Mencari Cinta-Nya

I have face it, life wasted, i am never going back again

Mesjid Agung Natuna dan Mesjid Kubah Emas (Kemajuan Islam atau Tanda Dekatnya Kiamat?)

Posted by aricloud pada Agustus 5, 2008

Salah seorang rekan saya yang kebetulan beraktivitas di perusahaan kontraktor Duta Graha mengatakan bahwa mereka saat ini sedang menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Natuna di Kepulauan Riau. Komplek mesjid yang dibiayai oleh APBD ini menghabiskan biaya tidak kurang dari EMPAT RATUS MILYAR RUPIAH (RP 400.000.000.000,00). Ia mengatakan bahwa kemegahannya jauh melebihi Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok.

Dibalik pembicaraan tersebut saya secara pribadi merasakan dua hal yang berbeda : Antara rasa bangga dan terenyuh sakit.  Rasa bangga karena Indonesia memiliki banyak mesjid yang megah nan indah yang bisa dibanggakan. Namun terenyuh jika mengingat kesengsaraan masih melanda umat islam negeri ini.

Bagi saya, mesjid yang baik adalah mesjid yang dekat dengan umat. Dekat dalam arti sebenarnya dan juga kiasan. Seperti mesjid Da’arut Tauhid misalnya, atau mesjid Darussalam seperti yang diceritakan mas Donnyreza. Mesjid yang lokasinya mudah dijangkau oleh umat Islam, bukan mesjid yang untuk masuk saja harus melalui jalan masuk berratus meter (positifnya, setiap langkah ke mesjid insya Allah bernilai pahala). Juga mesjid yang memiliki pelayanan dan aktivitas dekat kepada umat sekitarnya maupun para musafir.

Kebiasaan bermegah-megahan dalam membangun mesjid ini bukan hal baru bagi kita, bahkan di timur tengah lebih banyak lagi mesjid yang mendahulukan kemegahannya, baru kemudian fungsinya.

Walaupun antara kemegahan dan optimalisasi fungsi dan peran mesjid sangatlah relatif (Artinya hanya Allah-lah yang berhak menjustifikasi) sehingga bermegah-megahan dalam membangun mesjid mungkin akan menjadi sebuah pembenaran jika ditilik dari sudut pandang dan berbagai alasan yang positif.

Namun, terlepas dari semua hal tersebut, Rasulullah SAW sesungguhnya sudah mewanti-wanti umat Islam dengan berbagai sabdanya saw :

  • Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, Rasulullah Shalallahi Alaihi wa Sallam bersabda : “Aku tidak diperintahkan untuk memegahkan masjid” (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban mensahihkannya)
  • Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : “Tidak akan datang Hari Kiamat sehingga manusia bermegah-megahan menghiasi masjid” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Anas. Shahih Al-Jami, 7421)
  • Dari Anas berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia saling berbangga-bangga di dalam membangun masjid” ( Alkhamsah, kecuali At Tirmidzi, Ibnu Khujaimah mensahihkannya )

Umar ra pernah melarang menghiasi masjid karena khawatir akan sabda Rasulullah saw tersebut dan juga khawatir manusia sibuk dengan hiasannya itu.

Well, namun demikian kita pun tidak boleh mendahului Allah SWT dalam menilai niat orang lain. Semoga Allah SWT memberikan pahala kepada siapapun yang berusaha memakmurkan mesjid dan memberikan sumbangsih pada kemajuan Umat Islam. Amin

About these ads

28 Tanggapan to “Mesjid Agung Natuna dan Mesjid Kubah Emas (Kemajuan Islam atau Tanda Dekatnya Kiamat?)”

  1. Donny Reza said

    Saya nggak ngerti dengan cara pikir pemerintah setempat. 400 Milyar? Masya Allah. Itu bisa nyekolahin anak sekampung. Kenapa nggak dijadikan untuk buka lapangan kerjaan aja sih? Masjid megah juga buat apa?

    Saya memang senang dengan masjid, tapi ada ‘rasa’ yang berbeda ketika shalat di masjid yang besar dengan yang kecil. Justru semakin sederhana Masjid, semakin nyaman kita shalat dsana.

    Masjid Salman juga salah satu masjid yang dekat dengan umat :-) dilihat dari filosofi dan design arsitekturnya, masjid tersebut memang dirancang untuk lebih dekat dengan umat. :)

    • muhammad ismail said

      assalamualaikum.
      setiap orang mempunyai pemikiran yg berbeda dlm mengartikan sesuatu yg ingin d capaix. bukankah mesjid itu sdh jadi berdiri tegak n megah. berfikir positif apa yg sudah d bangunx manfaatkan dgn sebaik-baiknya. saya menghargai setiap pendapat namun yg lebih terpenting lagi apa yg dapat kita bangun untuk natuna ini n apa yg bisa kita berikan…..sudah kah kita berbuat sesuatu yg bisa d bangga kan umtuk natuna ?????? apakah kita sudah memakmurkan mesjid dalam arti sholat 5 waktu d mesjid

  2. aricloud said

    Potensi kekayaan Kep. Natuna memang sangat menjanjikan. Walaupun Pemda setempat telah mencanangkan program pemberikan kartu gratis berobat (Askeskin) dan pemberian subsidi BBM minyak tanah, dan paket bantuan beras raskin, penyediaan rumah bagi lansia dan bantuan pemodalan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), namun bagi saya tetap tidak akan pernah cukup menjadi alasan pemborosan biaya untuk bermegah-megahan.

  3. Supermance said

    yang paling heboh tuh Mega Mosque di London, yang foundernya Tabligi Jamaat

    sangat besssaaaaarrr bgt sekali di tengah2 kota London, katanya bakalan menjadi landmark baru kota London

  4. Leni said

    Punya banyak mesjid bagus? bangga sih. Tapi…………. sepertinya masih banyak anak-anak yang butuh pendidikan layak dan para pengangguran yang butuh lapangan kerja.

  5. agorsiloku said

    QS 9. At Taubah 107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

    Saya sering memikirkan ayat ini dan merasa aneh !. Memang adakah mesjid yang dibangun atas dasar kesombongan/bermegah-megahan, bukan seperti mesjid Quba, atas dasar takwa!.

    Adakah mesjid yang dibangun untuk tujuan menyesatkan orang mukmin?. Bukankah Mesjidil Haram dan Nabawi juga mesjid yang mewah !?. Ataukah mesjid dari aliran ini, dari aliran itu ataukah yang berkubah berlian (eh belum ada ya). Ataukah mesjid yang setiap Jum’atnya rame pengemis dan shubuhnya sepi peminat !

    Kadang bertanya, apakah mesjid tidak bisa menjadi syiar untuk memberantas kemiskinan !?. Manakah sesungguhnya yang lebih baik membangun mesjid dan membiarkan tetangga kelaparan atau sakit, ataukah… apa ya…

    Semua dalam gumanan belaka….

  6. haniifa said

    Yang repot kalau mesjidnya… jadi banyak perhiasan dunia, kemudian dikunci kecuali beberapa menit setelah adzan. Fungsi masjid berubah menjadi tertutup… untuk ibadah.
    Saya agak kurang sependapat dengan Mesjidil Haram dan Nabawi juga mesjid yang mewah ?! Sebab sepengetahuan saya kedua mesjid tersebut ditutup sesaat manakala sedang dibersihkan… biasanya terjadi pada tengah malam atau dengan kata lain tidak mengganggu orang untuk beridabah.

    Wassalam, Haniifa.

  7. EKO BANTEN said

    KALAU SAYA MAH JANGAN DI PERMASALAHKAN MENGENAI MASJID,KOK HERAN SIH TEMPAT IBADAH UMAT ISLAM DI OBOK2.SEHARUSNYA KITA MALU PADA ALLAH,KITA YANG RIBUT ORANG LAIN YANG TEPUK TANGAN?
    UDAH DEH LEBIH BAIK KEMBALI KEDIRI KITA MASING2 DAN TAMAN KANIMAN KITA DAN DEKATKAN DIRI KITA KEPADA ALLAH SEMUANYA AAAMIIN.

  8. aricloud said

    @Eko Banten
    Semoga kita makin dekat kepada Allah SWT..amin

  9. intan said

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Yuk mari kita semua berdo’a sebaik2nya memohon segala kebaikan dan keselamatan lahir batin kepada Alloh SWT bagi kita, keluarga kita, kerabat & saudara2 kita semua kaum Muslimin & Muslimat :

    Ya Alloh – ampunilah dosa2 hamba. Hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatunya.
    Hamba memohon perlindungan-MU yaa Robb – dari segala hal yang kami tidak ketahui hakikatnya, dari segala hal yang dapat merugikan diri kami sendiri. Tunjukkanlah kami jalan menuju Surga-MU yaa Robb dan jagalah kami dari pintu neraka-MU. Allohumma Amin.

    Wabillahit taufiq wal hidayah,
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  10. kenka himura said

    Ga bangga sama sekali punya mesjid dari emas. Buat apa bagus n gede kalo pas waktu sholat cuman beberapa orang yang nge-ramein mesjid. Justru makin keliatan memprihatinkan gede tapi kosong melompong. Jangan berlebih-lebihan intinya…

    MIRIS… 400 Milyar itu pasti lebih banyak berguna untuk ngebantu orang lain. Memang yang bisa menghancurkan umat Islam itu ya cuma umat Islam nya sendiri.

  11. WAHYUDI said

    JANGAN HANNNYA MEMBANGUN ANGUNAN FISIK SAJA TAPI BANGGUN JUGA ASFEK LAINNYA DIANTARANYAMEMBANNNNNGUN SDM NATUNA YANG SELAMA INI HANYA BISA BICARA DI KANDANG SENDIRI.

  12. andy lau said

    ayo kita kerja keras

  13. orang bandung said

    sebelumnya ngga kepikiran kalo punya masjid megah tapi banyak kekurangannya. bener juga tuh apa yang dimaksud di hadits serta ayat al quran tersebut. manusia lama-lama ngebangun masjid cuma atas dasar prestise tanpa memandang hikmah dan tujuan didirikannya masjid itu sendiri..

    paraaaaaahhh bangggeeeetttt.. kalo masyarakatnya udah makmur, kalo masyarakat di sekitarnya juga udah makmur, baru bangun masjid yang megah. ga akan ada yang protes!!

    juga tidak bisa dijadikan pembenaran kalo kita mendingan cuek aja dan hanya memdulikan ibadah sendiri. semakin banyak yang cuek, maka semakin banyak kemungkinan kekhilafan umat yang dilakukan, dan kita turut andil dalam dosa itu karena tidak turut mengingatkan!

  14. haniifa said

    @All Muslim Indonesia.
    Yoo… kita rame-rame rehab mesjid/surau/mck.. dikampung-kampung !!

  15. haniifa said

    @All Muslim Indonesia.
    Lebih rame lagi kalau… menolong janda-janda miskin/ anak yatim… dikampung-kampung atawa dikota-kota !!

  16. Intan dwi O said

    Allahuakbar!!!!!!
    Hidup Indonesia,,,,,,,

  17. mekel said

    mesjid yg inda

  18. Hanifah said

    iwaw Rp.400miliyar… Pasti mesjidnya bagus sekali.. Tapi buat apa klo mesjid itu jarang dipake bwt ibadah…Pasti orang-orang yang dateng cuma pengen melihat mesjid yang megah itu.. Mendingan Sebagian uangnya bwt orang-orang yang kagak mampu (dibagikan kepada fakir-miskin) tw buat lapangan pekerjaan.. Secara gitu Indonesia banyak banget pengacara(Pengganguran banyak acara) hehehehe… Semoga aja mesjid agung natuna bukan mmenjadi tempat wisata

  19. samsudin said

    saya sangat setuju… seharusnya masjit tak mesti harus ditata dedemikian mungkin,pentingjugasih,saya bangga karna tempat saya memiliki masjit yang semegah itu…bangga banget,tapi gak seharusnya… pintu harus jadi penghalang orang /pengunjung maumasuk. mesjit megak indak itu justru lebih baik.bisa aja jadi memmancing masyarakan ingin sholat di siti, tapi gak seharusnya di atur juga tempat masuk, kalau ndi atur bearti majit itu milik seseorang bukan milik yang mahakuasa.
    maaf jika ada ayng salah ama komentarsaya,
    ini cuma menurut saya saya tak berpihak ama sapa-sapa tapi saya memberi pendapat aja.makasih

  20. Abdan Syakur said

    Saudara2ku…yang baik

    Lebih baik mana, membangun masjid atau membantu fakir miskin ?
    Janganlah engkau kira, orang yang membangun masjid megah itu tidak menyantuni fakir miskin.

    Sudahkah engkau menelitinya?
    Saya tahu, mereka itu justru orang2 yang gemar bersedekah setiap hari.
    Berapa ratus karung beras yang di sedekahkan setiap minggu…
    Berapa Milyar uang rupiah yang di sedekahkan tiap bulan…
    Berapa Milyar uang yang di sisihkan untuk memodali usaha orang-orang kecil…
    Berapa ratus bahkan ribu orang yang telah diberangkatkan haji ke tanah suci…

    Tetapi bukan semakin habis uangnya,
    bahkan semakin bertambah banyak saja…
    Apakah yg kau lakukan jika engkau menjadi dia?
    sedekah sudah terus menerus, tetapi uang semakin mengalir deras ?

    Maka wajarlah, jika dia berniat membangun masjid yang indah.
    Masjid, rumah Allah…layak untuk indah.
    Sebagai rasa Syukur atas rezeki yang di berikan oleh pemilik rumah itu sendiri.
    Sebagai Syiar agama Islam, sebagaimana indahnya Masjidil Haram,
    Sebagaimana indahnya masjid Nabawi.

    Jadi uang yang dipakai untuk membangun Masjid indah itu
    bukanlah uang terakhir yang dimilikinya.
    karena sampai sekarangpun sedekah, bantuan, modal dsb
    masih deras diberikan kepada yang berhak.
    Tetapi uang lebih deras lagi masuk kepadanya.

    Yang harus introspeksi adalah justru kita sendiri.
    Mengapa kita tidak bisa seperti dia?
    Bersedekah juga,
    Membangun Masjid juga.
    Bahkan kita, bersedekah hanya ala kadarnya,
    membangun masjid tidak pernah sama sekali.
    Karena kita tidak belajar dari mereka.
    Kita lebih suka berfikir yang negatif tentang mereka,
    tanpa mengambil pelajaran dari mereka.

    Mengapa mereka mudah sekali mendapatkan uang?
    Karena mereka menganggap kecil arti uang,
    Dan menganggap besar keagungan Allah SWT.
    Maka Allah muliakan mereka.

    Sedangkan kita?
    mengapa selalu sulit mencari uang
    Sepanjang hari mencari uang, bersusah payah, kenapa?
    Karena kita menganggap besar arti uang,
    melebihi pentingnya dan besarnya Asma Allah SWT.
    Maka dijadikannya kita menjadi hamba uang, sepanjang hari.
    Itulah sebabnya mengapa kita merasa miris
    saat uang digunakan untuk membangun Masjid yang indah.
    Karena kita sayang kepada uang.

    Mereka yang merdeka dari penjajahan uang,
    memandang, hidup ini adalah tentang kita dengan Allah.
    Seberapa tinggi rangking, posisi Allah di hati mereka
    mengalahkan apapun urusan.

    Sedangkan yang terjajah uang,
    memandang, hidup ini adalah mencari uang.
    Meskipun basa-basinya mengatakan hidup adalah ibadah kepada Allah.
    Tapi tengoklah kedalam hati,
    Seberapa tinggi rangking, posisi uang di dalam hati kita?
    mengalahkan ketertarikan kita mengenali Allah
    semangatnya mengalahkan semangat panggilan Allah.

    Seyogianya kita belajar dari mereka
    yang telah mengalahkan berhala dihatinya
    dan memenangkan Allah dalam pertempuran di hatinya.
    Dengan memandang kecil arti dunia..
    dan memandang kagum dan Agung, kebesaran Allah SWT
    yang Maha Berhak untuk di kagumi, dicintai, ditakjubi, oleh semua makhlukNya
    Tiada ilah selalin Allah.

    • Kang Purwa said

      Bismillah, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
      Saya setuju dengan tulisan di atas, dengan catatan bahwa pembangunan mesjid yang megah itu dari seorang dermawan yang kaya raya yang kelebihan uangnya dan dialokasikan untuk membangun mesjid yang megah. Namun apabila mendahulukan pembangunan mesjid yang super megah ini dari dana APBD, yang nota bene adalah uang rakyat adalah lebih maslahat untuk mengentaskan kemiskinan, sebab jangan sampai mesjid dibangun sedemikian megah, akan tetapi kaum mislimin yang fakir banyak yang menjadi kafir alias murtad. “Kefakiran itu lebih mendekatkan diri kepada kakafiran”. Wassalam.

  21. irinia said

    jangan sampe mesjidnya nangis karena pd wkt salat(apalagi subuh)cuman kaya panti jompo,,n cm 2 shaf,,hmmmmm mendingin biayain anak pinter yg g mampu,,mesjid sederhana tp fungsional n d cintai udah sgt cukup lah..allah aja g minta mesjid d buagus2in..pa lg yg brlebih2an

  22. conk aconk said

    alham dullillah,,,bisa bngun masjid besar dan megah!
    tp alangkah sedih nya, jika kemegahan na hanya menjaji ruang hampa..
    yang kosong tampa,,,???
    give thank to allah,,

  23. Anonymous said

    aku pernah ke natuna n ikut krja bikin mesjid agung natuna yg termegah di natuna,rasanya pingin bgt dtg n liat hasil ahir msjit itu.laskar cool pro 6 feb 2009.

  24. riskisept said

    assalamualaikum,,,
    mengapa masjid yang dibesarkan?
    saya jadi teringat pada snouck horgrounje ketika beraksi di aceh, dia mengahncurkan islam dengan banyak mendirikan masjid dan mengkompetisikan umat islam aceh yang tidak pernah terjajah belanda untuk semakin sering melakukan ritual sebanyak-banyaknya. sehingga dengan begitu, umat islam aceh dengan mudah untuk dijatuhkan oleh belanda, umat islam tidak lagi menjadi umat islam yang seimbang antara kejayaan dengan ibadah ritual, namun lebih condong kepada ritual dan meninggalkan kejayaan armada tempurnya.
    maka saudara2, janganlah keberadaan masjid yang banyak dan besar malah semakin memperkecil dan memundurkan umat islam.
    semoga umat islam jaya…
    wassalamualaikum, wr.wb

  25. Anonymous said

    alhamdulilah saya pernah menjadi bagian dari pembangunan masijid agung natuna

  26. agus putranto said

    alhamdilillah…buat warga riau, sekarag tugas kalian memakmurkan masjid dan lingkungan sekitarnya. Amiin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: