Mencari Cinta-Nya

I have face it, life wasted, i am never going back again

Archive for April, 2007

Hukuman Mati Sejalan dengan Takdir

Posted by aricloud pada April 16, 2007

Menyambung tulisan sebelumnya, disini saya coba yakinkan pada rekan-rekan bahwa Hukuman Mati tidak bertentangan dengan Takdir Allah.

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati ketika tidurnya maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”
(TQS. Az Zumar [39]: 42)

“Maka jika telah datang batas waktunya (ajal), mereka tak dapat mengundurkannya barang sedetikpun dan tidak dapat memajukannya”
(TQS Al A’raf[7]: 34)

“Katakanlah: ‘Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.’”
(TQS as-Sajdah [32]: 11)

Ayat-ayat diatas secara jelas menjelaskan bahwa jika Allah telah menakdirkan kematian seseorang,  maka kematian itu akan datang tanpa penundaan atau penyegeraan. Demikian juga penyebab fisik dari kematian itu sendiri,merupakan Takdir dari ALlah SWT. :

“Katakanlah:”Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (At-Taubah : 51)

namun demikian Allah tidak menentukan takdir kecuali ada sebab akibatnya, karena Allah menjaga ciptaannya tetap berjalan seimbang, sehingga setiap kejadian memiliki penyebab yang saling terkait :

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran..” (Al-Qamar : 49)

Ini berarti bahwa kematian akibat hukuman mati merupakan Takdir Allah. Dan vonis hukuman mati yang dijatuhkan hakim pun juga Takdir Allah. Namun Allah Maha Memelihara dan Maha Menjaga ciptaannya dalam keseimbangan, sehingga setiap takdir memiliki alasan yang Adil. Allah Maha Berkehendak untuk memutuskan apakah Takdir yang ada diperuntukkan sebagai penegakkan keadilan, azab, musibah, ujian ataupun rasa sayang kepada hamba-Nya.

Sahabat Umar Ra pernah menghukum seorang pencuri, kemudian si Pencuri berkata :“Wahai Umar! Aku mencuri karena Takdir Allah”. Mendengar itu Umar tidak menyanggah namun hanya membalasnya dengan berkata : “Aku menghukum dirimu juga karena Takdir Allah”  .

Wallahu ‘Alam bish showab.

Iklan

Posted in Takdir | 5 Comments »

Hukuman Mati Menentang Takdir Allah??

Posted by aricloud pada April 10, 2007

Sekitar dua bulan yang lalu, di beberapa surat kabar ramai membicarakan tentang moralitas hukuman mati di Indonesia. Walaupun sedikit terdapat nuansa politis akibat eksekusi mati Tibo cs. Penerapan hukuman mati memang berbeda-beda pada setiap negara, ada yang membolehkan, adapula yang meniadakan, caranya pun berbeda-beda, ada yang digantung, dipancung, ditembak mati, disuntik mati, hingga dikursi listrik.

Di Amerika Serikat sendiri, yang katanya paling mendukung penerapan HAM, beberapa negara bagian membolehkan penerapan hukuman mati. Oleh karena itu Ted Bundy, pembunuh berantai berdarah dingin di tahun 74-78 di Amerika Serikat dihukum mati tahun 89 karena tertangkap di Florida yang kebetulan menerapkan hukuman mati.

Yang membuat saya heran adalah, kebanyakan para penentang hukuman mati menggunakan dalih Hak Asasi Manusia untuk menghapuskan penerapan Hukuman Mati di Indonesia. Jika berlindung dibalik HAM, bagaimana dengan Hak Asasi para korban yang menjadi kebiadaban para pelaku? Bagaimana dengan Hak Asasi para pemuda untuk bebas dari tipu daya narkoba yang telah merenggut tidak sedikit nyawa?.

Bahkan beberapa tokoh menyatakan bahwa penerapan hukuman mati menyalahi takdir Tuhan (Termasuk BJ Habibie yang muslim). Hal ini tentu saja menggelitik pemikiran saya. Dalam hati saya berbaik sangka, mungkin para tokoh tersebut kurang mengetahui sejarah hukum Islam?. Dalam hukum Islam jelas-jelas terdapat hukum yang membolehkan penerapan hukuman mati pada pelaku pembunuhan (hukum qishos), atau rajam pada pelaku zina yang sudah berkeluarga. Lalu bagaimana mungkin Allah menentukan hukum yang bertentangan dengan takdir-Nya sendiri?.

Posted in Takdir | 11 Comments »