Kartun Pelecehan Nabi Muhammad saw, Bagaimana Sikap Kita?
Ditulis oleh aricloud di/pada Februari 25, 2008
Saya sangat tertarik membaca diskusi postingan dari mas agor di : Kartun Nabi; Bagaimana Sikap Ummat Islam ? Agar terdokumentasi dalam blog ini, maka saya masukkan komentar saya di blog ini.
Bukan sekali dua kali karikatur atau kartun pelecehan nabi Muhammad saw dan Agama Islam terjadi. Namun apakah semua itu akan berakhir apabila kita meluapkan emosi dengan membalasnya dengan aksi serupa atau ancaman terhadap pembuatnya, atau sikap permusuhan, atau demonstrasi berlebihan?
Saya bukannya tidak setuju dengan sikap tegas terhadap para penghina tersebut, namun saya ingin mengutarakan beberapa hal:
Sebenarnya, sikap Barat yang seperti itu dapat disebabkan beberapa hal utama :
1. Doktrin agama mereka sendiri.
2. Ketidaktahuan mereka akan akan agama Islam.
3. Informasi dan cerminan yang salah dari umat Islam itu sendiri.
Pembahasan :
1. Untuk nomor 1 ini tidak usah ada pembahasan lagi, karena dalam Al Quran sudah jelas bahwa mereka tidak rela hingga kita mengikuti mereka.
Justru seharusnya sebagai umat yang mengaku penganut “Agama untuk Semesta Alam”, maka umat Islam perlu konsentrasi pada nomor 2 dan 3.
2. Ketidaktahuan mereka akan akan agama Islam.
Sudah jelas, masih banyak manusia di luar sana yang masih belum mengetahui “Agama Islam” secara benar. Hal ini tidak lepas dari kurang giatnya umat Islam itu sendiri dalam menyebarkan informasi tentang agamanya.
Sebagai contoh di Indonesia, kebanyakan buku-buku tentang Islam masih eksklusif, belum ada yang secara khusus memiliki strategi marketing ke umat non-muslim. Kalaupun ada buku-buku “mengenal Islam” justru dikarang oleh orientalis atau penerbit nasrani, yang justru menjerumuskan.
Bayangkan, mana ada orang kristen yang mau beli buku terbitan GIP atau terbitan Robbani Press, misalnya. Baru buka halaman pertama saja sudah ada tulisan Arab. Belum lagi covernya yang eksklusif. Buku-buku terjemahan karangan orientalis seperti karen armstrong, justru malah banyak dibaca orang Islam, bahkan lebih laku dibanding karangan Alm. Nashirudin Al Albany di kalangan umat Islam sendiri.
Sementara buku-buku kristen di taruh di dekat kasir dengan judul “motivasi” dan sampul umum, maka buku-buku Islam di Taruh di deretan “Agama Islam” dengan sampul Islami.
Sementara umat Budha (dengan ikon master Cheng Yen) membuat siaran TV DAAI (baru di jakarta dan medan) dengan konten yang LUAR BIASA bagus dan mendidik dan strategi marketing ke semua kalangan agama, maka dimana TV Islam?
Taruhlah di kemudian hari ada seseorang berkesempatan bikin TV Islam (Amin..) misalnya, tapi namanya TV Al-Madinah, atau TV Al Hurriyah, atau TV Al-Istiqomah, atau TV As Sunnah (dll) maka “dari namanya saja” dijamin umat non-Muslim gak bakal ada yang nonton.
3. Informasi dan cerminan yang salah dari umat Islam itu sendiri.
Ini juga penting, Saya setuju dengan Mas Agor, jika kita menanggapi kasus kartun tersebut dengan emosional apalagi dengan kekerasan, maka bertambahlah Informasi dan cerminan yang salah dari umat Islam itu sendiri.
Orang Barat, memandang negara-negara Arab sebagai negara Islam, namun mereka juga mengetahui kegemaran sebagian besar para Raja-Raja dan petinggi Arab yang doyan berhura-hura, masyarakatnya memiliki tingkat kekerasan tinggi terhadap wanita, dan merebaknya sumber perdagangan obat bius.
Orang Barat, juga memandang Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar. Namun mereka juga mengetahui betapa tingginya Tingkat Korupsi, Kolusi dan Tingkat kekerasan antar masyarakat di Indonesia.
Well, kartun nabi itu adalah satu hal, namun kemarahan kita adalah lain hal…
Mereka yang beruntung adalah mereka yang mampu mengambil ibrah dari semua itu dan ibrah tersebut bermanfaat bagi dirinya serta orang lain.
Februari 25, 2008 pada 2:39 pm
Nomor 2 dan 3. Itu yang terpenting…
Betul Mas Ari saya juga mempertimbangkan hal ini. Namun juga, betul yang disampaikan oleh Mas Mustofa dalam komennya, membuat gentar !. Yang jadi titik kombinasi dengan kearifan dan kesabaran dan manajemen komunikasi dalam kasus ini adalah kelemahan manajerial dan taktikal ummat Islam dalam berkomunikasi melakukan syiar Allah.
Namun, saya percaya, insya Allah ke depan akan semakin bersinar.
Februari 28, 2008 pada 6:36 pm
…..
Maret 5, 2008 pada 9:03 am
Salam,
Saya sering membaca buku-buku “orientalis”, tapi Alhamdulillah saya tidak terjerumus sebaliknya menjadi batu ujian, dilain pihak… betul kata mas bahwa Strategi marketing ke umat non-muslim kita yang kurang baik. Atau dengan kata lain kita masih gentar dengan persenjataan mereka (secara ekonomi atau bukan) padahal jika kita melihat sejarah perjuangan awal-awal islam, panji Islam mampu memporak porandakan raksasa Rumawi dan Persia dalam tenggang waktu yang amat sangat singkat.
Wassalam.
Maret 6, 2008 pada 5:37 am
Wa’alaikum salam mas haniifa
betul mas, jika kita flasback ke belakang, maka alangkah sedihnya hati ini karena begitu jauhnya kondisi kita dengan kejayaan masa lalu.
postingan ini bukanlah suatu bentuk kemarahan, namun wujud lain dari “kemarahan” pada diri sendiri yang tidak mampu berbuat suatu apa..
April 7, 2008 pada 6:15 am
Salam,
Saya adalah Non-muslim, (Kristen) sikap anda dalam menghadapi hal ini sangat saya hargai. Jarang sekali saya bisa melihat sikap seperti ini dalam kehidupan sehari-hari. Sikap yang menurut saya intelektual dan gentleman. Saya secara pribadi juga tidak setuju dengan ide “melecehakan” atau membuat sesuatu yang dianggap “menghina” pemeluk agama lain, tapi toh itu pasti akan terjadi, baik yang dilakukan umat Kristen terhadap Islam, Umat Islam terhadap Kristen ataupun antar umat agama yang lain.
Kejujuran anda dan “Kemauan” anda untuk melihat sisi buruk pemeluk agama anda adalah suatu nilai etika yang sangat tinggi. Kebanyakan muslim yang saya kenal tidak mau menerima keburukan yang dilakukan oleh orang yang seagama dengan mereka dengan berbagai alasan dan dalih untuk menutupinya.
Saya sangat berharap lebih banyak lagi orang muslim yang bisa seperti anda, memiliki pemikiran yang terbuka dan lebih berdasar pada kasih daripada dendam.
Salam….
April 11, 2008 pada 3:21 am
saya heran dengan reaksi saudara2 kita sesama umat muslim segala cara mereka lakukan dan menurut saya itu sudah mencitrakan islam sebagai pemberontak,saya yakin tidak ada manusia sekarang yang mengetahui gambar nabi muhammad yang sebenarnya,jadi kalau ada gambar kartun dan mengakui itu gambar nabi, pasti jelas2 ngawur, yang protes dan memberontak pasti juga ngawur karna secara tidak langsung pasti juga mengira itu gambar nabi yang sebenarnya.mari kita bersikap dan bertindak sesuai contoh2 yang telah dilakukan oleh nabi muhammad,jangan sampai masyarakat islam mengikuti langkah2 setan yang selalu hanya mau membuat kerusakan diatas muka bumi yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
April 13, 2008 pada 7:50 am
biarkan jahanam yang akan menghukum manusia yang menghina kekasih ALLH SWT.
mereka hanya orang2 sirik terhadap ISLAM yang mungkin sekarang perkembangan nya sedang pesat di berbagai negara.
yang jelas kita sebagai umat muslim di dunia kita harus mendukung perkembangan islam.
ALLAHUAKBAR…………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!