Mencari Cinta-Nya

I have face it, life wasted, i am never going back again

Kesan Pertama dari Film Laksamana Cheng Ho di Metro TV

Ditulis oleh aricloud di/pada Agustus 19, 2008

Kesan pertama dari film kolosal berseri “laksamana Cheng Ho” atau Admiral Zheng He terus terang membuat saya sedikit kecewa.

Hebohnya trailer dan previewnya yang terlalu wah yang bahkan dikabarkan bahwa ini adalah proyek film kerjasama tiga negara (indonesia, thailand dan china) tentu memberi harapan tersendiri bagi para calon penonton. Dari segi cerita, karena baru episode awal, memang belum bisa disimpulkan kualitasnya akan tetapi setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya kecewa pada kesan pertama :

1. Pemeran Tokoh Utama, dalam hal ini Pak YIM, menurut saya dari segi penampilan kurang bisa merepresentasikan sosok Cheng Ho yang menjadi harapan saya. (Tentu dalam benak saya akan lebih bagus jika sosok Cheng Ho adalah pemuda 30-an yang tegap dan berwajah tampan minimal seperti Tony Leung lah).

2. Dengan tidak terpenuhinya No. 1, saya masih berharap kemampuan akting Pak YIM dapat memuaskan saya. Namun ternyata, walaupun akting beliau tidak bisa dianggap jelek, tetapi menurut saya masih banyak aktor beneran yang jauh lebih baik. (sehingga saya jadi mempertanyakan, apa sih motivasi sang produser dengan memilih Pak YIM jadi pemeran utama?)

3.  Saya membayangkan film tersebut setidaknya akan bergaya film-film hollywood dan china yang massive dan super dramatis (misalnya seperti The curse of Golden Flower), tapi ternyata setelah saya melihatnya tak lebih dari sebuah sinetron biasa. Pewarnaan dan grafis, pengambilan angle, hingga pada adegan peperangan belum bisa sama sekali disandingkan dengan film-film hebat (Lagian ngapain juga saya mimpi membandingkan dengan film Holliwood ya? yah..namanya juga harapan).

Masalahnya adalah menurut saya hampir tidak ada perbedaan keunggulan yang nyata dibandingkan dengan sinetron biasa. kalaupun ada maka baru terletak pada ide cerita, tokoh utama (jelas berbeda), lokasi-lokasi yang bersejarah. Selebihnya sama, bahkan yang membuat saya lebih kecewa, adegan peperangan didramatisasi menjadi seperti film tersendat-sendat  dan cepat ala charlie chaplin.

4. Saya berharap film ini mampu menjadi syiar Islam juga, namun apa daya wanita-wanita dengan belahan dada terbuka dan yang cuma pakai kain doang masih nampak di film ini. (memang sih jaman dulu wanita jawa seperti itu..)

Well..Mungkin harapan saya saja yang terlalu berlebihan, semoga seiring cerita berjalan akan mulai terlihat jalan cerita yang menjadi harapan saya (tinggal ini nih pengobatnya). Bagi yang tidak setuju dengan pendapat saya sah-sah saja, beda kepala pasti beda kesukaan kan?. Namanya juga kritik…

5 Tanggapan ke “Kesan Pertama dari Film Laksamana Cheng Ho di Metro TV”

  1. Donny Reza berkata

    Sewa sutradara luar aja kayaknya bakalan lebih bagus ya? :) )

  2. iroel berkata

    untung gak nonton :D

  3. anbu berkata

    indonesia githu loh!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. agorsiloku berkata

    Paling tidak, meskipun gagal memenuhi ambisi jadi presiden, sudah jadi ketua partai dan sudah jadi Panglima Cheng Ho. ho…ho…ho…

  5. cristin berkata

    Begitulah kalo tidak fokus. Politisi iya, lawyer iya, artis iya….ntar lagi penyanyi….dan entah apalg….

    Berharap multitalenta kali ya…..:p

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>