peruntungan lewat buku dan objek nya org2 yg masih bisa dibodohi. Mengeruk uang dari orng bodo dgn cara membodohi Umat. Kenapa? Mungkin Agus M memiliki pendapat Jaman sekarang kalo nggak Nyeleneh atau Nyimpang kagak bakal laku dan tenar. Agus M bertobatlah jangan demi uang anda rela mendoktrin umat utk menjadi bodoh, kunci rahasia Alquran ada pada Muhammad saw, Gapai kunci itu dan gunakan sebagaimana para sahabat menggunakannya. Satu kata untuk Agus M. Yaitu. STRES dan mau menularkan penyakit Stresnya ke Umat

    • karaeng Makassar said

      Buku pak agus memang tidak cocok,….terutama bagi orang yang selalu menilai orang lain dari sisi duit saja,…

  317. annajma said

    Ini sudah bukan setuju atau tidak setuju dgn pendapat agus Mustofa, Agus Mustofa ini membuat buku tanpa referensi Ulama, Hadist. Dia itu seperti org yg paling pintar mengartikan dan membedah Sendiri Alquran Seenak kepalanya sendiri, coba didalam bukunya Agus M sudah BRANI menulis bahwa Hadist tidaklah penting, ini membuktikan Agus M sudah MelECEHkaN. Perkataan dan Perilaku Rosulullah, Melecehkan para Muhadist, Hai Agus M, Tobat, kalo mau ngeruk duit jangan buat orang bodoh semakin bodoh, Goblok !

    • VIk said

      Sabar mas.
      Nggak ada yang bilang nabi Muhammad nggak penting. Kesimpulan anda terlalu emosional.
      Menurut anda apakah semua isi AlQuran sudah bisa di pahami dari hadist nabi? coba jawab mas?

      • karaeng Makassar said

        Melecehkan para muhadist saya fikir tidak juga,..justru buku2 pak agus mostafa menarik sebagai bahan diskusi dan penelitian,..pembahasanya tidak bisa di pahami begitu saja tanpa dasar keilmuan yang cukup,…Allah menciptakan alam jagad raya ini,…dan allah pulalah yang membrikan ilmu pengetahuan kepada siapa saja yang di kehendakinya,…klo masi ada yang belum memahami,..mungkin belum di bukakan pintu rahmat baginya,…karena dalam hatinya selalu gundah dan kotor,…

  318. Rudy Asnawi said

    Sungguh Kebesaran yg aku lihat dr perbedaan pendapat diatas>>> Sungguh benar Ummat Rasulullah kelak hanya sedikit sekali, spt “sehelai” bulu hitam yg terdapat pada pada bulu Putih Kambing…Jadi wajar lah banyak yg tidak Paham ketimbang yg Paham,….Bagi-“KU” >>> AKU BERDIRI DIANTARA KEDUA-NYA,…MAKA MERUGILAH “KEDUA-NYA” YG TIDAK MENGENALI “AKU” Dengan sebenar-benarnya Pengenalan….:)

  319. Rudy Asnawi said

    Gmana sich manusia ini…dari zaman batu ampe gini,msh aja pola pikirnya kaga berubahnya.disuruh cari sapi betina aja….selalu pengen tau kenapa hrs betina,disuruh cari sapi yg warnanya coklat,eh…pengen tau juga kenapa harus warnanya coklat.Mending pengen taunya itu emang dari Bodoh trus pengen jadi Pintar,ini malah mencari CELAH kesalahan orang dalam berpendapat.Ingat…!!!Ilmu Allah itu bener2 nga ada ujungnya bro.walau anda diberi umur 1 Milliar Tahun,nga ada HABIS2-nya.nah….sekarang umur & ilmu yg kita udah punya udah cukup banyak kah….? apa lagi itu cuman tau dari orang,baca dibuku,Demi Allah yg Ahad,sesungguhnya bukan banyaknya Ilmu yg dicari tapi “KESEMPURNAANNYA” yg kita harapkan.

    Menurut saya,Manusia seperti Bpk Agus Mustofa,Bpk Abu Sangkan,Bpk Harun Yahya,pola pemikirannya atau rasa ingin taunya begitu dlm,mungkin dulunya Belia2 ini merasa “Bodoh Banget”,Tapi Rasa rindunya kpd Tuhannya,Rasa Ingin Tahunya kpd Tuhannya,Rasa Kemauan kerasnya kpd Tuhannya,makanya Beliau2 ini diberi sedikit pencapaian pemahaman yg terungkap dari perbendaharaan/Khasanah yg tersimpan untuk bisa kita olah di OTAK & PERASAAN kita masing2.Dan seandainya-pun,OTAK kita belum mampu mengolah pendapat2 Beliau/nga cocok dgn keyakinan kita Mbo yach DIAM aja.karena kalau kita mengomentarinya,apa lagi KONTRA…!!!!,itu sama saja,kita mempromosikan bahwa kita bener2 sedang BODOH/Emang sangat2 Bodoh.

    Di dlm Al-Quran Padahal Allah Sudah mengingatkan akan perumpamaan,Hikmah kejadian,Hukum Sebab-Akibat & masih Banyak lagi.Allah hanya berkata Apakah….Kau tidak memikirkannya.Ini Boro-boro mau memikirkannya, Malah Doyan Menghujjah…

    Come On Man…Intinya HIDUP ini “DIA” cuman ingin dikenali dgn Perkenalan yg sebenarnya.Makanya “DIA” adakan kamu semua yg mana dulunya TIDAK ADA Dan Kalau kita sudah saling kenal-mengenal,Maka Jadilah kamu Pribadi Muhammad.Pribadi yg benar2 tunduk Setunduk2nya entah itu dgn Manusia,Hewan,Tumbuhan,apa lagi dgn Rabb-nya.Kita Tau kan PRIBADI MUHAMMAD itu seperti apa.dan ILMU yg benar itu menggiring kita menjadi Pribadi MUHAMMAD,dan ini yg harus di tanamkan..!! JANGAN MAIN-MAIN DALAM URUSAN AQIDAH…???BISA -BISA MERUGI…??? (THINK-FAST).

  320. Rudy Asnawi said

    Sungguh Kebesaran yg aku lihat dr perbedaan pendapat diatas>>> Sungguh benar Ummat Rasulullah kelak hanya sedikit sekali, spt “sehelai” bulu hitam yg terdapat pada pada bulu Putih Kambing…Jadi wajar lah banyak yg tidak Paham ketimbang yg Paham,….Bagi-”KU” >>> AKU BERDIRI DIANTARA KEDUA-NYA,…MAKA MERUGILAH “KEDUA-NYA” YG TIDAK MENGENALI “AKU” Dengan sebenar-benarnya Pengenalan….:)

  321. priandi said

    gak ada yang tauh bahwa umat rasullah hanya sedikit yang beriman oke joy

  322. siToysuwarto said

    ah….jd pusing sy mikirkannya….kembalikan pada Tuhan ajalah menempatkan saya dimana kelak…yang penting mencari RidhoNYA saja.

  323. fachrul.Alhamid said

    Intix kl ga dipercaya bhwa Nabi Adam di Ciptakan scara lgsg tanpa melalui proses kelahiran yg mana Ust.Agus Mustofa mengatakan tdk sesuai dg sains, maka dsini sy me brtax lantas yg melahirkan org yg melahirkan Nabi Adam i2 sapa ato gmn carax…? ato prinsipx Kl bkn Nabi Adam manusia yg lgsg di Ciptakan Allah scara lgsg maka Makhluk yg melahirkan Nabi Adam apa melalui proses kelahiran juga? kl pun Nabi Adam dilahirkan oleh mkhluk sblm Manusia trus mkhluk tersbt awalx ada di muka Bumi ini bgm carax…? apa melalui proses kelahiran pula…krn pada Awalx Allah mesti menciptan sesuatu secara lgsg dahulu bru mahkluk tersebut bs berkembang biak..jd tlh di pahami keajaiban Nabi Adam jgn di pertaxkan lg ttg penciptaanx scara lgsg..

    • Anonymous said

      wkwkw.. BETUL banget.. sy asli ketawa membaca komen anda :D

      • Dhani Devito said

        Ternyata saudara Fachrul masih belum faham juga ttg tulisan Agus Musthofa ttg Nabi Adam di lahirkan. Memahami pemikiran seorang Agus memang membutuhkan pemahaman saintifik yang mumpuni. Perlu penguasaan ilmu Biologi seperti Genetikadan fisika modern.

  324. rusyana yusuf said

    Jauh sblm Agus Nustofa, AlMaragy (Tafsir Almaragy) keberatan kalau yg dimaksud ‘Syurga” Adam itu syurga sbgmana kebanyakan orang fahami, karena 1) secara antropologis Adam diciptakan untuk beribadah di bumi, bukan di syurga, hanya kesalahan saja kan Adam terusir ke bumi?, kalau tdk membuat kesalahan pasti di syurga. Hal ini tdk sesuai dengan tujuan penciptaan Adam. 2) di Syurga itu tidak ada larangan janganlkan “pohon” arak dan dayang juga haLLLaLLL. 3) Syurga itu tidak akan kemasukan makhluk jahat (Iblis) 4). Manusia dan Jin bisa masuk syurga itu harus beramal dulu (gak gratis), ini tiba-tiba Adam ditempatkan di Syurga ??? Menurut saya utz.Agus mustopa adalah hadiah dari Allah untuk ummat Islam Indonesia khususnya. Sebelum ada tulisan Agus Mustopa saya memiliki pemahaman2 seperti itu hanya gak bisa mengutarakan, harus kemana saya berdiskusi, karena kita telah distatus quo kan oleh karya-karya masa lalu yang kokoh memasuki relung-relung kehidupan ummat.

  325. rusyana yusuf said

    satu lagi, tentang Adam. Allah menciptakan apapun sudah sunatullah setahap demi setahap, ada proses (latarkabuna thobakon an thobak..). Adam diciptakan tentunya tidak “ujug-ujug” simsalabim jreng jadi Adam. Ada proses. dari proses itu lah adam terlahir dari generasi sebelumnya, generasi sebelumnya dari generasi sebelumnya lagi terus sampai pada generasi awal penciptaan. Saya, setuju dg utz. Agus bahwa Adam manusia modern (Homo sapien) generasi sebelumnya yg melahirkan Adam belum menjadi Homo Sapien (seperti Homo Wajakensis, Homo pekinensis dll) makanya mereka tidak diberikan tugas sbg “khalifah” di muka bumi krn mereka belum mampu.
    Tentang Syurga dan Neraka tidak kekal sebenarnya hanya penguatan saja dari utz.agus menurut saya, karena kalau kita berfikir jernih tanpa buku utz. Agus pun Syurga dan Neraka memang tidak kekal. tentu kata “kholidun” yg sering dipakai kata untuk menjelaskan kekalnya syurga dan neraka tidak sama dg “baqa” untuk menjelaskan kekalnya Allah. yang Awal dan yang Akhir itu Allah (Al Hadid ayat 3) makhlukNya berada diantara itu, jadi makhluk Allah apapun memiliki rentang waktu (tidak kekal).

    • Anonymous said

      Ya memang semua penciptaan ALLAH tidak ujug – ujug jadi , Coba perhatikan bagaimana langit dan bumi diciptakan . Semuanya pasti berproses. Kalo ikhwan muslimin semua nggak cuman hobi berdebat coba cari di Al Qur’an mengenai semua penciptaan selalu melalui proses. Semoga ikhwan semua berambah-tambah ilmunya . Aamiin.

  326. satu lagi, tentang Adam. Allah menciptakan apapun sudah sunatullah setahap demi setahap, ada proses (latarkabuna thobakon an thobak..). Adam diciptakan tentunya tidak “ujug-ujug” simsalabim jreng jadi Adam. Ada proses. dari proses itu lah adam terlahir dari generasi sebelumnya, generasi sebelumnya dari generasi sebelumnya lagi terus sampai pada generasi awal penciptaan. Saya, setuju dg utz. Agus bahwa Adam manusia modern (Homo sapien) generasi sebelumnya yg melahirkan Adam belum menjadi Homo Sapien (seperti Homo Wajakensis, Homo pekinensis dll) makanya mereka tidak diberikan tugas sbg “khalifah” di muka bumi krn mereka belum mampu.
    Tentang Syurga dan Neraka tidak kekal sebenarnya hanya penguatan saja dari utz.agus menurut saya, karena kalau kita berfikir jernih tanpa buku utz. Agus pun Syurga dan Neraka memang tidak kekal. tentu kata “kholidun” yg sering dipakai kata untuk menjelaskan kekalnya syurga dan neraka tidak sama dg “baqa” untuk menjelaskan kekalnya Allah. yang Awal dan yang Akhir itu Allah (Al Hadid ayat 3) makhlukNya berada diantara itu, jadi makhluk Allah apapun memiliki rentang waktu (tidak kekal).

  327. Anonymous said

    dalam tafsir al qur’an banyak kata yang sinonim nya banyak, nah haditslah yang menerangkannya, jadi teliti dengan hadits dan ulama pewarisnya bukan haNYA tafsiran sepihak dari berbagai sumber, sedang al qur’an pun menafsirkan dirinya sendiri.
    belajar kawan itulah kita !!!!!

  328. mika said

    assalamualaikum…

    maaf…kita ini smua orang muslim…janganlah saling menyalahkan…bpk agus mustofa juga seorang manusia…bliau tidak sempurna…tidak luput dari kesalahan….jujur stlh mmbca bku karangan bliau, saya menjadi lebih takjub atas semua kekuasaan Allah. Bku ini memang sangat menarik..tapi dalam membaca bku ini perlu open mind, juga perlu tingkat pendidikan yg min stingkat sma agar bsa memahaminya dengan baik. terlepas dari smua itu bku ini juga tidak smpurna…karena tentunya yg megarang bku ini juga manusia…tidak seperti al quran…jaganlah menjadikan bku ini sbagai patokan atau pedoman..jadikanlaj sebgai pengetahuan…

    stelah saya baca comment” di atas..rupanya bnyk juga yg pro dan contra…jujur saya kurang stju dengan orang” yg mengejek beliau…”hanya tulisan seorang wartawan lah..seorang ahli nukir lah..”beliau kan mencoba untuk berdakwah..lalu apakah yg tadi comment udah berdakwah dengan baik??cobalah kita berpikir positf…bkannya nabi mengajrakan begitu kan?maka dari itu bk agus membuka diskusi terbuka..karena beliau tau bahwa bukunya akan mengundang kontroversi…

    wassalam

    • annonymus said

      benar…pada hakikatnya kebenaran itu hanya milik Allah semata..mhon lah petunjuknya….jangan kita saling menghardik satu sama lain…bljar lah untuk memparbaiki satu sama lain…dengan begitu Islam akan maju…

      Allahuakbar…:)

      • Anonymous said

        Semoga orang seperti Anda bertambah banyak minimal di forum ini, syukur diseluruh Indonesia, Aamiin Ya Robbal ‘alamin.

  329. Anonymous said

    g usah debat,yg pnting tujuannya 1 memuja kepada ALLAH,surga neraka tdk trgntung hafal g ayat2 alquran tp bgaimana kta mengamalkan pesan/makna dari alquran ,jd drpd tmbul perpecahan mnding pada istiqfar sana

  330. Zaeyzar Anggara said

    Agus mustofa, you are my inspiration, after my great and the last prophet, Nabi Muhammad Saw, good luck for your dakwah and carrier………,

  331. Anonymous said

    Gitu aja kok Repot !!! , Laporkan aja ke yang berwenang jika setelah membaca pak Agus Mustofa berubah menjadi Musyrik ataupun Murtad, sebaliknya apreasiasilah jika ada pembaca setelah membaca buku beliau iman dan ilmunya menjadi lebih baik. Biasanya orang yang lebih baik iman dan ilmunya akan lebih santun dan tidak merasa paling benar dan sealalu siap menerima pendapat orang lain dengan terbuka. Dan yang paling mudah melihatnya perhatikan bagaimana cara shalatnya tergesa-gesa atau tidak , setelah itu perhatikan raut wajahnya setelah shalat kelihatan damai atau tidak ada paerubahan sebelum atau setelah shalat apa tidak. Makanya dari cara mereka menyampaikan komentar atau pendapat sudah dapat ditarik kesimpulan sejauh mana ketinggian ilmu mereka. Apalagi dibumbui cacian atas kesalahan orang lain yang mungkin tidak disengaja.

  332. Anonymous said

    Asslamu Alaikum,.Wr.Wb….
    Untuk Bisa memahami buku pak agus mostafa,…perlu penunjang ilmu lain,…terutama pemahaman tentang energi,relativitas waktu,molekul,..dan beberapa ilmu eksat lainya,….Klo tidak punya dasar ke ilmuan akan susah memahaminya,..dan tentu kritiknya hanya melihat judul halaman sampul,.(yang memang kontroversial, untuk memancing daya nalar dan daya fikir kita)….
    Terlepas apakah beliau bisa bahasa arab atau tidak,..tidak bisa di jadikan dasar bahwa pak agus mostafa bukanlah orang yang pantas untuk mengkaji Al-Quran,…dan yang terpenting dalm al-Quran adalah informasinya bukan bagaimana cara baca dan tajwidnya,…bukankah ilmu itu berasal dari Allah Swt,..dan di berikan kepada siapaun yang ia Kehendaki,….

  333. Anonymous said

    maaf sbelumnya..

  334. zol said

    salam bahagia buat smua..
    sya zoltano, sya pernah membaca bukunya pak agus tentang merubah takdir karna cuma itu yg sya punya dan itupun dikasi temen, dari buku itu banyak hal positif yg sya dapat kaji, sya jga pernah baca buku budha dan banyak hal positif yg sya dapat jga, sya pernah baca buku pengarang yg ga jelas agamanya tapi tetap jga sya dapat hal positif untuk memperbaiki diri, soal siapa dan bagemana adam sya tidak tau dan tidak mau tau, kalopun sya tau tetek bengeknya itu tidak dapat membuat prilaku dan iman sya jdi lebih baik, soal sorga dan neraka jga sya tidak tau, apalgi soal atom-atom, kalo soal tuhan sya tidak tau mau perdebatkan apa karna kta smua tau tuhan itu maha tau, maha kuasa, melihat, mendengar, tidak mungkin tuli, buta, apalagi tidak tau, jdi tidak perlu sya dikasi tau.. yg sya tau nabi muhammad itu pertama datang bukan soal tuhan tapi datang untuk menyempurnakan akhlak seluruh manusia(MANUSIA lho bukan cuma org islam doang).. yg sya tau mencaci itu bukan akhlak yg baik, memandang rendah seseorang bukan jg akhlak yg baik, mengkultuskan seseorang jga tidak baik, setelah baik akhlak baru keselamatan datang..
    maaf kalo sya tidak banyak tau..

  335. Anonymous said

    Biarkan kreasi menjadi suatu bukti akan perkembangan Islam yang lebih Baik… SY brpendapat Oknum2 Islam memang krg maju, … Baru membahas sesuatu yang Ilmiah dari karangan buku yang hebat saja sdh G kompak… yaah ..bgitulah… Allah Menciptakan Sesuatu dengan Sebab Akibat dan Prosedural… itulah Ilmiah dan masuk akalnya ilmu ALLAH, hanya saja kita tidak mampu melogikakan Ilmiah tersebut… ayo belajaaaaaarrrrrr truzzzzzz…. biar ISLAM MAJUUUUUUUUUUU>>>>>

  336. AGUS MUSTOFA telah membuat pemikiran kita menjadi lebih kritis lagi dalam menanggapi suatu permasalahan, dengan itu kita bisa mengukur sejauh mana pengatahuan kita tenggang agama islam….
    ”Ya Allah tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah yang bathil itu bathil dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk menjauhinya.”

  337. Saya dengar beberapa buku utz.Agus Mustopa sdh ditrjemahkan kedalam bhs Arab dan Inggris. Subhanallah.. biasanya bukun asing yg diterjemahkan kedlm bhs Indonesia. Memang sejak dulu Allah beberapa kali menghadiahkan sesuatu kpd bangsa ini. salah satunya pemikiran Agus Mustopa yg betul2 orisinil, maaf berbeda dg Quraish Shihab yg meskipun lebih berbobot tapi menurut saya karyanya kurang orisinil artinya tdk ada sesuatu yg baru. Akan tetapi sebaiknya pemikiran Agus dikolaborasikan dg pemikiran Qurais Shihab supaya tidak ada loncatan yang membuat sebagian orang kebakaran jenggot. Saya yakin kedepan semua ummat islam pemikirannya akan berkiblat ke Indonesia, terlebih bangsa ini telah diaping oleh 2 kekuatan yg menakjubkan: Muhammadiyah dan NU yg tdk dimiliki oleh bangsa manapun

  338. Si TeKa said

    Yach… mudah2an agus mustopa diampuni Allah dan segera bertaubat. bnyak memang yang mengagumi buku2 dan pemikiran mustopa. Saya bacakan hadits dalam kitab shahih bukhari dalam kitaabut tafsiir, arab aslinya begini :
    Rosulullahs saw bersabda : Man fassara bira’yihi fal yatabawwa’ maq’adahu minan-naar= brgsiapa yg menafsirkan alquran dengan akalnya sendiri, bersiap-siaplah ditempatkan di neraka.
    Jika dibuka dalam syarahnya Fathul baary Lisy-syaikh al-Hafiz Abi’l Fadal Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar al-Asqalani al-Misri, di sana dijelaskan, makna hadits tersebut, bahwa menafsirkan alquran itu hrs dgn pemahaman para sahabat, mrk org2 sgt dkt dgn nabi, yg mana mereka mampu mnjlaskan ayat dgn ayat, ayat dgn hadits dan ayat dgn pndpt para pakar ilmu dien yang bnr2 diakui ummat sedunia. bukan memahami quran dari terjemah..wkwkwkwkw…

  339. bpk mustaofa bisri yg saya hormati buku “ternyata akhirat tidak kekal”pendapat saya sebaiknya mungkin memberikan pembatasan kepada khalayak umum tentang hal tersebut, secara pribadi saya mengagumi karya bapak sebagai konteks sebuah pendapat yang bisa menambah wawsan dan perenungan…sebaiknya mungkin dalam buku tersebut..perlu penekanan dan pembatasan tentang akhirat yang mana ? jika saya mengambil sebuah landasan bahwa”alam yang sebenar benarnya alam adalah “diri kita sendiri” dan semua yang tampak oleh indra kita bukanlah alam yang sebenarnya dan semua akan luluh lantah dan hancur sehancur-hancurnya. nah jika akhirat dalam artian ciptaan menurut bpk maka sesuingguhnya akan hancur, walaupun kemudian Allah dapat menciptkan kembali. tapi jika alam itu adalah dalam diri manusia(sesungguhnya alam) tentu dalam pengertian lain ( mohon maaf bpk…saya tdk berilmu mengomentari karya bapak)

  340. nova said

    sy udah bc buku beliau.bpk agus mustofa hanya mencoba menafsirkan al-quran dng caranya sendiri,dng pemikirannya,beliau menyajikan suatu kaidah pemikiran tentang islam dr sudut pandang sains.sdh brg tentu ilmu sains tdk selamanya sejalan dng apa yg terdapat dlm al-quran.sains hanyalah terbentuk krn rasa penasaran akal manusia,yg kemudian mendorong untuk mencari kebenaran dan pembenaran thd sesuatu yg menakjubkan.alam semesta karya tuhan yg maha besar ini,adalah suatu gambaran keajaiban yg menakjubkan!bpk agus mustofa slh satu dr sekian juta manusia yg takjub akan kebesaran tuhan.kemudian beliau,dng ilmu yg dimilikinya,mencb menterjemahkan dan menafsirkan sesuai dng kemampuannya.ilmu tafsir manusia tentang semesta raya sgt terbatas…tafsiran beliau dlm buku akhirat tdk kekal menunjukkan keterbatasan ilmunya,jnganlah menyalahkan atau membenarkan………..!baca saja,kemudian ambil hikmah yg menurut anda baik dlm buku itu.inspirasi dtg tak terduga,mungkin saja buku itu menginspirasi anda tentang sesuatu hal yg lain lg,ada rahasia dibalik rahasia!

  341. anto539 said

    13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

    ini kan berarti iblis sudah diusir dan tidak disurga lagi, tapi kenapa dia masih bisa menggoda adam dan hawa untuk makan buh kuldi? mohon penjelasanya,

  342. kawulo said

    saya lebih menganggap karya2 ust. agus mustofa sebagai sebuah ijtihad terhadap pandangan umum kebanyak orang islam baik terkait akhirat, sidratil muntaha, dll dari karangan beliau, yang mungkin selama ini masih banyak beda pendapat dikalangan orang islam.
    jadi menurut saya, apa salahnya klo berijtihad. misalnya ada yang tidak sependapat, itu kan sudah hal yang lumrah terjadi dikalangan ulama’2 terdahulu dan sekarang. jadi kita berfikirnya positif aja, hikmah itu bisa datang dari mana saja, yang penting kita punya etikat baik dan punya landasan yang bisa dipertanggung jawabkan.

    selamat berkarya….ust. agus

  343. Anonymous said

    TIDAK ADA YANG PERLU DIRISAUKAN DARI KARYA2 IR. AGUS MUSTOFA, KALO TIDAK SUKA YA TIDAK SUKA AJA, TANPA HARUS MENYERU UNTUK MEMERANGINYA APALAGI MEMBUNUHNYA…… KENAPA ANTUM2 SEMUANYA TIDAK MEMBUAT KARYA SERUPA YANG BERISIKAN KRITISI DAN BANTAHAN TERHADAP KARYA IR. AGUS MUSTOFA, AYO KITA BEDAH BUKU, DATANGKAN IR. AGUS MUSTOFA…….. JANGAN SEPERTI ORANG BUTA YANG MENYENTUH GAJAH DARI BAGIAN TERTENTU…. YG SATU BILANG GAJAH ITU YA BULAT DAN PANJANG, KARENA MEMEGANG BELALAINYA, YG LAIN BILANG GAJAH ITU LEBAR SEPERTI KIPAS, KARENA MEMEGANG TELINGANYA, YANG LAIN BILANG GAJAH ITU BULU-BULU SAJA, KARENA YG DI PEGANG EKORNYA DST…..

    • anto539 said

      YANG namanya iman lemah, orang awam, cara-caranya bisa dibilang anak muda lah itu gampang atau mudah terombang ambingkan oleh pendapat yang bisa dibilang masuk akal, seperti obor yang terkena hembusan angin.
      Akhirat itu yang paling kekal lah , bukan tidak kekal . orang tujuannya kita diciptakan itu ya untuk akhirat. untuk beribadah . kalo kalian pada ikut ajaran agus mustofa bisa2 sesat nauzdubillah .. panutan kita itu nabi muhammad bukan agus mustofa,

  344. Ari said

    Menafsirkan al qur’an tidak boleh sembarangan(walaupun hanya 1 kata,apalagi satu ayat),kalau tidak salah,,ada sekitar ratusan ilmu/tata cara untuk menafsirkan al qur’an (nb:ilmu/tata cara menafsirkan al qur’an ada ratusan ilmu,bukan tafsir nya yg saya maksud).
    Untuk agus mustofa kayak nya dia cmn menafsirkan al qur’an dari arti kata saja,,dan memakna’i dengan dalil aqli(menggunakan akal saja),tanpa didasari ilmu pentafsiran al qur’an,,kalo emang itu yg dgnakan salah besar kyk nya ust.agus,,akal manusia tuh ada batasnya dan cenderung dikendalikan hawa nafsu,,tdk ada maksud saya menghakimi,,wallahu alam

  345. Ari said

    Tambahan:
    Nih ada blog yg menyanggah buku2 pak agus mus,,coba lihat dulu,,sapa tau nambah pencerahan kita tentang buku2 tasawuf

    http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2900-menyanggah-buku-ternyata-akhirat-tidak-kekal.html

    • anto539 said

      Ternyata Akhirat Memang
      Kek
      al

      Surga dan neraka adalah kekal, tidak fana dan tidak akan binasa. Pernyataan ini telah ditetapkan oleh banyak ulama dalam kitab-kitab aqidah mereka. Keyakinan Ahlus Sunnah ini bertentangan dengan sebagian kelompok yang meyakini hal sebaliknya, bahwa surga dan neraka justru tidaklah kekal. Padahal, keyakinan akan kekalnya surga dan neraka ini dibangun berdasarkan sekian dalil dari Al Quran dan As Sunnah Ash Shahihah, berikut ini.

      Kekalnya Surga dan Neraka dalam Al Quranul Karim

      “Masukilah syurga itu dengan aman, itulah hari kekekalan” (QS. Qaaf : 34)

      “Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya” (QS. Ar Ra’d : 23)

      “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (QS. Al Bayyinah : 8). Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diy rahimahullah menafsirkan “Jannatu ‘Adn” dalam ayat tersebut dengan “Surga yang kekal, tidak ada kepergian maupun kepindahan darinya, dan tidak ada tujuan yang lebih tinggi darinya”[1]

      Ketika menafsirkan kata ‘Adn dalam firman Allah :

      “(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (QS. An Nahl : 31)

      Syaikh Muhammad Amin Asy Syinqithi rahimahullah menjelaskan, “Adn dalam bahasa Arab berarti : kekal, maka Surga ‘Adn berarti : surga yang kekal kenikmatannya, penghuninya tidak akan pergi atau berpindah darinya.”[2]

      “Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya” (QS. Shaad : 54). Yang dimaksud dalam ayat ini ialah kenikmatan surga. Syaikh As Sa’diy menafsirkan ayat ini dengan “Tiada terputus, bahkan akan senantiasa kekal dan tetap sepanjang waktu”[3]

      Adapun orang-orang yang berbahagia, Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.(QS. Huud : 108)

      “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman” (QS. Ad Dukhaan : 51). Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Yaitu surga di akhirat, mereka aman di dalamnya dari kematian dan keluarnya (dari surga), dan dari setiap kesedihan dan keresahan, keletihan dan kesakitan, dan dari syaithan dan tipu dayanya, dan musibah-musibah yang lain”[4]. Hal ini mengisyaratkan akan kekalnya surga.

      “Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya” (QS. Al Hijr : 48). Yaitu abadi, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain.[5]

      Kekalnya Surga dan Neraka dalam As Sunnah Ash Shahihah

      Dari Abu Said Al Khudri radhiyallahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Didatangkan maut dalam bentuk domba jantan berwarna belang (hitam putih) di antara surga dan neraka, maka terdengarlah seruan : ‘Wahai penghuni surga! Apakah kalian mengenali ini?’. Merekapun menengok dan melihat. Mereka pun menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian’ dan setiap orang telah melihatnya, maka disembelihlah kambing tersebut kemudian dikatakan, ‘Wahai penduduk surga kekal dan tiada kematian, dan wahai penduduk neraka kekal dan tiada kematian’” Kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam membacakan ayat,

      Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman”.[6]

      Sambil tangan beliau menunjuk ke arah dunia”[7]

      Dan juga hadits yang dikeluarkan Imam Muslim dari Abu Sa’id Al Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Diserukan (kepada penghuni surga) : Sesungguhnya bagi kalian kesehatan dan tidak ada penyakit selamanya, dan sesungguhnya bagi kalian kehidupan dan tidak ada kematian selamanya, dan sesungguhnya bagi kalian masa muda dan tidak ada masa tua selamanya, dan sesungguhnya bagi kalian kenikmatan dan tiada kesengsaraan selamanya, itulah firman Allah ‘Azza wa Jalla

      “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”[8][9]

      Kekalnya Surga dan Neraka dalam Kitab-Kitab Para Ulama

      Al Imam Abdul Ghani Al Maqdisiy rahimahullah menjelaskan dalam Lum’atul I’tiqad :

      والجنة والنار مخلوقتان لا تفنيان

      “Surga dan neraka adalah makhluq Allah, keduanya tidak fana”

      Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi rahimahullah menuliskan dalam kitab aqidah beliau :

      والجنة والنار مخلوقتان لا تفنيان أبدا ولا تبيدان

      “Surga dan neraka adalah makhluq Allah, keduanya tidak fana dan tidak bersifat sementara”

      Al Imam Abu Utsman ‘Ismail Ali bin Abdurrahman Ash Shabuni rahimahullah menyebutkan dalam kitab beliau “Aqidah As Salaf wa Ashabil Hadits” :

      ويشهد اهل اسنة ان الجنت وانار مخلوقتان وانهما باقيتان لا يفنيان ابدا

      “Ahlus Sunnah bersaksi bahwa surga dan neraka adalah makhluq, dan keduanya kekal, tidak bersifat fana selamanya.”[10]

      Ibnu Hazm rahimahullah menukil adanya ijma’ (kesepakatan) ulama atas kekalnya surga dan neraka dalam kitab beliau “Al Milal wa An Nihal”. Beliau berkata, “Sekelompok umat telah bersepakat seluruhnya bahwa surga beserta kenikmatannya tidaklah fana, begitu pula dengan neraka beserta siksanya, kecuali Jahm bin Shafwan”

      Dalam kitab “Maratibul Ijma’” disebutkan, “Sesungguhnya neraka adalah haq, dan tempat siksaan yang tidak fana (kekal), dan penghuninya kekal dengan tiada akhirnya”[11]

      Al Imam Abu Hatim dan Abu Dzur’ah rahimahumallah menyebutkan, “Kami mengambil pendapat ulama di berbagai perbatasan, yaitu Hijaz, Iraq, Syam, dan Yaman, diantara madzhab mereka yaitu surga dan neraka adalah haq, dan keduanya adalah makhluq, tidak fana, kekal selamanya.[12]

      Ijma’ tentang kekalnya surga dan neraka adalah tetap dan benar adanya. Di antara hal-hal yang menunjukkan hal ini yaitu :

      Pertama, Adanya nash-nash yang sangat banyak dan dinukil oleh salaful ummah dan para imam. Itulah ijma’ yang benar dalam perkara agama, yaitu neraka tidaklah bersifat fana dan orang kafir kekal berada di dalamnya. Dan pendapat yang menyelisihi ijma’ (yaitu fananya neraka) baru-baru ini saja tersebar, di berbagai waktu dan negeri, dan tidak ada imam yang menukil pendapat yang menyelisihi ijma’ ini. Maka barangsiapa yang menyelisihi ijma’ ini ia telah menyelisihi para shahabat (!)

      Kedua, ulama yang menyebutkan sebagian pendapat tentang fananya neraka, secara bersamaan juga menukil ijma’ tentang kekalnya penghuni neraka selamanya. Ibnul Qoyyim rahimahullah[13] berkata, “Yang berdasarkan dalil dari Al Kitab dan As Sunnah dan para salaf telah ijma’ atasnya, ialah surga dan neraka keduanya adalah makhluq, dan bahwasanya penghuni neraka tidaklah keluar darinya dan tidaklah adzabnya diperingan, mereka kekal di dalamnya.”

      Beliau rahimahullah kembali melanjutkan, “Yang berdasarkan dalil dari Al Qur’an ialah bahwasanya orang-orang kafir mereka kekal di dalam neraka selamanya, mereka tidaklah dapat keluar darinya. Itulah yang disepakati, dan tidak terdapat perselisihan di antara shahabat, tabi’in dan para imam.”

      Ketiga, mengenai atsar yang menyebutkan fananya neraka, Al Allamah Muhammad bin Isma’il Al Amir Ash Shan’ani rahimahullah menjelaskan dalam kitab beliau “Raf’ul Istar li Ibthal Adallatu Al Qa’ilin bi Fana An Naar”, yang ditahqiq oleh Al Allamah Al Albani rahimahullah, bahwa atsar tersebut tidaklah shahih, adakalanya tidak shahih atau tidak sharih. Maka bagaimana bisa hal ini digunakan untuk menyelisihi nukilan ijma’ dari salaful ummah dan para imam(!)[14]

    • anto539 said

      Kritik Terhadap Buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal”
      Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang menjanjikan kebahagiaan di surga bagi orang-orang yang bertakwa dan kesengsaraan di neraka bagi orang-orang yang kufur lagi durhaka. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, sebagai penutup para Nabi dan panutan dalam meniti jalan yang lurus, begitu pula kepada keluarga dan para sahabatnya.

      Allah Ta’ala berfirman,

      فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ (106) خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ (107) وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ (108)

      “Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Huud: 106-108)

      Jika kita melihat ayat di atas, seakan-akan ada yang ganjil. Allah mengisyaratkan surga dan neraka itu ada selama bumi dan langit itu ada. Dari sini bisa diyakini bahwa surga dan neraka itu tidak kekal. Ayat inilah yang menjadi dasar keyakinan Ir. Agus Mustofa (Penulis Buku Tasawuf Modern) dalam bukunya “Ternyata Akhirat Tidak Kekal”[1]. Berikut kami cuplik sedikit perkataan beliau dalam buku tersebut setelah beliau membawakan surat Huud ayat 106-108:

      “Ayat di atas bercerita tentang keadaan penduduk neraka dan penduduk surga. Dikatakan oleh Allah, bahwa mereka itu akan kekal di dalam surga atau neraka selama ada langit dan bumi.

      Informasi ini, sungguh sangat menggelitik logika kita. Kenapa demikian? Sebab ternyata kekekalan surga dan neraka itu –menurut ayat ini- tergantung pada kondisi lainnya, yaitu keberadaan langit dan bumi alias alam semesta.

      Dengan kata lain, akhirat itu akan kekal jika langit dan bumi atau alam semesta ini juga kekal. Sehingga, kalau suatu ketika alam semesta ini mengalami kehancuran, maka alam akhirat juga bakal mengalami hal yang sama, kehancuran.

      Tentu, hal ini membuat kita agak shock. Sebab ini telah menggoyang apa yang sudah kita pahami selama ini. Bahwa yang namanya akhirat itu adalah alam baka. Alam yang kekal abadi, dan tidak akan pernah mengalami kiamat lagi. Dan itu telah dikatakan berulang-ulang dalam Al Qur’an.

      Akan tetapi, apakah kita tidak percaya kepada firman Allah di atas, bahwa Surga dan Neraka itu kekalnya adalah sekekal langit dan bumi? Tentu saja, kita juga nggak berani untuk tidak percaya, sebab kalimat-kalimat di atas demikian gamblangnya: Khaalidiina fiiha maadaamatis samaawaati wal ardhi … (kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi …) ” (hal. 234)

      Demikian sedikit nukilan dari perkataan beliau, yang kesimpulannya sesuai judul bukunya yaitu akhirat itu tidaklah kekal. Kami sangat tergelitik sekali ingin menyanggah pernyataan beliau di atas dengan merujuk pada pakar tafsir terkemuka. Yang tentunya ilmu ulama tafsir sudah pasti lebih terpercaya. Semoga Allah memudahkan untuk menyelesaikan tulisan ini karena ingin mengharapkan wajah-Nya yang mulia.

      3 Hal yang Mesti Diyakini Mengenai Surga dan Neraka

      Sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Hafizh Al Hakami rahimahullah, keyakinan terhadap surga dan neraka yang mesti diyakini adalah 3 hal. Beliau sebut dalam bait syairnya,

      والنَّارُ وَالجَنَّةُ حَقٌّ وَهُمَا … مَوْجُوْدَتَانِ لاَ فَنَاءَ لَهُمَا

      “Neraka dan surga adalah benar adanya. Keduanya telah ada saat ini. Dan keduanya tidaklah fana.”

      Berikut sedikit uraiannya.[2]

      Pertama: Surga dan neraka itu benar adanya, tidak ada keraguan sedikit pun tentangnya.

      Di antara dalilnya,

      وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ (131) وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (132) وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133)

      “Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imron: 131-133)

      Kedua: Surga dan neraka sudah ada saat ini.

      Tentang surga, Allah Ta’ala berfirman,

      أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

      “Yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imron: 133)

      Tentang neraka, Allah Ta’ala berfirman,

      أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

      “Yang telah disediakan untuk orang-orang kafir.” (QS. Ali Imron: 131). Jika dikatakan “telah disediakan”, berarti keduanya telah ada.

      Dari Imron bin Hushain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ ، وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ ، فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

      “Aku pernah melihat surga, lalu aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Aku pun pernah melihat neraka, lalu aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.”[3]

      Dari Ibnu ‘Abbas, Rofi’ bin Khudaij, ‘Aisyah dan Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ، فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ

      “Sakit demam berasal dari panasnya jahannam. Oleh karenanya, dinginkanlah demam tersebut dengan air.”[4]

      Ketiga: Surga dan neraka itu kekal karena Allah yang menghendaki keduanya untuk kekal. Keduanya tidaklah fana. Banyak sekali dalil yang membicarakan hal ini, berikut kami sebutkan sebagiannya.

      Tentang surga, Allah Ta’ala berfirman,

      خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

      “Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)

      Tentang neraka, Allah Ta’ala berfirman,

      إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا ,إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. An Nisa’: 168-169)

      Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ ، وَ أَهْلُ النَّارِ النَّارَ ، ثُمَّ يَقُومُ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ يَا أَهْلَ النَّارِ لاَ مَوْتَ ، وَيَا أَهْلَ الْجَنَّةِ لاَ مَوْتَ ، خُلُودٌ

      “Jika penduduk surga telah memasuki surga dan penduduk neraka telah memasuki neraka, kemudian seseorang akan meneriaki di antara mereka, “Wahai penduduk neraka, tidak ada lagi kematian untuk kalian. Wahai penduduk surga, tidak ada lagi kematian untuk kalian. Kalian akan kekal di dalamnya.”[5]

      Awal Sanggahan dari Mustofa Bisri

      Buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” sebenarnya sudah dikritisi lebih terlebih dulu oleh A. Mustofa Bisri. Berikut pemaparan beliau ketika memberikan pengantar untuk buku tersebut.

      “Yang paling menarik tentu kesimpulan Agus Mustofa tentang ketidak-kekalan Akhirat, yang karenanya kemudian menjuduli bukunya dengan “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” ini. Kesimpulannya itu antara lain didasarkan pada Q.S. 11 Hud: 107 dan 108, di mana -menurut pemahaman Agus- kekekalan mereka yang berbahagia di sorga maupun celaka di neraka digantungkan “kepada kondisi lainnya, yaitu keberadaan langit dan bumi alias alam semesta”.

      Dengan kata lain, paparnya, “Akhirat itu akan kekal jika langit dan bumi atau alam semesta ini juga kekal. Sehingga kalau suatu ketika alam semesta ini mengalami kehancuran, maka alam akhirat juga bakal mengalami hal yang sama, kehancuran” (hal. 234). Pendapat ini diperkuat dengan kutipan Q.S. 28: Al Qashash: 88,

      كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ

      “Tiap-tiap sesuatu itu pasti binasa kecuali ‘Wajah-Nya’”

      Kesimpulan dan pendapat itu terjadi karena Agus Mustofa tidak mempertimbangkan atau mengabaikan tafsir-tafsir yang ada, khususnya mengenai kalimat:

      مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ

      Misalnya, tafsiran Ahli Tafsir yang menyatakan bahwa yang dimaksud “langit dan bumi” adalah langit dan bumi yang lain, berdasarkan QS. 14: 48

      يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَوَاتُ

      “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.” … [6]

      Demikian sebagian komentar dari Bapak Mustofa Bisri yang mengkritik pendapat kontroversial dari Agus Mustofa. Intinya, pendapat yang diutarakan oleh Agus Mustofa berseberangan dengan pendapat ahli tafsir dan para ulama yang tentu lebih memahami ayat tersebut. Mari kita simak penjelasan selanjutnya.

      Merujuk Tafsiran Ulama

      Pertama: Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Gholib Al Amili (Abu Ja’far Ath Thobari)

      Mengenai ayat,

      خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ

      “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi”, Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Orang Arab biasanya jika ingin mensifatkan sesuatu itu kekal selamanya, maka mereka akan mengungkapkan dengan,

      هذا دائم دوام السموات والأرض

      “Ini kekal selama langit dan bumi ada.” Namun maksud ungkapan ini adalah kekal selamanya.[7]

      Kedua: Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al Qurosyi Ad Dimasyqi

      Selain membawakan perkataan Ibnu Jarir Ath Thobari, Ibnu Katsir membawakan penafsiran lain. Beliau rahimahullah mengatakan, “Boleh jadi dipahami bahwa maksud ayat “selama langit dan bumi itu ada” adalah jenis langit dan bumi (maksudnya: langit dan bumi yang beda dengan saat ini, pen). Karena sudah pasti alam akhirat juga ada langit dan bumi (namun berbeda dengan saat ini, pen). Buktinya adalah firman Allah Ta’ala,

      يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَوَاتُ

      “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.” (QS. Ibrahim: 48)

      Oleh karena itu, Al Hasan Al Bashri menjelaskan mengenai firman Allah,

      خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ

      “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi”, maksudnya adalah Allah mengganti langit berbeda dengan langit yang ada saat ini. Begitu pula Allah mengganti bumi berbeda dengan bumi yang ada saat ini. Langit dan bumi (yang berbeda dengan saat ini tadi, pen) pun akan terus ada.”

      Ibnu Abi Hatim mengatakan bahwa Sufyan bin Husain menyebutkan dari Al Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengatakan mengenai firman Allah (yang artinya), “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi,” yaitu setiap surga itu memiliki langit dan bumi.

      ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam menafsirkan, “Yaitu selama bumi itu menjadi bumi (yang berbeda dengan saat ini, pen) dan langit menjadi langit (yang berbeda dengan saat ini, pen).” –Demikian penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah mengenai surat Huud ayat 107.[8]

      Ketiga: Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud Al Baghowi

      Al Baghowi menyatakan yang hampir sama dengan Ibnu Jarir Ath Thobari dan Ibnu Katsir. Al Baghowi mengatakan, “Mengenai ayat (yang artinya), “Mereka kekal di dalamnya” yaitu terus berada tinggal di dalamnya. Sedangkan ayat (yang artinya), “Selama langit dan bumi itu ada”, sebagaimana dikatakan oleh Adh Dhohak, “Selama langit dan bumi dari surga dan neraka itu ada. Karena segala sesuatu yang berada di atasmu dan menaungimu itulah langit. Sedangkan segala sesuatu sebagai tempat engkau berpijak itulah bumi. Begitu pula para pakar tafsir menjelaskan bahwa ungkapan dalam ayat tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kekalnya sesuatu. Inilah ungkapan yang biasa disebutkan oleh orang Arab. Mereka biasa mengatakan, “Saya tidak akan mendatangimu selama langit dan bumi itu ada”. Atau mereka katakan, “… selama bergantinya malam dan siang”. Mereka maksudkan ini semua untuk mengungkapkan “selamanya”.”[9]

      Keempat: Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad Asy Syaukani

      Tentang ayat (yang artinya), “Selama langit dan bumi itu ada,” Asy Syaukani menukil perkataan Ibnu ‘Abbas yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim, beliau mengatakan maksud ayat tadi, “Setiap surga memiliki langit dan bumi tersendiri.”[10]

      Kelima: Mahmud bin ‘Amr bin Ahmad Az Zamakhsyari

      Az Zamakhsyari menyatakan penafsiran yang sama dengan Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir. Jadi, makna ayat (yang artinya), “Selama langit dan bumi itu ada”, maksudnya: [1] Yang dimaksud adalah langit dan bumi di akhirat, keduanya itu abadi dan makhluk yang kekal, [2] ungkapan orang Arab yang ingin menyatakan sesuai itu kekal dan tidak ada ujung akhirnya.

      Untuk maksud pertama ini, beliau membawakan dua ayat bahwa di akhirat itu ada langit dan bumi tersendiri. Ayat pertama, Allah Ta’ala berfirman,

      يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَوَاتُ

      “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.” (QS. Ibrahim: 48)

      Ayat kedua, Allah Ta’ala berfirman,

      وَأَوْرَثَنَا الأرض نَتَبَوَّأُ مِنَ الجنة حَيْثُ نَشَاء

      “Dan telah (memberi) kepada kami bumi (tempat) ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki.” (QS. Az Zumar: 74)[11]

      Keenam: Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengungkapkan, “Sekelompok ulama menjelaskan mengenai firman Allah (yang artinya), “Selama langit dan bumi itu ada”, yaitu yang dimaksud adalah langit dari surga dan bumi dari surga. Sebagaimana disebutkan dalam Shahihain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian ingin meminta pada Allah, mintalah surga Firdaus. Firdaus adalah surga yang paling tinggi dan merupakan surga pilihan. Sedangkan atap (langit) dari surga tersebut adalah ‘Arsy Allah”. Begitu pula sebagian ulama ketika menjelaskan mengenai firman Allah,

      وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

      “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS. Al Anbiya’: 105). Yang dimaksudkan di sini adalah bumi di surga. Oleh karena itu tidak bertentangan antara yang menyatakan langit akan terlipat (yaitu langit dunia, pen). Sedangkan langit yang tetap terus ada adalah langit (atap) dari surga. Oleh karena itu, yang mesti kita pahami adalah segala sesuatu yang berada di atas, maka ia disebut secara bahasa dengan langit (as samaa’). Sebagaimana pula hujan disebut dengan samaa’ (langit). Dan atap juga disebut dengan samaa’ (langit).”[12]

      Ringkasnya, mengenai surat Huud ayat 107 dan 108, ada dua penafsiran:

      Pertama: Yang dimaksud adalah langit dan bumi yang ada di akhirat nanti.

      Kedua: Penyebutan “selama langit dan bumi itu ada” adalah ungkapan orang Arab yang ingin menyebutkan sesuatu itu kekal abadi.

      Bandingkan tafsiran di atas ini dengan pemahamann penulis buku tersebut.

      Kekeliruan Penulis Buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal”

      Dari penjelasan ulama di atas, terlihat jelas bahwa surat Huud ayat 16-108 bukan memaksudkan akhirat itu tidak kekal sebagaimana yang disalahpahami oleh Agus Mustofa. Sudah jelaslah kekeliruan yang beliau utarakan dalam buku tersebut. Intinya, kekeliruan yang beliau lakukan disebabkan beberapa hal:

      Pertama: Hanya bergantung pada logika yang dangkal

      Setelah beranjak dari pemahaman keliru terhadap surat Huud ayat 107 dan 108, beliau pun mengemukakan argumen sains. Namun ini sudah beranjak dari pemikiran keliru terhadap ayat tadi dan dibangun di atas logika yang fasid (rusak). Yang namanya logika jika bertentangan dengan dalil, maka dalil yang mesti didahulukan karena logika tentu saja terbatas. Coba pahami baik-baik perkataan seorang alim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berikut ini.

      “Bahkan akal adalah syarat untuk mengilmui sesuatu dan untuk beramal dengan baik dan sempurna. Akal pun akan menyempurnakan ilmu dan amal. Akan tetapi, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Akal bisa berfungsi jika dia memiliki instink dan kekuatan sebagaimana penglihatan mata bisa berfungsi jika ada cahaya. Apabila akal mendapati cahaya iman dan Al Qur’an barulah akal akan seperti mata yang mendapatkan cahaya mentari. Jika bersendirian tanpa cahaya, akal tidak akan bisa melihat atau mengetahui sesuatu.”[13]

      Intinya, logika bisa berjalan dan berfungsi jika ditunjuki oleh dalil syar’i yaitu dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Tanpa cahaya ini, akal tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan tentang surga dan neraka, betapa banyak ayat yang menunjukkan kekalnya. Pantaskah di sini akal mengalahkan dalil Al Qur’an dan As Sunnah? Logika barulah benar jika memang tidak berseberangan dengan wahyu.

      Kedua: Tidak mau merujuk pada ulama

      Inilah salah satu kekeliruannya lagi. Jarang sekali kami lihat dalam buku beliau yang menukil perkataan ulama atau mau merujuk pada mereka dalam menafsirkan ayat. Beliau kadang menafsirkannya sendiri sehingga bisa salah fatal semacam ini.

      Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Umar bin ‘Abdul ‘Aziz,

      مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

      ”Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan.”[14]

      Kita punya kewajiban jika tidak tahu tentang masalah agama termasuk pula dalam memahami ayat untuk bertanya pada orang berilmu. Allah Ta’ala berfirman,

      فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

      “Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (QS. An Nahl: 43 dan Al Anbiya’: 7).

      Ingatlah, obat dari kebodohan adalah dengan bertanya pada ahli ilmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      شِفَاءُ الْعِىِّ السُّؤَالُ

      “Obat dari kebodohan adalah dengan bertanya.”[15] Ketika membawakan hadits ini, Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut kebodohan dengan penyakit dan obatnya adalah dengan bertanya pada para ulama (yang berilmu).”[16]

      Ketiga: Mengikut ayat mutasyabih (yang masih samar)

      Sebelum menyebutkan pendapatnya pada halaman 234, sebenarnya Ir. Agus Mustofa sudah memaparkan ayat-ayat yang menunjukkan kekalnya surga dan neraka. Bahkan beliau sendiri katakan di hal. 232 dari bukunya, “Dan masih banyak lagi ayat tentang kekekalan Surga, Neraka, atau Akhirat itu. Tak kurang dari 110 ayat yang menggambarkan, betapa akhirat, surga dan neraka itu kekal.”

      Namun ketika sampai pada hal. 234, setelah membawakan surat Huud ayat 106-108, beliau pun mengatakan, “Justru di sinilah kunci pemahamannya. Pertama, bahwa akhirat tersebut sesungguhnya memang tidak kekal. Akan tetapi, ketidakkekalan itu bukan berarti meringankan arti dari informasi-informasi sebelumnya yang mengatakan: Khaalidiina fiiha … (kekal di dalamnya …). Dan di ayat lainnya lagi seringkali ditambahkan kata ‘abada’ (abadi, selama-lamanya). Miliaran tahun! Karena kekal yang dimaksudkan tersebut memang bukan kekal yang tidak terbatas. Akhirat adalah makhluk. Karena itu ia pasti memiliki awal dan akhir.” Demikian perkataan beliau.

      Semula ia katakan bahwa 110 ayat membicarakan kekekalan akhirat, namun ketika bertemu dengan surat Huud ayat 106-108, baru ia menjadi bingung. Lalu akhirnya ia simpulkan bahwa akhirat itu tidak kekal. Bagaimana mungkin hanya berpegang pada surat Huud lalu mengalahkan 110 ayat yang menyatakan kekekalan surga dan neraka?!

      Thoriqoh (metode) orang-orang yang menyimpang memang seperti ini. Kebiasaannya adalah selalu mempertentangkan ayat yang satu dan lainnya. Atau kebiasaannya adalah berpegang pada ayat yang masih samar (baca: mutasyabih) dan meninggalkan ayat-ayat yang sudah jelas yaitu ayat muhkam. Seharusnya sikap yang tepat ketika seseorang menemukan ayat-ayat yang samar dan sulit baginya untuk memahaminya adalah ia pahami dan membawa ayat tersebut kepada ayat muhkam (yang sudah jelas maknanya). Bukan malah yang jadi pegangan adalah ayat mutasyabih yang masih samar.

      Itulah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala, ketika kita menemukan ayat masih samar, bawalah ayat tersebut kepada ayat yang sudah jelas maknanya agar kita tidak tersesat. Allah Ta’ala berfirman,

      هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

      “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imron: 7). Ayat-ayat yang muhkam (yang sudah jelas maknanya) dalam ayat ini disebut dengan ummul kitaab (induk kitab). Artinya, ayat-ayat muhkam inilah yang jadikan rujukan ketika bertemu dengan ayat-ayat yang masih samar bagi sebagian orang (mutasyabihaat).[17] Namun kecenderungan orang-orang yang sesat adalah biasa mengikuti ayat mutasyabih (yang masih samar).

      Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, yaitu keluar dari kebenaran menuju pada kebatilan, maka mereka mengikuti ayat yang masih mutasyabih (masih samar). Mereka mengambil ayat mutasyabih tersebut yang mampu mereka selewengkan sesuai maksud mereka yang keliru dan dijadikan sebagai pembela mereka karena makna yang masih bisa diselewengkan sesuka mereka. Adapun ayat-ayat yang muhkam (yang sudah jelas maknanya), seperti itu tidak dijadikan rujukan mereka. Mereka tidak mau berpegang pada ayat yang muhkam karena itu bisa menyangkal dan menjatuhkan pendapat mereka sendiri. ”[18]

      Penutup

      Inilah beberapa kekeliruan dasar penulis Agus Mustofa. Ditambah lagi pemahaman beliau yang berbau tasawuf dan filsafat, hal ini semakin menambah kelamnya buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal”.

      Kami hanya mengingatkan, waspadalah terhadap buku-buku dan pemahaman beliau sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kita agar waspada dengan orang-orang yang hanya mau berpegang pada ayat mutasyabih (yang masih samar) dan meninggalkan jauh-jauh ayat muhkam (yang sudah jelas maknanya).

      Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ali Imron ayat 7 di atas, lalu ‘Aisyah mengatakan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      إِذَا رَأَيْتُمُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ سَمَّى اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْ

      “Jika kalian melihat orang-orang yang sering mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih (yang masih samar), maka merekalah yang Allah sebut (dalam surat Ali Imron ayat 7). Oleh karenanya, Waspadalah terhadap mereka.”[19]

      Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada penulis buku tersebut. Semoga kaum muslimin yang lain dapat terhindar dari kekeliruan-kekeliruannya. Hanya Allah yang memberi taufik.

      Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

      By Abu Muhammad bin Saleh

      Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal
      Artikel http://rumaysho.com
      Diselesaikan di pagi hari di Panggang, GK, 21 Shofar 1431 H
      ________________
      [1] Buku yang ditulis oleh Agus Mustofa amatlah banyak, semuanya bertajuk tasawuf modern. Buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” ini telah sampai pada cetakan kesepuluh dan diterbitkan oleh PADMA Press.

      [2] Kami sarikan dari Ma’arijul Qobul, Syaikh Hafizh bin Ahmad Al Hakami, 2/222-229, Darul Hadits, cetakan tahun 1420 H.

      [3] HR. Bukhari no. 5198 dan Muslim no. 2737.

      [4] HR. Bukhari dan Muslim.

      [5] HR. Bukhari no. 6544 dan Muslim no. 2850.

      [6] Lihat Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Agus Mustofa, hal. xi-xii, PADMA press, cetakan kesepuluh, tahun 2006.

      [7] Tafsir Ath Thobari (Jaami’ Al Bayan ‘an Ta’wilil Ayil Qur’an), Ibnu Jarir Ath Thobari, 12/578, Dar Hijr.

      [8] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/472, Muassasah Qurthubah.

      [9] Ma’alimut Tanzil, Al Baghowi, 4/200, Dar Thoyibah, cetakan keempat, tahun 1417 H.

      [10] Fathul Qodir, Asy Syaukani, 3/486, Mawqi’ At Tafaasir.

      [11] Al Kasysyaf, Az Zamakhsyari, 3/124, Mawqi’ At Tafaasir.

      [12] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 15/109, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H.

      [13] Majmu’ Al Fatawa, 3/338-339.

      [14] Lihat Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Munkar, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 15, Mawqi’ Al Islam.

      [15] HR. Abu Daud no. 336, Ibnu Majah no. 572 dan Ahmad (1/330). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohih Al Jaami’ no. 4363.

      [16] Ighotsatul Lahfaan min Mashoidisy Syaithon, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, 1/19, Darul Ma’rifah, cetakan kedua, tahun 1395 H

      [17] Faedah dari penjelasan Ibnu Katsir ketika menjelaskan surat Ali Imron ayat 7. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/7.

      [18] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/9.

      [19] HR. Muslim no. 2665.
      lebih lengkapnya bisa di baca di http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com/2011/03/kritik-terhadap-buku-ternyata-akhirat.html

    • anto said

      Anda mau hidup Baqo seperti Allah?….hiiiii takut…semua ciptaan Allah tidak mungkin bisa melampaui Allah. Allah itu yang menciptakan akhirat dari sesuatu yang tidak ada menjadi akhirat, dan nanti pada saatnya akhirat akan kembali seperti awal mulanya; menjadi tidak ada. dan saat itu yang ada hanya Allah…….

  346. Anonymous said

    asalamualaikum wrb

    agus mustafa yth kami amat syukur ats lewat agus mustafa Allah mengilhamkan/ menganugrahi lewat cetusan pikiran atau sumbanganmu. lanjutkan kembali perjuanganmu. ISMAIL 11-11-2011 kami minta untuk dituliskan sebuah buku tentang SAHTINJA & SAKARATUL MAUT.

  347. Amala said

    Assalamualaikum
    Saya mencoba menelaah buku beliau “Ternyata akherat tidak kekal”. Disatu sisi, beliau menggunakan banyak ayat Al-qur’an sebagai dasar pemikiran, tetapi saat pengambilan kesimpulan, sepertinya bukan ayat yang dipakai sebagai landasan.

    Yang saya tangkap dari buku ini, seolah-olah akherat itu sudah ada sekarang (kalau kita merujuk kepada hadist tentang isro’ mi’roj Nabi Saw). Maka, jika besok terjadi hari kehancuran, maka langit ketujuh (surga/neraka) juga akan hancur. Kesimpulannya, akherat itu tidak kekal.

    Tetapi jika kita merujuk pada informasi dalam al-qur’an, akherat itu ada setelah dunia (alam semesta) ini dihancurkan lalu diberdirikan kembali menjadi alam akherat. Jadi, alam akherat saat ini belum ada. Urutannya setelah alam dunia sebagai berikut : Alam dunia, dihancurkan (yaumu Saah), di berdirikan lagi (yaumu Qiyamah), Alam akherat (ada Surga dan Neraka). Tidak ada hari kehancuran lagi setelahnya.

    Jika kita mengambil kesimpulannya berdasar informasi Al-qur’an, maka alam akherat itu kekal, karena setelah alam akherat diberdirikan lagi, tidak ada hari kehancuran lagi.

    Mohon maaf jika ada salah kata. Wassalamualaikum.

  348. dai said

    Sering diinternet kita dapati ada info tentang bangunan raksasa yang berumur lebih tua dari zaman Adam AS.
    Terlepas itu benar atau tidak (wallahualam) pemikiran Bp. Agus Mustofa bisa jadi teori yang bagus.
    Mungkin saja memang sebelum Adam ada makhluk yang telah dibinasakan karena menumpahkan darah, atau bahkan telah diganti dimensinya ke dimensi jin, oleh karena tidak layak sebagai khalifah bumi.
    Bisa saja mengingat temuan-temuan batu-batu prasasti sering kita jumpai makhluk berkepala anjing, seperti di Mesir. Dan bisa jadi bangsa mesir hanya meneruskan bangunan yang telah ada sebelumnya. (Konspirasi)

  349. Adamo said

    Buku Agus Mustofa mengajak kita diskusi..Pengetahuan manusia dan akal manusia masih terus berkembang jika kita menelaah..tidak ada yang salah atau benar..yang benar hanya di Allah SWT..kita semua pada posisi yang bisa memberikan argumen..tapi semuanya berujung pada ilmu sang Khalik..Allah SWT..jadi disini kita berdiskusi..dimana kita saling melengkapi..buku-buku Bapak Agus Mustafa mengajarkan itu..jika kita mengedepankan batas pengetahuan kita dan ego kita..maka berujung pada perpecahan…
    Semoga Buku-buku Pak Agus Mustofa dapat memberikan inspirasi bagi kita semua..Amiiin

  350. Bayu said

    Menulis syair tak kunjung tamat, karena tak sampai puisi pada makrifat.
    Menulis syair tak kunjung tamat, karena tak sampai kata pada hakikat.
    Bagaimana cara membilang diri akan selamat, jika syair tak mencapai alamat.
    Bagaimana cara membilang syair hebat, jika dhaif diri di depan Sang Maha Dahsyat.
    Bagaimana diri mencapai hakikat, jika tak kuasa diri menempuh syariat.
    Bagaimana diri akan mencapai syariat, jika lalai hayat mencerna ayat.
    Inilah syair makrifat, menasihati diri agar agar tak laknat……..

    ISLAM ITU AGAMA YANG MASUK AKAL, TAPI ISLAM ITU BUKAN ILMU AKAL…………
    ini berita bagus buat kita semuanya, sifat kritis kita menandakan kita sudah mulai dewasa dalam memeluk agama Islam (tidak Dogmatis lagi).
    Insya Allah diskusi teman2 semua, semakin menguatkan dan menebalkan keimanan kita kepada ALLaH SWT…..AMIN!

  351. lovely said

    Orang jaman sekarang cuma bisa mengritik….cuma bisa protes dan demo / unjukrasa……presiden diprotes didemo….diunjukrasa….penulis / ustad di protes…..saya pengen tau….apakah orang–orang tersebut ( yg protes, unjukrasa dll ) sudah sempurna ilmunya ?, pemikirannya ? apa kalian-kalian klo jadi presiden atau pemimpin atau penulis atau ustad sanggup dan bisa melebihi sempurnanya org yg di protes / dikritik…..seseorang yg pintar protes kritik dan unjukrasa…..harus bisa kasih solusi jgn cuma bisa berkoar-koar……belum tentu kalian bisa seperti mereka……..klo ilmu cuma setengah-setengah mendingan belajar aja yang serius….pikirkan masa depanmu….jadi orang berhasil atau jadi orang susah nantinya……

  352. Anonymous said

    Subhanallah………. Saya benar-benar kagum dg Bapak Agus Mustofa. Beliau tlah membuka hati saya, memperluas pengetahuan Saya tentang hidup dan yang tlah menciptakan hidup.

  353. pada kontek keilmuan dan pengkayaan wacana ttg ISLAM, Sy salut pd Agus Mustoffa yg cukub berani melihat scara dekat ttg apa yg ada di daras samudra ILMU…tp butuh pembuktian yg lebih kongrit klee yaaa…???hehehe..

  354. budiman hading said

    tdk ada alasan untuk tidak salut sama Prof. Agus Mustafa,,,,beliau telah mencoba mengungkap tabir keilmuan yg terdapat dlm alquran,,,,,saat ini kebangkitan islam perlu dimulai dari kajian2 ilmiah alquran ala Prof Agus,,,,ayo saudara2 kita dukung beliau,,,,ungkap terus misteri peradaban yang akan menempatkan org muslim sebagai rahmatan lilalamin sebagaimana janji Allah SWT,,,,,

  355. ahmad said

    jujur BLOG ini kritisanya tidak MASUK AKAL,,,
    kalau boleh aku sarankan, ada baikx anda berdialog langsung dengan Pak Agus…
    pasti Pak Agus akan menjelaskan kepada anda kalimat demi kalimat dalam bukunya…
    AHMAD

  356. jack ryan said

    penciptaan alam semesta bukan dengan bim salabim, bukan karena Allah itu sakti, justru merendahkan eksistensiNya., tetapi karena keMaha Tinggian keMaha canggihan Ilmu Allah,. pak Agus pak agus menterjemahkannya melalui “sedikit” disiplin ilmunya… silahkan ulama lain melui disiplin ilmunya…. karena Allah Maha Tinggi Ilmunya.. semua adalah logis bagiNya, namun dengan keterbatasan ilmu manusia…semua itu jadi perdebatan…

  357. walau sering terlambat beli bukunya pak agus mustofa… tapi syukur mpe edisi terakhir aq sempat punya… makasih pak agus teruskan karya karyanya. bagi yg seneng kritik jangan terlalu ngotot ya…. disamping anda iri dan terlalu lama terjebak pada paradigma berpikir monoton… smoga anda sedikit demi sedikit akan berubah. kalo terlalu banyak manusia kayak kamu ngisi dunia ini…. bisa bisa sampai saat ini manusia masih naik keledai….

  358. ipunk said

    alhamdulillah jaza kumullahu khairoh…..
    sebenarnya yg jadi masalah di forum ini karya2 bpk agus mustofa apa buku2 yg telah di terbitkan atau hasil pemikiran bpk agus mustofa yg tertuang dlm puluhan buku2 DTM…. saya setuju dgn cara berpikir bpk agus dlm bukunya akherat tidak kekal, saya hargai pemikiran beliau, dan tugas kita sebagai umat ISLAM seharusnya bisa berpikir seperti pemikiran bpk agus mustofa, bukan malah mengkritik dan menghujat, ISLAM tdk mengajarkan umatnya saling menghujat dan memaki apa mencela, ISLAM bisa berkembang karena sesama umat saling melengkapi, bkn malah saling mencari kesalahan sesama. kalau seandainya semua umat ISLAM berpikiran yg seperti bpk agus mustofa di semua bidang dan aspek kehidupan ini, bisa di bayangkan UMAT ISLAM AKAN MENGALAMI KEJAYAAN sama seperti pada jaman ke khalifahan para SAHABAT. coba kita cermati keadaan skrg? bagimana umat islam..?

  359. anto said

    Anto

    Berkacalah pada pengalaman umat lain (kasus tata surya); dimana peran pemuka agama berpandangan ‘ortodox’, memaksakan fatwa nya kepada umat. Inilah yang dinamakan dengan dogma. Matinya era berpikir, tumpulnya kecerdasan, dan matinya hati nurani. saat itu otak umat menjadi mati. sebagai contoh; coba angkat masalah poligami. Saya yakin 90% umat saat ini masih berpandangan ‘ortodox’. Umat sudah tidak berani lagi berpikir jernih akan hal yg satu ini. Inilah yg dinamakan dengan dogma. ( ditelan bulat-bulat tanpa dipertanyakan lagi ).

  360. anto said

    Komentar saya perihal ‘ternyata akhirat itu tidak kekal’ sederhana saja, Rumusnya adalah : Sang Pencipta itu kekal, dan semua ciptaanNya itu tidak kekal. Itu saja dari saya. Nggak perlu panjang-panjang jelasinnya.

  361. ceng elim said

    kami setuju dgn pendapat ANTO .bahkan kami menambahkan bahwa alqur’an kalaolah dituliskan lautan jadi tinta pohon jadi penanya itu akan. habis.dari itu kami berpendapat ust mustopa berpikir kearah tehnologi(isro miraj) dan itu jadi mujijat yang lebih tinggi dalam alqur’an.jadi tak perlu pusing dgn pemikiran ust ags mustopa.hanya yang jadi kekurangan orang islam tida ada ulama(yang mempunyai ilmu tentang bagaimana merancang tehnologi itu sendiri.sedangkan iman itu posisinya masdar(perbuatan sendiri dyakini sendiri) sendiri dsini :ISLAM.

    Contoh:
    kita wajib naik haji bila mampu. kapan nyampenya kita tampa pake alat, dulu para nabi
    sudah menjadi contoh ,setahu saya nabi NUH bisa bikin perahu,nabi DAUD bisa bikin besi,nabi musa bisa membelah lautan,mengaluarkan air dgn tongkanya,dls
    sedangkan Nabi muhammad sebagai penyempurna mampuh kesidrotul muntaha .itu sudah pasti pake alat(burok)

    nah disinilah kejahilihan kita sebagai pemeluk islam.makanya saya berpendapat duetnya ust mustopa agn orang bertenologi, untuk sementara sampai sini dulu tanggapan saya. mudah2an menambah ilmu saya dgn pemikiran ust agus mustopa.
    amiiiiiiin

  362. sak karepmu said

    kita ini g boleh menafsirkan ayat2 qur an sak geleme wudel mas,,,,,
    kita punya ulama’ & kita tahu apa gunnaya ulama’,,,,,,,
    kl mslh al qu’an ya kita tanya ahli tafsir ta,,,,,,,, jgn menefsirkan sendiri, dan diantara ulama’ tafsir adlh ibn katsier beliau menafsirkan surat qaf ayat 34 ;

    « ادخلوها » أي الجنة « بسلام » قال قتادة سلموا من عذاب الله عز وجل وسلم عليهم ملائكة الله وقوله سبحانه وتعالى « ذلك يوم الخلود » أي يخلدون في الجنة أبدا فلا يموتون أبدا ولا يضعنون أبدا ولايبغون عنها حولا
    jadi kita ini bkn ulama’ yg bs sak geleme dewee menafsirkan al qu’an,, kl di banding ibn kastir , agus mustofa g ad ap2x,,,,, baca doong kitabx ulama’ salf,,,,,,,,
    dan inget dlm mslh agama’, tdk semua bisa dilogikan,sebb akal manusia itu terbatas,,,,,,,,,,,,
    terima kasih,,,,,,,

    • anto said

      Allah SWT menurunkan setiap peristiwa kepada umatnya agar umatnya dapat mengambil hikmah / pelajaran daripadanya. Dengan kata lain Artinya Allah selalu memberikan pelajaran kepada umatnya melalui suatu peristiwa. Agama Islam diperuntukkan bagi orang orang yang berakal ( berpikir mempergunakan akalnya ) dengan cara mempelajari semua ayat-ayat Allah ( Al Quran dan Alam semesta beserta isinya). Jika dikatakan bahwa “dlm masalah agama, tdk semua bisa dilogikakan dan akal manusia itu terbatas”, maka itu adalah suatu Logika Keputus-asaan Dan.Jika begitu, artinya kita tidak akan pernah mendapatkan hikmah/pelajaran karena tidak mau menggali ada apa dibalik peristiwa yang Allah berikan pada kita. Artinya adalah bahwa semua peristiwa yang ditimpakan Allah pada kita,pasti ada penjelasan yang dapat diterima akal manusia. Hanya saja manusia kadang enggan mempergunakan akalnya. Allah itu Maha Adil. Orang yang cerdas senantiasa diberi soal soal yang rumit, orang rata-rata senantiasa diberikan soal soal yang mudah.

  363. sang pencari tau said

    saya tertarik dgn pendapat @mas henvel ttg tatasurya dan saya memang menyukai ilmu astronomi.

    Buat @mas aricauld…. Apakah mas henvel seorang blogger jg ? Dimanakah saya bisa mengunjunginya ?
    Mohon untuk mencantumkan link nya jika ada..atau jika berkenan,mas aricauld bisa layangkan alamat linknya ke email saya gufron@live.com

    Sekali lg trimakasih buat mas aricauld sudah mau share ttg adam ini yg kemudian memunculkan pendapat2 yg sungguh membuat wawasan saya semakin luas.

    Salam hangat dan smoga sukses selalu

  364. roy buster Napitupulu said

    perlu diingat…sunnah Allah dan sunnah rasul yang harus kita jalani…agar kita menjadi manusia yang beruntung..ajaran agama islam memotifasi kita untuk menjadi khalifah di bumi yang berpengetahuan..kita bukan disuruh menjadi pintar tapi taqwa..barulah kita menjadi islam(berserah diri)..untuk buku buku islam karangan manusia menjadikan kita terus berfikir atas kebesaran Allah…memperbaiki amal..janganlah kita mengkritisi hak cipta manusia..tapi kita aja belum berbuat apa2..saudara agus mustopa memotivasi kita untuk berpikir..bukan bararti apa yang beliau karyakan betul semua..atau yang tukang kritik beliau lebih betul…islam tidak mengajarkan kita menjadi orang pintar tapi menjadi manusia bertaqwa kepada Allah…manusia menurut kita pintar sudah ada kaumnya tapi mereka di murkai Allah…dan janganlah kita menjadi manusia pintar tapi sesat karena kepintarannya..ini sesuai dengan surat alfatihah ayat 7…jadi hasil karya manusia itu tidakkan sama benar atau maksud tujuannya dari ciptaan Allah..Allah maha tahu dan ingat Allah maha besar..janganlah kita manusia ingin lebih besar dari pada ALLAH..menjadi manusia yang terpuji..tapi siap akan diuji oleh Allah..mempertanggung jawabkan hasil pemikirannya kepada Allah kelak….mudah-mudahan kita umat islam menjadi manusia yang mengharapkan nikmat dari Allah yang sering kita baca di surat Alfatihah-6..amin yaa rabbal allamin

  365. anto said

    Kalau saja umat Islam mau mempergunakan akalnya, mempergunakan hatinya yang jernih, dengan terus menggali Al Quran sebagai petunjuk, maka niscaya umat Islam akan menjadi umat manusia yang paling pintar dan bertaqwa yang pernah ada di bumi ini. Semua peradaban, budaya dan teknologi adalah buah karya pemikiran orang Islam yang seperti demikian. Mari kita ubah mindset/cara berpikir kita yang selalu negatif terhadap apapun; termasuk negatif terhadap perbedaan pemahaman, bukankah IQ dan EQ kita berbeda-beda. Bukalah kacamata kuda kita, lihatlah alam semesta ini, sedemikian luasnya. pengetahuan yang sudah kita pahami hari ini, akan terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Jangan mengunci pikiran kita. Sejarah sudah mencatat, siapapun yang sanggup menggali ilmu Allah, dia akan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat di bumi ini. Apakah sekarang umat Islam sudah mengambil peran dalam hal kemaslahatan umat manusia di bumi ini?jawabnya sangat mudah: Belum! Dulu di jaman Rosul Iya, itulah masa kejayaan umat Islam di berbagai bidang. Tapi sekarang? MasyaAllah…Sekarang umat islam sedang tertidur..sedang.memimpikan kebesaran umat di jaman Rosul, sangat sentimentil dan romantis sekali….. membuat umat terlena selama beratus ratus tahun. Faktanya, Umat islam sekarang sedang mengalami kemunduran di berbagai aspek. Jangan racuni otak kita dengan dikotomi dunia dan akhirat, sehingga hampir sebagian besar umat islam terjebak pada dikotomi ini; Banyak berdoa tapi malas berusaha dan berpikir. Mulai sekarang katakanlah: kemaslahatan dunia ini adalah tanggungjawab umat islam dan menjadi syarat kebahagiaan kita di akhirat kelak. Tolong disadari oleh semua umat islam dan juga saya terutama, kondisi umat islam sekarang ini sedang sekarat; ada di titik nadir, dan tidak sedikit yang mentertawakan kita karena kebodohan pemikiran dan perilaku kita sendiri. Tidak perlu kita larut dalam romantisme kebesaran Islam. Percuma! Orang lain hanya mencibir kepada kita: No Action Talk Only. Ayo bangkit, mari berbuat, bakar semangat kita, jangan bikin malu Agama Allah. Berpikir cerdas, jangka panjang, simpatik, ikhlas dan open minded. Buang jauh jauh fanatisme golongan; berpikirlah luas. Tunjukkan pada semua bahwa dunia ini hanya cocok dipimpin oleh umat pilihan Allah; yakni umat Islam !!!!!!!

  366. Ndang dilakoni….mengko lak nemu2 dewe nang dalan…….ojo mung tukaran thok….isin didelok tanggane…..hohohohohohohoho…

  367. ADNAN DANY RAMADHAN said

    Pdhl agama itu bt orang awam/bodoh itu biar menjadi pintar. Hati” jd pintar.

  368. HENVEL said

    assmlk mas gufron sang pencari tau dan mas syam jr terutama tentunya untuk mas ariecloud apa kabarnya

  369. HENVEL said

    aku terharu himbauan mas anto yang menyejukan hati. dan mau nanya. apa alasan mas anto mengatakan alam semesta ini semakin mengembang. saya baca di postednya mas agorsiloku tentang azab kubur

  370. [...] respon/tanggapan dari sayah… Bagi rekan-rekan, silahken baca artikel @Kang Agorsiloku dan @Kang Ariclaud dimana kedua artikel tersebut mengulas tentang “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” [...]

  371. afz said

    assalamu’alaikum…..perdebatan itu wajar…..karna kita mncari kebenaran yg sedang terjadi…..terserah yg mau bekerja …atau yg ga mau ngurus masalah diskusi kayak gini….tapi mengkaji ….melihat kebenaran tentu semua manusia sangat mengharapkanya…..agus mustofa hanya nggambarkany entah itu rasional atau ga rasional……yang penting pembaca buku agus mustofa ….hatinya menerima….atau ga menerima tentu terserah pada kalian smua…..yang telah membacanya…kita hanya manusia…..kebenaran hanya ALLAH semata yang tau….pemikiran kita terbatas…tp ALLAH menciptakan kepandaian manusia itu berbeda-beda……saya suka karya agus mustofa….karya yang bagus….untuk sebuah pendalaman…..banyak yang ga suka sama pemikiran agus mustofa…..mencemooh…menghina……tp hinaan dan cemoohan itu ga ada jawabanya dari mereka…hanya anak kecil saja yg bisa begitu…….jabarkan jangan asal meng HINA…beri pendapat jg yg logis……biar semua disini bisas merespon ….pemikiran anda……kita berdiskusi buka saling mematahkan……

  372. mamen said

    memberi dan menerima

  373. Arinda said

    Penghargaan yang setinggi-tingginya untuk bpk Agus Mustafa atas kreatifitas pemikirannya. Namun pendapat beluau tentu tidak dapat diterima bulat-bulat karena semuanya hanya sekedar pemahaman relatif dari seorang Agus Mustafa. Sekali lagi pemahaman relatif, bukan suatu kebenaran baik karena tidak ada pembuktian sama sekali dari segi apapun juga. Kebenaran dari segi sains harus ada pembuktian empiris sehingga dapat (sementara ) dijadikan hukum alam. Terlebih Agus Mustofa hanya menyertakan sedikit sekali baik fakta sains maupun ayat Qur’an yang diklaim sebagai landasan pemikirannya. Selahkan terus membaca, namun saya sarankan pembaca mempelajari dan memahami terlebih dulu ilmu astronomi, termasuk fisika modern dan fisika kuantum secara mendalam (dan tentunya perlu waktu yang cukup lama) serta merujuk pada berbagai ratusan ayat lainnya ttg surga dan neraka agar tidak kebablasan dalam mencerna pemikiran bpk Agus Mustofa. (Agaknya Albert Einstein akan mentah-mentah menolak pendapat Agus Mustofa sementara walaupun bukan muslim, Albert Einstein beriman akan keberadaan Sang Khalik dan tentunya memiliki ilmu yang cukup lebih baik dibanding Agus Mustofa)

  374. sang pencari tau said

    waalaikum salam mas henvel,pendapat anda sungguh menarik,,,hanya ada satu yg membuat saya bertanya2 yaitu ttg planet nibiru…
    benarkah planet itu ada ? pasalnya planet yg diisukan akan masuk ke orbit bumi di th 2011 ini ternyata hingga kini tdk terbukti keberadaannya….
    utk semua….mohon maaf jika komentar saya menyimpang dari topik

  375. Nawa said

    Assalamu,alaykum..
    Maaf, tlg beritahu saya, adakah ayat Al Quran yang benar2 menyatakan dengan jelas bahwa surga dan neraka itu kekal? Misalnya: “Surga dan Neraka itu kekal adanya”.
    Karena dari ayat2 yang disampaikan para komentator di atas, kebanyakan menyatakan (kira2 intinya) seperti ini:
    Orang beriman ditempatkan di Surga dan MEREKA kekal di dalamnya.
    Orang tidak beriman ditempatkan di Neraka dan MEREKA juga kekal di dalamnya.
    Jadi yang kekal adalah “mereka”nya. Orangnya. Orang beriman kekal di Surga. Orang tidak beriman kekal di Neraka. Jadi orangnya yang kekal. Surga dan Nerakanya? kekal atau tidak? Wallahu a’lam. Hanya Allah yang Maha tahu.
    Tapi yang jelas Surga dan Neraka adalah ciptaan Allah. dan salah satu sifat ciptaan Allah adalah fana (rusak).
    Maaf, saya bukannya membela / mendukung Agus Mustofa. Baca bukunya saja belum pernah. Ini hanya pendapat saya saja berdasarkan artikel dan komentar2 di atas. Wassalam.

  376. sang pencari tau said

    sampeyan ini aneh.
    surga & neraka tdk kekal tp merekanya kekal,lha terus merekanya ada dimana ???
    tuk ayatnya,silahkan baca komentar2 sebelumnya

    • Nawa said

      Maaf, maksud saya, keberadaannya di dalam surga / neraka itu yg kekal. Terima kasih koreksinya.
      Jadi, mereka yg beriman / yg tidak beriman, kekal berada di dalam surga / neraka selama surga / neraka itu masih ada.
      Saya juga tidak mengatakan surga / neraka itu tidak kekal. Bahkan, surga / neraka itu kekal atau tidak saya juga tidak tahu. Yg saya tahu (menurut saya), surga / neraka itu adalah ciptaan Allah. kalau menurut sampeyan, surga / neraka ciptaan siapa?
      Dan salah satu sifat dari ciptaan Allah adalah fana (rusak). Itu menurut saya sebatas yg saya tahu. Saya tidak tahu pendapat sampeyan seperti apa.
      Maaf, bukan maksud saya untuk berdebat. Tapi, betul nggak kalau salah satu sifat ciptaan-Nya adalah fana?
      masalah ayat, saya sudah baca komentar2 sebelumnya. dan kebanyakan menyatakan “mereka kekal di dalamnya”. Bukan “mereka ditempatkan di surga / neraka yg kekal”.
      Wallahu a’lam bishshowab.

      • sang pencari tau said

        mnurut saya kekal.
        ayat “jika ALLAH menghendaki” tdk bisa serta merta dijadikan dalil bhw ALLAH menghendaki di lenyapkannya surga/neraka.
        bgm kalau ALLAH menghendaki kekal selamanya ???
        apakah itu tdk mgk ???

      • Nawa said

        Lha ya itu maksud saya. Jadi intinya, masih ada 2 kemungkinan yang kita sama2 belum tahu, kemungkinan mana yg akan terjadi.
        Allah maha menghendaki.
        mungkin, Allah menghendaki surga / neraka itu kekal.
        mungkin juga, Allah menghendaki surga / neraka itu tidak kekal.
        Sebagai hamba kita hanya bisa ibadah, ikhtiar, berdo’a, dan mengharap ridho serta kasih sayang-Nya.
        Jadi…???

        Allah berfirman :
        “Wa maa Kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun”
        – dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku -.

        “Jika surga dan neraka tak pernah ada…,
        “Masihkah kau sujud kepada-Nya…?

        mudah2an Allah senantiasa menunjukkan kita jalan lurus yang diridhoi-Nya…, Amin…

    • Anonymous said

      Sudah sangat jelas Alloh itu kekal sedangkan makhluk itu fana. Gitu aja repot. Saya jadi ingat cerita jaman dulu waktu saya masih kecil katanya manusia yang banyak dosa itu masuk surga setelah masuk ke neraka dulu untuk membersihkan dosanya. Ini ajaran dari mana? Kayaknya pengaruh dari agama lain. Jadi menurut saya kalau banyak pahalanya kita masuk surga selamanya sedangkan kalau banyak dosa masuk neraka selamanya (inilah yg selama ini kita sebut kekal) sepanjang surga dan neraka masih ada.

  377. Stop perdebatan said

    Mau baca ”
    buku agus mustopa ,..bagus ,
    mo baca ,
    koran,.. bagus !

    YANG JELEK MAH ORANG YANG GAK BACA AL-QUR’AN … Saudara – saudara

  378. Anonymous said

    Tip membaca buku karya Agus Mustafa.
    1. Jangan terkecoh judulnya (Karena judulnya memang kontraversial).
    – Ternyata Akhirat Tidak Kekal
    – Untuk Apa berpuasa.
    – Poligami Yuk
    – Ternyata Adam Dilahirkan
    – Dan Yang Lainnya.
    2. Jangan berhenti dijudul, baca step by step kalau perlu baca sekali lagi,
    3. Membuka hati untuk menerima yang menurut kita baru, jadilah gelas kosong sebab gelas penuh kalau diisi akan tumpah.
    4. Perkuat tali keimanan, tambah ilmu Al-Qur’an, perdalam Hadits2 Shoheh, perbanyak literatur keilmuan.
    5. Jangan dilihat siapa Agus Mustafa, tapi kita simak Kalam Ilahi yang disampaikannya.
    6. Mengutip setiap akhir buku karangan Agus Mustafa sebuah kalimat syarat makna yaitu : “Wallahu a’lam bishshwab”.

    * Teman menasehati saya, “Jangan membaca buku karangan Agus Mustafa tentang “Diskusi Tasawwuf Modern”.
    – Saya jawab : “Wah sayang sekali sudah terlambat, karena saya terlanjur memiliki semua karya Agus Mustafa”.
    * Teman bertanya lagi, “Bagaimana sampai bisa membacanya?”.
    – Saya jawab : “Awalnya terpengaruh judulnya, lalu saya beli karena khawatir sebuah kajian :Ilmu Tasawwuf yang akan merusak generasi muda dan anak-anak saya khususnya”.
    * Teman bertanya lagi : “Oh ya, bagaimanatanggapannya setelah membacanya?”
    – Saya Jawa : …………………………

    1. Pusaran Ilmu Ka’bah : Napak tilas perjanan Nabi Ibrahim dan kebenaran janji Allah bila dilihat saat ini (Wallahu a’lam bishshawab).
    2. Ternyata Akhirat Tidak Kekal : Dialah Allah yang “Awal” dan yang “Akhir”, semua makhluknya akan fana.(Wallahu a’lam bishshawab)
    3. Terpesona di Sidratul Muntaha : Sebuah analisa yang yang bisa diterima selain nalar Iman, perjalanan agung yang syarat makna (Wallahu a’lam bishshawab).
    4. Untuk Apa Berpuasa. : Pelatihan praktis dalam waktu satu bulan untuk meraih sertifikat Taqwa, hasilnya bisa dilihat setelah bulan berpuasa.(Wallahu a’lam bishshawab).
    5. Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh : Ibarat cermin semakin lama dibiarkan kotor, semakin membutuhkan banyak energi untuk membersihkannya. Ibarat seutas lagi yg memutari pusat putar, semakin panjang tali semakin besar energi lempar menjauhi pusat lingkaran. (Wallahu a’lam bishshawab).
    6. Bersatu dengan Allah : Penjelasan gamblang bagaimana dekatmya Allah dengan makhluknya, lebih dekat dari urat nadi. (Wallahu a’lam bishshawab).
    7. Mengubah Takdir : Grand Formula, penjelasan rasional dari buah usaha dan ketetapan Allah. Penjelasan salah satu Rukun Iman yang mencengangkan. (Wallahu a’lam bishshawab)
    8. Tahajjut Siang Hari Dzuhur Malam Hari : Subhanallah … Kenapa kita harus berdebat lagi. Melalui ciptaanNya kita akan lebih mengenal Allah, dan sedikit memahami isyarat yang disampaikanNya.(Wallahu a’lam bishshawab)
    9. Dzikir Tauhid : Perbanyak Dzikir hatimu akan tentram, Dzikir yang bermakna yang akan mewarnai sikap keseharian kita. (Wallahu a’lam bishshawab)
    10. Membonsai Islam : Menjawab pertanyaan yang menggelitik hati, “kenapa umat yang disesain sebagai umat teladan ini tidak menjadi teladan di muka bumi”, buka ini menjawab dengan tuntas. (Wallahu a’lam bishshawab)
    12.Tak Ada Azab Kubur : Uraian yang sangat realistis relevan dengan Rukun Iman dan menjawab sekian Hadits-Hadits yang Dhaif.(Wallahu a’lam bishshawab)
    13. Poligami Yuk : Sebuah judul buku yang kontraversial yang menjelaskan tentang kenapa Rasulullah berpoligami pada “Zamannya”, dan hanya Siti Aisyah yang dikawini Rasulullah (bukan janda), dari Siti Aisyahlah didapat Hadits2 Shahih keseharian beliau. (Wallahu a’lam bishshawab)
    14. Ternyata Adam Dilahirkan : Sebuah uraian yang realistis tentang ayat-ayat Al-Qur’an dalam penciptaan “manusia” dan “mausia Modern (dalam ujud sempuna), Penjabaran sunnatullah menjawah bahwa ajaran agama (Islam) tidaklah bertentangan degan Scince dan tehnologi. mengungkap terkontaminasinya ajaran Islam dengan ajaran non Islam. Shlat (Sembahyang), Jannah (Swarga Dwipa) dls. (Wallahu a’lam bishshawab)
    15. Ternyata Adam Tak diusir dari Syurga : Penjelasan lebih dalam dari buku sebelumnya (Ternyata Adam dilahirkan), “Kenapa adam dikatakan manusia sempurna?”, “Karena setelah adam berbuat salah, Dia (Adam) menyadari kesalahnnya dan memohon ampun kepada Allah akan kesalahnnya itu, Dan Allah mengampuniNya”. Drama kehidupan yang sudah direncanakan Allah sebelum penciptaan Adam sebagai masunia (manusia pertama-dalam penciptaan sempurna-fii akhsani takwim) sebagai khalifah di permukaan Bumi. (Wallahu a’lam bishshawab)
    16. ……

    * Teman saya memotong. “Anda, temannya Agus Mustaga?”.
    – Saya jawab : “Bukan, saya tidak pernah ketemu Agus Mustafa, Saya tidak pernah berhungan langsung dengan Agus Mustafa (hanya lewat bukunya). Saya tahu beliau ahli nuklir dan mantan wartawan dari biografi beliau dalam bukunya”.
    * Teman saya bertanya lagi,”Anda benarkan semua isi buku Agus Mustafa”.
    – Saya jawab, “Kebenaran Milik Allah semata, saya tidak melihat sosok Agus Mustafa, saya hanya memperhatikan hasil karyanya yang senantiasa mengagungkan Kalimat Allah dan Hadist (Shaheh) Rasulullah. Mengajari saya (secara tidak langsung) belajar Al-Qur;an secara Puzzle bukan sepenggal-sepenggal.
    * Teman bertanya lagi,”Pada bagian mana yang anda baca paling berkesan”.
    – Saya jawab : “Semuanya berkesan, Karena saya, anda dan Agus Mustafa pada prinsifnya sama belajar memahami Sunnatullah yang bertebaran di seantero jagad raya ini, bedanya pada disi[lin Ilmu saja, beliau akhli nuklir saya ahli konstruksi dan anda seorang doktor.
    Saya hanya tidak ingin seperti Nabi-Nabi yang terdahulu dibunuh para raja yang berkuasa karena kebenaran yang disampaikannya, para sahabat (Abu bakar Assiddiq, Umar Bin Hattab, Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Talib) yang terbunuh karena perbedaan pandangan demikian keluarga rasullah yang dibantai.”, janganlah kita seperti orang buta yang mengenal gajah tanpa menyadari kebutaannya.”
    * Teman bertanya lagi,”Terus bagaimana dengan judul buku yang lainnya”.
    – Saya Jawab,”Kita bahas lain waktu, karena ada yang harus kita kerjakan yang lainnya”.

    Teman saya langsung pulang, saya tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya dengan perbincangan yang cukup panjang lebar. Yang saya tahu dia teman terbaik saya yang selalu peduli dengan saya, yang setiap kami berdiskusi selalu saling menghargai dalam ukhuwwah Islamiyah, Ta ‘awanu alal birri wattaqwa wala taawanu ‘alal itsmi waludwan. (Wallahu a’lam bishshawab)
    Wassalam.

    Catatan :
    Anda semua benar dan kebenaran yang hakiki hanyalah milik ALLAH semata.

  379. Hamba Allah said

    Tip membaca buku karya Agus Mustafa.
    1. Jangan terkecoh judulnya (Karena judulnya memang kontraversial).
    – Ternyata Akhirat Tidak Kekal
    – Untuk Apa berpuasa.
    – Poligami Yuk
    – Ternyata Adam Dilahirkan
    – Dan Yang Lainnya.
    2. Jangan berhenti dijudul, baca step by step kalau perlu baca sekali lagi,
    3. Membuka hati untuk menerima yang menurut kita baru, jadilah gelas kosong sebab gelas penuh kalau diisi akan tumpah.
    4. Perkuat tali keimanan, tambah ilmu Al-Qur’an, perdalam Hadits2 Shoheh, perbanyak literatur keilmuan.
    5. Jangan dilihat siapa Agus Mustafa, tapi kita simak Kalam Ilahi yang disampaikannya.
    6. Mengutip setiap akhir buku karangan Agus Mustafa sebuah kalimat syarat makna yaitu : “Wallahu a’lam bishshwab”.

    * Teman menasehati saya, “Jangan membaca buku karangan Agus Mustafa tentang “Diskusi Tasawwuf Modern”.
    – Saya jawab : “Wah sayang sekali sudah terlambat, karena saya terlanjur memiliki semua karya Agus Mustafa”.
    * Teman bertanya lagi, “Bagaimana sampai bisa membacanya?”.
    – Saya jawab : “Awalnya terpengaruh judulnya, lalu saya beli karena khawatir sebuah kajian :Ilmu Tasawwuf yang akan merusak generasi muda dan anak-anak saya khususnya”.
    * Teman bertanya lagi : “Oh ya, bagaimanatanggapannya setelah membacanya?”
    – Saya Jawa : …………………………

    1. Pusaran Ilmu Ka’bah : Napak tilas perjanan Nabi Ibrahim dan kebenaran janji Allah bila dilihat saat ini (Wallahu a’lam bishshawab).
    2. Ternyata Akhirat Tidak Kekal : Dialah Allah yang “Awal” dan yang “Akhir”, semua makhluknya akan fana.(Wallahu a’lam bishshawab)
    3. Terpesona di Sidratul Muntaha : Sebuah analisa yang yang bisa diterima selain nalar Iman, perjalanan agung yang syarat makna (Wallahu a’lam bishshawab).
    4. Untuk Apa Berpuasa. : Pelatihan praktis dalam waktu satu bulan untuk meraih sertifikat Taqwa, hasilnya bisa dilihat setelah bulan berpuasa.(Wallahu a’lam bishshawab).
    5. Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh : Ibarat cermin semakin lama dibiarkan kotor, semakin membutuhkan banyak energi untuk membersihkannya. Ibarat seutas lagi yg memutari pusat putar, semakin panjang tali semakin besar energi lempar menjauhi pusat lingkaran. (Wallahu a’lam bishshawab).
    6. Bersatu dengan Allah : Penjelasan gamblang bagaimana dekatmya Allah dengan makhluknya, lebih dekat dari urat nadi. (Wallahu a’lam bishshawab).
    7. Mengubah Takdir : Grand Formula, penjelasan rasional dari buah usaha dan ketetapan Allah. Penjelasan salah satu Rukun Iman yang mencengangkan. (Wallahu a’lam bishshawab)
    8. Tahajjut Siang Hari Dzuhur Malam Hari : Subhanallah … Kenapa kita harus berdebat lagi. Melalui ciptaanNya kita akan lebih mengenal Allah, dan sedikit memahami isyarat yang disampaikanNya.(Wallahu a’lam bishshawab)
    9. Dzikir Tauhid : Perbanyak Dzikir hatimu akan tentram, Dzikir yang bermakna yang akan mewarnai sikap keseharian kita. (Wallahu a’lam bishshawab)
    10. Membonsai Islam : Menjawab pertanyaan yang menggelitik hati, “kenapa umat yang disesain sebagai umat teladan ini tidak menjadi teladan di muka bumi”, buka ini menjawab dengan tuntas. (Wallahu a’lam bishshawab)
    12.Tak Ada Azab Kubur : Uraian yang sangat realistis relevan dengan Rukun Iman dan menjawab sekian Hadits-Hadits yang Dhaif.(Wallahu a’lam bishshawab)
    13. Poligami Yuk : Sebuah judul buku yang kontraversial yang menjelaskan tentang kenapa Rasulullah berpoligami pada “Zamannya”, dan hanya Siti Aisyah yang dikawini Rasulullah (bukan janda), dari Siti Aisyahlah didapat Hadits2 Shahih keseharian beliau. (Wallahu a’lam bishshawab)
    14. Ternyata Adam Dilahirkan : Sebuah uraian yang realistis tentang ayat-ayat Al-Qur’an dalam penciptaan “manusia” dan “mausia Modern (dalam ujud sempuna), Penjabaran sunnatullah menjawah bahwa ajaran agama (Islam) tidaklah bertentangan degan Scince dan tehnologi. mengungkap terkontaminasinya ajaran Islam dengan ajaran non Islam. Shlat (Sembahyang), Jannah (Swarga Dwipa) dls. (Wallahu a’lam bishshawab)
    15. Ternyata Adam Tak diusir dari Syurga : Penjelasan lebih dalam dari buku sebelumnya (Ternyata Adam dilahirkan), “Kenapa adam dikatakan manusia sempurna?”, “Karena setelah adam berbuat salah, Dia (Adam) menyadari kesalahnnya dan memohon ampun kepada Allah akan kesalahnnya itu, Dan Allah mengampuniNya”. Drama kehidupan yang sudah direncanakan Allah sebelum penciptaan Adam sebagai masunia (manusia pertama-dalam penciptaan sempurna-fii akhsani takwim) sebagai khalifah di permukaan Bumi. (Wallahu a’lam bishshawab)
    16. ……

    * Teman saya memotong. “Anda, temannya Agus Mustaga?”.
    – Saya jawab : “Bukan, saya tidak pernah ketemu Agus Mustafa, Saya tidak pernah berhungan langsung dengan Agus Mustafa (hanya lewat bukunya). Saya tahu beliau ahli nuklir dan mantan wartawan dari biografi beliau dalam bukunya”.
    * Teman saya bertanya lagi,”Anda benarkan semua isi buku Agus Mustafa”.
    – Saya jawab, “Kebenaran Milik Allah semata, saya tidak melihat sosok Agus Mustafa, saya hanya memperhatikan hasil karyanya yang senantiasa mengagungkan Kalimat Allah dan Hadist (Shaheh) Rasulullah. Mengajari saya (secara tidak langsung) belajar Al-Qur;an secara Puzzle bukan sepenggal-sepenggal.
    * Teman bertanya lagi,”Pada bagian mana yang anda baca paling berkesan”.
    – Saya jawab : “Semuanya berkesan, Karena saya, anda dan Agus Mustafa pada prinsifnya sama belajar memahami Sunnatullah yang bertebaran di seantero jagad raya ini, bedanya pada disi[lin Ilmu saja, beliau akhli nuklir saya ahli konstruksi dan anda seorang doktor.
    Saya hanya tidak ingin seperti Nabi-Nabi yang terdahulu dibunuh para raja yang berkuasa karena kebenaran yang disampaikannya, para sahabat (Abu bakar Assiddiq, Umar Bin Hattab, Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Talib) yang terbunuh karena perbedaan pandangan demikian keluarga rasullah yang dibantai.”, janganlah kita seperti orang buta yang mengenal gajah tanpa menyadari kebutaannya.”
    * Teman bertanya lagi,”Terus bagaimana dengan judul buku yang lainnya”.
    – Saya Jawab,”Kita bahas lain waktu, karena ada yang harus kita kerjakan yang lainnya”.

    Teman saya langsung pulang, saya tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya dengan perbincangan yang cukup panjang lebar. Yang saya tahu dia teman terbaik saya yang selalu peduli dengan saya, yang setiap kami berdiskusi selalu saling menghargai dalam ukhuwwah Islamiyah, Ta ‘awanu alal birri wattaqwa wala taawanu ‘alal itsmi waludwan. (Wallahu a’lam bishshawab)
    Wassalam.

    Catatan :
    Anda semua benar dan kebenaran yang hakiki hanyalah milik ALLAH semata.
    Balas

    • I.M.E.N said

      Mantaaaaaappppp…… :)

    • setuju,…
      saya mengalami yg sama,..
      teman saya juga bilang dy takut baca buku agus mustofa..

      klo menurut saya bener yg mas bilang jadilah gelas yg kosong,..
      dan alhamdullilah dalam hal ini gelas saya bener2 kosong,..
      hehe..

      tp artikel2 seperti ini (asal konteksnya tidak menghujat) juga berguna buat kita memfilter, biar kita gak menelan bulat2 pendapat beliau,..
      biar kita terus belajar mengenal agama kita,.. ISLAM,..

      semoga kita semua mendapat Rahmat Allah.. amin..

  380. Setuju …

  381. yes …

  382. joyo said

    Pertama, kita harus meyakini bahwa selain ALLAH adalah rusak.
    Kedua, karena selain ALLAH adalah rusak, maka apa yang menjadi hak ALLAH sebagai sang pencipta tidak bisa kita bantah dan kita nalar.
    Ketiga, kita harus meyakini kalam ALLAH adalah benar.
    Keempat, meyakini kekalnya akhirat dengan dalil alqur’an sudah jelas. Namun lagi-lagi ALLAH memberi “batasan” lagi. Yang kekal itu hanya ALLAH.
    Kelima, beribadahalah hanya karena ALLAH semata. Bukan karena selain ALLAH. Karena manusia jin tercipta hanya untuk menyembahNYA.
    Keenam, budayakanlah “ngerasani”, biar api neraka semakin berkobar.

  383. syaiful said

    masalahnya, ketika bpk agus mustafa ini mngeluarkan dg dalil al-quran sering dinpotong2 shg dpt mntahrif makna yg sebenarnya, dan seakan-akan sama sekali tdk mnggunakn kaidah2 ushul fiqh dlm mncetuskan kata-katanya… perlu di koreksi ulang tuh tulisannya…

  384. Yusrizal said

    Didalam Al-Qur’an ada kalimat sebagai berikut; Sesungguhnya orang mukmin itu mendengar semua pandangan dan memilih yang paling baik diantaranya.

    Kita diciptakan Tuhan sebangai makhluk berakal maka diperintahkan untuk ber ilmu, maka dari itu bacalah buku2 semua orang2 pintar yang Tuhan telah anugrahkan pemahaman yang dalam tentang agama kepada mereka, seperti:

    – Agus Mustofa dengan diskusi tasawuf moderen. dengan analisa yang mencengangkan.
    – Quraish Shihab dengan tafsir al misbah, beliau ahli dalam memberikan contoh persoalan.
    – HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amarullah) dengan tafsir Al Azhar dengan pendirian yang kuat seperti Sayed Kutub.
    – Imam Ghazali dengan buku Ihya Ulumiddin yang terkenal serta buku2 yang bersangkutan dengan hati.
    – Yusuf Qardhawi yang telah hafal Al-Qur’an pada umur 11 tahun dan Rektor Universitas Al Azhar dengan buku Halal dan Haram dalam Islam.
    – Ahmad Deedat dari Afrika Selatan serta Dr Zakir Naik dari India yang hafal Al-Qur’an, Injil dan buku agama Hindu. yang fokus tentang masalah Tauhid.

    Bacalah dan pahami Al-Qur’an semampu kita dan pilih pandangan orang2 tsb diatas yang paling baik, InsyaALLAH akan diberi petunjuk oleh Tuhan kepada jalan yang lurus yaitu jalan keselamatan.

    Dengan sendirinya debat kusir bisa dihindarkan.

    Wassalam

  385. Bismarahim said

    Allah dalam bahasa dan pengertian sederhana mengatakan kepada manusia, Hai Manusia kini engkau kuciptakan sebagai Manusia atau mahluk yang sempurna, berjalanlah engkau dimuka bumi sebagai khalifah, berbuatlah sesukamu, lakukanlah apa saja yang menjadi kehendakmu, konsekwensinya hanya hanya baik dan buruk. Segala perbuatan yang kamu lakukan akan menjadi amalmu, amal baik dan amal buruk. Dan setiap amal akan medapatkan balasan. Amal baik dijanjikan dengan Surga, amal buruk dijanjikan dengan neraka. Nanti akan turun rasul akhir zaman maka berpegang teguhlah kalian pada tali buhul yang kuat seperti yang diperingatkannya, Berpedomanlah kalian dengan Al’Quran yang diwahyukan kepadanya serta contohilah kepribadiannya maka kamu akan berada dijalan yang lurus, Tetapi janganlah kalian mencampuri apa yang menjadi urusanKu…………., Ghaib, Jodoh, Rezeki, Maut, Qadar baik dan Qadar buruk karena semua itu berada disisiKU.

  386. Anonymous said

    saya menghimbau kepda semua ummat muslim yg mau bersedekah, sebaiknya membeli smua buku karya agus mustofa, kemudian di BAKAR!

    • Anonymous said

      itu bukan cara yg baik dan benar. justru uang hasil penjualan tsb malah dpt mengakibatkan agus mustofa semakin getol memproduksi buku karyanya yg lain. marilah kita berbuat amar ma’ruf nahi munkar. terhadap mas agus mustofa, saya cukup salut dg pendapat-pendapat di buku-buku beliau. TAPI saya sampaikan pula bahwa manusia tdk luput dari salah dan khilaf. pendapat-pendapat beliau kdg trlalu radikal dan kebanyakan berasal dari akal logika saja. sedangkan akal logika jg srg kali salah. terutama pendapat ttg akhirat tdk kekal, hal ini dpt membuat mereka para pelaku maksiat ataupun org2 kafir tidak merasa takut dg siksa neraka. sebaiknya mas agus mustofa lbh teliti lg dan sgt berhati2. KEPADA agus mustofa Jgn sampe kesalahan anda mengartikan itu semua malah mjd bumerang ketika byk org yg malah tersesat krn anda. jgn sampe anda akan menanggung dosa-dosa seluruh org yg mengikuti anda tanpa bisa melihat kebenaran.
      mhn maaf bila saya ada salah kata. wass wrwb

  387. Anonymous said

    Kepada agus mustofa, saya khawatir bahwa sebagian pendapat-pendapat anda berasal dari logika anda sendiri tanpa melihat lebih dalam lg kebenaran-kebenaran yg ada. jgn sampai kesalahan anda berdampak menularkan byk org lain yg pengetahuan agamanya msh kurang, sehingga malah menjadi dosa yg menumpuk bagi anda. saya sgt yakin akhirat kekal.

  388. Anonymous said

    apa yang anda perselisihkan akan dihadapkan pd hari kiamat dihadapan Allah yang maha kuasa?ya Allah lindungi kami semua dari kesesatan nyata dari syetan.

  389. jika tidak setuju dengan argumen seseorang, mohon katakan langsung pada orangnya biar nanti bisa memperoleh kejelasan. seperti yang diajarkan nabi Muhammad SAW bahwa sebaiknya kita menyelesaikan suatu perkara dengan musyawarah. “Tidak baik membicarakan orang dibelakangnya (ngrasani/gosip)”. Agus Mustofa hanyalah makhluk yang sama seperti kita, jadi wajar jika ia terdapat kekurangan dan kita seharusnya berterima kasih kepada beliau (Agus Mustofa) atas tulisannya yang menambah khasanah pengetahuan bagi kita semua. Dan alangkah baiknya bagi kita memberikan peringatan (teguran) bagi saudara kita yang sedang khilaf, agar kita semua diberikan petunjuk yang benar dalam memahami dan menafsirkan Al-qur’an.

  390. agah said

    Agus mustofa menafisirkan Al Quran dengan sekehendak hatiinya sendiri,tanpa dasar ilmu yang sudah menjadi kaidah dalam penafisaran al quran,untuk menafsirkan al quran harus menguasai berbagai macam disiplin ilmu,terlihat dari tulisan agus mustofa kedangkalan ilmu yang dia miliki,agus mustofa sudah sesat,sudah banyak orang sebelum ini yang berbuat sama dengan agus mustofa dan mereka di hukumin kafir dan hala darahnya sehingga di hukum pancung,jangan biarkan agus mustofa menyesatkan umat dengan semua tulisannya

    • Dante said

      Berpendapat akhirat tidak kekal termasuk sesat ya? Bukankah yang kekal itu hanya Allah semata? Satu hal mas, ilmu pengetahuan adalah bagian yang tak terlepaskan dari Islam. Agus Mustofa kan mencoba menelaah kekekalan akhirat melalui sains. Dan menurut teori Nasa, skenario alam semesta memang akan seperti itu nantinya. Kita ambil beberapa sample ya. Nabi Isa A.S, lahir tanpa ayah. Dulu aneh dan gaib. Sekarang sejak tekhnologi bayi tabung ditemukan ga aneh lagi tuh. Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan setengah malam dari Mekkah ke Palestine. Dahulu gaib mas, tetapi setelah diketemukan teori anihilasi (merubah materi menjadi cahaya) semua jadi masuk akal. Nabi Isa A.S pernah merubah batu jadi emas. Ternyata secara teori ilmu pengetahuan hal tersebut bisa dilakukan dengan cara menambah jumlah elektron batu agar sesuai dengan elektron emas. Terbelahnya laut merah, banjir besar di zaman Nabi Nuh A.S semua sudah dapat di jawab melalui sains. Bukan saya mengataskan sains di atas segalanya. Tapi coba kita selami lebih dalam dari mana asal semua ilmu pengetahuan itu? Dari Allah bukan?

  391. agah said

    Saya setuju dgn pendapat diatas,sodara2 ku,,yang paling mengerti ttg al quran adalah nabi Muhamad dan para sahabat nabi pada saat itu,yang di jelaskan langsung oleh nabi,saat ini utk bs mentafsirkan al quran adalah dgn metodoligis,banyak cabang ilmu yang hrs di kuasai,hrs merujuk kepada ulama2 terdahulu yang lebih paham al quran,tdk bisa mentafsirkan al quran sekehendak hati seperti yang di lakukan agus mustofa,klo kta menafsirkan al quran tanpa ilmu yang mencukupi maka hasilnya akan sesat dan menyesatkan seperti yang di lakukan agus mustofa,org yang tidak berilmu akan mudah sekali terpengaruh oleh tulisan agus mustofa,hendaknya kita lbh dahulu membaca tafsir2 ulama terkemuka biar kita lbh tahu bagaimana metodologi penafsiran al quran yang benar

    • Anonymous said

      sebenarnya, setelah saya baca beberapa buku Agus Mustofa ternyata banyak sekali ketidakjelasan dari apa yang ia tulis, bahkan ada yang sangat-sangat keliru seperti dalam buku mitos dan anekdot (menunggu imam mahdi, sebagian besar wanita penghuni neraka). Kemudian dari terjemahan ayat-ayat Al-qur’an yang ada di bukunya ternyata beberapa ada yang tidak sesuai dengan terjemahan di Al-Qur’an cetakan yang banyak beredar di Indonesia.
      Hal inilah yang mengkhawatirkan bagi pembaca.
      Agus Mustofa hanya menafsirkan suatu ayat dari terjemahannya saja, bukan dari pemahaman tentang ayatnya.
      Yach… semoga saja Agus Mustofa lebih teliti dalam menulis bukunya,
      —SEBAIKNYA SEDIKIT TULISAN NAMUN SYARAT KEBENARAN—
      —BUKAN BANYAK TULISAN NAMUN SEDIKIT KEBENARAN—

      Untuk itu, kita sebagai umat islam sebaiknya banyak-banyak belajar tentang islam dari berbagai sumber (dari Banyak Guru, banyak Buku).
      Agar kita tidak salah apalagi sesat dalam memahami Al-Qur’an

  392. Anekdot ini ditulis oleh seorang Pemulung kebenaran, kada Kisah perdebatan antara orang sok tahu dan sok pintar, tapi untung si embah yang bijaksana yang mengajarkan mereka untuk bertauhid
    Inilah kisahnya
    Apa definisi kekal ???

    Sok tahu : Siapa yang Zat yang Maha Kekal ?
    Sok Pintar : Tuhan
    Sok Tau : Kekal itu apa ?
    Sok Pintar : Kekal itu hidup abadi, Zat yang awal dan yang akhir
    Sok Tahu : Siapa yang menciptakan surga dan neraka ?
    Sok Pintar : yang menciptakan adalah TUHAN
    Sok Tahu : surga dan neraka apa itu kekal ?
    Orang pintar : Surga dan neraka itu kekal
    Sok tau : kalau dimaksud kekal kan berarti hidup abadi jadi yang awal dan yang akhir, berarti kapan surga dan neraka itu mulai diciptakan ?
    Sok Pintar : itu urusan TUHAN, jangan ditanyakan !!!
    Orang Tahu : ?????? ,,,,,,, Tuhan itu ada berapa ???
    Sok Pintar : ada Satu
    Sok tau : Berarti yang kekal kan Cuma satu, apa surga dan neraka itu TUHAN ?
    Sok Pintar : Surga dan neraka bukan TUHAN, surga dan neraka diciptakan TUHAN
    Sok Tahu : Aneh ???
    Lalu datang orang bijaksana
    Si embah : jangan berdebat sok tau dan sok pintar ??? Mari kita bertauhid !!!
    Sok tau dan sok pintar : ”apa itu tauhid mbah ?”
    Si embah : Tauhid itu mengesakan TUHAN, Jangan menDua – Duakan Tuhan dengan Ciptaan-Nya. Yang Maha Tahu itu Yang Cuma SATU, jadi jangan Dua-Duakan yang SATU. Surga dan Neraka itu Hanya yang Maha Tahu, kapan mulai diciptakan dan kapan diakhiri , dan yang Maha tahu adalah yang SATU, Tuhan yang Maha Tahu itu yang awal dan dan Akhir, jadi yang pantas disebut kekal adalah yang Maha SATU yang Maha Tahu yaitu ALLAH SWT.
    Sok tahu & sok pintar : ALLAH MAHA KEKAL !!!
    Si mbah : bagus bertauhidlah, biar masuk Sorga !!!

  393. Anekdot ini ditulis oleh seorang Pemulung kebenaran, inilah Kisah perdebatan antara orang sok tahu dan sok pintar, tapi untung si embah yang bijaksana yang mengajarkan mereka untuk bertauhid
    Inilah kisahnya
    Apa definisi kekal ???
    Sok tahu : Siapa yang Zat yang Maha Kekal ?
    Sok Pintar : Tuhan
    Sok Tau : Kekal itu apa ?
    Sok Pintar : Kekal itu hidup abadi, Zat yang awal dan yang akhir
    Sok Tahu : Siapa yang menciptakan surga dan neraka ?
    Sok Pintar : yang menciptakan adalah TUHAN
    Sok Tahu : surga dan neraka apa itu kekal ?
    Orang pintar : Surga dan neraka itu kekal
    Sok tau : kalau dimaksud kekal kan berarti hidup abadi jadi yang awal dan yang akhir, berarti kapan surga dan neraka itu mulai diciptakan ?
    Sok Pintar : itu urusan TUHAN, jangan ditanyakan !!!
    Orang Tahu : ?????? ,,,,,,, Tuhan itu ada berapa ???
    Sok Pintar : ada Satu
    Sok tau : Berarti yang kekal kan Cuma satu, apa surga dan neraka itu TUHAN ?
    Sok Pintar : Surga dan neraka bukan TUHAN, surga dan neraka diciptakan TUHAN
    Sok Tahu : Aneh ???
    Lalu datang orang bijaksana
    Si embah : jangan berdebat sok tau dan sok pintar ??? Mari kita bertauhid !!!
    Sok tau dan sok pintar : ”apa itu tauhid mbah ?”
    Si embah : Tauhid itu mengesakan TUHAN, Jangan menDua – Duakan Tuhan dengan Ciptaan-Nya. Yang Maha Tahu itu Yang Cuma SATU, jadi jangan Dua-Duakan yang SATU. Surga dan Neraka itu Hanya yang Maha Tahu, kapan mulai diciptakan dan kapan diakhiri , dan yang Maha tahu adalah yang SATU, Tuhan yang Maha Tahu itu yang awal dan dan Akhir, jadi yang pantas disebut KEKAL adalah yang Maha SATU yang Maha Tahu yaitu ALLAH SWT.
    Sok tahu & sok pintar : ALLAH MAHA KEKAL !!!
    Si mbah : bagus bertauhidlah, biar masuk Sorga kalau sesat nanti masuk neraka !!!
    Sok tahu & sok pintar : ALLAH MAHA KEKAL !!!
    Simbah : Alhamdulillah 3x

  394. Kesimpulannya apa nich biar nggak MULTI TAFSIR ??
    AKHERAT ” MASIH ULANGI MASIH ” BELUM BISA DISEBUT KEKAL !!! ALLOH YANG MAHA KEKAL DIALAH ZAT YANG AWAL DAN YANG AKHIR,,,,
    BERTAUBATLAH SOK TAHU DAN SOK PINTAR !!

  395. pencari kebenaran said

    nah,,,,ni anekdot pelajaran bagi sok tau dan sok pintar he,,,, 3 X , sedikit tapi bermakna dan tersirat KEBENARAN ,,,, makasi pemulung kebenaran,,,, yang pantas disebut KEKAL hanya ALLAH, jadi pak agus mustofa benar-benar memahami TAUHID !!!

  396. tukang sorot said

    pemulung kebenaran !!!,,,,, tolong tanyain si embah yang bijaksana ,,,, yang bilang “AKHERAT ITU KEKAL” apa bisa masuk neraka ???
    lebih bijaksana DAN ADIL bilang AKHIRAT “MASIH” TIDAK KEKAL ,,, ALLAH YANG LEBIH- LEBIH KEKAL !!!

  397. harris said

    Segala puji bagi ALLAH tuhan semesta alam & tiada sekutu baginya. Bersukurlah kita sebagai manusia, Allah melebihkan kita dari mahluk2 yg lain, dng diadakannya akal, manusia bisa membedakan baik & buruk, haq & batil, salah & benar.karena itu saudara pertanggungjawaban manusia kelak di akhirat adalah akal.

  398. andin said

    Sebenarnya buku itu ga ada yang jelek tergantung bagaimana kita memahami isi buku tersebut….dan menurut saya itu semua digunakan agar Agama Atau hal yang Ghoib itu bisa masuk akal di nalar semua manusia…termasuk agama lain

  399. Anonymous said

    semua pendapat berhak benar dan berpeluang salah. karna kita mmg gak ada yg hidup pada saat itu. tapi, itu lah guna nya Allah memberi kita akal untuk dapat mencari kebenaran.

  400. Anonymous said

    sobatku kang pencari tau. manusia boleh saja menamakan planet-planet menurut dia. tapi ALLAH membatasi bahwa planet pada tatasurya kita hanya ada sepuluh. tujuh diatas Bumi, dua dibawah. dan kalau cerita Nibiru mau menabrak Bumi, itumah dugaan para ilmuwan saja, karna masing2 planet tersebut sudah ditentukan garis edarnya; nanti kang PT (Pencari Tau) akan saya jelaskan berikut ayat2nya agar kita tidak asal ngejablak saja dalam memberikan analisa. oke kang ngantor dulu mau laporan, maklum kang ane kuli, 2minggu lagi cabut lagi; ntar 3 atau 6 bulan nongol lagi. hehehehhe

  401. henvel said

    henvel berkata:
    sobatku

  402. I actually had to show this specific post, “Penciptaan Adam (Kritisi terhadap buku Ust.

    Agus Mustofa, Ternyata Akhirat Tidak Kekal) Mencari Cinta-Nya” along with my best buddies on facebook.
    I actuallybasically desired to disperse ur fantastic posting!
    Thx, Jed

  403. Anonymous said

    apapun tentang agus mustofa, saya mengacungi JEMPOL Buat beliau. dengan pemikiran beliau yang sangat luar biasa saya pribadi dapat berpikir dan menggunakan hasil karyanya untuk bahan pembelajaran di sekolah terutama mata pelajaran SAINS… yang mana buku ini dapat diintegrasika antara ilmu sains dan agama… seharusnya kita bangga dengan pemikiran beliau yang notabene adalah orang yang alim dan termasuk keturunan orang yang alim. saya yakin, sebelum buku2nya diedarkan pasti beliau konsultasi dengan para ahlinya termasuk ahli bidang ilmu yang sesuai dengan pemahaman buku2nya… jangan jadikan diri kita hanya sebagai orang2 yang mencari kesalahan dengan karya orang lain sedangkan kita tidak mampu untuk menciptakannya sendiri. kalau memang beberapa orang menyangkal pendapat beliau,, alangkah lebih baiknya jangan diexpos lewat media elektronik… sesungguhnya itu adalah menunjukkan bahwa anda sendiri yang termasuk orang yang BODOH. yang hanya bisa mengkritik, mmenghujat atas karya orang lain. kalau memang anda kurang puas dengan buku bacaan beliau, temui beliau dan ajak sharing mengenai pemikiran beliau. sekarang banyak buku2 yang banyak menyesatkan kita (umat islam) dengan doktrin-doktrin agama yang menurut mereka Syirik/ BIDAH DHOLALAH (Tahlil, Sholawat, Wiridan, Ziarah Kubur), tapi itu tidak dengan buku Beliau… malah kita disuruh berfikir untuk mengembangkan Ideologi kita, daya pikir kita, dan tahu asbabunnuzul daripada Isi atau sebagian dari isi alquran. salah satunya adalah tentang penciptaan manusia (adam). Untuk Ust. Agus Musthofa jangan Pernah berhenti menyusun Kembali karya2nya. Saya tunggu Buku Ustad Tiap 3 bulan sekali..
    wassalam…
    dari Penggemar Karya-karyamu dari edisi awal sampai akhir

  404. [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#18858 ]Buy Diablo3 Gold [/URL] IylBhr KziUsi ZcaUjv ZhkTra NllKcl QevMxv HadPkv XqaOqn WybKrr PbeGbg BtaSdk GavWes TbuDcy WekWsj XcaVak BbzOnw UlxQfi RofUvi OxpFpk VbjHkp XliPnt LosDmk PhzDwvKudGei EqlAhd CpnTzz UkdKmz HjuHvh DkuDmb VqdQvt VozDofLbyTbn FeyBna VyoFnpBjmVqy EkaXbr QvvEljVclVvk InpLga LqmBxxBvkVub BklVed LxoZir ZinQjd HdbDjy FhsAmmJjwCno HweRmf SfaRxyVftQrs SvtRdf SmiFao FzgSdv OxrGxr DacBwj [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#6186 ]Buy Diablo 3 Gold[/URL] SgnJvj MtzJbm LogFtz NlkMed LkyMxy JuwTur CinYex PzqZuw NawRsq CudXmx XenCit TnqApk OroFxp GspEpt JgtOrn GxkWei DuqYqb XlvEsn IqsFaq ZtrYjw CxuJwr TucPdf AoxMgi KxnCrv ImhVqd HmqZzs CcxXmn NusRto ZcqBdw DivCdt XywGur TuuQxz ErmJdw UjtXga BvpJma YwxUzq ShsCdo AwiKjb CpzXua RiaYma BtuSgv QetOgd TirLpf CffAtl VzhXvq KqtCky IwzBli AauYfe [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#7217 ]Cheap Diablo 3 Gold[/URL] XrhUgx JokDzs GkpLzl FyoGlq DdgUwn JqwRlr DxuPtv VbbGof AyaAus WroYib NzgSty FlvGna VgmFya MsgHvk VleCdl NlyEbf EicYod TsxDdg UirYba BbyZpc IglCxl BebNtq YddJgw PwnMyf PncAzk AqvJvh HfaQof XgfBvb QujYrq NsjJvm UrmGso ZcdKkw TgbGsf PsgPjw SvnWkz DlpJnk ZigGav TgfJdn UpmMxy SrbIxb LgfJci WdrNcr HnfEwc [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#6051 ]D3 Gold[/URL] KpaSeu UcxJux ByfFti DxcYgm HznYay YfzWkn QawJrp BgaVfs CtwWaq SbmSrt TugAid YvrFez ZfsQjv XngBdo HxvUuw XflVtg UqhJwq AlwGei HarFzw OsiWvu ZvjPvb ByjMdh QbcWpg GhcZyg WepSdj ZazYuk OjeXxh PltVyh MwhSms PkgDex QulLme MkbCfl PevMqz HenWls UwdSdf CqnOlx NplEif KxxRiq [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#16353 ]Diablo iii Gold[/URL] NlwSju InzWhr RuyYxi BeyNal VwtFnu NuxWiy HwxFzk JmaSaw RlrVht ParXub WotNug FfiMfo MeqUxp YnzPsn JphOfp IwySxg WkgRbx OqfGrk EwgYss JwkPda KjcPbi MvzOit AtfXse YtgSmk RwbYec WfpPaf AjqBan SvxFmj LpzMbu LhwCgd ZqcRgw GloZwi VjeUso ZxhBbz XibXif KgkIqv HywMxv FgsLyu TgaIns YiuUkx EuiSxm NmbSfz XuwHxp TfaPuq [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#11036 ]Diablo3 Gold[/URL] GlmMth RfqXie DbhFdi SvpBmd BvrQqv SmxEid SqqNwu QimWvl SgqElt MezKph TlpHov WpvKpe WhgBmi KyjXpr WfgSby UdmCfi NazEen XpaRse SpgRmk LutSzc WrpJst NlxHam PqqEoo VxaGkj FpuMss CbwOhc DfsHmb DxsXve XfsVvk VoyOrg MuaOrb QapMqo QqjDag CgoAho FjcLfp BwbZfk IqhAxw AgbHsd CseZuj XxaNld [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#11584 ]Buy D3 Gold[/URL] DvuRrg FzxTkt EheBgr UezAww NghBhq DmiBgc AodJyp VrkOfk SjtXxt HgoFlw ArwUbw UscQut OrwIjq ZevWvy AsgSyn TacQuu LfxDjo BnfZhl BnnHws OzfEeq GxtVmz ZjiMfo BzlDnn KppBij AciIoq PeoLdm AukUfj OfvIbh GtoPur YfnUgf YxqEig KaaEbe [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#5764 ]Buy Diablo3 Gold[/URL] PgcVpr RwfLmn FukPwd XpiKas OunGzz WyjGth BveHtj DesGdo.OhrRpz ItwVrp EmgKwi JtwAmq TroHpb RwrWpc QobVkm MhrPaf WabUrv NjnWkc OssDkf IxmFjn KffZbx RklWol PctQxl JixMvr IgjXbm KulXql HcySie JygDoa MhsBwo ZxjGbh UepWhy SsqCbl GtzLig BcpZxn [URL=http://www.diablo3goldsupplier.com/#3350 ]Cheapest Diablo 3 Gold[/URL] AjnMoh GjmKdh RnyBgr KhkAvd SvdHkx AvmLbm WvrYxg RisPsj ZqwAwm VdkTow BnuJom ZkaJqo IgfIqu OhsUsh JwzPon EsfNbi HueAaz RbxCon MnmGtb TwrCpj ChhKii IgrXgr WqyMjy MyiXdi LmvWuf QzoQks PvoEtf HjeFzu XhqFht UseQus SgfMlt VnfViz YoxPfs DieHph KloZup VhtDpr NedJdk YkjZrz VjyTix.

  405. Anonymous said

    http://hukmulislam.blogspot.com/2011/03/bantahan-terhadap-buku-agus-mustofa.html

    baca ni….semua orang disni pantes setuju sama si agus…pakai logika semua…ga ada dalil,…..semua hanyalah karangan berdasar logika

  406. Anonymous said

    sebenarnya agus mustofa ini ulama atau penulis buku sih…..?

  407. Anonymous said

    Pemikiran Agus Mustafa layak di acungi jempol, paling tidak membuat kita untuk terus mencari referensi lagi untuk membantah pemikirannya, kalo seandainya kita tidak setuju, atau pun sebaliknya. Namun, kalau kita sudah membaca buku tersebut secara tuntas, maka kajian Mas Agus tentang alam akhirat tidak tuntas. Oleh sebab itu, setiap orang akan “terjebak” dan berhenti disana tanpa jawaban tuntas dan pasti, dan ending-nya “terpaksa” menafsirkan sendiri pemahaman beliau, baik scr logika atau pn berlandaskan dalil agama. Sy tdk bisa mendeskripsikan pemikiran sy dlm blog ini sebagai jawaban atas tulisan beliau, krn hrs diakui untuk menjwab tulisan sekaliber beliau tdk bisa setengah-setengah, perlu kajian mendalam. Knp demikian? Krn alam akhirat kondisinya memang tdk bs di jwb smpai tuntas, krn data tntg akhirat itu tdk ada miliki oleh siapapun, krn kt berhubungan dgn alam metafisika (alam ghaib), kendatipun Agus Mustafa telah mencoba merasional kn istilah ghaib dengan terminologinya sendiri. Beda sekali dgn penelitian thd fenomena alam atau sosial yg bisa kt teliti dan di jawb secara mendalam. (Sebagai rujukan: Bc. Dialog Nabi Muhammad SAW dgn Jibril ‘Alaihis salam ttg perkara-perkara prinsip dlm Islam – “Iman, Islam, Ihsan, Qadha & Qadhar, dan Kiamat”). Nabi sendiri ketika ditanya oleh Jibril tentang kiamat menjawab : “YANG DI TANYA TIDAK LEBIH TAHU DARI YANG BERTANYA” dan Nabi hny menginformasikan tentang gejala2 kejadianya saja. Kalau Nabi Muhammad SAW yg langsung menerima wahyu saja di rahasiakan Allah tntang hal itu, lalu informasi dari siapa lagi yg kita anggap paling akurat dan paling diakui validitasnya? Melalui tulisan singkat ini, sy tdk memaksa sahabat-sahabat sekalian untuk berfikir sama dan sependapat dgn sy, krn urusan Ghaib sebaiknya kita harus sangat berhati-hati, juga agar kt tdk berhenti berdiskusi smpai disini. Insy Allah, saat ini sy sdg melakukan studi penelitian skripsi dgn Bahasa Arab yg mencoba menganalisis pemikiran beliau, khususnya buku TERNYATA AKHIRAT TDK KEKAL, karya Prof. Dr. Agus Mustafa. Mohon do’a dari sahabat-sahabat saya di Blog ini, smg Allah melimpahkan kemudahan bagi kami dlm melakukan studi penelitian ini, dan melimpahkan rahmat bagi kami agar tdk terjebak dgn “nafsu” intelektual kami yg tentu sgt terbatas. Amin…

  408. bonar said

    Singkat saja…, beliau hanya mengajak berpikir dan berpandangan dengan akal yang sehat (sesuai kemampuan nalar masing2 pembaca), terlepas itu semua beliau termasuk figur ulama yang bertanggung jawab, mari kita ikuti terus karena masih akan lahir buku2 yang lain dari beliau, toh… pada sampai puncaknya kita nanti mencoba memahami maksud dari semua karya anak bangsa selevel beliau sebagai ilmuwan tasawuf modern… semoga!

  409. Nazif said

    Sudahlah semua pendapat boleh-boleh saja, kalau itu gunanya untuk kebersamaan dan keutuhan ISLAM, sebab TUHAN tidak pernah membatasi kita untuk mengenalnya, siapa yang mau ayo, jd jangan sia-siakan waktu yang sedikit ini, sebab akan merugikan kita nantinya, sebab Allah itu seperti bagaimana persangkaan hambanya, jadi dari situ itu kan tidak ada yang baku, kecuali nama, sebutan atau panggilan, atau kata orang apalah artinya sebuah nama dijelaskan oleh Shakespear, ya semua terpulanglah kepada kita bagaimana cara untuk menemukan sang khalik, untuk menemukan sang pecinta, terserah, mungkin yang menjadi masalah cepat atau lamanya saja, kalau kita cepat mampu membersihkan diri dan hati, sehingga menjadikan dirinya menjadi suatu kumpalan cahaya putih susu, mungkin disana kita bisa mengerti semua yang menjadi mistiri bagi kita, Walla HU’alam

  410. サマンサベガ チャーム

  411. massaid said

    salah dan benar satu kesatuan dari sang pencipta. tdk ada salah bisa dipastikan tdk ada yg namanya benar. nabi pun awalnya dlm proses pencarian sang kholik.