Mencari Cinta-Nya

I have face it, life wasted, i am never going back again

Salahkan Kebodohannya, bukan orangnya

Posted by aricloud pada Juni 10, 2007

Dalam agama Islam, pengetahuan memiliki tempat yang sangat tinggi sebagai prioritas. Bahkan disebutkan bahwa ahli ilmu lebih tinggi derajatnya dibandingkan ahli ibadah. Oleh karena itu amat bijak orang yang menyatakan bahwa memiliki musuh yang pintar adalah lebih baik dibandingkan memiliki teman yang bodoh.

Mengapa? Ya, memiliki musuh yang pintar akan membuat kita selalu waspada dan terus meningkatkan kemampuan diri agar tidak tersaingi dengan musuh. Namun dengan memiliki teman yang bodoh, ia akan menjadi penghambat kita untuk maju. Bahkan bisa jadi penghalang atau pun malapetaka bagi kita. Tidak percaya? Mari kita ambil hikmah dari kisah fiktif berikut :

Suatu ketika ada cerita aneh di salah satu kamar Unit Perawatan Intensif (ICU) RSCM. Para petugas Rumah Sakit percaya bahwa kamar paling pojok adalah kamar berhantu kuntilanak..nah lho, dimana para pasien selalu meninggal di tempat tidur yang sama pada kamar yang sama dan selalu pada Kamis Malam Jumat tanpa peduli umur, kelamin, kondisi kesehatan mereka ataupun latar belakang kesehatan. Hal ini terjadi mulai satu bulan yang lalu sejak pasien yang pertama meninggal di sana akibat diperkosa dan dianiaya.

Hal ini sangat membingungkan para dokter dan manajemen rumah sakit dan beberapa bahkan berpikir bahwa hal ini ada hubungannya dengan supranatural. Mengapa selalu pada hari Jumat dan pada tempat tidur yang sama?

Lalu pihak manajemen memutuskan untuk menyelidiki kejadian ini. Sampai-sampai pihak manajemen mengundang pawang Hantu yang ada di acara TV Pemburu Hantu.

Begitu tiba Malam Jumatnya, semua orang di rumah sakit tersebut dengan tegang menunggu akankah kejadian buruk itu terulang kembali. Lalu terbaringlah pasien baru rumah sakit itu di sana. Beberapa dokter sudah memegang tasbih, Al-Quran, bahkan para pemburu hantu sudah siap dengan botol-botol keramatnya untuk menangkap setan. Mereka semua bersembunyi di balik tirai kamar. Menunggu dengan dag-dig-dug.

Sementara sang pasien masih terbaring di sana. Seiring waktu berputar, pukul 22:00 …. 22:30…. dan waktu keramat itu tiba …… Pintu kamar tersebut terbuka ……………….

Kemudian masuklah Paijo, part timer cleaning service khusus untuk hari Kamis Shift Malam yang baru disewa satu bulan lalu. Dengan santai sambil bersiul-siul ia langsung mencabut kabel alat untuk bantuan pernafasan dari stop kontaknya lalu menggantinya dengan vacuum cleaner dan mulai membersihkan ruangan. Kemudian memasangnya kembali setelah selesai. Para pengintai hanya bisa melongo…

(cerita dimodifikasi dari sebuah film kocak holywood)

3 Tanggapan to “Salahkan Kebodohannya, bukan orangnya”

  1. agorsiloku said

    Ha..ha…ha… Paijo… paijo… , dia tidak sadar bahwa selama ini beliau telah berperan sebagai giam lo ong…., pencabut nyawa….

    ada jalan untuk sampai pada titik itu…yang kadang tak terpahami.

  2. aricloud said

    yap..Takdir Allah bisa terjadi dalam cara apapun juga, bahkan sesuatu yang menurut kita kadang sepele bisa menjadi blunder atau besar implikasinya.

    Betul kata Aa Gym, mulai dari yang kecil, mulai dari kita sendiri, dan mulai saat ini…

  3. Anonim said

    sadfrgdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: