Penciptaan Adam (Kritisi terhadap buku Ust. Agus Mustofa, Ternyata Akhirat Tidak Kekal)
Ditulis oleh aricloud di/pada Juni 2, 2007
Menarik sekali membaca buku “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” Karya Ust. Agus Mustofa
Pun demikian ada beberapa hal yang perlu dikritisi terkait pemikiran beliau
Posting ini saya rekam kembali dari pendapat saya di blog salah seorang al akh kita, bukan bermaksud untuk copy paste, namun merekam pendapat yang menurut saya penting.
PERTAMA.
Menurut saya, Agus Mustofa dalam bukunya “Ternyata akhirat tidak kekal” agak memaksakan tafsir terutama pada Surat Al A’raf :189 :
“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami teramasuk orang-orang yang bersyukur”. (Al A’raf :189)
“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu…
Kalau kata ‘kamu’ yang dimaksud pada ayat ini adalah nabi adam as, maka bisa jadi penafsiran bahwa Adam dan Hawa dilahirkan dari rahim yang sama (diri yang satu) adalah benar. (hLmN 24, Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Agus Mustofa)
Namun coba telusuri kembali ayat sebelumnya 188 :
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya Aku mengetahui yang ghaib, tentulah Aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Al A’raf :188)
Jelas sekali bahwa yang diajak berbicara (kata ‘kamu’ pada ayat 189) adalah Nabi Muhammad SAW, bukan nabi Adam as.
Sehingga makana ‘Diri yang satu’ adalah Nabi Adam, bukan rahim makhluk lain seperti digambarkan Ust.Agus Mustofa.
“…dan dari padanya Dia menciptakan istrinya..”
dari padanya ini jelas sekali insya Allah maksudnya “dari nabi adam” Dia menciptakan istrinya. sehingga Siti Hawa memang benar-benar diciptakan dari Nabi Adam as. wallahu ‘alam bagaimana caranya.
KEDUA
Apakah syurga yang dimaksud sebagai tempat tiggal Adam dan Hawa adalah dibumi juga seperti yang digambarkan Ust Agus Mustofa.
Mari kita review kembali QS. Al A’raf 11-25:
11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
16. Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.
19. (dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”
20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.
21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,
22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
23. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang Telah ditentukan”.
25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS. Al A’raf 11-25)
Dialog yang terjadi pada ayat-ayat diatas, sebagaimana dalam kaidah tafsir : apabila tiada penjelasan pada ayat lain yang berbeda, maka kita harus meyakini dialog tersebut terjadi apa adanya seperti dikisahkan Al Qur’an. (Ayat yang mirip pada Al Hijr :26-44).
Artinya telah benar-benar terjadi dialog antara Allah, Malaikat, Iblis dan Adam. Dialog seperti ini hampir mustahil terjadi di bumi atau alam nyata. Dikisahkan dialog tersebut terjadi di Syurga (lihat ayat 13), yang tentunya termasuk alam ghaib (terlepas dari definisi ghaibmu dan ghaibku ala ust. Agus Mustofa).
Lihat ayat 19 – 25
Allah dengan sangat tegas membedakan bahasa Syurga (Jannah) dan bumi (Al Ard)
Ust. Agus Mustofa menafsirkan ayat tidak komprehensif, melainkan sepotong-sepotong.
Seperti pada ayat 25 (QS Al A’raf):
“Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.”
Beliau menafsirkan bahwa kata ‘kamu’ atau Adam as pada ayat tersebut hidup, mati dan dibangkitkan kembali di bumi. sehingga Syurga yang dimaksud sebagai tempat tinggal adam as pertama kali adalah dibumi juga (halaman 12. Ternyata Akhirat Tidak Kekal).
Namun barangkali beliau lupa, bahwa Allah SWT mengatakan demikian pada Adam as setelah Adam diturunkan dari syurga, bukan saat adam masih berada di syurga. (lihat ayat 19 – 25)
KETIGA
Penafsiran Ust. Agus Mustofa terhadap ayat QS Al Baqarah : 30 :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(hlmn 16-17, Ternyata Akhirat Tidak Kekal) Agus Mustofa menyatakan sependapat dengan Prof. A. Baiquni bahwa malaikat mengetahui bahwa khalifah itu akan membuat kerusakan karena memang sebelumnya sudah ada yang seperti manusia (hanya mirip).
Barangkali Ust. Agus Mustofa tidak mempertimbangkan bahwa seluruh kejadian alam semesta sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz. Kitab ini tentu saja gaib bagi manusia namun belum tentu segaib malaikat seperti yang dijelaskan Ust. Agus Mustofa sendiri bahwa keghaiban itu relatif.
Jangankan malaikat, Jin saja kadangkala mampu mendapat informasi tentang masa depan.
Lihat QS. Al Jin: 8-9:
“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”
Juga perhatikan Hadits dari Shahih Bukhari :
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila Alloh menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata, hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?”Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketika itulah, (syaitan-syaitan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini: sebagian mereka di atas sebagian yang lain -digambarkan Sufyan dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya– maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi kadangkala syaitan penyadap berita itu terkena syihab (panah api) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal melakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)”, sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari Iangit. (HR. Al Bukhori).
Sehingga amat masuk akal bahwa Malaikat yang lebih taat pada Allah 100% mengetahui sebagian berita2 ghaib tentang masa depan dari Allah SWT sendiri. Sehingga pertanyaan Malaikat tentang :
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,…”
Bukan karena kejadian perusakan dimaksud malaikat pernah terjadi, namun lebih pada Malaikat mengetahui beberapa kejadian tentang manusia di masa yang akan datang. Mengapa Malaikat mengetahui beberapa kejadian di masa yang akan datang?
tentu saja karena tugas2 malaikat terhadap manusia mulai dari mencatat perbuatan hingga meniup sangkakala yang memungkinkan Malaikat sudah mendapat S.O.P nya dari Allah swt.
Terlepas dari itu semua, Ust. Agus Mustofa merupakan ulama dan ilmuan cerdas yang buku-bukunya sangat menarik untuk dibaca, namun juga tidak berarti lepas dari kesalahan.
Wallahu ‘Alam bish showab
ref : Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir
echo berkata
Trus intinya akhirat tuh kekal gak mas?
aris berkata
Semua terserah pada diri kita masing-masing karena kita telah diberi
Kelebihan berupa akal pikiran. Kenapa tidak engkau pergunakan untuk memilih dan memilah? Semua manusia boleh berpendapat sesuai dengan kemampuan dan fitrahnya. Semoga sedikit kata-kata ini memampukan kita untuk berpikir jernih, amien…amien…ya rRobbal Allamin
aris berkata
Semua terserah pada diri kita masing-masing karena kita telah diberi
Kelebihan berupa akal pikiran. Kenapa tidak engkau pergunakan untuk memilih dan memilah? Semua manusia boleh berpendapat sesuai dengan kemampuan dan fitrahnya. Semoga sedikit kata-kata ini memampukan kita untuk berpikir jernih, amien…amien…ya Robbal Allamin
Husnul Huda berkata
Materi qur-an ternyata tidak bisa begitu saja di-ilmiah-kan sesuai dengan (background) jalur pendidikan Agus Mustofa, dan bahkan jika diteruskan kepada khalayak yg belum tahu apa-2 akan memperburuk pemahaman mereka terhadap islam tentunya, bagaimana kalau buku-2 yg diterbitkan harus diseleksi terlebih dulu oleh lembaga yg berwenang, semisal MUI (tentu dengan kualitas agama yg harus bagus) baru kemudian bisa beredar di masyarakat ??? bisa ngga ya … ?
aricloud berkata
Penyeleksian melalui MUI saat ini sangat tidak memungkinkan, mengingat MUI bukan lembaga pemerintahan atau lembaga yang ditunjuk pemerintah yang memiliki kuasa untuk itu.
Yang bisa dilakukan hanya membuat sebuah tekanan pada pemerintah terhadap buku atau produk tertentu yang dinilai meresahkan masyarakat.
Namun menurut saya buku2 Ust. Agus Mustopha belum dapat dikategorikan “berbahaya” namun justru bisa menjadi alternatif pencerahan dari cara berfikir yang berbeda, walaupun tidak serta merta kita sepakati pendapatnya
Allahu’alam.
eddie_bronx berkata
Saya gak ngerti dengan postingan ini, mungkin karena lom baca buku pak agus mustopa,
Tapi penyeleksian buku-buku menurut saya gak mungkin dilakukan,
Coba bayangin berapa banyak buku yang diterbitkan?
lagian majalah2 porno aja susah untuk diberantas dari dulu, apalagi buku?
Oki PADMA press berkata
Assalamualaikum wr wb..
Bapak / Ibu, sekarang sudah kami sediakan forum bagi pembaca buku-buku dari Agus Mustofa dan Taufik Djafri di website kami http://www.padmapress.com
Anda bisa langsung masuk ke forumnya :
http://www.padmapress.com/forum.htm
disana anda bisa berdiskusi mengenai semua hal yang berhubungan dengan buku-buku Agus Mustofa dan topik lainnya..
kami tunggu kehadiran anda disana..
Wassalamualaikum wr wb..
Oki PADMA press
irdix berkata
saya sempat baca.. cuman ga diterusin.. ga semenarik yang saya duga.. :p
kesalahan saya.. “menduga-duga” hihihi
agorsiloku berkata
Penciptaan Adam memang polemik, namun tidak perlu dilakukan koreksi oleh MUI atau sejenisnya. Di alam keterbukaan maka koreksi berlangsung secara “alamiah” menjadi ajang diskusi dan peningkatan wawasan. Berbeda dengan pada sebuah kondisi tertutup yang membuat sebuah klaim hanya kebenaran sendiri. Terbukanya peluang ini, membuat kita bisa lebih matang. Yang mengkritisi dan dikritisi, pada tingkatan tertentu juga keduanya belum tentu benar. Jadi, kehadiran buku ini, menurut saya sisi positifnya juga tidak sedikit.
Kalau contoh lain, kita membawa bunga, ruangan menjadi harum. Kalau ada asap yang membuat sesak nafas, maka kita tahu bahwa hutan kita tidak dijaga, jadi ada usaha positif untuk merestorasinya….
Begitu juga dalam dunia idea….
varel berkata
aku adalah pengagum tulisan agus mustofa. banyak hal yang dapat diungkapakan secara ilmiah yang kadang membuat kita bertanya saat mendengar judulnya. “Ternyata akhirat tidak kekal” ada sedikit pertanyaan wah ini mengada-ada. tapi setelah aku baca bukunya ternyata ada benarnya. tapi kita harus juga baca bukunya yang lain yang juga mendukung teori ini.
Sifat Allah adalah baqa ( Kekal ) dan sifat mahluk adalah rusak. kemudian pengertian mahluk adalah segala yang dicipatakan oleh Allah. dan akhirat(Bisa diartikan surga/neraka) adalah termasuk mahluk karena diciptakan oleh Allah jadi sifatnya tidak kekal. akhirat akan kekal jika Allah tetap mempertahankannya karena Allah lah yang maha kekal.(Hak prerogatif allah) karena dia lah Allah yang maha kekal.
karena pada saat hari kiamat maka akan binasa semua termasuk malaikat izrail ( Peniup sangkala) yang kemudian dihidupkan oleh Allah kembali. yang menandakan kebesaran Allah dialah rabb yang berhak disembah.
jadi maksudnya akhirat tidak kekal adalah karena dia termasuk mahluk Allah. dan yang maha kekal hanyalah Allah SWT.
terimakasih. mungkin kalo ada salah dalam penjelasan silahkan dikritik semoga bermanfaat……..
agorsiloku berkata
Mas Aricloud, wss.wr.wb…
Maaf sy ikutan komentar di blog Mas untuk topik yang hampir sama ya :”Adam Dilahirkan itu”…
Saya baca komentar mas perihal 2 kelompok… tapi saya bukan pada kelompok di situ lho dari segi pemikiran. Karena saya lebih memahami Adam diciptakan, bleg begitu saja, dan rujukannya hanya Al Qur’an.
Jadi saya kelompok satu untuk menyatakan Adam diciptakan (tidak pakai mahluk hidup jenis lain), lalu rujukan juga hanya al Qur’an saja.
Oh ya… hampir semua postingan sy hanya ke Al Qur’an, kecuali pada pendekatan ahlak dan ibadah formal, baru merujuk ke hadis (tapi ini jarang, karena kesesuaian fokus dari tema blog).
Jadi, sy kelompok 3 ya…
Namun, apapun kelompoknya… kita sama… mengagumi dan belajar dari firmanNya. Semoga karenanya, kita masuk golongan kanan……
Wss.
aricloud berkata
Amin..
he..he..
Gapapa mas agor..
Itu adalah bukti keterbatasan saya dalam menyimpulkan
2nd berkata
Yah, asal tidak keluar dari mainstream saja. Toh pemikiran seperti itu mesti dikritisi lebih lanjut dan tidak ber-implikasi terhadp aspek2 lain. Jangan ada perdebatan panjang saja, krena itu cma buang2 waktu. Inget lho, waktu amat mahal–he he, itu mh nenek2 jg tau ya…
aricloud berkata
Betul, namun mengkritisi pemikiran seseorang juga perlu dimulai dengan keterbukaan hati dan akal yang lapang. bukan didahului oleh sikap antipati terhadap orang maupun kesimpulannya. Walaupun saya lebih bersikap mengkritik, namun saya sedapat mungkin menghindari sikap antipati berlebihan.
husni berkata
Maaf mas buku pak Agus memang menarik, coba juga lihat buku terbarunya “ternyata Adam dilahirkan”, cukup menarik cara dia membaca ayat2 quran. Menurut saya pendekatan pak Agus malah memperkuat keimanan saya soal Adam dan segalanya tentang alQuran. Tapi saya tidak bilang dia paling benar, saya hanya melihat uniknyanya dia “membaca” alquran.
Vadka Town berkata
Sorry, bisa gak download isi buku Ternyata Akhirat tidak Kekal dari sini
Vadka Town berkata
Komen sedikit yach, Opini Ust. Agus M Tentang penciptaan Adam sepertinya bertolak belakang dengan pandangan Harun Yahya, dalam hal ini ust. Agus M nampak masih percaya dengan teori Darwin tentang evolusi. Tolong rechek ulang p. Ust. Agus…., but saya salut dengan pandangan beliau tentang konsep waktu dan dimensi ruang. Thank.
aricloud berkata
Harun yahya dan Agus Mustopha masing-masing memiliki pendapat dan cara analisis yang berbeda. Harun Yahya cenderung lebih populer dalam analisisnya dengan bukti-bukti yang ada di depan mata, sedangkan Agus Mustopha cenderung sedikit kontroversial namun konstruktif.
ainul berkata
Diskusi ini sangat menarik. Buat saya selama kita membaca buku tidak membuat kita menjadi musyrik tidak apa-apa. Bahkan boleh-2 aja kita bandingkan dengan buku lain. Buat saya buku pak Agus Mustofa memberikan gambaran baru tentang kita memahami Kebesaran Allah. Salut buat pak Agus yang dibuku-2nya selalu menulis ilmu kita tidak ada apa-2 nya di bandingkan dengan ilmu Allah. Memang penafsiran orang bisa beda-2. Bagus ada buku yang membuka cakrawala kita, bahwa kita dikasi akal untuk mempelajari kitab suci kita. Bukan hanya percaya kata “orang” yang kita anggap lebih pintar dari kita.
Wassalam
cantona berkata
Assallamm…lepas dari semua kontroversi yg ada…kita jadikan semua sebagai kekuatan dan keyakinan serta Keimanan Islam kita…Wass
sahroji berkata
saya akan coba banyak belajar lagi tentang al-quran, saya berpendapat pemikiran ust agus mustopa ini cukup membuka mata kita agar akal kita bisa mengalahkan nafsu,
ainul berkata
betul broo, ukhuwah tetap kita jaga, diskusi apapun boleh…..
Mnrt saya asal kita gak jadi musryik tapi malah semakin pengen dekat dengan Allah, setelah baca buku apapun itu hal yang baik.
Kita tidak bisa memvonis, salah atau benar kepada pendapat orang lain karena ada pendapat lainnya.
Kebenaran hanya milik Allah SWT
Wassalam
Trainee Engineer berkata
Ya, udah
ukhuwah tetap dijaga
saya cuma kasih komentar
1. Silahkan kita berpendapat dengan argumen kita, tapi yang salah harus dikoreksi dengan argumane dan dalil yang tepat
2. Kita bebas berbuat dan berkeyakinan, tapi ingat semua ada konsekuaensinya, yang kafir dineraka dan yang Iman diSyurga
3. Kalaupun neraka tidak kekal, tapi tetap menyakitkan dan menakutkan. Oke yang percaya akherat tidak kekal silahkan coba masuk neraka, kan gak kekal, hehehehe
4. Inilah anehnya orang pintar kita, bedah quran bukan untuk membuat umat main maju malah bikin hal yang tak semestinya dibahas, dibahas juga. Kalau memang sarjana nuklir, udah pikirin cara buat reaktor yang aman dan islami, gitu
5. Kebenaran hanya milik Allah, tapi ingat Allah sudah kasih buku panduan tentang kebenaran dan utusannya, pakai itu
aricloud berkata
Biasanya jika seorang bijak semakin pintar, maka semakin sadar bahwa banyak hal yang sebenarnya tidak diketahuinya, dan semakin ia mencari tahu akan sesuatu, maka akan muncul kembali ketidaktahuan2 baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Yang jadi persoalan adalah sejauh mana pembahasan akan sesuatu itu bermanfaat bagi manusia atau umat Islam pada khususnya. Jika hanya mengundang perdebatan yang tidak perlu, ada baiknya dipikirkan kembali maksud pembahasannya itu.
Artikel ini dibuat dengan maksud agar kita dapat dengan bijak dalam memahami persoalan, tidak terburu-buru menyetujui ataupun antipati terhadap pemikiran orang lain.
Aom boncel berkata
Setelah membaca buku-bukunya Ust. Agus Mustofa, saya mendapat banyak pencerahan.
Namun saya kecewa dengan berbagai komentar yang menghujat dan menyalahkan tulisan di buku ini, bahkan ada yang memvonis penulisnya kelompok kafir (walaupun secara tidak langsung).
Kalau pihak penghujat merasa lebih benar, cobalah buat buku untuk meluruskan pemahamannya, saya yakin mereka belum tentu bisa.
Mereka itu ibarat penonton sepak bola, ketika menonton pertandingan sepak bola mereka menghujat pemain tidak becus, loyo, dsb. Tetapi ketika mereka disuruh bermain bola, belum tentu bisa menendang bola.
Deni berkata
jika kamu merada dalam suatu majelis maka berlapang-lapanglah….
agama itu untuk mu jadi terima apa yang paling fit in…panduannya sama Al-Qur’an dan Hadist…masing masing kita hanya akan ditanya atas apa yang kita perbuat….apa yang kita bentuk dalam hidup ini yang hasil bentukannya baru terlihat saat akhirat nanti….
cumibakar berkata
Subhanallah…dengan membaca buku-buku Bpk agus mustofa…Insyaallah semakin meningkatkan keimanan saya. Saya jadi semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang paling masuk akal…agama yang paling haq…hanya saja kemampuan/ilmu manusia hanya setitik, tidak ada apa-apanya, dan tidak akan pernah bisa menyamai ilmu Allah…
saya yakin, semakin tinggi ilmu manusia (yang cuma setitik itu)…akan semakin dapat menangkap tanda-tanda kekuasaanNya keagunganNya…tentunya dengan hidayah dariNya…Subhanallah…
my_heart berkata
agus mustofa benar2 telah membuka cakrawala berfikir umat islam sehingga tidak jumud / statis dan terbelenggu dalam taqlid buta pada ajaran2 masa lalu….
Bege berkata
Saya percaya keimanan bukan dengan cara di’dogma’kan, tapi dengan proses pembuktian bertahap yg membawa kita pada pemahaman akan kebenaran kitap suci yang kita agungkan. Maka semakin banyak bukti kebenaran yang kita lihat, makin dalam pula keimanan kita. Saya percaya Allah memberi kita otak dengan kekuatan yang maha dahsyat, dan bukan untuk di’anggurkan’, tapi harusnya dioptimalkan untuk menjawab ‘tantangan’ Allah ‘iqro’.
Saya suka tulisannya pak Agus karena semua yang ada (di Quran) dikaitkan dengan ilmu pengetahuan terkini dan terbukti semakin memvalidasi kebenaran semua yang ada di Quran. Btw, kalau teman-teman suka membaca buku yang membahas Al Quran dengan bukti2 dari science, saya sarankan juga baca buku-buku tulisannya Dr. Maurice Boucaille.
ndolob berkata
ada satu pertanyaan yang mungkin bisa saya kemukakan disini.
saat allah memberikan amanah untuk menjadi kalifah, bumi menolak, langit menolak, sedangkan manusia menerimanya.pertanyaannya, kapan amanah itu di berikan?apakah setelah adam di ciptakan?ataukah sebelum adam tercipta dalam bentuk fisik, namun dalam bentuk ruhnya?lalu kapan manusia itu bersaksi dihadapan allah sebelum dimasukkan pada jasadnya(dilahirkan)?bukankah adam juga melalui proses tersebut?kemudian dia diciptakan dan melakukan kekhilafan.kalau memang adam adalah manusia, maka seharusnya beliau juga melalui semua yang kita lalui dalam segala proses, baik saat persaksian, maupun saat penciptaan
(kelahiran)?
toto berkata
apapun komentar tentang tulisan bp. agus mustofa perlu dihargai artinya mereka membaca juga … setiap pendapat adalah sah selama tidak ada unsur pemaksaan thd pendapat tsb … saya suka tulisan dan pencerahan bp. agus … ternyata ilmu tasawuf pun bisa dilogikakan … dan tulisan bp. agus mengajak kita berpikir tentang ke-MAHA BESAR-an ALLAH dan ke-MAHA LUAS-an ILMU ALLAH.
biarkan ALLAH membimbing pembaca ke jalan-Nya apapun bacaannya. Semoga hidayah dan ridho Allah beserta kita semua. Amin. Pa Agus ditunggu tulisan2nya yang lain …
kin berkata
bermanfaat atau tidaknya sebuah informasi atau buku, HATI NURANI kita yang bisa menjawabnya.
Jangan bunuh hati nurani!
Ojack berkata
Assalamualaikum wr. wb
ck ck ck…… Ya Alloh ampuni segala dosa ku ini….
Pusing ah ini yang posting ga pada nyimak maksud blognya ah teliti dolo baru komen jgn asal komen, yg jelas mereka ngebantu kita buat ngebadah AL Qura nur Karim dan di amalkan. bedah sendiri kalo kurang jelas tanya pada yang lebih tau…… IQRA… IQRA….IQRA….
IQRA 2 baru tamat neeh hehehehhehe
sok weh teruskeun pan engke aya nu silih bacok meureunan…..
gorengkeun salah sahiji, trus gogoreng nu hiji deui…. tah ceuk setan kitu merenan nyak
mudah-mudahan ikut posting ini di lindungi dari bisikan setan yang terkutuk…. amin ya roball `alamin
wassalam
Ojack berkata
beuh dasar kokod ada kekurangan ngetik
Al Qura
seharusnya
Al Quran
sori gw manusia
jamal berkata
Klo mnurut saya, ust. Agus Mustofa bermaksud baik. Dg ia mencantumkan “Serial Diskusi Tasawwuf Modern” pada setiap bukunya, berarti ia selalu membuka masukan dari seluruh pihak. Tentu ia juga manusia yang tak terlepas dari kesalahan. Tapi, menurut saya sebaiknya anda membaca seluruh buku2nya, karena pemikiran manusia itu selalu berkembang setiap waktunya. Dan karangan2 ust. Agus Mustofa juga mengalami perkembangan pemikiran2. Saya kira juga banyak kelemahan2 serta informasi2 yang tak hanya ada pada satu atau dua buku saja. Dan alhamdulillah saya sangat terinspirasi oleh pemikiran beliau setelah membaca banyak buku beliau.
Semoga semangat beliau untuk membuka kembali pikiran dan akal umat Islam serta memajukan Islam teresonansi kepada semua pembaca, terimakasih.
Oh iya, satu lagi. Pada waktu dekat, ust. Agus Mustofa akan ada tayangan pengajian serial-nya di JTV. Dan kabarnya juga ada audience yang bisa bertanya langsung di studionya. Tetapi harus daftar dulu. Mungkin ini salah satu usaha beliau untuk menanggapi banyak komentar dan pertanyaan dari para pembaca.
Semoga bermanfaat, sekali lagi terima kasih
Wass. wr. wb.
jamal berkata
Oh iya, saya mau merevisi ketikan saya di baris ke enam. Maksud saya, banyak kelemahan pada buku2 karya beliau yang ternyata sudah di betulkan / di lengkapi informasi2nya, sehingga jika kita membaca setiap buku2nya sampai buku terakhir, kita baru bisa menangakap maksud beliau, bahwa ia ingin mensosialisasikan Islam sebagai agama yang baik, mudah dipahami bagi siapa saja, dan pasti akan cocok dengan kenyataannya.
Meski ilmu pengetahuan itu terus berkembang, lalu bagaimana kita bisa belajar Quran tanpa pengetahuan? Paling tidak kan harus berpendidikan.
Dan untuk mempelajari semua itu, kita harus menggunakan akal kita
Kalau tak menggunakan akal, ya tidur saja, atau pingsan saja, atau bahkan mati saja. Karena ketika kita bangun pun sudah menggunakan akal.
Maka dari itu, jangan beranggapan beragama tak boleh menggunakan akal. Dan Agus Mustofa mengambil sudut pandang dari ilmu pengeteahuan. Beliau mengambil sudut pandang tersebut agar semua kalangan bisa memahami, serta Islam sendiri agar terpacu dalam hal ilmu pengetahuannya. Karena menurut saya Islam sampai sekarang masih mundur karena salah satunya ilmu pengetahuannya tak berkembang.
Sekian, sekali lagi terima kasih
Wass. wr. wb.
Hari Nugroho berkata
Kini telah lahir manusia yang berani menjadi saingan Harun Yahya…. No comment soal Agus Mustofa, saya sangat menghargai pendapat beliau…. Apabila anda membaca Al Quran, maknanya akan jelas dihadapan anda. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi, Anda akan menemukan pula makna2 lain yang berbeda dengan makna sebelumnya. Demikian seterusnya, sampai2 anda dapat menemukan kata atau kalimat yang mempunyai arti bermacam-macam, yang semuanya benar atau mungkin benar. Ayat2 Al Quran bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut2 lainnya. Dan tidak mustahil, bila anda mempersilahkan orang lain memandangnya, ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat…
eddie berkata
@hari nugroho
Yup..hal itu juga yang membuat AL Qur’an itu senantiasa cocok di sepanjang zaman.
Oleh karena itu jarang sekali Al Quran berbicara secara eksplisit tentang IPTEK.
Namun hanya kisi-kisi yang tidak terlalu jelas, namun terus sesuai dengan perkembangan zaman.
Misalnya, zaman dahulu, orang menganggap bumi itu datar, Al Qur’an menjelaskan secara implisit bahwa bumi itu bulat, namun karena hanya implisit, maka waktu itu orang yang berpendapat bumi itu datar tidak terlalu risau dengan pernyataan-pernyataan Al Quran.
wassalam
rachman berkata
Menurut hemat saya dalam mempelajari sesuatu dari buku kita harus Open Mind dulu jangan saling salah menyalahkan,yang pasti kebenaran hanya milik Allah.wassallam
arif berkata
klo menurut saya,ada tiga tujuan dalam membaca buku :
1. mencari jawaban atas pertanyaan kita
2. menambah pengetahuan kita
2. memberikan inspirasi bagi kita
dan itu semua saya dapatkan dengan membaca buku2 karangan pak agus
Anonim berkata
terlepas dari kekurangan yang memang milik semua manusia, karya agus mustofa dapat dijadikan referensi bagi kita merenungi hidup. oke………….!!!!
Dhani berkata
Pembaca yang budiman dan dirakhmati Allah..
Iqra’ itulah pertama kali Rasulullah mendapat perintah,, artinya sangat luas..
Dengan iqra kita mencoba mencari kebenaran, sementara mencari kebenaran sifatnya dibenarkan dan mendapat pahala..
Dengan Iqra orang barat maju, kaum yahudi dan cina saat ini menguasai dunia.. ya kan
Sementara yang punya “Iqra” masih berkutat seputar itu-itu saja, nah loe…
Pak Agus hanya menawarkan sebuah pemahaman yang Insya Allah tujuannya mulia, ingin menselaraskan agama dengan ilmu melalui logika.. bukan untuk anda percayai atau tidak percayai, tapi lihatlah konteksnya..
“Islam” kata Karen Armstrong adalah agama yang realistis, tidak mengajarkan hal-hal yang bersifat mistis.. kerealistisan hadir dari sesuatu yang rasional..
Saya jadi tergerak untuk mencoba memahami… pada kenyataan semua yang diciptakan Allah sangat teratur dan penuh logika,,
Allah melalui nabi kita tidak pernah mengajarkan kalau mau makan hanya cukup dengan do’a, makanan lalu datang dari langit dengan begitu saja.. kalau mau pergi ke Mekah cukup dengan baca-bacaan lalu sudah tiba di Mekah.. ternyata tidak… apa pekerjaan petani, sopir, pilot…. wah mereka perlu juga hidup,, untuk bertahan hidup orang harus makan, untuk bisa makan orang harus bekerja.. nah untuk bisa bekerja kita perlu punya pengetahuan yang baik ……… selanjutnya anda pasti paham
Jadi jangan pernah berhenti membaca, buku apa dan siapapun….
bukunya Pak Agus yang jelas bukan kitab yang harus anda jadikan pedoman… Alqur’an dan hadis’ adalah pegangan kita, selama tidak bertentangan kenapa tidak?
Baca, baca dan bacalah semoga menjadi budaya agar bangsa ini maju..
Sya teringat pendapat Prof. Jefry Lang, seorang muslim Amerika.. Islam itu agama yang yang Universal, dia tidak terikat ruang dan waktu… lalu kenapa orang-orangnya tidak maju?
ada dua faktor, Orang islam cenderung :
1. Selalu berorientasi kepada masa lalu (dulu zaman sahabat dll, tidak begini dan tidak begitu, sementara kita hidup diabad yang serba teknologi)
2. Terikat dengan kebudayaan arab (untuk dapat dikatakan sebagai muslim harus pakai surban baju koko, gamis dll), padahal pakai batik dan jJas juga kan islami.
Demikian, terima kasih.
im.syahruddin ali berkata
Manusia itu lemah dan bodoh sehingga terjadilah permusuhan peperangan saling menumpahkan darah diatas muka bumi sebagaimana yang di kuatirkan malaikat,dan semua rahasia / tabir akan terungkap sehinnga manusia akan sadar dan mengerti hakikat yang sesungguhnya yaitu pada waktu sakratul maut yaitu apabila tabir telah tersingkap.
nandar berkata
assalamu `alaikum
pak mustofa
coba belajar agama secara benar
jangan sok pintar
ok
RichHeart berkata
Assalamu’alaykum
Bismillah, semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua.
Saya sangat kagum dengan analisa yang dikemukaan Agus Mustofa dalam buku-bukunya, WALAUPUN tidak semua pendapatnya saya AMINi. Mohon maaf kepada semua temen2 jika posting ini menggugah kembali pemikiran anda semua tentang ADAM.
Saya setuju dengan logika penciptaan Isa = penciptaan Adam. TAPI pendapat bahwa Adam dilahirkan dari rahim makhluk lain (yang serupa manusia) itu kelihatannya perlu kita kaji ulang. Kalau memang mau pake logika A=B –> B=A seperti yang dilakukan Agus Mustofa, mengapa kita ngga’ berlogika juga bahwa ADAM juga dilahirkan dari rahim seorang “IBU”, seperti MARYAM ibundanya ISA. Konsekuensinya, pemikiran bahwa ADAM adalah manusia pertama haruslah kita koreksi juga. (O ya, kalo ada temen2 yang punya dasar bahwa ADAM adalah manusia pertama tolong disampaikan, Please ya!!). Kita akan bahas ini kalo dah ada komentar dari temen2 lain. OK???
Wassalamu ‘alaykum
mansarmo berkata
saya adalah salah satu penggemar buku karangan agus mustofa, sesungguhnya di negara kita masih langka orang alim sekaligus ilmuwan seperti ust. Agus Mustofa ini, saya menyadari ilmu saya dalam soal agama sangat rendah namun saya berusaha memahami ayat-ayat suci Qur’an dengan membaca tafsirnya maupun asbabun nuzulnya, hasilnya tidak seperti membaca bukua Ust.Agus Mustofa dapat mengurai ayat-ayat secara ilmiah meski masih ada keterbatasan dan kesalahan wajar bagi seorang manusia, setelah membaca bukunya hati saya selalu bergetar mengagumi kebesaran Allah sebagai sang pencipta dan semakin menambah tebal keimanan saya, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kejernihan pikiran untuk dapat memberikan lebih banyak lagi kepada kita informasi-informasi yang terkandung dalam Qur’an. salam untuk Ust. Agus Mustofa, amiiin…
ageng Sadnowo berkata
Assalammualaikum wr. wb.
Saya sudah membaca 11 buku Pak Agus Mustofa, sungguh, saya mengagumi cara analisisnya, dan menginspirasi saya untuk mengeksplor kitab Al Quran. Yg selama ini saya baca arabnya saja dan tak mengerti. Sambil membaca buku pak Agus, saya coba klarifikasi dengan membuka tarjamah dan tafsirnya. Lepas dari cocok, sesuai benar atau tidak. Saya menjadi terinspirasi untuk ikutan menganalisis Al Quran yg penuh hikmah. Dan sungguh, saya merasakan kedekatan dengan Al Quran, dan merasakan bahwa ternyata Al Quran adalah petunjuk yang sangat-sangat luar bisa. Sehingga saya menjadi terus ingin mengetahui makna-makna dibalik ayat2 Al Quran. Tanpa disadari saya seperti berdialog dengan Allah. (Merasa berbincang -bincang). Disini saya hanya ingin mengatakan bahwa tulisan pak Agus, sesungguhnya sangat positif untuk merangsang umat, agar membangunkan kesadaran logikanya untuk dapat menggali pesan-pesan, makna-makna yg luar biasa banyaknya di dalam Alquran dan mengembangkannya agar sebagai muslim kita dapat menjadi umat yang unggul dan menjadi peran utama dalam menata dunia sesuai dengan kehendak Allah.
Cerdaslah wahai saudaraku yg mengkritisi pak Agus dengan emosional gak jelas.
hfa bjm berkata
Menurut saya Agus Mustafa sangat luar biasa pemikirannya, para komentator juga sangat baik kritiknya, alhamdulillah ternyata muslim Indonesia masih banyak yang menggunakan akalnya. Jangan lupa selalu gunakan akal kita, jangan taklid buta.
haikal berkata
boleh beda pendapat tapi ga boleh anarkis ya
haniifa berkata
Assalammu’alaikum, mas Ari
Orang sekaliber mas Agus Mustofa, kalau menelurkan buku tentang Al Qur’an dengan Teori Fisika-Nuclear….
Bahagia rasanya saya membacanya
HAMBA ALLAH berkata
WAHAI SAUDARAKU, HIDUP INI SEMUANYA HANYALAH ” PERMAINAN ALLAH..” ALLAH SEDANG BERMAIN & MENGUJI SETIAP UMATNYA UNTUK IKUT SERTA DALAM PERMAINAN-NYA…!
” TIDAK AKAN KUCIPTAKAN JIN & MANUSIA HANYA UNTUK BERSUJUD KEPADAKU.. ”
WASSALAM….
aricloud berkata
@haniifa
wa’alaikum salam wr. wb.
benar mas, bukan berarti beliau tidak boleh menulis hal-hal lain, namun akan lebih kredibel kalau beliau menulis sesuatu yang memang terkait langsung dengan bidangnya..
pun demikian buku-bukunya asik untuk dibaca, melihat cara pandang yang berbeda dari umumnya.
wahyudin.Hb berkata
Salam
Setuju atau tidak
ternyata masih ada ilmuwan islam yg mampu menafsirkan alquran dari sisi lain
(baca: sains)
saya setuju, selama ini menjadi kajian ilmiah
untuk menjadi keyakinan, silahkan dikembalikan ke individu masing2
tetapi … penafsiran asl quran memang “Subhanallah” sangat memperkaya pemikiran para pemikir islam
apapun hasilnya .. ukhuwah tetap dijaga
wasalam
wahyu
muhammad agus fatkhur rohman berkata
1. dhomir “ha” pada kalimat “wa kholaqo minha zaujaha” bukan berarti adam punya ibu, akan tetapi dalam ilmu nahwu kata ganti untuk kata “nafsun” memanglah “ha”.
2. adam diturunkan dari surga, artinya ketika itu bumi dan surga saat itu sama-sama sudah ada. sekarang kita hidup di dunia atau tepatnya di bumi, saat ini juga surga dan neraka sudah ada. tidak ada keterangan bumi atau dunia nantinya akan berubah menjadi surga dan neraka.
Abdullah berkata
“nandar Berkata:
April 20, 2008 pada 3:02 am
assalamu `alaikum
pak mustofa
coba belajar agama secara benar
jangan sok pintar
ok”
Saya ingin menanggapi komentar ini
Jadi menurut anda, anda sudah pintar?
Anda bisa mengerti, “Maksud Allah itu seperti yang saya maksudkan”, begitu?
Apa nggak terlalu jauh tah mas?
Kalau saya nggak mau seperti itu, takut musyrik
Merasa dirinya pasti benar seperti Allah, dan yang lainnya salah
Anda nggak bisa begitu, sama sekali nggak “ok”
Agus Mustofa ingin mengajak umat berpikir
Tidak saling menyalahkan. Karena Nabi pun gak mengajarkan saling menyalahkan, tetapi dengan kebersamaan untuk membangun Islam, menggunakan akal yg telah diberikan Allah
“Afalaa ta’qiluun”, apa kamu tidak berakal?
Hahaha, dikira kalo merasa benar seperti itu, serta suka menyalahkan orang lain tanpa alasan jelas, bakal masuk surga
Makanya, jangan ngomong se’enaknya
FE Herk's Bird berkata
Ass Wr. Wb
Yang pasti dengan adanya karya dari bapak agus mostofa ini, semakin membuka mata kita untuk beribadah di hadapan Allah SWT dengan tulus dan ikhlas tanpa pamrih karena hanya Allah lah yang patut kita sembah.
Wass Wr. Wb
igent berkata
Salaam,
Apapun kritikan terhadap pendapat Bpk. Agus M., penjelasan ilmiahnya telah menjawab keingintahuan saya tentang penciptaan manusia pertama (yang selama ini setiap saya bertanya kepada “yang lebih pintar” selalu dimentahkan dengan jawaban: “harus percaya saja adam itu dari tanah”, “hati2 jadi musyrik!”).
Penjelasan beliau tentang betapa alam semesta ini (terutama bumi) memang sudah dirancang Allah juga begitu luar biasa untuk di tempati makhluk hidup, Subhanallah…. Akan sungguh luar biasa jika umat islam terus menggali tafsir dan mensuportnya dengan ilmu pengetahuan.
menanggapi komentar no. 44 : mungkin anda hanya orang lewat yang ikut2an posting, bahkan mungkin belum baca bukunya, hihihi.
Wassalaam
bnings berkata
sesungguhnya Al quran itu wahyukan kepada Nabi saw untuk kita pelajari, namun kadang karena kemampuan kita seakan2 apa yang diwahyukan itu tidak masuk akal.. untuk ternyata akhirat tidak kekal itu kembali saja lihat firma Allah dimaksud … bila anda tidak yakin yach sudah jangan dipelajari firman Allah dimaksud
bnings berkata
Apa yang ada di dalam Al qur’an tidak bisa dikaji secara ilmiah sesuai dengan pendidikan cobalah menerima bahwa itu firman Allah Sang Pencipta anda tidak setuju Al qur’an yang katanya ayat tidak lengkap … anda sendiri tidak akan pernah bisa membuat kalimat seindah firman Allah dimaksud .. cepat bertobat aja yach
Dyah berkata
Saya termasuk penggemar buku2nya Agus Mustofa. Saya suka dengan pemaparan Agus Mustofa, bukankah manusia diperintahkan Allah untuk memaksimalkan hati dan akalnya? Menurut saya sebelum kita membaca buku2 tasawuf modern sebaiknya dimantabkan dulu agama kita agar kita bisa mencerna buku2 tasawuf dan apapun secara bijak. Memang setiap karya pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang perlu kita perhatikan adalah kebenaran yang mutlak/hakiki itu hanya milik Allah, sedangkan kebenaran dari manusia bersifat absolut.
Bakin berkata
saya baru memyelesaikan membaca bukunya Agus mustofa “Akhirat Tidak Kekal”
saya masih kurang mengerti tentang isinya yang menyebutkan akhirat itu tetap didunia, langit 1;2;3 dst hanya berpindah dimensi, dan pada waktu Muhammad SAW Isra Miraj hanya ruhnya saja yang berpindah dimensi.
tidak diterangkan apa fungsi burok sebagaimana telah mengantar Muhammad SAW Isra Miraj dengan kecepatan cahaya menuju ke langit ke 7 dan Muhammad SAW menyalami Nabi-nabi terdahulu serta kejadian yang belum pernah dialami didunia yang lainya seprti melihat neraka dll!!!!
Saya hanya baru membaca karyanya “Akhirat Tidak Kekal”, apakah karya Agus mustofa yang lain menjelaskan tentang hal tersebut?
Di tempat saya sulit cari bukunya. sambil mencarinya, tolong yang sudah baca karya-karya Agus Mustofa jelaskan dong!!!
timur lenk berkata
bapak agus mustofa telah memberikan kontribusi bagi pengembangan pikiran. karyanya memiliki substansi dari pencerahan pikiran dan hati. Islam itu tidaksempurna jika kita talah mandeg dalam tafakur, tahanuts dan taqarub. saya mengingatkan bahwa kita bukanlah panitia persiapan hari kiamat. atau penjaga loket surga dan neraka maka apa yang menjadi hak Allah jangan berani kau ambil. Ruang dan waktu yang jujur menjawab kebenaran karena kebenaran itu tunggal prespektif yang mendalam dan kaffah (holistik/komprehensif) yang bisa mendekati kebenaran. salam dari kami komunitas muslim tionghoa.
wong eling berkata
epistemologi irfani yang dipakai bapak agus mustofa mampu untuk dikontekskan dengan era kekinian.
bersabarlah bahwa tantangan untuk mencerdaskan kehidupan umat yang terberat adalah bagaimana melakukan transformasi paradigma terhadap pola pikir umat yang cenderung statis dan jumud.
sebagai muslim keturunan tionghoa kami sangat senang dengan karya pusaran energi ka’bah.
yang terpenting ilmu itu amaliah dan amal itu ilmiah.
dodo berkata
Saya sudah baca buku Pak Agus Mustofa yang judulnya BERSATU DENGAN ALLAH, isinya cukup berbobot dan bagus untuk memecah batu ketaklidan dalam memahami agama. Cukup berani dan tulisan model begini yang seharusnya dibaca umat islam, jangan buku-buku yang menakut-nakuti pembaca dengan masuk ke neraka dan iming-iming kenikmatan surga, hidup di dunia dipagari dengan berbagai aturan haram,halal,makruh,mubah dll. Cukup belajar ilmu syariat itu sampai usia remaja saja, setelah dewasa sudah harus berani mendalami agama secara hakikat.Saya takjub dengan pandangan beliau yaitu ” agama apapun dulu, sekarang, nanti pada hakikatnya adalah pemeluk agama tersebut haruslah mampu berserah diri (islam) ” jadi anda beragama islam tetapi belum secara real / nyata berserah diri di depan cahaya Tuhan, berarti anda belum islam, sebaliknya anda seorang hindu sudah mampu menghadapkan dirinya secara nyata di depan cahaya Tuhan (sang Hyang Widhi) berarti anda sudah islam ! kunci agama itu yaitu, la illaha illallah = mengakui tiada realitas sejati selain Tuhan! merasakan selain wajah Tuhan semua akan binasa dan mampu kemanapun kita menghadap disitulah wajah Tuhan.
Kritik saya terhadap pak AM adalah pada waktu mengexplorasi ayat mutasabihat Alquran yang menceritakan pesona langit dan bumi janganlah terlalu dikorelasikan langit dan bumi di alam dunia tetapi menusuklah terus ke batin paling batinnya manusia. karena Alquran itu dibalik cerita langit, bumi, binatang, surga, neraka, malaikat, rasul, dll sebenarnya menceritakan jiwa manusia.
Bagaimanapun saya berharap di Indonesia ini tumbuh generasi-generasi muda yang bermental Guru Tauhid seperti pak AM. Walaupun buku-bukunya banyak pro konta, abaikan saja ! yang pro berarti sadar akan kekurangan ilmunya, yang kontra berarti masih fanatik dengan keyakinan sehariannya.
salam,
Mahmud berkata
Babe, Enya yang terhormat
Apa sih yang ente-ente udah lakukan untuk kemajuan umat Islam?
Naik motor, mobil, kapal, kapal terbang dll.. buatan orang “yang sering kita ada kategorikan kafir, musrik dll”
Nah…….. termasuk mengisi blog ini….
Payah dah kalo begini terus, pasif dan biarkan umat islam bodoh, lapar dan tukang minta2…
Nasruddin berkata
hayooo teruslah berdebat, itu artinya Saudaraku masih mempelajari agama ini, biarlah aq jadi pembacanya saja supaya mengambil manfaat dari keduanya atau ketiganya hehehehehe
Nasruddin berkata
btw, udah pada baca lom bukunya…..
baca dulu, trus serahkan padaNya, ilmu itukan ada sumbernya, biarkan hidayah itu datang dengan sendirinya yang akan mendorong kita untuk membenarkan, meragukan atau bahkan mengoreksi penjelasan mas Agus. Nah yang meragukan, silahkan baca berulang kali, sampai ngerti betul….trus yang patut dikritisi….disinilah tempatnya heheheh
agus ahong berkata
berdebat boleh tolong jangan menggunakan masa,
berkat tulisan p.agus KEPERCAYAAN, KEYAKINAN dan BAGAIMANA CARA UNTUK MEYAKININYA dalam hati saya menjadi lebih kuat. terima kasih,,
terima kasih, terima kasih amalanmu tdk akan pernah habis
Rahmat berkata
Kita Tidak Perlu Mempermasalahkan Tentang Pemahaman Pak Agus Mustofa dalam Memahami Ayat-ayat Al Qur’an Kalau Kita Memang Sepakat Dengan Pemahaman Beliau Mari Kita Ikuti Tapi Kalau Kita Tidak Sepakat Dengan Pemahaman Beliau Tidak Perlu Kita Ikuti kan Tidak Sulit, Yang Perlu Kita Syukuri adalah Ternyata Kita masih Diberi Kesempatan Oleh ALLAH. SWT Untuk Melihat dan Mempelajari Kebesaran-kebesaran Ilmunya
jenggirat berkata
sesungguhnya kembali ke dasar (al quran) adalah lebih baek…
wilujeng berkata
alhamdulillah saya senang P agus mustofa berbagi ilmu kepada kita smua dan dapat menambah wawasan dari sains
indra berkata
lbh baik org yang selalu mengkaji makna dlm al’quran drpd org yang menelan mentah2 ajaran agama tanpa tahu tujuannya apa dia lakukan smua. smua org punya pnafsiran sendiri N kesalahan adalah sifat dasar manusia…..
Pak Agus Mustofa tdk pernah memaksa org tuk mengikuti jalan pikiran dia, malahan dia bilang smua org bebas tuk berpendapat.
kita jgn terlalu cpt menghakimi org bahwa penafsiran itu salah N atas dasar apa org yg menghakimi itu merasa dialah yg PALING benar.
smua tanda2 kebesaran ALLAH SWT hanya dapat dihayati N diresapi bagi org2 yg berakal N berpikir……wasalam
TKI berkata
mas, mba… saya pernah dengar menafsirkan al-qur’an ada beberapa tingkat :
1. dengan al-qur’an itu sendiri
2. dengan hadist rasulullah salallahu alaihi wasalam yg SHAHIH
3. dengan atsar (pendapat sahabat)
4. dengan ijma nya para ulama
jadi kalo menurut saya, kita ini hanyalah murid, hamba yg banyak dosa dan maksiat yang tidak akan selamat dunia akhirat kalo bukan karna ALLOH yg berkehendak kita selamat.
al-qur’an & hadist shahih jaminan selamat dunia akhirat.
aricloud berkata
@TKI
benar mas/mbak
oleh karena itu saya sangat menyayangkan mengapa ust Agus Mustofa amat jarang atau hampir tidak pernah memberikan hasil kajian dari hadits shahih pada ayat-ayat alquran yang mutasyabihat.
housewife berkata
Saya kagum dengan Pak AGus Mustofa yang telah sangat berani menyampaikan ide ilmiahnya yang memberi pencerahan pada umat, khususnya mereka yang terbiasa menelan mentah-mentah ajaran agama dan terkondisi untuk memeluk agama karena tradisi atau keturunan.
Mengenai penafsiran ayat-ayat Al Qur’an yang terkesan agak dipaksakan, semua itu tak lepas dari fitrah manusia yang tak luput dari kesalahan. NAmun. insyaallah, saya yakin pak AM bukan termasuk orang-orang yang sengaja menulis sebuah kesalahan dalam bentuk buku untuk merusak akidah orang-orang yang beriman. Hanya Allah lah yang berhak menjadi hakim, membuat hukum tentang yang benar dan yang salah. Manusia tidak punya hak menghakimi, kita sekedar berusaha untuk senantiasa mencari demi menemuikan hakikat ketauhidan Allah SWT. Wallahualam bissawab.
Badan, Jiwa, dan Ruh Perspektif Agus Mustofa - bahtiarhs.net berkata
[...] pakem pemahaman keagamaan yang selama ini mungkin telah kita terima (taken for granted). Misalnya: Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Ternyata Adam Dilahirkan, Tidak ada Azab Kubur?, dan [...]
adan berkata
Subhanallah……………………….!
Dialah yang telah memberikan kepada umat-Nya potensi pikir yang masa demi masa, generasi ke generasi dan zaman ke zaman semakin optimal.
Buku terbitan Mas Agus sangat menggugah bagi mereka yang berpikir namun sangat merugikan dan menakutkan bagi mereka yang malas mengoptimalkan pemikirannya.
Karya Mas Agus adalah “KLIMAKS” berfikir dia dalam memahami ayat Al Qur’an. Mari simak Klimak berfikirnya disetiap tulisannya.
Saya mengajak semua penyimak karya Mas Agus agar lebih santai dalam menyimak karyanya.
PERBEDAAN ITU ANUGRAH
KARNA DIBALIK PERBEDAAN TERSIMPAN BANYAK KEINDAHAN.
Saya sangat menghargai pemikiran Mas Agus. Olehnya itu:
Wahai semua saudaraku………….!
Kebenaran itu relatif
karna yang Mutlak hanya milik Allah SWT.
yang bermanfaat diambil…… Ok?
yang tidak jangan…….!
Billahi Taufik Walhidayah
Warridha wal’inayah
Wasssalam…………
heldi berkata
Assalamualaikum.
Saya memandang tulisan tulisan dari saudara Agus Mustopa sebagai suatu terobosan dalam hal kritisisasi pemikiran.
Bahwa kita harus kritis dalam menyikapai suatu keadaan yang tentunya dilandasi oleh ajaran-ajaran Islam. Dengan begitu akal kita menjadi terlatih dan tidak langsung percaya dengan pendapat-pendapat dari manusia selain dari Rasulullah SAW. Sehingga umat Islam menjadi cerdas dan tidak asal ikut-ikutan. Yang mana mudah untuk diadu domba antar sesama umat Islam sendiri. Okeh, Wassalam
Dhar berkata
ASW.
AH APA BENAR MANUSIA KEKAL. APA BENAR SURGA DAN NERAKA KEKAL. SIAPA YANG TAU PASTI?? JAWABANYA YA QOR`AN. YANG JELAS QUR`AN TIDAK PERNAH SECARA EKPLISIT MENGATAKAN “AKHERAT KEKAL” TETAPI MENGATAKAN “YANG DI DALAMNYA KEKAL” SELAMA ADA LANGIT DAN BUMI. SEKARANG BEGINI SAUDARA-SAUDARA.
LEBIH BUTUH MANA BAGI ANDA, AIR ATAU ALLAH?
PASTI JAWABNYA ALLAH.
LEBIH MAU MANA SURGA ATAU ALLAH?
PASTI ANDA JUGA JAWABNYA ALLAH.
LEBIH TAKUT MANA NERAKA DARIPADA TAKUT ALLAH?
INI PUN DEMIKIAN SAMA, YA ALLAH.
SEKARANG LEBIH MAU KEHILANGAN MANA KELUARGA ATAU ALLAH?
WAH, MULAI BIMBANG YA/RAGU.???HEHEHE.
SEKARANG SELAMA INI ANDA BERIBADAH UNTUK APA?
KALAU JAWABAN ANDA UNTUK MENDAPATKAN PAHALA, ATAU SURGA ATAU KETENANGAN. WAH WAH BERARTI ANDA TIDAK KOMITMEN TUH. DI AWAL ANDA MILIH ALLAH, TERUS ALLAH, TERUS ALLAH LAGI, TERUS BIMBANG ANTARA KELUARGA ATAU ALLAH, EH YANG TERAKHIR NGACO JAUH, MALAH UNTUK DAPATKAN SURGA. BERARTI ALLAH ANDA JADIKAN FASILITATOR DONG?????????????????. ISTIGFAR! JADI UNTUK APA MEMPERTAHANKAN PENDAPAT AKHERAT KEKAL ATAU TIDAK. BAGI SAYA TIDAK ADA MASALAHNYA SAMA SEKALI, WONG SAMPEAN KAN MEMILIH ALLAH, JADI AKHERAT KEKAL ATAU TIDAK YA NO PROBLEM. YANG JELAS YAKIN BAHWA AKHERAT ITU ADA. JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG SAYA DI : http://scientificfasting.blogspot.com
SyamsiTabriz berkata
Sedikit melebar dari tema, saya menyimak dalam forum ini ada yang memberi masukan bahwa : untuk mengkaji kitab Al-Qurannul Hakim tidak cukup dengan pemahaman nalar semata, melainkan juga harus merujuk kepada hadist SHAHIH…,
Disini saya mau bertanya mengenai hadist :
1. MENGAPA KITAB HADIST TIDAK DITULIS SENDIRI OLEH NABI MUHAMMAD? Bukankah apabila ditulis langsung oleh Nabi Muhammad dan dibukukan atas nama Nabi Muhammad sendiri, bukankah itu akan sangat amat Shahih isinya, sehingga tidak khawatir dengan pendusta-pendusta yang berkata atas nama Nabi, yang membuat-buat hadist dhaif !
2. Atau apakah Nabi pernah meminta para sahabatnya untuk membantu menyusun kitab hadist sebagai kitab yang memberikan penjelasan tentang isi KITAB AL-QURANUL QARIM ?? Jadi nantinya disisi nabi ada 2 kitab, yang pertama adalah wahyu ALLAH, AL-QURANUL QARIM, dan yang kedua adalah Kitab hadist, yaitu bimbingan Allah kepada umat Muhammad untuk dapat memahami wahyu-Nya. Dan kedua kitab tersebut dipelihara dari zaman-ke zaman dengan metode yang disiplin dan teratur.
3. Mengapa Allah dalam Kitab Al-Quranul Qarim tidak pernah memerintahkan Nabi Muhammad bersama para pengikutnya kala itu untuk menulis penjelasan tentang makna-makna Wahyunya dalam sebuah kitab lain disisi kitabNYA?….(seperti yang dilakukan para perawi hadist yang sebenarnta beritikad baik merekam kata-kata Nabi dalam menjelaskan agama ALLAH ini).
Kehadiran catatan-catatan hadist Nabi Muhammad rasulullah, sebagai usaha para sahabat & pengikut nabi kala itu untuk membantu pemahaman tentang wahyu Allah (kitab Alquranul Qarim) kepada umat muslim, adalah sangat membantu & bermanfaat.
Namun perlu diketahui, bahwa kitab Al-Quran adalah inti dari petunjuk Allah untuk Nabi Muhammad dan umat manusia. Bahkan dalam memahami hadist-pun disiplinnya harus kembali merujuk kepada KitabNYA.
Seperti cara mengamalkan shalat, terjadi keanekaragaman bacaan yang disunnahkan ketika ruku dan sujud..
tetapi kembali lagi ke intisarinya, Kitab AlQuranul Karim menjelaskan bahwa : Shalat itu “mencegah perbuatan keji dan mungkar”…
jadi se-khusyu-khusyu apapun, seteratur apapun seseorang melaksanakan shalatnya, orang tersebut tetap dikatakan “celaka dalam shalatnya karena lalai dalam shalatnya” ketika orang tersebut tidak berhasil mencegah perbuatan nahi mungkar dengan shalatnya…badannya ruku dan sujud, lidahnya bertasbih bertahmid, tetapi Qalbunya mati..
kembali ke masalah buku Agus Mustofa yang bahasannya cukup menggemparkan dan para kritikus yang juga bersandar pada dalil-dalil dan argumen yang kuat…, ini adalah ujian untuk kita memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti salah satu dari kedua pihak yang tidak se-visi dalam memahami iman dan islam…karena nantinya kembali lagi, setiap jiwa akan bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing…
sekian.
m.agustian berkata
udah gak usah mikirin akherat itu kekal apa enggak.. yakin aja akan ada kehidupan setelah mati. dan kita akan bertemu dengan NYA. kerjakan saja yang sederhana; rukun islam. jangan berharap pamrih dari setiap ibadah yang kita kerjakan. TUHAN MAHA TAHU KOK, MAKANYA JANGAN SOK TAHU…
Dono. berkata
Ass.wr.wb,pak Ari,
Saya ada kesimpulan sedikit mengenai daya pikir pak agus mustafa mengenai ketidak kekalannya akhirat.
Jikalau kita kembali mengingat kejadian penciptaan isa almasih pada saat berkembangnya ilmu technologi bangsa romawi yaitu bangsa yg tidak beragama yang sangat maju pada saat itu yang menggunakan akal pikiran mereka , sehingga bangsa pilihan Allah yaitu bangsa israel malah kacau balau tak karuan sehingga mereka dijadikan budak di negeri mereka sendiri.Bangsa israel ini kagum atas kepinteran bangsa romawi dalam segi pembangunan, kekuasaan dll.
Pada saat merosotnya kepercayaan bangsa israel kepada Allah yaitu Tuhan nenek moyang mereka yang mengangkat mereka sederajat dari bangsa-bangsa lain di muka bumi inilah turunnya keajaiban yg lebih besar dari akal pikiran manusia pada saat itu, yaitu lahirnya isa almasih tanpa ayah,isa almasih berbicara dalam buaian, menghidupkan orang mati, memelekkan orang buta, menurunkan hidangan dari langit dan naik ke langit. Kejadian ini semua adalah diluar dari akal pikiran manusia.
Jadi menurut hemat saya,ALLAH S.W.T , TUHAN kita adalah kekal DAN AKHIRAT ITU ADALAH KEKAL,
KARENA JANJI ALLAH ADALAH KEKAL UNTUK SELAMA-LAMANYA.
Wassalam,Dono.
PAK AGUS NIH! KUNJUNGI BLOG KU DI http://scientificfasting.blogspot.com berkata
KUNJUNGI BLOG KU DI http://scientificfasting.blogspot.com
aricloud berkata
@SyamsiTabriz
1. Al Quran juga tidak ditulis sendiri oleh Rasulullah saw, melainkan didengarkan dan dihapalkan oleh para sahabat, sebagian menuliskannya pada kertas, kulit, daun atau batu. Al Quran dan kitab2 hadits baru dibukukan pada masa Kekhalifahan Utsman bin Affan. Silahkan Anda telusuri lagi sejarahnya.
2. Rasulullah saw tidak pernah meminta untuk membukukan baik itu Al Quran maupun Hadits. Lagipula para sahabat adalah para penghapal yang baik. Namun, Pembukuan Al Quran dan Al Hadits adalah inisiatif para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, dan diimplementasikan pada masa khalifah Utsman ibn Affan. Silahkan Anda telusuri lagi sejarahnya. Menjelang wafat, rasulullah berwasiat kepada kaum muslimin untuk berpegang teguh pada 2 perkara, yaitu Al Quran dan Al Hadits.
3. Rasulullah saw adalah sebaik-baiknya penafsir Al Quran, oleh karena itu penafsiran melalui Hadits Rasulullah SAW yang shahih, apalagi mutawattir, harus kita dahulukan dibandingkan penafsiran anda sendiri atau saya sendiri atau agus mustofa atau ulama lain yang tidak ada sumbernya.
“Barangsiapa yang menta’ati Rasul sesungguhnya ia mentaati Allah.” (QS. An-Nisa: 80)
“Apa yang dibawa Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
“Sesungguhnya ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya.” (QS. An-Nisa: 59)
@Dono
Subhanallah, benar mas, saya juga sependapat bahwa Akhirat itu kekal
Semoga bermanfaat
Wallahu’alam bish showab
andy berkata
Setelah saya membaca beberapa buku pak agus, saya cukup apresiasi dg karya2nya sangat berguna bagi orang yang ingin keluar dari belenggu ketaklidan. cuma menurut saya buku-buku tersebut terkesan masih dalam koridor fikih tasawuf belum berani menyentuh kepada hal-hal yang bersifat bathin. seperti dalam pembahasan ayat mutasyabihatnya masih menggunakan nalar manusia, mungkin hal ini dikarenakan background beliau dari insinyur teknik. ketika saya membaca buku karya pak abu sangkan pembahasan ayat mutasyabihatnya sudah mulai berani menyentuh hal kebathinan, ketika saya membaca buku karya achmad chodjim dan amiruddin syah, buku-buku beliau sudah benar-benar bicara secara terbuka tentang kebathinan sehingga tabir ayat-ayat mutasyabihat itu sedikit demi sedikit terkuak. Hal ini penting diketahui karena akan benar-benar menjadikan Alquran sebagai petunjuk untuk menemukan kebenaran dan bertemu dengan Tuhan. Saya senang dengan munculnya karya-karya inovatif dan inspiratif dari pak agus mustofa, pak abu sangkan, pak achmad chodjim dan pak amiruddin syah. saya menyarankan kepada para pembaca yang sedang fakir kepada Tuhan untuk membaca karya penulis putra indonesia asli tersebut jangan terlalu silau dengan karya para penulis timur tengah dan asing, karena tutur bahasa buku karya pribumi sesuai dengan telinga orang indonesia. Dan saya yakin bila kita membaca buku dari berbagai versi maka akan saling melengkapi dan mengisi.Semoga dikemudian hari akan semakin banyak putra putri indonesia yang menulis buku-buku tasawuf yang amat bermanfaat bagi kemurnian dan keteguhan tauhid dan akan bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan bangsa yang damai dan sejahtera.
cink berkata
asalamualaikum wr wb
yang bisa menyentuh alquran 100% yaitu orang yang disucikan (Qs 56:79). siapa orang yang disucikan?
saya kira ayat yang samar akan jadi jelas
wasalam..
cink berkata
asalamualaikum wr wb
yang bisa menyentuh alquran 100% yaitu orang yang disucikan (Qs 56:79). siapa orang yang disucikan?
saya kira itu saja dulu sblum menafsirkan ayat mutasabih yang lain.
ayat yang samar pun Akan jadi jelas
wasalam..
Wahyu berkata
Kini buku seri ke-20 telah terbit kunjungi blog saya. terima kasih
Anonim berkata
INI MERUPAKAN KESESATAN,,,kita jangan melihat pak mustofa tersebut ustd..apabla dia salah hrus diluruskan kembali
Farid M berkata
Gua pernah baca buku pak Agus Mustofa yang lain, judulnya Terpesona di Sidratul Muntaha, BBEUH,,, MUANTEP PISAN. Peristiwa yang bernilai Mu’jizat dianalisis dengan teknologi. Gw belom pernah nemuin sebelumnya buku sedahsyat ini.
gw jadipenasaran baca buku Ternyata Akhirat Tidak Kekal. Sebagai penambah wawasan plus pembuka pikiran, gw rasa buku-buku Pak Agus M. punya mutu yang tinggi. towh semua karyanya adalah hasil dari pemikirannya (dalam bahasa agama mungkin bisa disebut hasil Ijtihadnya), mau diterima ya gak papa, gak diterima, jangan pake anarki ya! kewajiban kita tunjukkan kalo Isalam agama damai, sesuai namanya, Islam agama Keselamatan! Towh berbeda pendapat bukan hal yang dilarang. yang penting Keep Peace Men,
Wallahu a’lam bisshowab!
Farid M berkata
Oya, yang pernah beli, tolongkasih tau gua berapa harga bukunya yaw!
Thanks!
Soulmate berkata
Salam semuanya,
Allah menciptakan manusia berbeda dengan semua makhluk lainnya, pembeda itu adalah akal budi. Jika kita hanya melihat bentuk fisik, tiada beda dengan batu, kayu, bumi, air dan benda-benda ciptaan Allah lain sejenisnya. Jika kita hanya mengandalkan insting dan nafsu, tiada beda dengan hewan. Jadi akal kita adalah berkat Allah yang harus diberdayakan jika kita ingin lebih mulia daripada makhluk ciptaan lainnya, seperti sudah ditakdirkan oleh Allah sendiri.
Jadi apapun perbedaan kita, tetaplah berfikir dengan akal sehat dan hindarkan kekerasan sebagaimana karakter hewani.
Pemilik kebenaran mutlak adalah pencipta ilmu itu sendiri, yaitu Allah. Namun sifat dan tugas manusia adalah senantiasa progressif dan berkembang menuju kesempurnaan, sehingga secara bertahap dari generasi ke generasi akan sempurnalah jua misi Allah itu sendiri.
Oya, kembali ke dalam diskuri. Atas pertanyaan dan komentar no 61 tentang pindah dimensi dan kecepatan cahaya, saya ada sedikit share, mudah-mudahan menambah wacana. Saya pernah membaca tentang penemuan Fisika Quantum, yang di kalangan ilmuwan pun sangat menghebohkan, bahkan membuat terpenrangah Einstein sendiri sebagai pencetus teori relativitas. Bahwa dari hasil experimen didapat saat partikel-partikel cahaya disemburkan, unsur-unsur atomnya bergerak secara teratus dan saling mengisi satu sama lain tanpa ada benturan. Di antara atom-atom tersebut ada komunikasi tak terlihat, yang secara teori komunikasi hanya bisa dilakukan dengan gelombang elektromagnet yang kecepatan maksimalnya pun sama dengan kecepatan cahaya. Sudah menjadi kesepakatan dasar ilmiah bahwa kecepatan tertinggi adalah cahaya (spt malaikat?). Namun komunikasi antar atom dalam semburat cahaya lebih dulu sampai daripada perjalanan atom cahaya itu sendiri. Jika memang ada gelombang elektromagnet yang melebihi kecepatan cahaya, maka akan mematahkan teori relatifitas. Karena pada pada kecepatan sama dengan cahaya saja, waktu yang berlaku adalah nol. Jadi kecepatan diatas itu adalah tak mungkin (secara ilmiah). Tapi bagaimana para atom tersebut bisa saling berkoordinasi? Bahkan jika diatur oleh Allah sendiri-pun, perintahNya sampai dalam kecepatan cahaya.
Namun disinilah kuncinya….
Para ilmuwan menyimpulkan karena komunikasi dan gerak adalah sama-sama dlam kecepatan cahaya, berarti unsur waktu tidak berlaku lagi bagi mereka (para atom itu), dan ini sesuai dengan hitungan relativitas Einstein juga.
Gerak partikel, komunikasi bolak-balik antar partikel (bahkan perintah Tuhan jika mau dilibatkan) adalah dalam nol detik alias semuanya adalah satu kesatuan kehendak….
Jadi jika fenomena nabi Muhammad melakukan Isra’ Mi’raj, apakah ruhnya melakukan akselerasi menuju kecepatan Cahaya supaya bisa menyatu (bertemu) dengan Allah?
Apakah seseorang yang khusuk total dalam sholatnya bisa bertemu Allah atau nabi-nabi lainnya di dimensi berbeda?
Apakah kesesatan dalam ilmu hitam Voo Doo adalah dengan memanfaatkan teori ini, dengan mencoba menyamakan kecepatan partikel benda (paku, beling, dsb) sehingga benda tersebut bisa pindah tempat dalam sekejab?
Wallahu Allam…
Rahasia ilmu Allah sungguh luas….
Sungguh beruntung manusia yang mau memanfaatkan karunia akal sebagai fitrah utama dibanding makhluk lainnya, terutama untuk kemajuan umat dan amal kebaikan.
Alangkah indah dan nikmatnya jika dalam satu tarikan napas….
dalam saat-saat sholat kita….
jiwa kita melakukan lompatan quantum…
menyatu dengan semua unsur galaksi…
menuju Allah…
Wassalam
Troy berkata
Bismillah, ya rahaman, ya rahim
Hanya kepadaMu aku memohon dan hanya kepadaMu aku berlindung.
Ampuni hambamu yang dhaif dan hina ini. Jangan tinggalkan aku Ya…Allah, berikan pemahaman yang tepat kepada kami untuk mencapai ridhoMu, hanya ridhoMu. Amin
Pada saat mau menulis, Pak Agus Mustofa pasti sudah memohon ampun apabila yang ditulis salah, tapi itulah yang dia pahami. Atas dasar ilmu yang dia pelajari dia menulis. Ilmu yang dia dapat juga dari Allah semata.
Pasti ada maksudnya kenapa Pak Agus Mustofa menulis buku yang tidak sedikit menuai kritik. Maksud tersebut juga pasti bukan karena keinginan atau kesadaran Pak Agus Mustofa semata, melainkan karena ada dorongan yang sangat hebat pada dirinya untuk menulis. Semoga dorongan untuk menulis juga sudah mealalui proses panjang dalam diri Pak Agus Mustofa, setidaknya sudah mealalui mohon ampun.
Selama Allah masih tetap bersama kita, maka selamatlah. Wallahualam bisawab
wirdayanti berkata
Gua penggemar buku2 karya Pak Agus Mustofa,gua baca bukunya mulai dari serial 1-10..Insya Alla setelah membacany gua mendapatkan pencerahan dan menambah kekaguman gua kepada segala makhluk ciptaan Allah..Insya Allah menambah ilmu gua untuk mendekatkan diri kepadaNya..tuk pak AM teruslah menulis…
Anonim berkata
Buku tentang akhirat tidak kekal adalah buku yang sangat dibutuhkan oleh umat saat ini dan masa yang akan datang, saya salut dengan beliau yang telah banyak memaparkan intelektual Islam dalam buku tersebut. Saya ingin mengatakan bahwa orang2 yang mengaku Islam itu tidak cukup hanya mengatakan ALLAH itu ada, sebagaimana kita sering mengatakan syurga & neraka itu ada, kita sepakat bahwa informasi tentang ALLAH – syurga – neraka itu sudah jelas dalam Al-Qur’an, tapi ALLAH – syurga – neraka itu sendiri tidak ada didalam Al-Qur’an……….wassalam….
Bahtiar berkata
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah, dari berbagai komentar dan pendapat yang berkembang di blog ini untuk mendiskusikan tulisan2 Ust.Agus Mustofa khususnya “Ternyata Akhirat Tidak Kekal” yang merupakan rangkaian Serial Diskusi Tassawuf Modern yang telah terbit mulai dari seri I Pusaran Energi Ka’bah hingga serial ke 20 “Beragama Dengan Akal Sehat” dan insya Allah setiap 3 bulan sekali Pak Agus Mustofa menerbitkan serial bukunya yang terbaru pada dasarnya bagi Pak Agus Mustofa sendiri sebagai penulis maupun kita semua sebagai pembaca dan termasuk karya penulis-penulis lainnya adalah merupakan proses “IQRA” sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada seluruh manusia. Tujuannya sangat jelas, yaitu :
* Agar manusia mengenal siapa dirinya, mengerti akan tujuan keberadaan dirinya untuk apa dia diciptakan, dan pada akhirnya manusia mengenal ALLAH swebagai Tuhannya.
*Untuk itu Allah menurunkan petunjuk-Nya untuk menjelaskan kepada manusia melalui ayat Al-Qur’an dan ayat-ayat Nya yang dihamparkan diseluruh alam semesta, menjelaskan segala sesuatu agar manusia pada akhirnya mengenal ALLAH. Dengan petunjuknya Allah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya(…Al Alaq).
MAKA YANG TERPENTING BAGI KITA SEMUA ADALAH BAHWA PADA SAAT KITA MENGIKUTI PERINTAHNYA UNTUK IQRA’ (MEMBACA, MENGKAJI, MENGAMATI, MEMPERGUNAKAN AKAL, MENGAMBIL PELAJARAN, MENAMBAH ILMU DAN KEPAHAMAN,…DLL) HENDAKNYA SEMUA SARANA, UPAYA, DAN AMAL YANG KITA LAKUKAN TERMASUK MEMBACA BUKU-BUKU YANG ISINYA MENGKAJI AL QUR’AN HARUSLAH DITUJUKAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI KITA KEPADA ALLAH (MENGENAL ALLAH) MAKA ITULAH MAKNA DARI IQRA BAGI ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL PELAJARAN DAN MENGIKUTI PETUNJUK.
SUDAHKAH KITA MEMPEROLEH HIKMAH DARI IQRA YANG KITA LAKUKAN YAITU SEMAKIN MENINGKATKAN KETAQWAAN DAN KEIMANAN KITA DARI SEBAB MEMBACA BUKU PAK AGUS MUSTOFA…? MISALNYA…???
DAN TIDAK SEHARUSNYA KITA JUSTRU TERJEBAK PADA PERBEDAAN PENDAPAT ATAU PERDEBATAN YANG TIDAK MENGANTARKAN KITA PADA TERCAINYA TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH HIKMAH DARI IQRA YANG KITA LAKUKAN.
PERBEDAAN ADALAH RAHMAT…., KARENA ANDAIKAN SELURUH MANUSIA DIKUMPULKAN PENDAPATNYA(ILMUNYA) MAKA TIDAKLAH ADA ARTINYA DIBANDINGKAN DENGAN ILMU ALLAH. MAKA DIKATAKAN RAHMAT JUSTRU APABILA SELURUH PENDAPAT MANUSIA YANG BERBEDA JIKA DIKUMPULKAN AKAN LEBIH BAIK BAGI KITA KARENA AKAN MENAMBAH WAWASAN DAN KEPAHAMAN KITA TENTANG SESUATU (ILMU) DARI SUDUT PANDANG MANUSIA YANG BANYAK YANG TIDAK MUNGKIN DAPAT KITA PAHAMI SECARA LENGKAP DAN UTUH HANYA DARI SUDUT PANDANG KITA SENDIRI.
SUBHANALLAH…, ALHAMDULILLAH…., ALLAHU AKBAR
Kaka berkata
Ass.
Selama ini di dalam pikiran kita terdapat doktrin yg sungguh mendalam hingga mengakar pada diri kita. Sangatlah sulit untuk keluar dari doktrin tersebut sehinggal kita takut untuk berpikir lebih luas dengan alasan “TAKUT AKAN KESESATAN, TAKUT AKAN DOSA dsb”. Timbul sebuah pertanyaan dari diri saya : “Apakah doktrin yg saya terima itu sudah benar? sehingga tidak boleh keluar dari jalur doktrin tersebut?”
Sama seperti anak kecil yang bertanya kepada orang tuanya. Apa ini ayah? Apa itu ayah? sampai kita sendiri bingung untuk menjawab ketika anak2 kita bertanya dan kita tidak mampu untuk menjawabnya.
Apakah itu sama, apabila kita sendiri bingung dan bertanya mengenai masalah agama dan keyakinan? apakah kita akan berdosa apabila kita sendiri goyah pada apa yang pernah diajarkan oleh orang tua kita terdahulu?
Disini Agus Mustofa memberikan pandangan yang berbeda sama sekali dengan apa yang diberikan oleh orang2 tua kita terdahulu. Mengenai proses penciptaan Adam, mengenai pemahaman tentang akhirat, mengenai bagaimana perjalanan nabi kita Muhammad SAW dan banyak materi yang ia sampaikan melalui bukunya.
Menurut saya itu bukanlah sebuah KESESATAN selama kita masih berpegang teguh pada Al-Quran. Karena Al-Quran dari dulu samapai saat ini tidaklah berubah. Agus Mustofa menafsirkan Al-Quran berbeda dengan para ulama pada umumnya, dan suka atau tidak suka apa yang ada dalam pikiran Agus Mustofa sama dengan pikiran saya. Mengenai Proses penciptaan nabi Adam AS, di dalam benak saya sebagai orang yg belum mempunyai agama MISALNYA, apa mungkin kita manusia pada saat ini terdiri dari berbagai macam ras dan suku bangsa memiliki satu nenek moyang? yaitu ADAM AS. Saya masih bingung apa mungkin, Nabi kita Adam AS yg merupakan suku bangsa Arab (Timur Tengah) bisa menghasilkan banyak ras? seperti Cina, Negro, Mongolia, Melayu, latin dsb?
Satu lagi pertanyaan yg ada dalam benak saya, masalah hadist.
Sampai saat ini saya belum yakin dengan kebenaran dari HADIST, sebab terlalu jauh waktu antara nabi Muhammad SAW dengan BUKHORI yaitu sekitar 250 th. Apakah mungkin bisa pertanggung jawabkan isi dari hadist tersebut? Yg saya khawatirkan banyak terjadi missing link antara interfal waktu tersebut. Berbeda dengan Al-Quran yang langsung dibukukan oleh para sahabat nabi.
kalau pun hadist itu dirundingkan oleh para ulama pada saat ini, ya sama saja dengan perjanjian yg ada pada umat lainnya.
Biarkan perbedaan itu sebagai anugrah kita sebagai manusia. jalankan apa yang ada di hati kita, sepertinya kita sendiri pun sudah tau batas2 kesesatan yg ada sekarang. Tinggal kita saja kembali pada ajaran Al-Quran seutuhnya.
wass.
agustinov hamzahinovic berkata
Embuh lah surga kekal atau tidak,sing penting duite akeh…..
PENDEKAR BAYANGAN berkata
ASSALAM WR. WB
ALLAH MAHA SUCI DGN SGALA FIRMANYA.
YANG NAMANYA MANUSIA PASTI DA SALAH DAN TELEDOR,
JADI SALING MENGIMGATKAN LAAAAH. . .!!!!!! DIBICARAKAN BAIK”.
YANG PENTING NIAT BANG AGUS BAIK UNTUK MENCARI PEMBENARAN TUHAN
DAN MEMBUKA MATA HATI PEMBACA UNTUK LEBIH MENGENAL TUHANYA.
JE’ TOKARAN, OKEEEEEEEE !!!!!!
haniifa berkata
Assalamu’alaikum, @Mas Aricloud.
Horeee… boleh poligami ?!
Smoga mas baik-baik aja, Amin.
Wassalam, Haniifa.
Anonim berkata
Saya ikuti serial buku Agus Mustofa dari yang pertama, dan saya termasuk orang yang setuju dengan pemikiran beliau, masalah pro dan kontra itu biasa yang penting dari sebuah buku atau ilmu yang disampaikan adalah hasil akhirnya pada yang membaca, saya pribadi insyaAllah menambah kuat keyakinan saya akan Islam yang memang sangat Realistis, semakin kita memahami maksud dan tujuan hidup seperti yang Allah inginkan semakin kuat ketulusan dan keikhlasan kita untuk menjalankannya.
orang bandung berkata
setelah membaca beberapa buku pak agus mustofa, saya mengkhawatirkan dengan membuat pemahaman yang berbeda dengan pemahaman yang beredar luas, alias dikenal secara umum, dapat menimbulkan kontradiksi dengan ilmu-ilmu islam yang lain.
dan kita sebagai pembaca juga sebaiknya tidak menelan mentah-mentah suatu pemahaman yang baru apalagi jika berbeda dengan pemahaman yang sudah ada. alangkah bijaksana apabila kita membaca pendapat serta pemahaman dari ulama-ulama lainnya.
menurut saya pribadi, masalah tasawuf ini terlalu “rentan” untuk dibicarakan oleh orang awam. padahal mungkin ia belum memiliki landasan ilmu apa-apa untuk bisa sampai ke sana. hal ini dapat menyebabkan suatu keyakinan ataupun tindakan yang salah bagi pembaca yang masih awam.
manusia adalah tempat salah dan lupa. hanya allah yang memiliki kebenaran yang hakiki. semoga allah menjaga kita semua dari kesalahan dan dosa. amin..
haniifa berkata
Kang @Orang Bandung
Horeee…. satuju sakali… !?
Ceuk si cepot mah, ilmu tasauf teh siga ilmu ka “awewe” : KANDARAAN ATAS RANJANG… heuhuehue…
BujangRasta@yahoo.com berkata
bagus!!! benar-benar bagus!!! orang-orang Islam di Indonesia udah mulai pintar dan ngerti konsep beragama, semoga menjadi kesatuan teori dan praktek.
Silahkan… MUI bilang rokok haram silahkan, mau bilang aborsi hilang silahkan…Pak Agus Mustofa bilang akhirat tidak kekal silahkan…siapa berpendapat apa silahkan, munculkan pendapat kemukakan alasan, jangan sekedar “taqlid” ga tahu ujungpangkal. Saya pribadi lebih suka dengan orang-orang Islam seperti itu, daripada mereka yang RAMAI-RAMAI NGAJAK MASUK SURGA LEWAT PARTAI.
haniifa berkata
Kang @BujangRasta@Yahoo.com
Sok atuh rame-rame nu-bujangan heula buktikeun atuh…
Daripada jadi Bujang lapuk…
M. Syairi berkata
bagi saya surga kekal atau tibdak yang masuk surga dulu. ya enga’ boy
haniifa berkata
@M. Syairi
Bagi sayah… bekalnya dikumpulin dari sekarang hingga maut menjeput,biar masuk Syurga yang Kekal bisa full pasiliti dari Allah subhanahu wa ta’ala, AMIN.
tyhrt berkata
tyhrtyh
212 berkata
adakah saya mencari NYA,,
haniifa berkata
Refresh “My Dashboards”…
212 berkata
agus mustofa siiiiiiippppp ,,,
haniifa berkata
Rubi si rubah kece lebih Seep…
sugabe berkata
marilah dari kita masing masing membuka hati
jangan lah jadi orang yang selalu merasa benar
haniifa berkata
Wahh… betul tuh… jangan selalu merasa benar, tapi harus pasti benar munurut Al Qur’an sebagai landasan pokok…
)
(Buat nyang laen agama yac… kitabnya sendiri dunk
dedi sutrisna berkata
swdara-swdara sy Habis baca buku agus mustopa “Ternyata akhirat Tidak kekal” Insya Allah kembali kepada jalan yang diridhoi ALLAH SWT…
terima kasih…
haniifa berkata
swama swama swaya jwugwa habis mwakan “ternyata perut selalu lapar”. heheheh
kasihku kembali lah
haniifa berkata
Assalammu’alaikum, @mas Aricloud
Orang sekaliber mas Agus Mustofa, kalau menelurkan buku tentang Al Qur’an dengan Teori Fisika-Nuclear….
Bahagia rasanya saya membacanya
Wassalam, Haniifa.
Anonim berkata
ALLAH ,DIALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR,, YANG AKAN HIDUP SELAMA LAMANYA ,,,,,, YANG LAIN DARI ALLAH ADALAH MAHLUK,YANG SIFAT MAHLUK ADALAH FANA,TERMASUK AKHIRAT,DUNIA,,,,
haniifa berkata
ALLAH ,DIALAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR,, YANG AKAN HIDUP SELAMA LAMANYA ,,,,,, YANG LAIN DARI ALLAH ADALAH MAHLUK,YANG SIFAT MAHLUK ADALAH FANA,TERMASUK AKHIRAT,DUNIA,,,,
SETELAH DUNIA INI KIAMAT… MAKA SELURUH MAHLUK CIPTAAN ALLAH SWT AKAN HIDUP ABADI : ADA YANG DI JANNAH (baca:syurga) ADA YANG DI NERAKA
_________________________________________________
YAA ALLAH… RABBIL ‘ALAMIN.
SEJAHTERKANLAH “KAMI” DIDUNIA,
JADIKANLAH “KAMI” PEWARIS SYURGAMU,
DAN JAUHKANLAH “KAMI” DARI SIKSA API NERAKA, AMIN.
_________________________________________________
Subhanallah…
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat, do’a-do’a hamba-hambaNYA
Wassalam, Haniifa.
haniifa berkata
Tambahan:
Al Qur’an surah Al Ikhlas (QS 112:1)
1. Qulhu wa Allahu Ahad
(Katakanlah: ALLAH itu ESA)
2. Allahush shamad
(Segala sesuatu bergantung kepada Allah)
Kesimpulan :
Siapa masuk syurga dan siapa masuk neraka… Semua tergantung ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.
To be continue…
Wassalam, Haniifa.
Anonim berkata
HAAA…3x sujudkah kita jika gak ada surga&neraka
mu'ad syhuri berkata
saya sependapat dengan karya agus mustofa, karena beliau lebih mengedepankan sains yang dapat diterima oleh akal kita.
mu'ad syhuri berkata
saya sependapat dengan karya agus mustofa, karena beliau lebih mengedepankan sains yang dapat diterima oleh akal kita.
mu'ad syhuri berkata
saya sependapat dengan karya agus mustofa, karena beliau lebih mengedepankan sains yang dapat diterima oleh akal kita.
dinar kusumaningsih berkata
sampai detik ini, buku Agus Mustofa yg paling bisa sy pahami dibanding buku2 Islam lainnya. Krn menarik n konstruktif cara pandangnya. Apalagi beliau bisa membuat benang merah antara Quran n sains. Good!. Terus terang, sama sekali g menganggu keimanan sy, malah membuat sy makin cinta pd Allah. Tq Pak Agus, terus berkarya!
212 berkata
ya pa hanifa kok gak dijawab?
HAAA…3x sujudkah kita jika gak ada surga&neraka.KOK IYA IYANYA SURGA MAU MENYAINGI ALLAH YANG KEKAL,,, HANYA ADA SATU YANG KEKAL
.ALLAH,,,,,,,,,,,,,,,,,
ariyanto djafar berkata
asslmkm wr.wb.
subhanallah..komemtar anda bagus2 tuch, yang se7 n yg enggak, karna bagi yg se7 akan sangat bermanfaat bahkan multi manfaat. bagi kwn2 yang merasa TERSENGAT dgn bk2x ust. agus.. ada baikx dibaca lagi dengan hati yang bening dan pemikiran jernih n cerdas. karna ust. agus menyuguhkan tulisnx lwt diskusi, tasawuf modrn n bentukx serial..jadi kalo toch dkm slh 1 bukux banyak yang mnrut qt aneh,brsebrangan, atw apalah istilahx,,,ada baikx qt bersabar n tunggu penjabaranx dbuku yg lain. dan yg lebih pnting qt sama2 kembali pd alQuran..naaahh disini masalahx, kadang, jujur aza… qt juga kurang mmbacax apalagi mempelajarix.
so…pdhl berulangX ust. agus mengingatkn agar qt semua tidak membaca ayat2 Allah Ta’ala secara sepotong2..krn ayat2x merupakn 1 ksatuan…oh yach apa kwn2 yg suka “kritisi” udah bc bukux ‘MEMAHAMI ALQUR’AN DGN METODE PUZZLE”…?
Dsisi lain..apa kwn2 yg sk kritik jg sdh s4 baca, atw dengar kajian dr ust. FAHMI BASYA?…cb aza bandingkan kajianx dgn ust. agus pasti kesanx bahwa utk orang2 or ilmuan or ulama /ti mereka membc,mmhami,mgkaji AlQur’an dgn cara YG TDK BIASA…
ok…insya Allah Qt semua dlm bimbinganNya….
ariyanto djafar berkata
bismillah…asslmkm wr.wb.
sebenarx…polemik ttg kekekalan surga & neraka udah terjadi pada pemikiran ulama2 terdahulu, demikian juga tentang status “kemunculan” adam a.s apakah adalah memang manusia pertama atau ‘pnerus’..(cobalah ikuti kajianya dlm tabloid ALKISAH bbrapa edisi yang lalu) atw anda prnah mmbc tafsirx Al Maraghi ttg Q.s Al baqarah :30 dst, ttg “kehebohan kmunculan adam”? jadi..qt semua klo blh jgn trlalu cepat narik ksimpulan, karna kebenaran mutlak ada pada Allah yang tertuang dlm kitabNya.. n pada rosulNya juga Sedangkn yang telah qt pahami (dgn sudut pandang yang berbeda) adalah kebenaran yg sifatnya “relatif”, beruntung klo benar, tambah benar, semakin benar dan akhirnya akan terus menuju kepada Dia Yg Maha Benar… kalo sebalikx…????
apa yang qt komentari ttg isi bk TERNYATA AKHIRAT TDK KEKAL, arifnya qt sinambungkan dengan penjelasan dibuku2 yang lainx..agar qt bisa memahami apa sebenarx ‘jalan pikiran’ ust. agus…
sekarang buku ust. agus ttg tasawuf udah yg k-21 ” MEMBONGKAR 3 RAHASIA “, sdgkan yg berhubungan dengan basicnya udah ada INDONESIA BUTUH NUKLIR & NUKLIR DI INDONESIA.
jerrynindra berkata
asslm alkm wr.wb
hai pak ustasd masih ada waktu untuk bertobat pada ALLAH janganlah menulis buku yang membuat kontroversi apalagi sifatnya bisa menjurumuskan ummat.
kami masih yakin dan percaya sepenuhnya pada ajaran beliau RASULULLAH S.A.W ketimbang mendengar atau membaca seluruh tulisanmu,mendengar judulnya saja hati saya bergetar kok ada ustasd yang bisa saja sesat karena ilmunya padahal ilmunya itu sendiri pemberian dari ALLLH S.W.T , SEBENARNYA APA YANG KAMU CARI PAK USTASD , kalau kepingin nulis buku yamg benar sajalah niscaya cepat laku juga asalkan menarik ,
Nono Sutisno berkata
Penapsiran itu tidak ada yang pasti, bukan penapsiran namanya kalau harus pasti. Toh orang lain yang bukunya/pendapatnya kita anggap benar juga hasil penapsiran. Di level Mazhab juga masih terjadi perbedaan pendapat. Apa perlu kita meyuruh tobat kepada mereka yang beda pendapat. Hanya Allah yang pasti.
tidak perlu saling menyalahkan, tapi perbedaan yang ada bisa slaing melengkapi.
Wirasno DW berkata
Askum. Menulis itu tidak mudah. Marilah kita beradu argumen dengan saling menulis, baik buku atau di media umum. Biar masyarakat yang menilai. Bukankah menulis yang baik-baik sama juga dengan membagi ilmu dan pengalaman, tentunya dengan persepsi masing-masing penulis. Mungkinkah itu juga suatu sadaqah.
)
Abu Musa As Salafy Al Makassary berkata
mustofa HATI_HATI DALAM MENAFSIR AL QUR’AN
LIHAT SURAH AL A’LAA AYAT 17
DIMANA ALLAH BERFIRMAN “SEDANG KEHIDUPAN AKHIRAT ITU LEBIH BAIK DAN LEBIH KEKAL”
MASIKAH KITA MENDUSTAKAN DAN MENAKWILKAN AYAT ALLAH
SUBHANALLAH
BERTAUBATLAH AGUS MUSTOFA
INGAT BERFATWALAH DENGAN ILMU
BUKAN DENGAN AKAL YANG SESAT!
DAN ILMU ITU DARI AL QUR’AN DAN AS SUNNAH
Anonim berkata
intinya agus mustofa itu orang ga waras…. kasihan deh pengikutnya weeee… 100X
Agus Mustogog berkata
siap-siap masuk neraka Oke…! ga ada cara lain bikin sensasi guss?
TOMBAK MOHABBATEIN berkata
SAYA YAKIN BAHWA DIDUNIA INI MASIH AKAN ADA PARA WALI ALLAH, YANG SENANTIASA MENJABARKAN APA SEBENARNYA HAKIKAT HIDUP INI…
haniifa berkata
Saya sudah ketemu wali Allah, waktu nikah dulu… mertua laki-laki
ata berkata
Assalamu alaikum wr. wb
Saya sependapat dengan pemikiran-pemikiran agus mustafa
karena tulisannya saya semakin percaya dengan kebenaran alquran
sungguh suatu karya maha agung yang tidak seorangpun bisa membuatnya selain Allah SWT.
Tidak usah saling menyalahkan pemikiran orang lain
yang terpenting adalah apakah secara pribadi kita telah mengenal Allah ataukah belum….
Jika kita telah mengenal Allah, maka jelaslah kesemuanya
Tanpa tanya dan ragu
sehingga kita masih mau membanding-bandingkan pemikiran kita dengan orang lain. itu tandanya kita masih ragu dengan keyakinan kita….
Amir berkata
Hamba ALLAH yang mulia, pro & kontra dalam setiap masalah adalah wajar. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan, saya sangat tertarik membaca buku2 pak Agus M. Buku buku beliau adalah salah satu yang mampu menunjukkan bahwa Islam itu bukan hanya agama ritual belaka. Kalau kita sepakat bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Aalamiin, berarti al-Qur’an itu sangat ilmiah dan harus dikaji dikaji dan dikaji. termasuk keberadaan akhirat, kalau dihubungkan dengan film Harun Yahya tentang planet dapat kita simpulkan bahwa ternyata semua planet yang diciptakan ALLAH hanya ada 1 planet yang bisa di huni oleh mahkluk hidup. yaitu “Bumi”
pak Ust. teruslah berkarya untuk hamba2 ALLAH yang lain.
haniifa berkata
@Mas Amir
Yang saya bingung, apa Pak Agus Mustofa yang bingung… ?!
Kata beliau Akherat tidak kekal, tapi beliau sebagai fisikawan pasti percaya dengan hukum ke-KEKAL-an ENERGI
ariari berkata
saya kira membaca karya agus mustofa lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya
hati manusia sangatlah lemah dan godaan setan sangatlah kuat
apakah Allah menurunkan ayat-ayatnya untuk kita kritisi?
apa gunanya kita berdzikir Allahu Akbar bila kita masih belum merendahkan diri kita di hadapanNya?
pemahaman yang salah menjadi amalan yang salah, amalan yang salah akan tertolak dan menjurus pada kesesatan, kesesatan akan berbuah siksa neraka… masih mau coba-coba karena neraka “tidak kekal”?
Anonim berkata
manusia > hidup
lalat > hidup
gajah > hidup
dunia > hidup
malaikat > hidup
ALLAH > maha hidup
manusia > nyata
lalat > nyata
gajah > nyata
dunia > nyata
malaikat > nyata
ALLAH > maha nyata
ihya ulumuddin > imam algazali
haniifa berkata
Energi juga Nyata dunk…
Energi KEKAL dari Allah subhanahu wa ta’ala kelak Akherat tentu SANGAT NYATA
tarmudi berkata
Asslamkum.wr wb untuk mengetahui mana yg kekal coba buka alquran surat almu,minun 13-15 pencitaan manusia jasad yg tidak kekal kemudian di tiupkanyan rohku ini yg kekal terus di lanjutkan dgn hadist yg berbunyi Man arofanafsahu faqod arofa hobbahu ( barang siapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya )trikasih semoga semakin kita kritisi semakin kita tidak fanatik wasalam
tarmudi berkata
anak adam semuanya coba hayati sifat 20 kenapa hanya 20 sifat Alloh itu maha jd sebetulnya untuk sipa ?pokoknya saya dukung usdt agus mustopfa
haniifa berkata
Lalu kalau bayi yang prematur… apa nggak punya roh ?!
Apakah @Mas Tarmudi yakin bayi prematur yang wafat kenal dirinya ?!
Amir berkata
Mas Tarmudi, saya sepakat dengan anda – sepertinya sahabat ini memahami kajian spritual tingkatan hakikat…….dst…?
Haniifa,
Saya tertarik dengan bayi yang wafat prematur, kita sepakat bahwa ALLAH SWT meniupkan ruh-NYA terhadap janin yang sudah berumur 4 bulan 10 hari ketika masih dalam kandungan. Sejak itu maka sang bayi tersebut sudah mengenal dirinya…..
Kita tidak perlu mengatakan siapa yang bingung dalam kajian ini…, kalau kita cermati buku2 beliau diantaranya “TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL; BERSATU DENGAN ALLAH” dst tidaklah cukup dengan mengandalkan kemampuan intelektual semata, tapi lebih dari itu adalah kemampuan spritual juga dibutuhkan untuk memahami buku2 tersebut…………
dan yang saya cermati dalam diskusi ini adalah kita hanya terfokus pada judul bukunya saja padahal isi buku itu banyak sekali mengungkapkan intelektual Islam. Misalnya kenapa bumi harus mirin 23.5 derajat, kenapa bumi itu harus berputar pada dirinya sendiri, kenapa harus ada atmosfer….. dst. bagaimana seandainya jarak matahari dan bumi itu berubah menjauh atau mendekat… dibandingkan dengan kajian akhir2 yang kebanyakan berupa doktrin tentang neraka, mengkafirkan orang lain, menyesatkan orang lain hanya karena kelompok kajian kita berbeda….
haniifa berkata
@Mas Amir
Saya tertarik dengan bayi yang wafat prematur, kita sepakat bahwa ALLAH SWT meniupkan ruh-NYA terhadap janin yang sudah berumur 4 bulan 10 hari ketika masih dalam kandungan. Sejak itu maka sang bayi tersebut sudah mengenal dirinya…..
Mohon dijelaskan jika tidak keberatan bagaimana konsep “mengenal dirinya sendiri” pada bayi, maaf kalau tidak salah rukun iman dan islam berlaku pada saat orang menjadi aqli baligh, bukan ?!
Soal Pak Agus Mustofa mohon maaf sepertinya beliau terlampau gegabah mengkorelasikan ayat-ayat Al Qur’an, silahkan @mas Amir pelajari artikel berikut ini:
http://haidarrillah.wordpress.com/2008/03/28/lho-kok-nabi-adam-dilahirkan-dari-mahluk-hidup-lain/
Wassalam, Haniifa.
Hamba Allah berkata
kekalan Surga itu Firman Allah, tapi Allah yang memberi kekekalan kepada surga karena Allah Maha kekal dan tidak ada lagi mahkluk ciptaan Allah yang kekal tanpa kehendak dan ridho Allah
Hamba Allah berkata
Subhanallah
kekalan surga adalah firman Allah,
Allah yang memberikan kekelan pada surga
karena Allah maha kekal
tidak ada makhluk yang lebih kekal dari Allah
Allah pencipta alam semesta termasuk surga
wandy berkata
Subhanallah…setelah saya membaca buku2 nya Agus Mustofa, banyak pemahaman Islam yang lurus….
haniifa berkata
….setelah saya membaca buku2 nya Agus Mustofa, banyak pemahaman Islam yang lurus….
PEMAHAMAN ISLAM LURUS KE KIRI !?
Kalau saya setelah membuang fikiran kotornya Agus Mustofa, pemahaman ISLAMnya jadi lebih LURUS ke KANAN… Insya Allah saja termasuk GOLONGAN KANAN.
Wassalam, Haniifa.
Amir berkata
Sahabat Haniifa,
Mengenal diri sendiri pada bayi tidaklah berbeda pada orang dewasa, hanya saja bayi itu tidak punya hijab dengan ALLAH karena qalbunya masih bersih dari segala kemaksiatan. Saya bukan pintar dalam hal gajian Islam — Hemat saya bahwa konsep untuk mengenal diri sendiri berawal dari pemahaman syahadat secara benar — bukan menterjemahkan syahadat. Unfortunately, tidak cukup waktu untuk membahasnya melalui media ini. Pada intinya janganlah cari kebenaran itu diluar diri anda karena dia berada di dalam diri anda….?
terkait Ust. Agus Mustofa, mohon janganlah menanggapi beliau dengan negative… kalau beliau salah dalam mengkaji dosanya buat dia dan kalaupun dia benar, maka kebaikannya juga buat dia……
haniifa berkata
@Mas Amir
Terimakasih atas peringatannya, jujur saja saya hanya mengimbangi, soal negative atau positive thinking saya kira tergantung perspektif orang yang membacanya, dan silahkan @Mas Amir review lagi komentar saya dengan pemilik blog ini.
Wassalam, Haniifa.
cahya berkata
Assalammu’alaikum,
wa’alaikum salam wr. wb.
haniifa berkata
@Mas Ari
Sekedar refresh dashboard…
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-alquran-dibalik-huruf-hijaiyah/
Syukron, Haniifa.
agus widodo berkata
yang belum baca baca dulu nggihy jangan asal komentasr ok!
Anonim berkata
seperti kata agus mustofa, saya tidak setuju kalau sesuatu yang ilmiah itu tidak agamis.saya yakin koq sesuatu yang agamis itu pasti ilmiah dan sesuatu yang ilmiah itu agamis.apapun bentuk adam dahulu itu hanyalah gambaran masa lalu yang hanya perlu untuk dipetik makna dari cerita itu.tau sendiri kan kalau quran itu penuh arti makna dan kiasan?apapun tafsir dari orang yang mengartikannya itu semua hanya demi untuk dipetik pelajaran dan makna dari dalamnya.semua jadi ga berguna kalau syariat-syariat agama dimanipulasi hanya untuk nafsu duniawi aja.apapun agamanya semua kembali pada hati nurani.tanpa hati nurani apapun yang diperintahkan agama hanya akan jadi alat pemuas nafsu duniawi manusia
haniifa berkata
Al Qur’an, Insya Allah dijamin ilmiah selama jelas mengkorelasikannya.
Injil sekarang sudah tidak ilmiah lagi, silaken klik dibawah ini:
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/18/injil-ku-sudah-tidak-asli-lagi/
haniifa berkata
Buat penggemar Agus Mustofa, niih tak terbantahkan secara matematis…
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/15/al-quran-mengenalkan-operator-logical-baru/
SESAMA HAMBA berkata
Akal atau intelektual manusia berkembang sangatcepat dan luar biasa, tetapi tidak diikuti dengan perkembangan emosionalnya, spiritual , sosial dan fisiknya. Mari kita kritisi tulisan pak agus tersebut tidak hanya dengan kecerdasan akal atau intelektual saja, tetapi dengan kecerdasan yang lain yang kita miliki.
Wassalam
haniifa berkata
@Sesama hamba
tapi percaya kekekalan ENERGI
tapi percaya ada siksa non fisik, atau mental di alam kubur.
Penggemar Agus Mustofa yang kebingungan :
1. Akherat tidak kekal…
2. Tidak ada siksa kubur…
Hua.ha.ha.
Henvel berkata
saya setuju dan sependapat dengan agus mustofa tentang adam bukan manusia pertama tapi dengan analisa yang berbeda. mari kita analisa dengan fikiran yang jernih. pada surat 7/189-190 DIA-lah yang menciptakan kamu dari satu diri, dan menjadikan dari padanya zaujaha untuk tinggal padanya. Ketika dia menutupinya maka hamillah dia dengan kandungan ringan, berlalulah dia dengan itu. ketika telah memberat, keduanya bermohon pada TUHAN mereka: Jika ENGKAU beri kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang bersyukur.” Setelah DIA memberi anak yang saleh keduanya menjadikan sekutu bagi-NYA pada apa yang telah dianugerahkan ALLAH kepada mereka itu. Maka maha tinggi ALLAH dari apa yang mereka sekutukan.
Pada keterangan diatas ALLAH menciptakan kita manusia ini dari satu diri atau dari satu orang. inilah manusia pertama diciptakan, kemudian menjadikan pasangannya,kemudian hamillah istrinya, dan mereka bermohon pada ALLAH minta anak yang saleh, tapi apa yang terjadi, setelah diberi anak yg saleh mereka menjadikan sekutu bagi ALLAH. dan silahkan dibuka surat 4/48. bahwa ALLAH tidak akan mengampuni dosa yg telah mempersekutukannya. disinilah fikiran kita buka apakah dia Adam? tentu tidak mungkin, karena tidak mungkin Adam mempersekutukan ALLAH. Pada QS 3/59 Bahwa permisalan (kejadian) Isa disisi ALLAH seperti Adam DIA menciptakan dari sari tanah, kemudian DIA katakan “Adalah” maka adalah dia.
jelas sekali pada ayat ini bahwa kelahiran Adam dan Isa itu sama, ilmu kedokteran menyebutnya parthenogenese yaitu kehamilan perempuan tanpa persetubuhan, sama seperti kambing kacang yang menggesek-gesekkan badannya bisa membuat hamil. Jadi Turab adalah saripati yang terdapat dalam tanah (waduh kalau diterangkan panjang sekali) jadi jelas pada ayat 3/59 kelahiran Isa dan Adam sama-sama dari saripati tanah dan sama-sama dilahirkan oleh seorang ibu. sayang terjemahan umum Pada ayat ini khalaqahuu min turabin menambahkan kata Adam sehingga mengaburkan arti yang sebenarnya. kalau Firman ALLAH menyebutkan poses kelahiran Adam dan Isa sama kemudian kita belokkan, karena pemahaman selama ini yang tertera di Al-Kitab pada surat kejadian pasal 2 ayat 8-25, anehnya berita ini mirip dengan hadis tetapi bertentangan dengan Al-Quran. ini haruslah kita renungkan, karena tidak mungkin Hadis bertentangan dengan Al-Quran. kalau terjadi pertentangan berarti Hadisnya palsu, masak hadis lebih cocock dengan Al-Kitab aneh nggak. Jadi siapakah manusia pertama menurut Al-Quran? anda pahami dulu QS. 114-115 bacalah berulang-ulang nanti kita sambung lagi setelah anda pahami oke choy, jangan tegang menganalisa Al-Quran santai aja lagi, ndak usah ngoto-ngototan merasa lebih benar sendiri, Al-Quran itu untuk difikirkan bukan diperdebatkan,bukalah hati dan fikiran wahai saudaraku bahwa suatu Agama selain berwawasan normatif atau ideologis harus juga berwawasan kognitif atau intelek,agar agama itu terhindar dari proses pembusukkan. Itulah yang akan membuatnya mampu bertahan dan merespon setiap tantangan perubahan sosial dalam skala apapun secara masuk akal, untuk ini mari kita buktikan bahwa agama Islam itu logis dan rasional….oke my bro, nanti ane sambung lagi.
haniifa berkata
Saya setuju Nabi Adam a.s bukan manusia pertama tapi Khalifah pertama…
Oh ya… hebatnya Agus Mustofa adalah nyomot ayat se-enak udel
@Henvel, baca dulu gih ini:
http://agorsiloku.wordpress.com/2007/06/03/lho-kok-nabi-adam-dilahirkan-dari-mahluk-hidup-lain/#comment-22894
Nabi Adam a.s bukan manusia pertama « Haniifa berkata
[...] dan cukup menjadi perdebatan yang sengit tapi mengasikan. Berikut ini saya ulas penafsiran yang kurang komprehensif baik @Mas Aricloud maupun @Mas Agus Mustofa pada Surah Al ‘Araaf ayat 189 هُوَ الَّذِى [...]
Henvel berkata
sori mybro pada no 162 ane suruh renungi Qs 114-115, ini baru ayatnya suratnya yg ke enam tepatnya Qs 6/114-115. sebelum anda baca ini baca dulu yg ane minta. oke… mari kita lanjut.buat mas Hanifa ndak baik lho kita mencak-mencak, kalau ndak ada Agus Mustofa begitu wah ndak rame kita nich, dengan adanya buku beliau kita akan kembali membuka pola fikir baru, dan semangat kembali membuka firman ALLAH iya nggak? mengenai manusia pertama mari kita analisa surat 4/1;
disinilah kunci sebenarnya yang harus kita pahami. coba simak kata min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minhaa zaujaha. arti dari zauja adalah pasangan juga sama dengan zaujii dan zaujuu apa bila dia bersandarkan pada HA berarti pasangan perempuan dan kalau dia bersandarkan pada HU berarti pasangan lelaki. jadi zaujaha itu artinya pasangan perempuan yaitu suaminya, disambut kata sebelumnya wahidah bukan wahidin kemudian ditambahkan lagi dengan kata minha bukan minhu. wahidah perempuan wahidin laki-laki, minha darinya perempuan, minhu darinya lelaki. Dimana didapat arti sebenarnya adalah suaminya, yakni Al-Quran sendiri QS 58/1 seorang perempuan yang membantah suaminya (Zaujihaa). jadi apabila kita terjemahka pada bahasa Indonesia arti dari QS 4/1 adalah; Wahai manusia Taqwalah pada TUHAN-mu yang menciptyakan kamu dari satu diri dan menciptakan dari padanya suaminya, dan membiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak. Taqwalah pada ALLAH yang kamu sama meminta pada-NYA dan kasih sayang. Bahwa ALLAH adalah penjaga atasmu.
oke jelas mybro, Al-Quran memang menggelitik fikiran bukan? jadi jelaslah manusia pertama itu perempuan bukan lah lelaki dan dalam penelitian ilmuwan juga sperti itu sama dengan Al-Quran tidak sama dengan Alkitab bahwa manusia pertama itu lelaki yaitu Adam dan memang aneh kok sama dengan hadits, yang jelas manusia pertama itu dan suaminya menyekutukan ALLAH pada QS 7/189-190 ini fakta dari Al-Quran. tapi sebagai manusia pertama di Bumi memang Adam sekaligus sebagai khalifah pertama. oke saudaraku nanti ane sambung lagi kita telusururi dari mana manusia pertama itu dan Adam tidaklah dari sorga seperti yang kita pahami selama ini, eit tunggu ane ada tamu.
haniifa berkata
@Mas Henvel
Jangan lupa bro…
SATU SUHUF (‘ain/hamzah) := dari ayat 189 sampai dengan 206
Wassalam, Haniifa.
haniifa berkata
@Mas Henvel
Al Qur’an QS 7:189
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.
Al Qur’an QS 7:199
Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Al Qur’an QS 7:190
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
__________________________
1. Mereka (QS 7:190) := min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minhaa zaujaha
jadi mereka BUKAN ADAM dan HAWA… Oke.
2. Telepas dari kontek zaujii dan zaujuu apa bila dia bersandarkan pada HA berarti pasangan perempuan dan kalau dia bersandarkan pada HU berarti pasangan lelaki.@Mas Henvel
Maaf @mas bahas sedikit-sedikit aja, sebelum ngawur kemana-mana ok ?!
Kembali pada tulisan @mas sendiri:
saya setuju dan sependapat dengan agus mustofa tentang adam bukan manusia pertama tapi dengan analisa yang berbeda. mari kita analisa dengan fikiran yang jernih. pada surat 7/189-190 DIA-lah yang menciptakan kamu dari satu diri, dan menjadikan dari padanya zaujaha untuk tinggal padanya.
_______________
Catatan :
QS 7:189, satu ‘ain-nya adalah ayat 206
_____________________
Al Qur’an QS 7:189
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.
Al Qur’an QS 7:199
Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Al Qur’an QS 7:190
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
__________________________
1. Mereka (QS 7:190) := min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minhaa zaujaha
2. Telepas dari kontek zaujii dan zaujuu apa bila dia bersandarkan pada HA berarti pasangan perempuan dan kalau dia bersandarkan pada HU berarti pasangan lelaki.
3. Baca mengenai “Wahidatan” disini baru kita ngobrol lagi, saya sendiri nyantai aja kok….. syukur kalau @mas bisa panggil beliau sekalian.
http://haniifa.wordpress.com/2009/04/24/super-miracle-19-qs-al-faatihah/
Atau…
http://haniifa.wordpress.com/2009/04/29/alasan-mengapa-jumlah-istri-hanya-4/
_________________________________
Sekalai lagi jangan lupa bro…
SATU SUHUF (‘ain/hamzah) := dari ayat 189 sampai dengan 206
Wassalam, Haniifa.
haniifa berkata
@Mas Henvel
Bagaimana @mas, sudah baca ?!
Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat… ( QS 42:8 )
Ja’alahum := menjadikan mereka
umatan wahidatan := umat satu kaum/golongan
so….( QS 7 : 189 )
khalaqakum := menjadikan kamu
min nafsiw wahidatiw = dari kaum wanita
khalaqa minhaa zaujaha = dijadikan pasanganmu
Suami bisa PERPASANGAN dengan 2, 3, atau 4 atau hanya seorang dari “KAUM WANITA”.
Esensinya bukan “SEORANG WANITA” tapi “KAUM WANITA”, jadi sangat keliru jika @mas berpendapat manusia pertama adalah wanita.
Wassalam, Haniifa.
Nabi Adam a.s bukan manusia pertama 2 « Haniifa berkata
[...] rasa komentar rekan ini, tidak menyadari kekeliruan penafsiran yang diperoleh dari rujukan beliau [...]
Henvel berkata
Mas Hanifa disinilah masing-masing pemahaman yang berbeda, bagi saya di QS 4/1 jelas ALLAH berfirman pada seluruh manusia bahwa kita ini berasal dari seorang wanita, kalau dari lelaki pastilah ayat itu akan berbunyi min nafsiw wahidim minhu zaujuhu, bagi saya Adam itu bukanlah manusia pertama dg dasar QS 3/59. bagi saya seluruh planet ini bermanusia yg berasal dari satu diri tadi. kalau Mas Hanifa beranggapan Adam adalah manusia pertama alangkah sia-sianya ALLAH menciptakan planet yang jauh lebih besar dari pada Bumi, apakah Mas Hanifa pingin bukti dari firman ALLAH bahwa seluruh plamet ini bermanusia? Al-Quran itu memang pengetahuan didalamnya sangat luar biasa, kita tidak bisa mengatakan pendapat kita yg paling benar, karena Alquran itu akan dibuka pengetahuannya sesuai zamannya. siapa mereka yaitu para ulul albab. jadi kalau ada saudarakita yang berpendapat lain dari kita jangan dihujat, mari kita kritisi sesuai ilmu yang kita dapat, bukankah begitu mybro?
haniifa berkata
@Mas Henvel
Pertama:
kalau Mas Hanifa beranggapan Adam adalah manusia pertama alangkah sia-sianya ALLAH menciptakan planet yang jauh lebih besar dari pada Bumi
Apakah @mas Henvel tidak membaca postingan saya ?!
Nabi Adam a.s bukanlah manusia pertama “dimuka bumi ini”.
________________________
Kedua:
kalau dari lelaki pastilah ayat itu akan berbunyi min nafsiw wahidim minhu zaujuhu
Kata “Wahidatan” banyak tersebar pada Al Qur’an dan Hadits, salah satunya ayat berikut :
Surah Al Faatihah disebut juga “Wahidah Sab’atun” atau ada juga penulisan dengan “Sab’un Wahidun”.
Apakah “Wahidah” bentuk singular ?!
Katakanlah Allah itu Ahad := Allah itu singular dan tiada duanya.
so…
Allah wahdah (QS 40:12)
billahi wahdah (QS 40:84)
Rabbaka fil Qur’ani wahdah (QS 17:46)… Al Qur’an singular dan tiada duanya.
Kembali ke (QS 42:8) =
Ja’alaHUM artinya dijadikan MEREKA
umatan “wahidatan” artinya “satu umat”, “satu kaum”, “satu keselarasan”, “satu golongan”… JAMAK BUKAN ?!
Wassalam, haniifa.
Henvel berkata
kalau di Bumi ini jelas Adam manusia pertama, tolong jelaskan disurat dan ayat berapa yang mengatakan Adam bukan manusia pertama atau ada ayat lain yang mengatakan seperti itu, sudah jelas Adam diturunkan dengan istrinya ke Bumi ini sesuai skenario ALLAH pada QS 2/30 yang hendak menjadikan Adam sebagai khalifah dimuka Bumi. marik kita beragumentasi dengan Firman yang telah ALLAH turunkan untuk kita analisa. sebetulnya tulisan Agus Mustofa bukanlah hal yg baru, karna jauh sebelum beliau sudah ada yang berpendapat demikian contohnya Su’ud Muliadi bukunya Makhlik angkasa luar& Alquran terbitan tahun 1993 juga buku Adam bukan manusia pertama mitos atau realitas tulisan ulama mesir dan yang lainnya. Kalau Mas Hanifa berpendapat sama dengan Agus Mustofa Adam bukan manusia pertama dibumi tolong saya ayat dan suratnya, jadi kita tidak mengada-ada begitu Mas
wassalam
haniifa berkata
@Mas Henvel
Kalau Mas Hanifa berpendapat sama dengan Agus Mustofa Adam bukan manusia pertama dibumi tolong saya ayat dan suratnya, jadi kita tidak mengada-ada begitu Mas
Insya Allah, akan saya ulas…
Agar diskusi kita tidak ngalor-ngidul termasuk soal buku-buku referensi, mohon samakan dulu presepsi kita bahwa :
Seluruh manusia “lengkap” (mis:mempunyai mata, hidung telinga) sempat tidak turun kebumi kecuali dengan idzin Allah.
Bagaimana ?!
Wassalam, Haniifa.
ifthitah berkata
ass..
dua orang saudaraku Hanf and hnvl…terimakasih banyak..jadi penasaran, maka saya jadi ga sabar untuk terus mengikuti pendapat panjenengan berdua, saya yang awam masih menunggu diskusi ini yang tentunya harus memiliki akhir dan kesimpulan..panjenengan berdua sudah cukup mumpuni didalam menafsifkan ( setidaknya menurut saya )..semoga makin mengerucut..bravo islam, jangan lupa , masih ada sebagian ummat kita yang belum bisa mengumandangkan panggilan sholat secara bebas di salah satu bagian timur negeri ini..
haniifa berkata
Wa’alaikum Salam @Ifthitah
Tidak usah merendah…. di Islam kita semua sama, rukuk, sujud dan kiblatnya jadi jangan ragu untuk menegur, mengkritisi, bahkan kalau perlu menggunakan kata-kata vulgarpun tidak menjadi masalah selama diniati dengan ikhlas untuk meruncingkan alam fikiran kita pada pemahaman ayat.
Sambil menanti @mas Henvel ada baiknya baca postingan ini:
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/26/nabi-adam-a-s-bukan-manusia-pertama-3/
Jangan lupa koreksi saya jika salah…
Wassalam, Haniifa.
Henvel berkata
Ass untuk semua pembaca, sori nich, buat mas Hanifa mana keterangannya tentang Adam bukan manusia pertama? ohya saya baca keterangan Mas di situsnya tentang QS 7/!89-190. dasar ayat ini adalah Qs 4/1. saya rasa jlas sekali Firman ALLAH pada ayat tersebut. klu kita sambung dg 7/191. ini jelas berbeda. klu Mas berpendapat ayat itu untuk bapaknya Nabi Ibrahim itu tidak relevan sama sekali. sdah jelas ALLAH memberi tahu tentang manusia pertama, apakah ini tidak pemaksaan namanya Mas?. jadi apa bedanya kita berbeda dengan Agus Mustofa wajarkan? saya bisa juga berbeda dengan Mas Hanifa dan dengan yang lainnya. contoh; semua terjemahan yang ada saat ini menyatakan arti dari sama’ pada QS 2/22 dengan langit. tapi saya tidak sependapat, mengapa? karena dari sama’ itu turun hujan. berati sama’ disitu artinya atmosfer, karena kita ketahui diluar atmosfer tidak ada hujan, ini argumentasi saya secara spesifik artinya sama’ pada ayat tsb. kalu kita artikan langit, apakah defenisi langit? kan gitu Mas. karena hujan itu pasti turun dari atmosfer. ini salah satu contoh. ohya Mas mana argumentasinya tentang manusia pertama? dari mana dia berasal? saya tunggu My bro.
Wassalam
haniifa berkata
@Mas Henvel
Pendapat kita berbeda tidak masalah @mas, justru ada perbedaan permukaan antara pisau dengan batu asahan membuat mata pisau semakin tajam…
Sayangnya @mas tidak memjawab pertanyaan saya, jadi mohon maaf saya tidak bersedia menjawab semua pertanyaan @mas Hevel… bukan maksud merendahkan namun @mas rasanya tidak mampu menalar apa yang tersirat dan tersurat didalam Al Qur’an.
Contohnya soal: terjamahaan SAMA’ adalah LANGIT.
Menurut @mas:
semua terjemahan yang ada saat ini menyatakan arti dari sama’ pada QS 2/22 dengan langit. tapi saya tidak sependapat, mengapa? karena dari sama’ itu turun hujan. berati sama’ disitu artinya atmosfer, karena kita ketahui diluar atmosfer tidak ada hujan
Menurut saya tepatnya SAMA’ adalah LANGIT, karena “diluar atmosfir” turun HUJAN METEOR ribuan bahkan milyaran yang jatuh kebumi setiap saat.
Wassalam, Haniifa.
HENVEL berkata
Mas hanifa
Hujan meteor tidak sama dengan hujan air, karena QS 2/22 bercerita tentang hujan yang turun dari atmosfer. begitu juga 2/59, 2/144,5/112,6/35,99,125,7/96,11/44, dan banyak ayat lainnya. Sama’ berarti tatasurya yang terdiri dari satu bintang yang dikitari oleh planet-planet, termaktub pada QS 2/29,16/79,25/25,29/22,32/5,41/11,12,51/7,52/9,55/37,69/16,70/8,73/18 dan 82/1. Sama’ berarti benda amnkasa yang datang menimpa termaktub pada QS 6/6, 11/52 dan 71/11. Sama berarti semestaraya sebagai ‘Arsy, termaktub pada ayat3/5,10/61, 21/104,22/70,25/61.37/6.38/27,41/12,44/10, 50/6,67/5,16 dan ayat lainnya. jadi jelaslah tidaklah tepat jika semua istilah sama’ diartikan dengan langit. kalau kita memahami astronomi akan mengetahui apa yang dimaksudkan dalam firman tersebut.Begitu Mas Hanifa, kita berbeda bukan dalam melihat apa maksud firman ALLAH, tapi betul kata Mas banyak saya yg kurang nalar makanya saya banyak belajar. termasuk dari Mas dan yang lainnya. Alquran tidak akan pernah kering ALLAH akan membukasecara bertahap sesuai pengetahuan yang didapati, mengenai Adam adalah salah satu yang sangat menarik untuk dikupas, karena dia bukanlah berasal dari sorga, Insya ALLAH akan kita kupas nanti tentunya hanya dari Firman ALLAH agar tidal melenceng. saran untuk saudara-saudaraku yang seiman, apa bila kita memakai kata untuk sang pencipta hendaklah memekai huruf besar semua, contoh ALLAH bakan Allah, NYA bukan Nya dan DIA. ini saran saja toh sifat saran boleh diterima boleh tidak. Untuk ayat diatas kalau ada yang bertanya Insya ALLAH akan saya jawab. sori mybro mau gawe dulu, betul kata Mas Hanifa semakin digosok akan semakin tajam.
Wasalam
HENVEL berkata
Saya sependapat dengan Mas Hanifa tentang manusia di 173
WAHYU kodar berkata
AGUS MUSTOFA | PENDAPAT TENTANG AGUS MUSTOFA MENURUT KU
haniifa berkata
@Mas Henvel
Subhanallah…
Saya lengkapi buat yang lain, point-pointnya saja:
Sari pati tanah -> tumbuhan, hewan -> manusia
Ayah -> air yang hina (sperma) + ibu -> (ovarium)
Ibu mengandung -> bayi 9 bulan lengkap -> lahir turun kebumi
Lahir selamat -> Tentunya Idzin dari ALLAH.
Mengenai “hujan meteor” saya kira terjadi proses gesekan dengan atmosfir terurai menjadi gas, selanjutnya bukan tidak mustahil terjadi kondensasi dengan awan cikal bakal air hujan ?!
Selamat bekerja @mas Henvel semoga sukses.
Salam hangat, Haniifa.
ngomaya berkata
Allah memberi kita akal dan pikiran, gunakanlah untuk memahami dan mengerti maksud yang ada dalam buku2nya pak agus mustafa……insyaALLAH keimanan dan ketaqwaan kita pada ALLAH SWT semakin dalam
haniifa berkata
@Ngomaya
Allah memberi kita akal dan pikiran
Ya gunakan aja AQAL dan PIKIRAN kita untuk meng-kaji AL QUR’AN secara LANGSUNG…. nggak usah pake pikiran agus mustofa dunk !!
kayak saya hehehe :
http://haniifa.wordpress.com/daftar-isi/
HENVEL berkata
Ass,
Selama ini banyak dipahami bahwa Adam itu diturunkan ALLAH ke Bumi dari sorga padahal bukan, Jannah yg kita pahami selama ini artinya sorga adalah Kebun tempat tinggal manusia ramai contoh Jannah pada kaum Tsamud,12/147; pada kaum ‘Aad 26/134; pada zaman Firaun,26/57,44/25; pada kaum Saba’ 34/15 dan pada daratan Bumi teecantun dalam Ayat 2/265, 6/141, 13/418/35, 23/19,36/34.50/9 dan 78/16. jzdi Jannah yang untuk para Muttaqiin nanti baru itu sorga adanya setelah hari hisab. Maka dari itu kita haruslah memperhatikan kontek Ayat.masak Adam digoda setan dalam Sorga, padahal sorga itu dikhususkan bagi para Muttaqiin, siapa setan? dia adalah yang terdiri dari manusia itu sendiri, yang menggoda Adam bukan makhluk abstrak melainkan bertubuh konkrit. Istil;ah SYAJARATU bukanlah berarti pohon tetapi PERTUMBUHAN tercantum dalam Alquran pada ayat 2/35,7/19,7/22,14/24,17/60,20/120,23/20,24/35,28/30,31/27,37/62.64.146 dean 56/72 Yang berarti POHON ialah SYAJARU seperti yang tercantum pada ayat 16/10.68, 27/60.36/80,55/6 dan 56/52. Sementara itu istilah SYAJARA berarti bertumbuh tercantum pada Ayat 4/65. Dalam hal ini hendaklah kita memperhatikan maksud Ayat-ayat dalam Alquran serta memahami perbedaan-perbedaan istilah. Jangan-jangan kita membaca pertumbuhan penduduk dibilang manusia pohon lagi.. Jadi jelaslah ALLAH melarang Adam mendekati pertumbuhan pada surat 7/19 “Hai Adam, tinggal engkau dan istrimu dikebun itu, makanlah yang mana kamu kehendaki, dan janganlah dekati pertumbuhan (syajarah) ini, maka kamu akan termasuk orang-orang zalim.” Redaksi ayat ini hampir sama dg 2/35. Tapi setan berhasil menggoda Adam 20/120. Lalu setan mewaswaskan kepadanya,dia katakan: ” Hai Adam, apakah akan aku terangkan padamu tentang pertumbuhan kekaldan kerajaan yang tidak mengandung ujian?” 20/121 Maka keduanya dari padanya lalu nyatalah bagi keduanya tubuh mereka dan segera menutupkan daun-daun kebun, dan Adam telah menyanggah pada TUHAN-nya lalu kelirulah dia. ulang kembali pada 7/20 Maka setan mewaswaskan keduanya agarnyata bagi keduanya (aurat0 yang tertutup dari tubuh keduanya. Dia katakan: “Tidaklah TUHAN-mu mencegahmu tentang pertumbuhan itu kecuali kamu akan jadi dua orang yang kekal.”
7/21 Dan dia (setan) bersumpah pada keduanya’bahwa aku pemberi nasihat padamu.”
7/22. Dia menerangkan pada keduanya dengan fatamorgana, maka ketika keduanya merasakn pertumbuhan (bersetubuh) itu,nyatalah bagi keduanya tubuh mereka lalu segera menutupi diri dengan daun-daun kebun, dan TUHAN mereka menyeru meraka:”Tidakkah AKU mencegah kamu tentang pertumbuhan itu? Dan telah AKU katakan padamu bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
7/23. Adm meminta ampun tentang apa yang telah dilakukan.20/12. Adam diberi ampun. tapi dengan hukuman Adam dan istrinya diturunkan ke Bumipada ayat 2/36, 7/24.25 sesuai dengan skenario TUHAN pada ayat 2/30 yang memang adalah untuk berkembang biaknya manusia dipermukaan Bumi.tapi turun dari manakah Adam? sabar mybro Insya ALLAH kita lanjutkan. Bukankah begitu Mas Hanifa?
haniifa berkata
Wa’alaikum Salam, @Mas Henvel
Mengenai pengertian Jannah saya sependapat dengan @mas, hanya mohon maaf soal argumentasi kita berbeda, memang Nabi Adam a.s dan Syaitan berdiam dijannah… keduanya terusir setelah mereka melanggar ketetapan Allah.
(QS 7:20) Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.
Kata “keduanya” atau “mereka” adalah bukti bahwa Nabi Adam a.s adalah seorang Khalifah bagi istrinya…
Komentar @Mas Hevel, No 172
Kalau Mas Hanifa berpendapat sama dengan Agus Mustofa Adam bukan manusia pertama dibumi tolong saya ayat dan suratnya, jadi kita tidak mengada-ada begitu Mas
TOLONG JANGAN KEHILANGAN FOKUS ?!
fokus saya adalah pernyataam @mas Henvel sendiri :
lihat kembali Komen No:165. atau klik ini.
Sambil merenungi ada baiknya @mas Henvel pelajari pola fikir saya di sini:
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/29/mengenal-tipu-daya-kafirun/
Wassalam, Haniifa.
rusdin berkata
saya setuju dengan aris comentator nomor dua diatas.
karena dialam semesta ini selain yg bersumber dari allah dan rasulnya, tidak semuanya benar dan tidak semua nya salah, jd marilah kita pintar2 memilih dan memilah dengan menggunakan akal pikiran kita yang jernih. asalkan kita tidak pernah menggunakan akal kita untuk memikirkan tanda2 kebesaran Allah s.w.t yg menyebabkan kita terjerumus kedalam neraka, naujubillah.
Denmas_bedjo berkata
Setuju, ini baru cara mendebat yang baik dan benar. Kehadiran Pak Agus telah membaca hal baru dalam dunia Islam. Saya menunggu lagi ilmuwan-ilmuwan semacam Pak Agus supaya kita menjadi semakin pandai memilih. Asal jangan ilmuwan JIL aja, salah-salah kita disuruh gak usah shalat lagi.
haniifa berkata
@Mas Rusdin dan @Mas Denmas_bedjo
Saya cukup lama berdiskusi mengenai kekeliruan pemahaman Agus ini, dan selalu berujung pada manusia pertama adalah WANITA, HEMAPRODIT atau bahkan ada yang menyimpulkan anak-anak Nabi Adam a.s INCEST… Astaghfirullah….
Ingat @mas Al Qu’ran diturunkan bukan hanya berpedoman pada satu disiplin ilmu belaka (baca: biologi/ kedokteran)
Wassalam, Haniifa.
kalu berkata
saya prnh bc buku”karya bpk agus mustofa diantaranya trnyt adam di lahirkan’.luar biasa;pikir saya;krn beliau mampu meyakinkan saya sbg orang awam yg selama ini hanya prcya pada dogma yg brkmbang di masy khususnya dilingk keluarga saya’yg mengatakan bhw adam diciptakan dgn cara di bntuk spt boneka sembari diucapkan kun fayakun ‘maka jadilah adam manusia hidup seketika itu jg’dan yg menarik adl BELIAU mmp memberikan contoh/permisalan yg sederhana dan masuk akal shg memudahkan saya untuk memahami isi buku tsb,dan ALKHAMDULILLAH lingk kelurga saya;khususnya istri saya yg skrg Muallaf; skrg mulai berbondong-bondong mempelajari AL-QUR’AN dgn lebh serius…semoga ALLAH SWT merahmati Beliau.SHALAWAT DAN SALAM SEMOGA TERCURAH KPD JUNJUJUNGAN KITA NABI BESAR MUHAMMAD SAW.AMIN
haniifa berkata
@Kalu
khususnya istri saya yg skrg Muallaf; skrg mulai berbondong-bondong mempelajari AL-QUR’AN dgn lebh serius
_______________________________
Alhamdulillah….
Mudah-mudahan sampean bisa lebih taqwa lagi, silahkan mampir kita berbagi ilmu.
* Nabi Adam a.s bukan manusia pertama 3
* Nabi Adam a.s bukan manusia pertama 2
* Nabi Adam a.s bukan manusia pertama
Wassalam, Haniifa.
kalu berkata
buat mas Haniifa dan mas Henvel yg puinter,saya pny pendapat sendiri soal mns pertama,jujur saya yg masih awam ini ga`sependapat jika ada yg mengatakan bahwa mns pertama adl laki-laki/perempuan,saya jg tidak sependapat jikalau ada yg mengatakan bahwa manusia pertama adl ADAM,menurut saya ;sebelum ADAM sudah ada sejenis spesies yg fisiknya menyerupai mns yg ada pd saat ini , dimana spesies ini msh blm mempunyai tingkat kecerdasan seperti mns pd umumnya saat ini atau disebut jg mns PURBA yg kemudian melahirkan ADAM dan HAWA,memang ADAM dan HAWA dilahirkan oleh spesies ini ttp bukan berarti ADAM dan HAWA adl mns purba,didalam rahim ADAM dan HAWA ini disempurnakan oleh ALLAH baik dari segi fisik maupun kecerdasannya shg muncullah jenis spesies baru yg lebih unik dari sebelumnya atau disebut jg MANUSIA MODERN,soal siapa mns pertama,saya pikir ga’ada yg pertama,menurut saya mereka ini muncul secara bersamaan di tmpt yg berbeda-beda krn itulah ada perbedaan fisik,bahasa dan warna kulit di beberapa wilayah di bumi ini,demikian jg soal kelahiran ADAM dan HAWA,saya kira ADAM dan HAWA ini di lahirkan bersamaan ttp tmpnya yg berbeda yg kemudian di pertemukan oleh ALLAH di suatu tmp di bumi ini…KALAU MISALNYA ADAM dan HAWA adl MANUSIA PERTAMA ,bgm kita menjelaskan soal adanya perbedaan FISIK , BAHASA DAN WARNA KULIT yg ada di dunia ini,,,krn seperti yg kita ketahui bahwasannya ;bahasa;selalu di turunkan kpd generasi selanjutnya untuk berkomunikasi,seperti halnya seorang anak yg di besarkan di lingk keluarga yg berbahasa jawa misalnya,dia akan mahir berbasa jawa dgn sendirinya demikian jg dg warna kulitnya…SAYA AMBIL CONTOH MUDAH;kita tahu bhwsannya warga keturunan TIONGHOA sdh ada di INDONESIA sejak INDONESIA masih berupa kerajaan,mereka tinggal di indonesia dg iklim indonesia dg makanan indonesia dg bahasa indonesia pula, tapi lihatlah FAKTANYA,,, sampai skrg baik bahasa,fisik apalagi warna kulit,mereka tetap seperti warga TIONGHOA pd umumnya ta’ada perbedaan yg berarti,ini mengindikasikan bhw ADAM Dan HAWA BUKANLAH MNS PERTAMA,sedangkan soal mns pertama adl laki-laki/perempuan saya tidak berani berkomentar lebih jauh krn blm ada penemuan yg mendukung hal tsb,hanya saja kalau menurut saya,bisa jadi mereka ini muncul secara bersamaan di berbagai tmp yg berlainan….seperti yg di ungkapkan oleh bapak Agus bhw seluruh alam ini berasal dari benih… dan bisa jadi benih-benih manusia-manusia ini oleh ALLAH diciptakan suatu kondisi yg kondusif di lapisan tanah di bumi ini agar benih-benih manusia ini bisa tumbuh,seperti yg telah diketahui,bhwsannya bumi ini terdiri dari beberapa tingkat lapisan yg berbeda-beda unsur di tiap lapisannya demikian jg dg suhunya,dan tentu saja suhu lapisan bumi saat ini tidaklah sama dg suhu pd saat manusia muncul untuk pertama kalinya,dan mungkin juga suhu saat itu sangat hangat menyerupai hangatnya suhu yg ada di dlm rahim,shg memungkinkan benih manusia ini untuk tumbuh,kemudian media pengganti rahim itu sendiri bisa jadi berasal dari timbunan humus yg memadat atau di dalam salah satu lapisan tanah yg paling hangat…wallohalam bissahab
haniifa berkata
@Mas Kalu
Kalau definisi manusia “PURBA” itu seperti gambaran saudara, maka bagaimana munking anaknya (baca: Nabi Adam dan Hawa) tidak menyerupai manusia purba, yang nota bene ayah dan ibu kandung…
Jangan jauh-jauhk, saya dan istri adalah orang Indonesia asli… anak-anak saya kayak orang indonesia bukan kayak orang bule…
haniifa berkata
@Mas Kalu
Bahkan sesama orang Indonesia juga kadang tidak sama, misalnya orang jawa dengan orang irian.
Salam hangat, Haniifa.
kalu berkata
@Mas Haniifa Sdh sy jelaskan disana bhw ketika didlm rahim ADAM dan HAWA di sempurnakan kejadiannya oleh ALLAH baik dari segi fisik maupun kecerdasannya shg ADAM dan HAWA lahir sbg spesies yg berbeda dgn spesies sblmnya,keturunan ADAM yg tingkat kecerdasannya lebih tinggi kemudian melakukan perubahan-perubahan untuk beradaptasi dg alam sekitarnya sedangkan MNS PURBA itu sendiri lambat laun musnah krn kurangnya pengetahuan mereka,bahkan kebudayaan mns purba itu sendiri sampai skrg masih ada, ini terbukti dgn masih adanya SUKU NOMADEN di belahan AMERIKA dimana suku ini suka berpindah-pindah dlm mencari sumber makanan mereka,sedangkan mns modern (galur keturunan ADAM) lebih mengenal bercocok tanam,bahkan sejauh yg saya tahu,MNS PURBA dan MNS MODERN mempunyai kesamaan dari segi fisik,hanya mungkin krn kondisi alam pada waktu itu menyebabkan fisik mns purba agak berbeda dgn fisik manusia saat ini. Apakah anda malu mengakui bhw kita ini MIRIP dgn MNS PURBA walaupun tidak sama persis memang, atau anda ingin mengatakan bhw kita ini adl KETURUNAN KERA seperti yg diungkapkan oleh DARWIN??? Tentu beda mas karena BENIHNYA memang tidak sama…
indriani berkata
@Mas Kalu Wah komentar yg bagus nih mas,aku jd pingin nimbrung nih.
bogel berkata
pusiiiiiiiiiiiiiiiing mo boobok ah
haniifa berkata
@Mas Kalu
Apakah anda malu mengakui bhw kita ini MIRIP dgn MNS PURBA walaupun tidak sama persis memang
_________________
Bukan malu @mas sampean salah sangka, tetapi memang kondisi pisik/psikisnya berbeda… cukup @mas sadari saja tatanan masyarakat Nabi Nuh a.s berusia rata-rata diatas 1000 tahun, tentu ini sangat jauh dengan dunia kita sekarang.
Permasalahannya justru saya berpendapat sebaliknya melihat kenyaatan tersebut yang secara tersirat dan tersurat didalam Al Kitab Samawi.
Coba sampean bandingkan usia OTAK jaman Nabi Nuh a.s saja dengan yang katanya kita masyarakat MODERN…
(menurut saya lebih modern tatanan masyarakat jaman Nabi Nuh a.s, apalagi jaman Nabi Adam a.s)
Wassalam, haniifa.
haniifa berkata
@Mas Kalu
Ingat @mas, dimulai jaman mesir kuno hingga sekarang… untuk tatanan masyarakat Nabi Nuh a.s hanya membutuhkan 6-7 generasi, sementara kita ratusan bahkan ribuan generasi bukan ?!
Jadi siapa yang lebih modern/ purba ?!
Wassalam, Haniifa.
Amir berkata
Saya sependapat dengan Mas Kalu.
Mas Haniifa. ALLAH telah menegasakan dalam al-Qur’an bahwa “Kejadian Adam sama dengan kejadian ‘Isa” artinya kalau Nabi Isa dilahirkan, maka Adam juga pasti dilahirkan dari makhluk yang berjenis kelamin betina yang memiliki rahim alias maybe “mns purba” – kalaupun Adam disebut2 sebagai manusia pertama artinya karena memang beliau lahir bukan dari jenis makhluk “manusia modern” seperti saat ini. Yang jelas dari ayat diatas menegaskan kepada kita bahwa kehadiran Adam di muka bumi bukan tanpa dilahirkan.
HENVEL berkata
Apa alasan SIDRATUL MUNTAHA sebagai planet terpinggir pada TATASURYA kita sekaligus sebagai tempat manusia pertama diciptakan. Sebelum kita lanjutkan masalah ini hendaklah kita memahami dulu apa itu TATASURYA.
Tatasurya adalah: satu MATAHARI yang dikitari oleh planet-planet, sedangkan planet-planet tersebut dikitari oleh bulan-bulan. Menurut para ahli ASTRONOMI, hanya planet Bumi saja cocok untuk tinggal makhluk hidup dengan alasan sinar Matahari hanya sesuai untuk kehidupan di Bumi. Kalau planet dibawah Bumi yaitu Mercury bersuhu sekira 900o sampai 1000o F yang cukup panas untuk melebur timah hitam dan Venus dengan suhu sangat tinggi dipermukaannya, temperatur sekitar 4300 C atau 8000 F cukup panas untuk mencairkan logam seperti timah,almunium dan seng. Lain dengan planet yang diatas Bumi akan kedingin dan beku.
Para ilmuwan Islam-pun terperangkap dengan pendapat demikian dan setuju bahwa kehidupan yang cocok hanyalah planet Bumi. Dengan keyakinan yang mereka dapati dari HADIST dan sangat sesuai dengan ALKITAB yang dipakai umat Kristiani bahwa ALLAH menciptakan manusia pertama bernama Adam didalam sorga dan menciptakan istrinya dari tulang rusuk Adam ( baca Alkitab surat kejadian pasal 2 ayat 6 sampai 25 dan pasal 3 ayat 1 sampai 24 ) Karena Adam dan Hawa memakan buah terlarang bernama khuldi setelah dibujuk setan akhirnya dibuang ke Bumi. Tetapi kisah ini sangat bertentangan dengan Alquran. Inilah salah satu pembenaran yang dipaksa menjadi kebenaran. Padahal suatu hadits haruslah sejalan dengan Al-Quran, apabila terdapat pertentangan berarti haditsnya palsu. Karena itu tidak mungkin menurut QS 69/44-46 Nabi akan dipotong urat jantungnya apabila menambah atau mengurangi apa yang telah ditentukan ALLAH.
Untuk WAY OUT dalam masalah ini tentu kita akan analiasa Firman ALLAH, karna sesuai QS 6/114-115 bahwa Alquran itu terperinci dan sempurna, mari kita bahas.
Selama ini para mufasirin mengartikan kalimat SAMAWAT dengan langit, kalau kita cari defenisi langit, langit adalah batas pandangan, dan batas pandangan adalah satu titik selesai sudah, apakah memang arti dari kata tersebut demikian, se-akan – akan tanpa makna. Lain lagi dengan Agus Mustofa yang membuat dimensi-dimensi khusus tentang samawat tetapi artinya tetap langit ( Baca TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA ) Dalam buku ini sepertinya saudara kita Agus Mustofa agak memaksakan kehendak tanpa memahami dari makna kata tersebut. Tetapi kita salut dengannya yang sudah menjabarkan tingkat-tingkatan samawat. Walau beliau sebenarnya kurang memahami arti kata tersebut. Usaha beliau untuk memecahkan misteri 7 samawat akhirnya berobah menjadi pemaksaan. Tetapi secara pribadi saya senang dengan beliau dengan berani mendobrak pemahaman yang cendrung statis tanpa makna, sepertinya Alquran itu terdapat kata-kata yang hanya lambang –lambang saja. Salut untuk Mas Agus Mustofa, walau kritik begitu hebatnya beliau terus berkarya, biarlah masyarakat itu sendiri yang menentukan, tapi tak ada salahnya kita mengkritisi pemahaman yang telah dia ungkap. Jadi apa itu SAMAWAT ?
Samawat adalah suatu benda konkrit bukan barang abstrak yang diterjemahkan dengan langit, dan jangan pula dicampur adukkan dengan kata SAMA’. Untuk meng-analisa kata dari samawat, kuncinya terletak pada surat QS;
42/29. Dan diantara tanda-tanda (kekuasaan) NYA menciptakan langit ( samawat ) dan Bumi serta apa-apa yang Dia tebarkan pada keduanya dari makhluk-makhluk malata ( daabbah ). Dan Dia Maha kuasa menghimpun mereka bila Dia kehendaki.
Ada tiga istilah dari terjemahan diatas harus kita analisa samawat, batstsa dan daabbah. Pada ayat diatas dengan pasti dinyatakan bahwa ALLAH menebarkan di Samawat dan di Bumi dengan makhluk melata (daabbah), berarti jelaslah bahwa samawat itu benda konkrit, kenapa demikian? Karena ada makhluk berjalan dengan melata yang ditebarkan ALLAH tidak hanya di Bumi melainkan juga di samawat (pada keduanya samawat dan Bumi), karena yang namanya melata pasti punya landasan konkrit untuk tempat makhluk itu melata.
Setelah kita memastikan samawat sebagai benda konkrit kita lanjutkan dengan kata daabbah, apakah arti dari kata tersebut memang melata !!! Kita analisa surat;
24/45. Dan Allah menjadikan semua makhluk melata ( DAABBAH ) dari air, maka diantaranya ada yang berjalan atas perutnya, dan ada yang berjalan atas dua kakinya dan diantaranya ada yang berjalan atas empat kaki. Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Dari keterangan ayat ini, jelas sekali bahwa Daabbah tidak bisa diartikan hanya sebagai makhluk melata saja, itu baru sebahagian bahkan apa yang tertulis pada ayat berkaki dua dan empat itu juga dikatakan baru sebagian dari Daabbah. Tentunya ada yang lain seperti yang kaki enam atau yang kaki delapan atau banyak kaki. Dari sini kita tarik kesimpulan bahwa yang disebut Daabbah itu adalah makhluk yang mempunyai jiwa dan mempunyai nyawa. Jadi arti Daabbah sesungguhnya adalah Makhluk berjiwa. Dan benarkah makhluk berjiwa atau Daabbah ini di tebarkan ( batstsa ) ALLAH di samawat dan di Bumi? Sebagaimana terjemahan yang ada saat ini Jelas tidak. Kenapa? Karena makhluk berjiwa itu adanya dengan berkembang biak, bukan ditebarkan.
Jadi jelaslah kini bahwa disamawat itu ALLAH juga mengembang biakkan makhluk berjiwa sama dengan di Bumi, berarti samawat itu juga terdapat oksigen yang bercampur karbon untuk membentuk karbon dioksida untuk menghasilkan energi, lain dengan tetumbuhan yang memakai karbon dioksida yang diransang oleh sinar matahari untuk mengembangkan karbohidrates. Dan inilah akan menjadi makanan pokok dari makhluk berjiwa tadi, keduanya membutuhkan air dalam bentuk cair atau pun uap dan jelas disamawat terdapat semua itu karena pembiakan membutuhkan suhu yang sederhana atau yang sesuai, tentu tersedia juga oksigen. Karbon dioksida dan air.
Samawat, tentunya semakin asyik untuk dianalisa bukan !!!!!!!! untuk selanjutnya kita teruskan pada surat ;
67/3. Yang menciptakan tujuh samawat berlapis-lapis tidakkah engkau melihat pada ciptaan Arrahmaan sesuatu yang tidak seimbang, maka ulangilah melihatnya. Apakah engkau melihat cacat?
Jelas sekali di ayat ini ALLAH menyuruh kita untuk melihat samawat berulang-ulang, tentunya ini sangat penting, mengapa? Karena benda yang bernama samawat itu tidak cacat dan yang pasti benda itu adalah konkrit. Karena tidak mungkin ALLAH menyuruh kita melihat sesuatu yang abstrak. Selanjutnya kita jungtokan ke surat Ath-Thalaaq ayat 12 (terjemahan umum)
65/12. Allah-lah yang telah menciptakan tujuh samawat dan Bumi seperti itu pula (wa minal ardhi mitslahunna). Perintah Allah berlaku padanya supaya kamu ketahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
Ayat diatas agak membingungkan kalau diartikan seperti itu dan ini banyak membuat para ilmuwan Islam agak grogi untuk menganalisanya , singkat kata sebetulnya tidaklah sulit untuk memahaminya mari kita artikan secara lurus saja WA artinya dan, MINAL artinya dari, ARDHI artinya Bumi dan MITSLAHUNNA artinya persamaannya, apa bila kita sambung DAN DARI BUMI PERSAMAANNYA. Sangat fantastis dan jelas sehingga tidak membingungkan, jadi samawat itu sama dengan Bumi bentuknya, bukan lagi sesuatu yang tidak teranalisa. Tapi tunggu dulu !!!! Menurut ALLAH ada tujuh samawat. Dimana itu? mari kita cermati ayat berikut ini.
23/17. Dan sesungguhnya KAMI telah menciptakan diatas kamu tujuh jalan, dan sekali-kali KAMI tidak lengah terhadap ciptaan.
71/15-16. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana ALLAH menciptakan tujuh Samawat bertingkat-tingkat. Dan DIA menjadikan Bulan bercahaya padanya (samawat) dan DIA menjadikan Matahari sebagai pelita.
Dari ketiga ayat ini dapat kita tarik suatu kesimpulan pasti, bahwa ada tujuh jalan diatas kita yang tentunya jalan itu akan kita lalui suatu saat nanti dengan mempergunakan shultan atau kekuatan ilmu pengetahuan. Selanjutnya kembali ALLAH menyuruh kita untuk memperhatikan samawat yang dibuat bertingkat-tingkat, pada setiap samawat ada bulannya terus Matahari sebagai pelita, wow jelas sudah berarti ayat ini menerangkan tentang susunan dari Tatasurya. Ternyata apa yang di QS 65/12 tentang persamaaannya dengan Bumi adalah planet-planet. Memang hanya planetlah yang sama dengan Bumi, Bumi berputar disumbunya sambil mengitari Matahari dan sama dengan planet-planet, pada setiap planet tersebut ada Bulan-nya sebagai satelit dari masing-masing planet, berarti disetiap planet ada Daabbah atau makhluk berjiwa. Jelas sudah Firman ALLAH arti dari samawat adalah planet-planet. Coba anda artikan seluruh kata samawat dengan planet-planet, anda akan mendapatkan suatu yang sangat fantastis. Jadi tujuh jalan diatas kita yang akan ditempuh nanti adalah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Nibiru (yang menggantikan Pluto, karena Pluto tidak diakui lagi sebagai planet) yang terakhir dinamakan dengan SEDNA atau DEWI KUTUB. Jadi jelaslah diatas kita ada tujuh planet dan ALLAH tidak menjadikan semua itu sia-sia, apalagi planet-planet tersebut ada yang ratusan kali Bumi besarnya, mungkin itu kosong, selama ini kita terperangkap oleh ilmuwan Barat yang mengatakan hanya Bumi yang sesuai dengan kehidupan makhluk berjiwa dan diperkuat oleh hadits dan ayat-ayat Bible (alkitab) tentang penciptaan Adam sebagai manusia pertama dimana kita telah melecehkan kebesaran ALLAH Yang memiliki miliyaran TATASURYA, Planet Bumi tak obahnya hanya sebesar debu yang bertebaran disemestaraya. Bagi mereka yang berilmu akan menangis dan bersujud apabila ALLAH menganalisakan ayat-ayatnya bagi mereka yang berfikir dan apa yang mereka ucapkan? Mari kita telusuri firman ALLAH selanjutnya:
3/190-191. Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertantangan malam dan siang adalah pertanda-pertanda bagi para penyelidik. Orang-orang yang mengingat ALLAH sewaktu berdiri dan duduk dan sewaktu berbaring. Dan mereka memikirkan penciptaan planet-planet dan Bumi (mengatakan) “ TUHAN kami, tidaklah ENGKAU ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci ENGKAU, maka saelamatkan kami dari siksaan neraka.
13/2. ALLAH yang mengangkat planet-planet tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, kemudian DIA berada atas semesta. Dan mengedarkan Matahari dan Bulan, masing-masingnya bergerak untuk waktu tertentu. DIA perikutkan urusan itu. DIA jelaskan pertanda-pertanda itu semoga kamu merasa pasti menemui TUHAN-mu.
31/10. DIA ciptakan planet-planet tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan DIA tempatkan batang magnet di Bumi agar menguatkan kamu, dan membiakkan disana (planet-planet) dari setiap makhluk berjiwa. Kami turunkan air dari angkasa lalu kami tumbuhkan padanya dari setiap pasangan mulia.
39/5. DIA menciptakan planet-planet dan Bumi secara logis. DIA putarkan malam atas siang, dan DIA putarkan siang atas malam, dan DIA edarkan Matahari dan Bulan-Bulan. Setiapnya bergerak untuk ajal tertentu. Bukankah DIA mulia pengampun?
42/29. Dan dari pertan-pertanda-NYA ialah penciptaan planet-planet dan Bumi serta apa-apa yang DIA kembangbiakkan pada keduanya dari makhluk berjiwa dan DIA menentukan atas pengumpulan mereka ketika DIA kehendaki.
65/12 ALLAH yang menciptakan tujuh planet (diatas orbit Bumi0 dan dari Bumi persamaannya. Akan simpang siur urusan diantara semuanya agar kamu ketahui bahwa ALLAH menentukan atas tiap sesuatu, dan bahwa ALLAH sungguh menguasai ilmu tiap sesuatu.
71/15-16. Apakah tidak kamu perhatikan betapa ALLAH menciptakan tujuh planet (diatas orbit Bumi)bertingkat-tingkat. Dan DIA jadikan Bulan-Bulan padanya (planet-planet) ada sinar, dan menjadikan Matahari sebagai pelita.
35/41. Bahwa ALLAH menahan planet-planet dan Bumi ini luput (dari garis orbitnya). Dan jika keduanya luput, adakah sesuatu yang akan menahannya selain DIA? Bahwa DIA penyantun penyayang.
Wow alangkah luar biasanya bukan Firman ALLAH, semuanya logis dan jelas semakin dianalisa semakin menggelitik pikiran bukan ?
Jadi jelaslah disetiap planet ini ada kehidupan yang sama dengan Bumi, Cuma ilmu pengetahuanlah yang belum sampai kearah sana karena selama ini kita terperangkap dengan pendapat-pendapat yang dari luar Alquran, tentang sinar, apa yang kita ketahui tentang sinar tersebut, apa sinar menurut Einstein yang diyakini kebenarannya sampai sekarang termasuk oleh para ilmuwan Islam tanpa mereka menganalisa apa yang telah difirmankan ALLAH, kitab yang tidak ada keraguan, petunjuk bagi seluruh manusia. Dan apa sinar menurut Alquran, mari kita analisa tapi tiada salah sebelumnya kita menarik kembali garis kebelakang menganalisa apa yang telah di cetuskan oleh Albert Einstein tentang sinar. Karena pendapat Einstein inilah yang menjadi pokok pangkal bahwa Plenet-planet lain tidak berpenghuni.
Dia berpendapat bahwa sinar yang datang dari Matahari atau Surya terdiri dari partikel atom. Bahwa sinar itu merupakan elektron yang mempunyai wujud konkrit dengan memiliki berat dan masa tertentu, dikatakan lebih kurang 1/1000 berat atom hidrogen, electron berputar di sumbunya seperti proton yang jadi inti atom, dengan pemikiran seperti itu Einstein beranggapan bahwa Matahari beratnya akan berkurang terus sepanjang masa dan akhirnya habis atau di istilahkan sebagai bintang mati.
Tapi ada suatu keanehan yang sulit dianalisa dalam teori ini, kalaulah benar Matahari itu membuang partikel atomnya dan juga sinar itu terdiri dari unsur yang mengandung masa, berat dan ukuran dan Matahari akan mengecil, kemudian menghilang dari penglihatan, kita tidak dapat membayangkan suatu kejadian yang melanda Tatasurya ini, satu-satu planet ini akan terpelanting entah kemana, akan rusaklah keseimbangan jagad raya ini, dan tentunya kasus ini juga sama dengan Tatasurya lainnya. Dan seharusnya planet yang lebih dekat dengan Matahari tentunya bermassa lebih besar, tetapi kenyataannya berlaku lain, planet Mercury yang paling dekat denga Matahari itu ternyata suatu planet kecil saja.
Pendapat lainnya dari Einstein bahwa Sinar itu juga bergerak melengkung sewaktu melintasi benda angkasa, hal ini disebabkan sinar itu terdiri dari partikel yang memiliki daya jatuh, dikerenakan demikianlah pandangan mata seseorang akan bergerak melengkung pada pandangan jauh. Dari gerakan sinar yang melengkung demikian Einstein berpandapat bahwa semestaraya berstatus statik yaitu memiliki daerah orbit tetap atau tidak meluas dimana setiap bintang bergerak melengkung ke segala penjuru dari pusat ledakannya semula. Teori ini memang telah membuka cakrawala baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga menggiatkan para ilmuwan dengan melakukan percobaan-percobaan yang akhirnya meningkatkan ilmu pengetahuan dengan pesat, tetapi teori itu sendiri tidaklah merupakan dasar dari pengetahuan selanjutnya, hanya merupakan suatu lapangan pemikiran baru atau suntikan hormon untuk memberikan semangat baru untuk orang selalu berpacu dengan melakukan penelitian-penelitian.
Sinar dari Matahari yang dikatakan Einstein terdiri dari partikel atom dan di amini oleh para sarjana Barat menetapkan kecepatannya 300.000 km/detik, bagaimana tentang kejadian ledakan bom di Nagasaki dan Hiroshima Jepang yang dijatuhkan tentara Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945? Tentunya partikel atom yang bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik akan tercampak oleh ledakan bom itu dan radiasi atau partikel dari bom itu sendiri akan melingkupi permukaan Bumi pada detik itu juga, karena kecepatan dari sinar itu satu detiknya bisa mengitari Bumi tujuh kali keliling, dan juga pada saat itu binasalah semua makhluk Bumi. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, ledakan itu hanya merusak daerah beberapa kilometer saja dari titik pusat ledakan dan tercatat mereka yang tewas lebih kurang 140.000 jiwa disebabkan olen pancaran radiasi atom. Pada waktu kejadian, penduduk-penduduk yang ada di pulau-pulau lain tetap selamat, tidak pernah terjamah oleh partikel atom atau oleh pancaran radiasi ledakan dari bom atom tersebut. Dari bukti ledakan bom atom itu jelaslah kecepatan partikel atom tidak akan melampaui kecepatan peluru yang sampai 1000 meter per detik, walaupun dicampakan dengan alat apapun, detik per detik akan berkurang kecepatannya, akhirnya partikel itu akan kehilangan daya lentingnya dan kembali jatuh tersebab tarikan gravitasi, begitupun yang terjadi pada permukaan Matahari, semburan partikelnya akan di tarik kembali, jadi jelaslah sinar Matahari yang sampai ke Bumi bukanlah partikel atom. Alangkah banyaknya Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan ke pada penganut teori Einstein salah satunya seperti di bawah ini:
1. Kalaulah benar sinar itu terdiri dari partikel atom yang bergerak cepat, kenapa kecepatan geraknya itu bersamaan saja antara yang melalui kehampaan dan yang melalui halangan yang terdiri dari kaca?
2. Bukankah menurut mestinya, sinar yang terdiri dari partikel atom itu akan semakin lambat geraknya sewaktu menembus kaca yang lebih tebal atau menghentikan geraknya sama sekali? Padahal kaca juga terdiri dari atom berbentuk molekul yang tentunya menghalangi setiap partikel lain menembus dirinya. Tetapi kenyatannya sinar tetap juga melalaui kaca tebal itu dengan kecepatan yang sama.
3. Diketahui gerak sinar dalam sedetik sekitar 186.282 mil atau 300.000 km, maka bagaimana partikel atom yang begitu kecil terpelanting dari pembakaran akan sempat bergerak secepat itu? Padahal peluru yang sengaja ditembakkan dari senjata api paling cepat bergerak 1.000 meter per detik atau maksimal hanya tiga kali kecepatan suara.
4. Jika benarlah sinar itu terdiri dari partikel atom yang memiliki massa dan berat, maka tentunya daerah angkasa luas dipenuhi oleh partikel yang melayang cepat terpelanting dari Matahari dan dari jutaan bintang lain. Apakah pendapat begitu tidak bertantangan dengan ketentuan yang menyatakan angkasa luas itu daerah hampa mutlak?
5. Apabila benarlah sinar Matahari terdiri dari partikel atom, kenapa percobaan yang dilakukan tidak membuktikan kebenarannya bahwa kaca tipis yang ditempatkan di atmosfir terbuka dalam beberapa tahun tidak menjadi semakin tebal? Padahal sinar yang sampai ke Bumi bukan saja datang dari Matahari tetapi juga dari jutaan bintang gemerlapan di angkasa luas.
Memang semua pertanyaan di atas ini tak mungkin dijawab oleh penganut teori Einstein, padahal semua pertanyaan itu wajar saja. Namun teori itulah yang menimbulkan anggapan bahwa planet-planet yang lebih dekat pada Matahari bersuhu panas sedangkan yang jauh dari Matahari bersuhu lebih dingin, pada keduanya tak mungkin berlaku kehidupan garis normal sebagai di Bumi.
Garis-garis sinar spektrum yang disangkakan orang berupa partikel atom datang dari Matahari dan bintang-bintang lain sebagai terlihat pada lensa peneropongan, sebenarnya adalah garis-garis molekul yang mengambang dalam daerah atmosfir Bumi sendiri. Sewaktu orang mendapatkan sinar spektrum dari Matahari, mereka melihat garis-garis jarang sebagai yang mereka katakan partikel sinar dari Matahari. Padahal, sewaktu mereka meneropong Matahari tentulah pada siang hari udara atmosfir renggang mengambang, sementara ketika meneropongi bintang-bintang tentunya pada malam hari molekul-molekul udara merapat dan agak berdesak.
Untuk mendapatkan gambaran sempurna dari suatu bintang tanpa ganguan atmosfir, hendaklah orang ke luar dari daerah atmosfir yang melingkupi Bumi ini. Jadi keterangan para sarjana Barat selama ini mengenai sinar spektrum dari bintang-bintang dan Matahari adalah data-data yang sangat diragukan, karena alat peneropongan yang mereka pakai senantiasa dihalangi oleh berbagai molekul di atmosfir serta pembiasan oleh lapisan-lapian ionosfir Bumi, keduanya tidak bersamaan keadaannya antara waktu malam dan siang hari.
Tentang wujud sinar yang kita bicarakan ini, benarlah sinyalemen Alquran pada Ayat
24/35. Kepunyaan ALLAH Nuur planet-planet dan Bumi ini. Perumpamaan Nuur-NYA itu seperti ruang (semasta hampa) yang di dalamnya ada pelita (bintang berapi). Pelita itu dalam kaca, sedangkan kaca itu seolah-olah planet yang diperiringkan dinyatakan dari pertumbuhan yang di berkati (yaitu dari rawasia) beratmosfir tidak saja di timur dan tidak pula di barat (malah seputarnya). Hampir saja atmosfirnya (yang mengkilap itu) menyala walaupun dia tidak disintuh api. Tatasurya diatas tatasurya (bersusun di semesta raya). ALLAH menunjukki orang-orang yang DIA kehendaki bagi Tatasurya-NYA, dan DIA contohkan permisalan-permisalan itu untuk manusia dan ALLAH mengetahui tiap sesuatu.
Bahwa ionosfir planet hampir saja terbakar walaupun tidak disentuh api Matahari. Maksudnya ialah bahwa ionosfir planet-planet senantiasa kelihatan bersinar terang bagaikan terbakar sebagaimana keadaan Jupiter dan Venus tanpak dari Bumi, begitu pula yang lain-lainnya, namun ionosfir planet-planet itu tidak pernah dijamah partikel yang datang dari Matahari. Dengan demikian jelaslah sinar bukan partikel atom.
Setiap atom memiliki inti yang dinamakan dengan Rawasia atau batang magnet yang berputar di sumbunya dari barat ke arah timur. Rawasia ini, walaupun sama diketahui umum, namun para sarjana Barat menamakannya dengan Proton. Jadi setiap atom itu berputar di sumbunya sebagaimana Bumi ini atau sebagai orang Tawaf keliling Ka’bah di Makkah, bersamaan pula dengan lilitan tetumbuhan merambat yang tidak pernah melawan arah. Dengan magnetnya Bumi, dan dia diliputi oleh Mar’a pada jarak tertentu dan kerenanya atom memiliki ukuran massa.
Sebaliknya Mar’a yang oleh sarjana Barat disebut dengan Meson atau Neutrino tanpa batang magnet, hanya berputar ikut bersama putaran Proton sendiri, karenanya dia tidak mengandung ukuran berat sama sekali lalu dapat dinamakan dengan nonpartikel. Sementara itu Mar’a yang meliputi kutub-kutub Proton mendapat induksi magnet negatif lalu dinamakan dengan elektron, dan induksi positif yang kemudian dinamakan positron. pada waktu atom mengalami fisi atau fusi maka bagian Mar’a tadi ada yang terlepas dari Proton lalu dia mengapung ke angkasa bebas dalam keadaan tanpa magnet, karenanya Neutrino ini tak mungkin ditangkap atau ditahan lagi. Waktu itu dia kita namakan antipartikel atau antiatom yang oleh Dr. Faiberg seorang ahli astronomi USA dinamakan dengan Tachion, namun Mar’a demikian masih termasuk wujud konkrit.
Walaupun Mar’a meliputi Proton, tetapi dia tidak memiliki unit tertentu, karena seluruh bagiannya mengapung bebas, namun masih ada yang meliputi seluruh permukaan Proton, kecuali tebalnya yang berubah lalu menyebabkan atom itu tidak stabil sampai pada proses pertumbuhan yang ditentukan ALLAH hingga atom itu stabil kembali. Pertumbuhan di sini bersamaan dengan lapisan ionosfir Bumi yang semakin tebal sepanjang zaman.
Sementara itu sinar adalah juga wujud nonpartikel tanpa ukuran berat, tanpa bilangan unit. Sinar tidak dipengaruhi oleh magnet dan bukan antipartikel, tetapi bergelombang cepat yang kini tercatat sekira 300.000 km per detik. Maka sinar adalah wujud yang memenuhi seluruh lapangan dan ruangan, dapat bergelombang ke seluruh arah dari titik pusat cetusan dengan kecepata yang sama dengan gelombang yang semakin kecil. Gelombang sinar ini bergerak lurus, dan pembelokan hanya berlaku bila ada suatu penghalang yang memantulkannya.
Semua bintang diangkasa, begitupun Matahari kita, memiliki atom yang sangat aktif. Atom-atomnya berputar cepat sekali, semuanya sangat aktif disebkan oleh sirkulasi magnet antara planet-planet dan Matahari sendiri. Putaran atom demikian memaksa Mar’a yang melingkupinya ikut berputar cepat bersamanya. Aktivitas ini menyebabkan lapangan sinar yang disentuhnya jadi aktif pula lalu menggelombang ke segala arah. Gelombang sinar itulah yang sampai kepada Bumi sangat kecil, hingga tidak menimbulkan panas apa-apa.
Maka gelombang sinar Matahari yang sampai pada Mar’a yang melingkupi atom sesuatu benda di Bumi ini, menyebabkan Mar’a benda ini jadi aktif pula dan otomatis memaksa Protonnnya ikut berputar lebih aktif. Akibatnya timbullah panas. Selanjutnya atom ini menimbulkan aktivitas berantai dengan akibat yang sama pada atom lain yang Mar’a-nya menerima pantulan gelombang sinar. Akhirnya hal demikian menjadi proses atom dengan segala kegiatannya, dan itulah yang kemudiannya jadi pembakaran. Sejalan dengan itu, jangan pula lupa bahwa panas dapat juga ditimbulkan oleh friction, proses kimia, dan hal-hal lainnya, yang pada pokoknya mengaktifkan Proton, Mar’a yang melingkupinya, dan kemudian menimbulkan gelombang sinar.
Pada dasarnya gelombang sinar itulah yang memperlihatkan benda-benda dengan berbagai warna pada pandangan kita, dilengkapi oleh tingkat reaksi dari Mar’a benda yang memantulkan gelombang tersebut. Sebaliknya gelombang sinar yang tidak dihalangi geraknya oleh Mar’a, tidaklah dapat dilihat mata walaupun dia bergelombang besar sekali. Hal ini dapat dibuktikan pada benda-benda yang ada di ruang angkasa bebas, umpamanya berposisi dalam daerah umbra Bumi atau pada angkasa malam, maka benda itu takkan kelihatan karena tidak dijamah oleh gelombang sinar dari Matahari begitu pula angkasa luas yang hampa benda dimana tiada satupun akan kelihatan walaupun gelombang sinar dari Matahari melaluinya hebat dan besar sekali. Hal ini menjadi bukti pula bahwa sinar itu sendiri bukanlah partikel atom.
Jadi, jika orang melihat suatu benda, maka yang dilihatnya itu bukanlah sinar tetapi Mar’a dari atom benda tersebut yang telah menjadi aktif tersebab ditimpa oleh gelombang sinar dari tempat lain. Memanglah sinar itu wujud non Partikel yang tidak memilki ukuran massa dan berat, tak mungkin diketahui adanya tanpa pantulan Mar’a atom sesuau benda. Sebaliknya sesuatu benda takkan dapat dilihat walaupun oleh mata kucing bilaman benda itu sendiri tidak mendapat gelombang sinar sedikit juga. Demikianlah Alquran memberikan keterangan tentang sinar, bahwa Bulan tidak akan kelihatan jika tidak dijamah oleh gelombang sinar dari Matahari, terkandung pada Ayat
71/16. Dia jadikan bulan-bulan pada mereka ada sinar, dan menjadikan Matahari itu selaku pelita
Gelombang sinar Matahari menimpa ionosfir Bumi waktu siang hari, lalu menimbulkan panas di permukaan Bumi kawasan itu karena gelombang sinar tersebut pantul memantul pada semua benda, juga pada molekul udara yang menjadi media penghubung panas, tetapi bukanlah sinar yang datang dari Matahari berbentuk partikel atom seperti dinyatakan oleh Einstein.
Angkasa bebas antara Matahari dan planet-planet adalah daerah hampa mutlak kecuali dari meteorites yang masih berlayangan, karenanya panas yang diterima planet-planet dari Matahari adalah yang ditimbulkan gelombang sinar, bukan partikel atom. Maka planet yang dekat posisinya dari Matahari tidaklah terbakar kepanasan, sebaliknya planet yang jauh bukanlah kedinginan. ALLah menentukan komposisi atmosfir setiapnya sesuai dengan besar gelombang sinar Matahari yang diterima planet itu untuk berlakunya kehidupan secara praktis, demikian tersimpul pada Ayat 42/29. (terjemahannya sdh ada)
ALLAH sengaja menciptakan Rawasia atau batang magnet setiap planet menurut ketentuan-NYA hingga masing-masing memilki nilai tarik berbeda sebagai dinyatakan pada Ayat
41/10 Dan Dia jadikan padanya dari atasnya Rawasia, dan memberkati padanya (dengan ionosfir) dan menentukan padanya (rotasinya) dalam empat hari (4000 tahun). Bersamaan bagi hasil orang-orang yang meminta (menyelidiki).
54/49. Bahwa tiap sesuatunya KAMI ciptakan dia denga satu ketentuan.
Semuanya diciptakan untuk memiliki magnet bersistem Reguler agar tetap bergolak untuk selamanya. Bulan-bulan memiliki sistem Spot tanpa rotasi agar senantiasa mengorbit keliling planet untuk menimbulkan pergantian pasang, dan planet-planet memiliki sistem Simple yang nilai tariknya berbeda dengan rotasi di sumbunya sembari mengorbit keliling Matahari agar cocok untuk tempat kehidupan.
Catatan-catatan memberikan data bahwa panas api listrik sampai setinggi 3.500°C, dan permukaan Matahari diperkirakan orang sampai 6.000°C sedangkan pada pusatnya mencapai 40.000.000°C. Maka dengan panas begitu tinggi, kita cenderung untuk menyatakan bahwa pembakaran yang berlaku di permukaan Matahari bukanlah sama yang berlaku di permukaan Bumi di mana ada zat-zat, karena mengalami proses tertentu, telah berubah berbentuk api. Sampai kini manusia Bumi belum sempat membuktikan sesuatu tentang apa yang sesungguhnya berlaku di permukaan Matahari, begitupun macam zat yang ada padanya, maka atas hal demikian, kita lebih cendrung untuk beranggapan bahwa api yang tampak di permukaan Matahari adalah pancaran listrik di mana tiada satupun zat yang sempat menghilang dan yang bergelombang dari Matahari untuk menimbulkan panas di Bumi ialah gelombang sinar listrik yang berkelanjutan tanpa akhir untuk selamanya. Cukup jelas bukan !!!!!!
Teori Einstein sedikitnya telah memperlambat pengetahuan manusia dibidang astronomi tentang iklim planet-planet, hingga para ilmuwan berkesimpulan planet yang diatas dan dibawah Bumi tidak sesuai untuk berlakunya suatu kehidupan seperti di Bumi dan diamini oleh ilmuwan Islam tanpa koreksi, Oke my bro setelah kini kita ketahui seluruh planet ada kehidupan yang sama dengan Bumi, masihkah anda percaya Adam sebagai manusia pertama? Untuk persoalan ini sebaiknya perlu kita buka pola berfikir yang selama ini telah banyak dipengaruhi ajaran yang tidak sesuai dengan Alquran.
Mengenai langit sudah dipahami bahwa arti samawat adalah planet-planet, dan ada tujuh diatas Bumi, semuanya teranalisa dengan jelas, analisa yang berlainan dengan saudara kita Agus Mustofa bahwa langit ketujuh itu berdimensi 9, dan dilangit yang ketujuh itu tempat Sorga dan Neraka juga tempat berkumpulnya para malaikat, entah dari mana saudara kita ini mendapatkan hal yang tidak logis, inilah yang kita maksud bahwa Mas Agus belum paham apa yang dimaksud denangan SAMAWAT. jadi bagaimana dengan Mi’raj Nabi? Nanti kita analisa lagi, satu-satu harus kita bahas agar tidak lari dari pokok permasalahan.
Planet terpingir itu ALLAH menamakannya dengan Sridatul Muntaha (Teratai Pemberhentian) manusia menamakannya dengan Sedna (Dewi kutub) Kenapa ALLAH menamakannya Sridatul Muntaha? Oke my bro nanti kita sambung wassalam.
HENVEL berkata
Ralat my bro sidratul muntaha
haniifa berkata
@Mas Henvel
Mohon maaf perlu saya perjari lebih lanjut… thx
@Mas Amir
“Kejadian Adam sama dengan kejadian ‘Isa” artinya kalau Nabi Isa dilahirkan
1. Jelas dilahirkan dari rahim ibu
2. Jelas tidak berayah biologis
3. Jelas manusia tidak pernah mengalami evolusi
4. Jelas Maryam wanita yang dimuliakan didunia dan diakherat.
5. Jelas Ibunda Nabi Adam a.s setidaknya secara implisit seorang ibu yang mulia dunia dan akhirat.
Wassalam, Haniifa.
Khoirul Umam berkata
Saya sudah membaca buku tersebut,berkenaan dengan judul besarnya “ternyata Akhirat Tidak kekal” memang bisa ditarik kesimpulan demikian karena sangat logis.. bahwa Alam semesta yang tidak terukur dan terhingga luasnya tersebut adalah ciptaan Allah, dan semua ciptaan Allah tidaklah kekal,dan begitu juga surga dan neraka yang merupakan akhirat apakah tidak bagian dari alam semesta??
Wallahu a’lam
Ishari Syahreza berkata
Mas Hanifa dan Mas Henvel,
Menurut buku ‘Ternyata Akhirat Tidak Kekal’ apakah benar yang menjadikan kiamat adalah batu komet?
Apakah komet ada diterangkan dalam Al-Qur’an?
Mohon dijawab…
haniifa berkata
@Ishari Syahreza
Saya tidak tahu pastinya.
Penjelasan Al Qur’an ciri-ciri kiamat:
1. Bulah terbelah…. bisa belahan bulan yang menabrak bumi.
2. Bintang-bintang berjatuhan… bisa komet, bintang yang mirip matahari dengan diameter yang kecil.
3. Bisa juga lapisan atmosfir… kacau balau.
Insya Allah, dilain kesempatan kita diskusikan bersama.
Wassalam, Haniifa.
yus berkata
jaman turunnya taurot nabi musa bersandal keras,memakai pakaian jubah besar,membawa tongkat panjang skitar 2meteran untuk membantu berjalan dan mengambil makananbagi hewan peliharaannya, jaman zabur nabi daud berpakaian sedikit lebih maju dr nabi musa, jaman injil nabi isa memakai pakaian spt digambarkan di agama kristen dan bersandal seperti umumnya zaman romawi waktu itu, dan ketika Rosullullah menerima al quran beliau memakai surban spt pakaian org gurun jaman itu, serta sudah memakai sepatu . maka sangat boleh jd klo tidak ada penutupan zaman kenabian maka nabi jaman kini pasti juga stylish mengikuti jaman baru modern
imam mangkunegara berkata
Akhirat, Surga, Neraka,dan jg Ruh adalah sebagian dari makhluk ciptaan Yang Ahad Yang Maha Kekal. Jd sifat mereka adalah makhluk, sehingga wajar tdk kekal, karena yg kekal cuma satullah SWT. Tapi, sifat makhluk seperti Akhirat, Surga, Neraka, dan Ruh, itu menjadi kekal manakala dikekalkan oleh Yang Maha Kekal Allah SWT..
haniifa berkata
Akherat awalnya diciptakan dan telah di kekalkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Sementara lain Oom Agus Mustofa mengatakan akherat tidak kekal, jadi aneh ajibun…
Dede aripin berkata
membaca perbeadaan pendapat tentang buku-buku karya ustad agus mustofa, saya ingin berpendapatbahwa alam semesta ini sangat luas, tidak mungkin bisa difahami dengan hanya melihat satu sisi. Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada ustad agus mustofa, karena telah memberikan alternatif pemahaman.
khyash berkata
Mlekuuum… nimbrung nee,q ne termasuk yang netral en setuju kalau kebenaran mutlak tuh milik Allah swt,jadi apapun hasil riset manusia hanyalah penafsiran,tetapi itu sangat diperlukan terlepas min plusnya,asalkan bukan untuk doktrin alias cuci otak sehingga banyak merampas kemerdekaan berpikir,kalau sampai demikian berarti telah mendeklarasikan kesombongan “ana khoiru minhum” terlepas siapapun dia, tul gak?btw,ada parameter ilmiah yang belum tergali benar tentang kemampuan mata memandang,katakanlah “cahaya mata” dari terpejam hingga membentur obyek terjauh butuh berapa waktu?terlepas memakai alat apapun,ana yakin kecepatan cahaya terkalahkan oleh kecepatan mata,nah kalau kecepatan mata ini bisa ditemukan secara ilmiah ana yakin akan bisa merubah teori waktu dan tentang kun fayakun,dan kita lebih bisa paham siapa Tuhan,siapa kita siapa alam semesta,salut buat ust Agus Mustofa,semoga karya-karyanya mendapat ridlo Alloh swt
Ishari Syahreza berkata
Ass…
tanya lagi nih buat Mas Haniifa dan Mas Henvel.
Apa benar arti dari Arsy adalah Singgasana Tuhan?
Koq Mas Henvel nggak jawab pertanyaan saya?
Saltin Bin Saleh berkata
Ass…
Wahai saudara seiman dan se islam janganlah menghujat dan menghakimi bahwa buku buku karya pak agus adalah sesat….syirik….dsbnya…kenapa anda menghujat?….apakah cara ber-agama anda sudah benar?….apakah ilmu yang anda dapat dari orang tua kita terdahulu semua sudah benar?…marilah berfikir dan merenung….islam bukan agama …islam bukannya tdk boleh disejajarkan dgn kondisi moderen sekarang….sadarlah bagi yg menghujat….
wassallam
Rudy Asnawi berkata
Pokoknya mau keyakinan kalian seperti apapun,mau ilmu kalian setinggi apapun,tapi konsep hidup yang sebenarnya kalian tidak tahu yach “PERCUMA”,intinya keyakinan apapun itu dan ia bisa mengantarkan kalian kpd konsep hidup yg sebenarnya,dan membawa kalian mengenal diri kalian yg sebenarnya serta mengetahui Bagaimana,mengapa,untuk apa,dan siapa sich tuhan itu.Maka itu lah “ujungnya perjalanan”.Sudahkah sampai detik ini kalian sadari itu semua…..
HY berkata
Dari awal saya membaca, dari biografinya saja saya sudah merasa agus mustafa seseorang yang liberal atau orientalis githu deh.. (to ARICLOUD)- menurutku buku-buku karya agus mustofa itu bisa dikategorikan “berbahaya”,.. karena dapat merusak pemahaman orang2 awam tentang Islam, khususnya masalah AQIDAH.contohnya bpk-ku udh banyak beli buku-buku agus mustofa, ditelannya aja tuh mentah2..dan lagi beliau juga ajarkan “ilmu” nya agus mustofa sama orang lain. tuh.. bahaya kan..!!
Kalo mau menafsirkan Al-Qur’an dan Hadits mesti paham ilmunya dulu donk..jangan asal tafsir gitu.. ditambah lagi harus paham bahasa arab..ya gak..?? JANGAN MAIN-MAIN DALAM URUSAN AQIDAH..!!!BISA-BISA DHOLALAH…!!!
Rudy Asnawi berkata
Gmana sich manusia ini…dari zaman batu ampe gini,msh aja pola pikirnya kaga berubahnya.disuruh cari sapi betina aja….selalu pengen tau kenapa hrs betina,disuruh cari sapi yg warnanya coklat,eh…pengen tau juga kenapa harus warnanya coklat.Mending pengen taunya itu emang dari Bodoh trus pengen jadi Pintar,ini malah mencari CELAH kesalahan orang dalam berpendapat.Ingat…!!!Ilmu Allah itu bener2 nga ada ujungnya bro.walau anda diberi umur 1 Milliar Tahun,nga ada HABIS2-nya.nah….sekarang umur & ilmu yg kita udah punya udah cukup banyak kah….? apa lagi itu cuman tau dari orang,baca dibuku,Demi Allah yg Ahad,sesungguhnya bukan banyaknya Ilmu yg dicari tapi “KESEMPURNAANNYA” yg kita harapkan.
Menurut saya,Manusia seperti Bpk Agus Mustofa,Bpk Abu Sangkan,Bpk Harun Yahya,pola pemikirannya atau rasa ingin taunya begitu dlm,mungkin dulunya Belia2 ini merasa “Bodoh Banget”,Tapi Rasa rindunya kpd Tuhannya,Rasa Ingin Tahunya kpd Tuhannya,Rasa Kemauan kerasnya kpd Tuhannya,makanya Beliau2 ini diberi sedikit pencapaian pemahaman yg terungkap dari perbendaharaan/Khasanah yg tersimpan untuk bisa kita olah di OTAK & PERASAAN kita masing2.Dan seandainya-pun,OTAK kita belum mampu mengolah pendapat2 Beliau/nga cocok dgn keyakinan kita Mbo yach DIAM aja.karena kalau kita mengomentarinya,apa lagi KONTRA…!!!!,itu sama saja,kita mempromosikan bahwa kita bener2 sedang BODOH/Emang sangat2 Bodoh.
Di dlm Al-Quran Padahal Allah Sudah mengingatkan akan perumpamaan,Hikmah kejadian,Hukum Sebab-Akibat & masih Banyak lagi.Allah hanya berkata Apakah….Kau tidak memikirkannya.Ini Boro-boro mau memikirkannya, Malah Doyan Menghujjah…
Come On Man…Intinya HIDUP ini “DIA” cuman ingin dikenali dgn Perkenalan yg sebenarnya.Makanya “DIA” adakan kamu semua yg mana dulunya TIDAK ADA Dan Kalau kita sudah saling kenal-mengenal,Maka Jadilah kamu Pribadi Muhammad.Pribadi yg benar2 tunduk Setunduk2nya entah itu dgn Manusia,Hewan,Tumbuhan,apa lagi dgn Rabb-nya.Kita Tau kan PRIBADI MUHAMMAD itu seperti apa.dan ILMU yg benar itu menggiring kita menjadi Pribadi MUHAMMAD,dan ini yg harus di tanamkan..!! JANGAN MAIN-MAIN DALAM URUSAN AQIDAH…???BISA -BISA MERUGI…??? (THINK-FAST).
ula berkata
sebaiknya bapak agus .M ngaji lagi…kan dia sendiri yang bilang kalo dia g pnya basic agama…aneh,ustad mriksa orang sakit,,dokter mbangun jembatan,,alumni teknik nuklir bicra agama…ya kacau semuanya…
ula berkata
tambah dikit,,ana skrang kok malah tertarik untuk nulis bantahan buku-bukunya pak agus itu…doain y, mdah2n ada wktu
Rudy Asnawi berkata
Mana semua kyakinan anda-anda ini, terhadap Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan yang maha meliputi segala sesuatunya….mana…!!!Mengapa sebagian dari anda takut akan bahaya yg menyesatkan dari penyampaian segelintir orang. “Apakah Engkau yg memberikan Hidayah kpd mereka, Padahal AKU menyesatkan siapa yg AKU kehendaki,& tidak ada yg bisa memberikan Hidayah kepadanya,(Al-Quran).
jadi…bagi saya..sesuatu yg bersifat baik,dan memotifasi orang untuk belajar dan banyak ingin mencari tahu..nga ada salahnya…lebih baik & bagus buat tanya-jawab aja,kalo kaga ngarti akan sesuatu itu.
Kudu banyak merenung, tafakur sejenak….biar sejuk hatinya kalo mau menanggapi permasalahan yg ada.ato mungkin kebanyakan yg KONTRA dlm artikel ini hanya pake OTAK-nya tidak pake PERASAAN-nya yg paling dalam.
Maaf yach..kalo menangkapi permasalah pake OTAK dlam hal ini..Otak punya keterbatasan,Sbb otak hanya bisa membaca hukum sebab-akibat,Tapi COBA pake Perasaan/Hati…pasti lebih HALUS & LUAS.
Sekali lagi Mohon Maaf….Cuman Allah yg Maha Benar,yg Meliputi segala sesuatu termuasuk Meliputi Ketidak tahuan & Kebodohan kita.Selamat Menunaikan Ibadah suci PUASA…semoga bisa menjadi kupu-kupu yg indah,setelah mengempomponginya selama 1 bulan penuh.
Yacub berkata
Assalamualaiku, wr,wb,
Dengan begitu banyak komentar yang ada, Alhamdulillah menurut sy,mudah-mudahan umat Islam khusnya di Indonesia menjadi umat yg berkualitas bukan Islam KTP sj dan tidaklah sia-sia Pk. Agus.M, menuangkan begitu banyak pengetahuannya sebagai pencerahan untuk kita semua, terimakasih Bp teruskan cita-citamu semoga Allah swt,senatiasa memberikan Hidahnya
Ghanny berkata
Saya mempunyai semua buku karangan Mas Agus Mustofa, kecuali 3 yang terakhir karena belum saya temukan di kota saya. Walau tidak semuanya menarik, tapi saya suka mengkoleksi buku sehingga tetap saya beli dan saya baca.
Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa Mas Agus begitu piawai dalam mengarahkan pembacanya agar menuruti keinginannya menafsirkan Al Qur’an. Sehingga saya sering merasa apa yang dikatakan Mas Agus itu tafsir baru yang lebih benar dari yang pernah saya dengar sebelumnya. Wallahu a’lam.
muhith marzuqi berkata
barangkali ust Agus Mustofa terpengaruh back ground perjalanan spiritual di alam hakikatnya, kalau di alam hakikat penafsiran ayat-ayat al-quran berbeda dengan kajian syar’i
arriii berkata
Saya termasuk yg percaya bahwa Tuhan dalam menciptakan sesuatu bukan kayak sulapan, termasuk proses penciptaan adam, hanya dengan tanah kemudian “diemplek-emplek” dibentuk sepertimanusia kemudian dihembuskan nyawa ke ‘emplek-emplek tanah itu. Tuhan itu maha ilmiah, dan uraian Agus Mustofa mengenai penciptaan adam adalah yang paling ilmiah yang pernah dikemukakan oleh orang2 yg pinter ataupun merasa pinter tentang islam.
Saya juga yaqin, semua yg ada didalam alquran itu sangat dan sangat sangat ilmiah…. cuma ilmu pengetahua/science saja yg belum mampu mengungkapnya, bisa jadi sampai kiamatpun ilmu pengetahuan/science ngga akan mampu….. ibarat jari kita celupkan kesamudera, science itu ibarat air yg menempel dijari………
jamalito berkata
sangat menarik apa yang di uraikan oleh pak HENVEL,tentang adam& hawa dan arti dari syajarah,saya adalah orang berpendapat sama dengan anda..
untuk saudara haniifa,anda terlalu emosional dalam menanggapi,harusnya anda itu membuka diri dan mau mempelajari alqu’an lebih serius lagi..alqu’an adalah kitab yang berbicara untuk manusia dari sejak di turunkan sampai ke akhir zaman,dan kebenarannya akan terus terungkap/di ungkap..
para mufassir,menafsirkan alqur’an sesuai dengan ilmu dan zaman dimana mereka berada..contoh:mustahil bahwa ibnu katsir akan membahas mengenai atom dan proton di dalam tafsirnya,karena ilmu pengetahuan saat itu belum sampai kesana…
Rudy Asnawi berkata
Begitulah hidup ini… dari semua peistiwa kejadian dlm bentuk apapun,ada yg menerima & menolak,meski sudah jelas bahwa semua ini untuk ” KEBAIKAN “saya nga heran sich sebenarnya,karena seorang pribadi Rasullullah saja yg pribadinya indah,msh banyak yg tidak suka & tidak percaya dgn beliau saat itu.apa lagi seorang pak Agus Mustofa,dgn segala pendapat2nya.
Walaupun ” sebenarnya ” bagi siapapun kalian yg menuntut jalan menuju Tauhid termasuk meyakini uraian/pemahaman Pak Agus Mustofa ini masih ” Jauh ” untuk sampai ke ” tujuan “.Jadikanlah semua ini sarana untuk mencapai tujuan.dan semoga sebelum kita ” mati ” kita dapat mengenal & saling kenal mengenal siapa sich yg “Laisya Kamislihi Syaiun” itu.
Karena dalam “ILMU” barang siapa yg tidak mengenal siapa sich Allah itu,maka dia pun tidak mau mengenal orang itu sampai di Akhirat,saat semua Makhluk ingin banget bertemu dengan Tuhan-nya.
SEMOGA KITA SUDAH TERMASUK ORANG-ORANG YG SUDAH DIJALAN-KAN MENUJUNYA KEMBALI,BUKAN-NYA MERASA BERJALAN PADAHAL HANYA BERJALAN DITEMPAT SAJA.
Oh Come On Baby….KAJI ULANG TUCH KEYAKINAN…Betapa kuatnya Doktrin yg melekat di dada kita selama ini,hingga menutup jalan “Pulang”.
حَنِيفًا berkata
Mohon maaf lahir bathin @Kang Aricloud.
Salam hangat selalu, @Haniifa.
Dono. berkata
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mas Aricloud,
Sebelum menganalisa soal keterangan dari cerita diatas,perlu kita ketahui makna dari adam diturunkan dari surga terlebih dahulu.
Menurut sepengetahuan saya adam diturunkan dari surga tidak bermakna turun ke bumi, sebenarnya derajat beliau dari manusia yg sempurna atas kejadiannya telah turun dari sisi Allah karena Allah mendapatkan dia seorang yang tidak mempunyai kemauan yg kuat yg yang bermakna bahwa hawa nafsunya lebih besar daripada imannya tetapi ini tidak ada hubungannya pada kelemahannya dalam kekhalifahan (dia bukan orang kafir seperti perbuatan iblis terhadap Allah),tetapi menurut malaikat(jibril dan malaikat yg lainnya) begitu halnya,seperti yg tertera di atas bahwa adam dan keturunannya sebagai khalifah di dimuka bumi ini akan banyak menumpahkan darah padahal bukankah Allah maha mengetahui?
Turunnya derajat adam bukan karena dia bodoh dan kafir tetapi lemah atas hasutan iblis padanya.
Perkataan kekhalifahan sebenarnya ada dua makna :
Kekhalifahan menurut hawa nafsunya dan kekhalifahan menurut perintah-perintah Allah.
Cobalah lihat lagi firman Allah diatas yaitu pada surah al-baqarah ayat 36 yg berbunyi:lalu keduanya digelincirkan dari syurga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan kami berfirman turunlah kamu,sebahagian dari kamu menjadi musuh sebagaian yang lain dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yg ditentukan.
Menurut hakikat saya firman Allah ini insyaAllah bermakna :turunlah kamu berdua pada awal kejadianmu yaitu ciptaan pertama kalinya dari tanah dan kembali ke tanah yang sebelumnya mereka hidup dengan kemulian bersama Allah jadi keturunan adam dan siti hawa akan menjadi musuh satu sama yg lain.
Jadi mengenai syurga adalah hidup bersama Allah dengan kenikmatan di bumi ini juga.
Saya tidak pernah mendapatkan firman Allah mengenai bumi akan dihancurkan diakhir zaman tetapi bumi akan diratakan dan semua manusia akan dibangkitkan di akhir zaman.
Kitab Alquran adalah ilmiah tetapi kita tetap realistis mengahadapinya.
Semoga bermanfaat,
Saya mengucapkan selamat idul fitri untuk mas ari beserta keluarga.
Wassalamualaium warahmatullahi wabarakatuh,
Dono.
Syam Jr berkata
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mas Ari, mohon maaf kalau boleh mau nanya neh. Jadi Nabi Adam as diciptakan di syurga yang non materi namun “hidup” di bumi (materi, ruang dan waktu )dan oleh karena itu lantas mati. Kemudian dibangkitkan dari bumi maka Adam kembali menjadi non materi. Apa betul pemahaman saya ini, mohon pencerahan.
Selamat Ied el fitri 1 Syawal 1430 H, maaf lahir bathin.
Wasalam, Terima kasih.
Syam Jr berkata
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mas Ari, mohon maaf kalau boleh mau nanya neh. Jadi Nabi Adam as diciptakan di syurga yang non materi namun “hidup” di bumi (materi, ruang dan waktu )dan oleh karena itu lantas mati. Kemudian dibangkitkan dari bumi maka Adam kembali menjadi non materi. Apa betul pemahaman saya ini, mohon pencerahan.
Selamat Ied el fitri 1 Syawal 1430 H, maaf lahir bathin.
Wasalam, Terima kasih.
حَنِيفًا berkata
Minal Aidzin Wal Fa’idzin @Mas Ari, Teriring salam hangat selalu.
kalu berkata
@Mas Hanafi
yg saya bandingkan bukanlah ADAM,NUH AS dg kita mas,tp antara mns purba dgn ADAM AS dan mns sesudahnya ,,,kalau NABI ADAM dan mns sesudahnya sayapun sependapat kalau kita ini sama-sama mns modern atau barangkali kita ini juga lebih purba dibandingkan dg beliau-beliau(baca;ADAM,NUH AS)dan soal usia otak saya kira tidaklah dapat dijadikan patokan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang walaupun harus kita akui bahwa kita ini sebenarnya tidaklah lebih cerdas dibandingkan dgn generasi sebelumnya karena apa yg kita lakukan skrg ini tidak lain hanyalah mengembangkan apa yg sudah ditemukan oleh generasi sebelumnya,…
OKElah katakan saya sependapat dg anda;lalu bagaimana anda menjelaskan soal adanya perbedaan bahasa,warna kulit dan fisik yg ada di berbagai belahan di bumi ini???jgn bilang kebetulan lho mas,soalnya terlalu banyak kebetulan kayaknya!!lalu bagaimana pula dgn adanya suku Nomaden dan suku Kanibal serta kebudayaan” kuno lainnya??saya kira ini bukanlah diturunkan oleh Nabi ADAM dan keturunannya….ta’tunggu jawabannya ya!!eh kalo ada yg mo kasih penjelasan boleh juga tuh,itung-itung bagi-bagi pengetahuan…
salam hangat tu’ semua end MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN;Mohon maaf lahir dan batin
Wassalam
kalu berkata
@Mas Hanafi
yg saya bandingkan bukanlah ADAM,NUH AS dg kita mas,tp antara mns purba dgn ADAM AS dan mns sesudahnya ,,,kalau NABI ADAM dan mns sesudahnya sayapun sependapat kalau kita ini sama-sama mns modern atau barangkali kita ini juga lebih purba dibandingkan dg beliau-beliau(baca;ADAM,NUH AS)dan soal usia otak saya kira tidaklah dapat dijadikan patokan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang walaupun harus kita akui bahwa kita ini sebenarnya tidaklah lebih cerdas dibandingkan dgn generasi sebelumnya karena apa yg kita lakukan skrg ini tidak lain hanyalah mengembangkan apa yg sudah ditemukan oleh generasi sebelumnya,…
OKElah katakan saya sependapat dg anda;lalu bagaimana anda menjelaskan soal adanya perbedaan bahasa,warna kulit dan fisik yg ada di berbagai belahan di bumi ini???jgn bilang kebetulan lho mas,soalnya terlalu banyak kebetulan kayaknya!!lalu bagaimana pula dgn adanya suku Nomaden dan suku Kanibal serta kebudayaan” kuno lainnya??saya kira ini bukanlah diturunkan oleh Nabi ADAM dan keturunannya….ta’tunggu jawabannya ya!!eh kalo ada yg mo kasih penjelasan boleh juga tuh,itung-itung bagi-bagi pengetahuan……
salam hangat tu’ semua end MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN;Mohon maaf lahir dan batin
Wassalam
212 berkata
ilmu ekonomi adl mempljari kebutuhn mansia yag tak terbatas dengan alat pmenuhannya yang terbatas.
alat pemnuhan terbatas VS kebutuhan yang tak terbtas.
saya kira persoaaln ne terpecahkan bisa jawab wacana di atas
ekonomi pun bertauhid padanya,,,
Al berkata
Dear All,
Selamat Idul Fitri 1430H,
Menurut saya Yang Benar hanya Allah semata, sementara kita manusia mencari untuk mendekati kebenaran, jadi tidak akan pernah 100%.
Jika tidak akan pernah 100% benar akan ada terus pro kontra untuk menyatakan pembenaran masing2…
Saya punya pendapat bahwa sebenarnya hanya ada 1 ilmu saja baik didunia/akhirat, jadi saya berpendapat bahwa ustad/guru juga bisa menjadi dokter bagi orang yang sakit tergantung level keimanannya di mata Allah.
Salam
kalu berkata
BRAVO!!!
Saya pun sependapat 100% bahwa kebenaran mutlak hanyalah di sisi ALLAH SWT,tp jgn lupa bahwasannya mns di tuntut untuk menuntut ilmu setinggi”nya dlm rangka untuk mendekatkan diri KEPADANYA,
Semakin dalam kita mengenal ciptaannya,Semakin yakin pula kita bahwasannya DIA benar-benar MAHA SEGALANYA,..
Adapun adanya perbedaan pendapat dalam memahami ciptaannya jgnlah hal itu menjadikan kita saling bermusuh”an,tp jadikan sbg perbendaharaan ilmu kita yg sangat terbatas ini.
Semakin dangkal ilmu yg kita miliki semakin berpotensi pula kita untuk di sesatkan+akan membuat kita ragu akan apa yg kita yakini.
HEMAT saya”Apapun jenis ILMU yg kita dapat selama tidak melemahkan AQIDAH yg kita miliki saya rasa baik kiranya untuk dikaji.
Salam hangat
Nasrudin berkata
menurut saya!!!masalah nabi adam dilahirakn dan surga itu tidak kekal itu sangat menyimpang dari agama islam.Sebenarnya waktu membaca buku beliau sependapat dengan beliau tapi setelah membaca penjelasan diatas saya mengerti yang sebenarnya. Smoga ALLAH memberi hidayah pada saya dan smua!!!amiiiiiiiiiin!!!
Tentang Sinar Menurut Al Qur’an ; surat AN NUUR « SyamJr’s WebBlog berkata
[...] Qur’an ; surat AN NUUR (QS;24/35.) ditulis oleh HENVEL sebagai bagian tanggapannya di blognya Aricloud Pendapat bloger ini menyanggah teori Albert Einstein tentang apa itu [...]
Abdulrahman Yohanis berkata
Mas Hanafi & Henvel, top banget dah sbg manusia Indonesia.., saya senang membaca tulisan dan analisa seseorang, tapi maaf saya tidak akan semudah itu me amini..,(tapi saya terus baca loh..), saya yakin selama manusia (umat Islam) terus mencari kebenaran dan membedah AL QUARAN dengan Iman dan takwa dengan tujuan kebenaran atas atas maksud dari Firman ALLAH SWT, yakinlah ALLAH tidak akan membiarkan hambaNYA terjerumus dalam analisa yang menyesatkan…sebagai penambah wawasan dan menambah keimanan dan ketakwaan saya, saya tetap akan terus membaca setiap tulisan yang menurut saya ingin saya baca, termasuk komentar-komentar anda yang brilian…
Wassalam
Hamba ALLAH SWT yang ingin terus mencari dan mengetahui dari rahasia AL-QURAN sampai akhir hayatnya…(tapi ibadah wajib terus dijalankan dong, nanti sibuk mencari-cari ga punya bekel di akhirat terlepas akhirat itu kekal atau tidak, saya belum bisa menyimpulkan)
Yovi Iskadar berkata
1. “hal penciptaan Adam adalah seperti penciptaan Isa”, dalam Al-Qur’an yang pernah saya baca kurang lebih pengertiannya seperti itu.Tolong bandingkan lagi dengan pendapat saudara.
2. SAtu pernyataan dalam Al-Qur’an mengandung banyak pengertian yang mungkin tak terhingga, Al-Qur;an adalah kebenaran yang absolut, sementara pengertian sebagai dampak dari pernyataan Al-Qur’an tersebut bersifat relatif, sikap bijaksana adalah lebih baik. Pengertian atau penafsiran mungkin berbeda, tapi jangan sampai satu penafsiran dari Al-qur’an diabsolutkan, sedangkan masih banyak penafsiran yang lain. wallaahualam….
ivan berkata
Kalau kita ibaratkan Al Quran itu adalah Surat Pribadi Allah swt kepada kita yang diantarkan kepada kita lewat petugasNya, Nabi Muhammad saw, apa mungkin Dia memberi kita sebuah surat yang tidak jelas arahannya, sehingga bisa timbul penafsiran yang saling bertolak belakang ?…
Anonim berkata
Ariclaud: Judul buku mana yg dimaksud????? Ternyata Akhirat Tidak Kekal, atau Ternyata Adam Dilahirkam. Bahwa masih memaknai maksud pemikiran Agus Mustofa, saudaraku Ariclaud masih salah!!!!! Apalagi mengkaji Al Qur’an…… Subhanallah. Agus Mustofa memberi pengertian bahwa diri yg satu adalah “Stem Sell” bukan Nabi Adam A.S., itulah ciri khas Agus Mustofa dgn keilmupengetahuanNya.
agus hartono berkata
agus menanggapi:
Assalamu alaikum wr wb
saya penggemar buku2 pak Agus Mustafa dan saya suka penafsirannya yang menggunakan akal.memang ada yang kurang setuju terhadap beberapa penafsirannya, tapi saya yakin pula bahwa yang tidak setuju tersebut karena kurang bisa memahami seluruh isi dari buku tersebut. dan saya yakin kok orang2 yang menggunakan akal akan menganggukkan kepala dengan buku2 pak Agus tersebut.Jika kita mampu menggunakan akal untuk memahami isi buku2 tersebut saya yakin pula akan berakibat pada pemahaman terhadap isi al qur`an. dan pemahaman itu akan berakibat pada tambahnya ketebalan iman. saya sangat berterima kasih sekali pada pak agus mustafa karena dengan membaca bukunya sampai saat ini saya jadi lebih takut untuk meninggalkan shalat dan saya jadi lebih rajin membaca Qur`an dengan terjemahannya dan tafsirnya juga asbabuun nuzulnya. jadinya Alhamdulillah saya jadi lebih banyak hafal ayat2 dlm Al qur`an. dan Alhamdulillah pula sampai saat ini saya selalu berusaha untuk membaca dan menghafalkan dan mengerti isinya. puncaknya saat ini saya sudah selesai mengumpulkan ayat2 yang berkaitan dengan setiap permasalahan. tentunya dengan versi saya sendiri. dan dengan buku yang saya buat tersebut saya jadi lebih mudah untuk memahami isi al qur`an. buku tersebut saya jilid jadi 6 buku terima kasih pak Agus Mustafa.
wassalamu alaikum wr, wb.
tri pramudya berkata
assalamualikum wrwb.
semua buku bapak agus mustofa unik dan sangat menarik, tergantung bagaimana kita bisa memahami pemikiran beliau yang dapat membuka cakrawala pemikiran yang baru dari dogma-dogma para ulama yang otodidak, karena pemikiran kita terus berkembang terhadap penafsiran 2x alqur,an oleh sebab itu sah-sah aja beliau menulis buku yang unik dan menarik itu
abdul berkata
berikan bukunya supaya saya bisa baca dan berpartisipasi mas….tq.
dimana sy bisa download bukunya???
djoko sriwahyu indratmodjo berkata
Alhamdulillah kalau kita mau mencari dan mencari Insya Allah bakal ketemu maksud saya Buku 2 yang telah diungkapkan oleh bapak agus mustofa adalah buku yang sangat berarti bagi saya khususnya untuk bisa mendalami Ke Maha Kuasanya , Ke Maha Hebatnya , Ke Maha Besarnya dan Ke Maha Segalannya Allah swt.
Saya sangat menikmati dan sangat sayang kalau sampai ketinggalan untuk mendapatkan buku tersebut.
Sungguh luar biasa cara menyampaiknnya agar kita dengan mudah bisa mencerna.
Demikian semoga Allah swt selalu merahmati kita semua …Amin
rijalul berkata
alhamdulillah… saya rasa buku apa aja kita baca kalu di ambil kbenaran (positifnya) yg masuk dlm logika. itu sangat brguna dan ada keuntungannya.. karena kita bisa paham dan mengerti secara logika (masuk akal). jdi menurut saya pembahasan masalah buku ust. agus mostafa, secara ilmiah sangat baik aku suka, karena bukan hanya ilmiah yg beliau paparkan tpi ada jga pndekatan dengan al Quran. sebagai mana dlm buku yg berjudul “TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL” kbanyakan logika yg dpata kita ambil dri buku trsebut:
” knapa bgitu ? klu kita berpikir suatu waktu & sampai pada waktunya kita telah berpulang (meniggal dunia) saya dsini sebagai orang tidak tahu soal Agama. maka saya bertanya: setelah kita meninggal kita di kuburkan ke dlm tanah.. secara syriat kita mngetahui sperti itu. tpi apakah jasad kita kekal dlm tanah? atau sudah di makan cacing..? trus yg ada hanyalah tulang yg terkubur? nah satu lagi, roh kita yg sudah di cabut akan berada di alam mna lagi?
rijalul berkata
kalau ada yg minat mentuntaskan diskusi diskusi tentang “ternyata akhirat tidak kekal” dengan ust Agus mostafa.. harus punya dasar ilmiah.. yg kuat untuk pembahasan atmosfir, 7lapisan langit, perputaran bumi, matahari.. !! jangan hanya pehaman yg terbatas!
goldy berkata
Trus berkarya pak agus…
selama ini kita terlalu banyak meributkan hal2 yg gak penting dan memusingkan. jika niat kita baik dan berbagi ilmu, Allah SWT yang akan melindungi dan membimbing kita. jng berpikir penjahat sudah pasti masuk neraka dan ulama masuk surga, semuanya kembali kepada kewenangan Allah SWT sebagai pemilik segalanya.
ati berkata
Yang haq hanya milik Allah. karena hanya Dia yang mengetahui proses kejadian manusia.jgn samakan dong dgn pemikirannya manusia yuang bersifat terbatas.SADAR oooooiy………